Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
57 ~ Tidak ingin pergi


H A P P Y R E A D I N G


“ Ball, yang Viora katakan semuanya itu benar. Aku tidak melarang mu untuk jangan berteman dengan pria asalkan berteman dalam hal wajar tapi, jangan menjadikan Alvero sebagai temanmu. Dia tidak baik untuk kita semua, dia adalah musuh besar kita. Kau harus mendengarkan ku,” ucap Steven mencoba menasehati.


“ Yang Steven katakan benar, Claudia. Sebaiknya kamu tidak mengenal sosok Alvero bahkan jangan mau untuk pergi dengannya. Jika saja kamu tahu apa yang telah terjadi padaku juga Kelvin, mungkin kamu memang tidak ingin lagi melihat wajahnya Alvero,” timpal Viora.


“ Aku tidak tahu itu lagipula aku sudah berjanji dengannya. Mungkin sekarang dia sedang dalam perjalanan menuju kesini. Begini saja supaya kalian tidak khawatir dan aku tidak perlu curiga terhadap orang lain. Lebih baik kalian bertemu langsung dengannya, dan tanyakan semua yang sudah kalian katakan ini langsung kepada orangnya, bagaimana?” Claudia memberikan ide.


Steven mengusap wajahnya dengan cepat. “Ayolah, Ball. Jangan keras kepala, turuti saja ucapan kami. Ini yang terbaik untukmu. Lagipula aku tidak ingin kehilanganmu, Claudia.”


“ Oh ... Jadi seperti itu. Sekarang kamu mengakui tidak ingin kehilanganku. Lalu kenapa dulu kamu mengatakan tidak ingin kehilangan Alice, bahkan ingin menjadikan dia istrimu? Heuh! Benar-benar sifat yang tidak bisa dipercaya. Untung karena cinta jika tidak sudah lama aku akan membuang mu,” ketus Claudia dengan tajam.


Viora bersama Kelvin tercengang mendengar nama Alice. Mereka saling menatap satu sama lain.


“Bentar, bentar! Sebelum kalian melanjutkan perdebatan konyol kalian. Cepat katakan kenapa sejak tadi aku merasa bingung bahkan sekarang nama-nama Alice juga ikut kalian ucapkan. Siapa Alice? Apa dia orang yang juga berteman dengan Alvero?" Viora penasaran.


“ Ya, mereka saling kenal bahkan sekarang Alice sedang mengandung anaknya. Jadi yang sewaktu itu aku curhat tentang aku menghamili wanita itu adalah Alice. Apa kalian juga kenal dengannya?” sahut Steven sambil bertanya.


Viora langsung menepuk jidatnya sendiri. “Astaga! Apa kalian tidak ada orang lain selain mereka? Ah sulit di pahami. Hubungan kalian seperti sedang berputar-putar di dalam labirin. Begitu rumit dan banyak lika-liku.”


“ Pookie, ucapan mu begitu berlebihan, gadis kecil,” timpal Kelvin sembari merangkul istrinya.


“ Ya aku tahu, Bookie. Tapi lihatlah Hubungan mereka hanya bertemu dengan orang-orang yang begitu menjijikkan. Begini saja biar aku jelaskan sedikit siapa Alice dan Alvero. Tapi ingat! Ini hanya dari penilaian kami sebagai korban dari mereka berdua. Walaupun kami tidak tahu bagaimana hubungan kalian dengan mereka,” ucap Viora.


“ Baiklah, aku setuju,” sahut Claudia yang juga dijawab anggukan oleh Steven. Claudia pun memilih naik keatas ranjang tempat Steven sedang rebahan.


“ Ehem! Jadi awalnya Alice adalah salah satu sekretaris dari Kelvin. Kukira dia ingin berteman denganku dengan tulus tapi, ternyata salah. justru dia berteman denganku hanya ingin membawaku kembali kepada Alvero, dia adalah mantan kekasihku. Tapi, pada akhirnya kami pun tahu dengan keinginan mereka bahkan sampai sekarang aku belum memaafkan semua tindakan jahat dari mereka. Begitupun kepada Kelvin. Alvero sengaja memfitnah suamiku ini hanya untuk menjadikan aku kekasihnya lagi. Jadi kira-kira seperti itu, ingat ini hanya pandangan kami berdua. Yah ... Siapa tahu kepada kalian berdua berbeda,” ungkap Viora.


“ Ya-ya aku sudah paham. Berarti diantara kalian hanya ada saling dendam yang tersimpan. Baiklah karena aku juga sudah pernah bertemu dengan Alice dan Alvero. Aku akan waspada tapi, walaupun begitu hari ini aku juga akan pergi dengan Alvero. Janji adalah hutang, jika nanti dia berbuat macam-macam. Maka aku akan cepat menghubungi kalian di sini,” sahut Claudia dengan jelas.


“ Tidak, Ball. Aku tidak akan mengizinkanmu untuk pergi dengan Alvero, walau bagaimanapun alasannya tetap tidak boleh.” Steven menahan.


“Hey! Baly! Apa masalahnya denganmu sampai melarang ku? Kamu bahkan bermain api dengan wanita lain, aku juga melarangnya tapi, kamu tetap tidak ingin mendengarkan semua ucapanku. Lalu sekarang, kau ingin menjadi pahlawan? Ingat, Baly. Semua perbuatan mu bersama Alice itu tidak akan mudah membuatku kembali bersikap lemah lembut kepadamu. Aku akan tetap ada dijalan baik, karena bagaimanapun aku tidak akan tergoda untuk memberikan tubuhku kepada orang yang tidak aku cintai. Jadi kamu tidak perlu khawatir aku akan tetap pergi dengannya,” sahut Claudia keras kepala.


Steven kesal namun semua ucapan Claudia mampu membuatnya bungkam bahkan Viora bersama Kelvin menahan tawa melihat perdebatan mereka.


“ Oh silahkan, biar aku siapkan pemakanam untukmu,” ketus Claudia.


“ Astaga! Ball, benar-benar aku kewalahan denganmu! Aku akan mati sekarang,” ucap Steven sambil berusaha mencekik lehernya sendiri.


“ Hey! Kau pikir dengan begitu kamu bisa mati? Ini ambilkan saja pisaunya, kebetulan tadi aku habis kupas buah!” sahut Claudia sembari memberikan senjata.


“ Ball, lelucon macam apa ini? Aku tidak ingin pisau, apapun itu aku tidak ingin. Sudahlah jangan berbicara lagi denganku." Steven merajuk sambil membalikkan tubuhnya kearah lain.


“Oh! Bagus! Jadi bibir manis ku ini tidak akan kelelahan,” sahut Claudia jelas.


Steven menarik nafasnya memburu. ‘Astaga! Benar-benar wanita yang sulit untuk dilawan. Ah sial! Bagaimana aku bisa tenang mengingat semua ini. Alvero, awas saja kalau sampai kekasihku terluka. Aku pasti akan membunuhmu,’ batin.


Steven yang kesal benar-benar tidak lagi mengatakan apapun kepada Claudia, dia bahkan membuat dirinya sibuk dengan mengotak-atik ponselnya padahal hanya menggeser-geserkan posisi layar depan. Namun, berbeda dengan Claudia, dia justru sedang membalaskan pesan kepada Alvero.


Saat itu juga Viora mencoba mendekati Claudia. “Apa kamu juga ingin pergi dengan Alvero?”


“ Tentu saja, Viora. Lagipula aku tidak mungkin menolaknya, apalagi waktu itu dia mencoba menenangkan diriku saat menangis bahkan membelikan aku begitu banyak makanan sampai-sampai dihari itu aku tidak perlu keluar uang, sahut Claudia baik-baik.


Viora tersenyum mendengarnya. “Baiklah kalau begitu pergilah tapi, jika nanti dia melukaimu cepat hubungi aku atau yang lain. Pastikan dia tidak melukaimu. Eh! Satu lagi jangan terlalu lama pulang Steven pasti akan lebih khawatir dariku.”


“ Ya-ya aku mengerti, Viora. Terima kasih, aku titip Steven bersama kalian. Lagipula aku tidak akan lama. Oh ya, aku belum membelikan susu untuk Steven. Jadi tolong minta Kelvin untuk membelinya, lagipula dia sakit karena hukumanku.”


“ Baiklah, kamu tenang saja. Biar nanti Kelvin yang mengurusnya. Sudah pergilah, hati-hati ya, jangan lupa kasih kabar.”


“ Tentu saja, Viora.”


...----------------...



Yuk guys Aland dan Arabella sudah up loh.