Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 97 Claudia berharap dan Zoya mencoba


Happy reading.


* * * * *


Steven terus berusaha menyakinkan aku untuk tidak terus-menerus mengharapkan cinta yang bukan milikku. Rasanya aku jadi bersalah pada diriku sendiri.


“Tapi Steven, apa gue bakalan sanggup melihat Reiner mencintai orang lain di depanku? Apalagi sekarang gue udah tahu Zoya itu siapa, gu–gue mau hilangin cinta ini tapi gimana caranya Steve seakan semakin gue mencoba hanya rasa sakit yang semakin terasa buat gue.” Memang rasanya sangat berat untuk kulakukan.


Steven berjalan mendekat lalu merangkul pundak ku.


“Gue yakin kok adek gue ini bakalan bisa yah ... meskipun itu ngga semudah kita ngomong tapi jika elu berusaha dan yakini buat jangan lakuin hal bodoh untuk Reiner dan Zoya, gua jamin semuanya bakalan berhasil,” ucap Steven mencoba untuk membuatku percaya pada diriku sendiri.


“Tapi ini sangat berat Steve, lu mungkin ngga akan paham gimana besarnya cinta gue untuk Reiner, mulai dari saat gue menghilang dulu sejak itu seakan dunia perlahan berhenti, gue harus kehilangan cinta saat gue lagi hadapi sakit sendirian dan berjuang antara hidup dan mati.”


“Iya gue tahu gimana besarnya cinta lu buat Reiner tapi pernah elu inget dulu gimana besarnya juga cinta gue buat elu sampai gue akhirnya menyadari kalau cinta itu ngga berhak untuk gue perjuangin karena apa karena persahabatan, awalnya sakit, sakit banget ... tapi semakin lama gue coba buat move on hingga sekarang lihat gue udah anggap elu adik gue sendiri bahkan sekarang ngga ada niatan lagi buat gue jatuh cinta dan ngelihat elu sebagai perempuan, kecuali sebagai adik yang gue harus jaga,” ucap Steven.


Memang benar cinta Steven untukku begitu besar, ia melakukan apapun untukku sampai saat ini dia masih tetap ada untukku meskipun sekarang statusnya berbeda hanya sebagai kakak tapi cintanya bahkan lebih tulus.


“Makasih Steve, gue bakalan coba,” sahutku seraya memberikan pelukan untuknya.


“Sama-sama Claudia, oh yah gue ke dapur dulu ya mau buatin kopi yah,” pamit Steven lalu beranjak pergi.


Aku hanya mengangguk mengiyakan. Pikiranku masih terus memikirkan tentang apa yang Steven peringatkan, ingin rasanya aku bisa move on tapi kenapa begitu sulit? Kenapa setiap aku berusaha melupakan semakin aku jatuh cinta dengannya?


Pikiranku tak kunjung tenang, bayangan Reiner saat kami masih sekolah dulu selalu terbayang, entah bagaimana wajahnya sekarang aku sungguh sangat merindukan pria itu. Ingin aku bertemu dengannya dan memeluk erat dirinya. Mengingat Steven sedang membuatkan kopi aku langsung menuju kesana mana tau setelah sedikit rileks pikiranku kembali tenang.


--------------------------------------------


(Zoya Khalisa More)


Hubunganku dengan Reiner akhir-akhir ini sangat membaik, dia lebih perhatian denganku. Sejak kehamilan sudah memasuki ke delapan bulan dia sangat bisa membuat aku bahagia juga selalu berusaha memanjakan diriku, mulai dari bangun pagi-pagi lebih awal lalu menyiapkan sarapan untukku, saat waktu istirahat kerja dia juga selalu menyempatkan waktunya untuk pulang yah ... meskipun hanya perhatian kecil tapi aku sudah sangat bahagia.


Meskipun begitu aku tetap merasa sedih dengan perihal Kelvin, hatiku tidak sepenuhnya tenang sebab sahabatku sedang mengalami masalah yang cukup serius. Kelvin yang mencoba untuk selalu ada untukku disaat aku sedih dan ingin berhenti untuk hidup dan sekarang giliran ku mencoba untuk bisa menyemangatinya.


Begitupun dengan Reiner, ia sudah memberikan izin untuk aku bisa menyemangati Kelvin meskipun tidak sepenuhnya ia memberikan izin dengan bebas tetap selalu pengawasan untukku agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti waktu dulu. Dan hari ini aku mencoba untuk bertemu Kelvin lalu melihat apa yang sedang ia lakukan.


Aku mendapat kabar dari salah satu temanku bernama Vanny Niang, dia sempat tidak sengaja bertemu dengan Kelvin di sebuah Club ranjang impian, saat itu Kelvin terlihat stres berat dan bahkan mabuk-mabukan cukup serius.


Kebetulan yang tempat Kelvin datangi ialah Club langganan milik temanku. Vanny sendiri teman satu Perusahaan Reiner tempat sewaktu kami bekerja dulu, dia memilih keluar dari Perusahaan itu karena ketidak nyamanan ia bekerja. Aku dengan Vanny sempat hilang kontak tapi akhirnya mungkin takdir mempertemukan kami untuk kembali berteman.


Sejak saat itu Vanny sendiri mengetahui banyak hal tentang aku, Kelvin dan Elie. Aku juga sempat bercerita dengannya mengenai Elie, bagaimana sadisnya Elie mencoba untuk berbuat jahat untukku, mungkin sejak hari itu dia kepo terhadap Kelvin lalu mencaritahu kisah kehidupannya lebih dalam.


Vanny Niang (Vanny) Teman satu Perusahaan Zoya



* * *


Sampailah di Perusahaan Kelvin setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh dari kediamanku. Aku langsung menuju ke ruangannya tanpa melakukan persetujuan dengan resepsionis terlebih dahulu.


Tok tok tok.


“Masuk!” Terdengar suara dari dalam ruangan.


Aku tersenyum kikuk saat pertama masuk keruangan kerjanya. “Hai Kelvin,” sapa ku seraya tersenyum manis.


“Oh Hay Zoe, wah ... tumbenan nih dateng ayo duduk dulu, mmmm mau aku pesankan minum dan cemilan untuk kita?” sahutku menawarkan sesuatu untukku.


Aku hanya mengangguk mengiyakan, yah memang sudah kebiasaan kami berdua saat ingin bersama selalu tidak ketinggalan cemilan untuk menambah nyamannya jika sedang curhat.


Aku hanya melihat Kelvin menghubungi staf karyawannya memesan sesuatu untuk kami lalu ia menghampiriku dan duduk di sampingku.


“By the way pasti ada sesuatu yah Zoe sampai dateng ngga kabari aku dulu, biasanya kamu kalau mau ketemu selalu telepon aku,” ucap Kelvin memulai pembicaraan kami.


“Emangnya harus kabari dulu yah baru dateng? Okay jika begitu sekarang aku ganti, aku bakalan dateng saat aku mau meskipun tanpa ada kabar apapun, setuju?” ucapku membuat kesepakatan baru seraya tersenyum kikuk.


“It's ok cantik ngga masalah, aku selalu memberi ruang untuk gadis cantik ini datang kapan saja, ” sahut kelvin justru membuatku tidak dapat tahan menahan tawa.


≈≈≈≈≈≈


Jika sebuah cinta dapat memperbaiki segalanya


Izinkan aku datang untuk membantumu


Jika sebuah ketulusan dapat membawamu kembali


Izinkan aku hadir tuk selalu mendampingi mu


(Zoya—Kelvin)


* * * *


Hay guys aku kembali menyapa, ah ya jangan lupa kesan kalian untuk yang kali ini, guys aku ingin banget dapet vote ribuan dari kalian, gimana rasanya aku belum tahu