
H A P P Y R E A D I N G
“Ya ampun ... kalian berdua itu sama-sama hebatnya di bidang masing-masing,” sahut Uncle Kelvin yang sembari mencolek dagunya Kaylee dengan manja.
“Oh ya? Berarti Kaylee juga hebat dong kaya Kayrren?"
“Iya dong, Jagoan. Tentu saja.”
Semua orang begitu bahagia melihat kedatangan antara si kembar dengan yang lain. Mereka pun melanjutkan silahturahmi dengan bergosip, bersenda ria, bahkan menceritakan tentang pribadi masing-masing juga tentang hubungannya Steven bersama Claudia yang sedang terjalin. Reiner pun ikut-ikutan bergabung dalam kisah mereka hingga ia mengeluarkan suaranya pertama kali sebab sejak tadi ia hanya tersenyum.
“Oii, Steve, kapan nikahnya? Jangan kelamaan loh,” tanya Reiner dengan sengaja saat mendengar kisah mereka dari Claudia.
“Ya sabar dulu dong, soalnya kami juga harus pikirkan matang-matang,” sahut Steven
“Iya-iya yang penting kami tunggu kabar baiknya aja,” timpal Zoya.
Steven bersama Claudia saling memandang di tengah-tengah mereka yang sibuk dengan segala hal. Hingga akhirnya tiba-tiba ponsel Claudia berbunyi. Terlihat nama kakak Al yang berarti Alvero. Dengan cepat ia menolak panggilan bahkan langsung mematikan ponsel agar tidak terus diganggu. Melihat kekesalan di raut wajah Claudia. Sebagai pacar Steven langsung penasaran.
“Ball, siapa yang telepon kok enggak dijawab?”
“Dari kakak, males ah buat jawab,” sahut Claudia kesal sambil memasukkan ponsel kedalam saku celananya.
Steven yang paham pun mengerti hingga ia langsung menutup mulutnya tanpa banyak bertanya. Kemudian mereka berdua kembali fokus dengan teman-temannya.
...----------------...
...----------------...
Di sisi lain. Alvero bersama Alice kebingungan melihat panggilan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Claudia. Alice mengusap-usap bahu Alvero agar bisa sedikit lebih tenang.
“Begini saja, sebaiknya kita cari mereka ke hotel tapi, jika tetap tidak ada maka kita cari langsung ke rumahnya Kelvin. Bagaimana kau setuju?" ide cemerlang dari Alice.
“Tapi jika nantinya Kelvin justru mengusir kita bagaimana? Lagipula kita sudah membuat mereka kesal. Sungguh ini sangat bingung,” sahut Alvero dilanda dilema yang begitu besar.
“Kita belum mencobanya jadi jangan berpikir terlalu jauh meskipun memang mungkin saja mereka langsung mengusir kita tapi, tujuanmu hanya ingin bertemu dengan adikmu. Sebuah kewajiban yang tidak bisa seorangpun melarangnya. Sebaiknya ayo cepat kita bergegas.” Jawaban Alice mampu membuat Alvero mengangguk-anggukkan kepalanya lalu ia langsung bergegas pergi.
...----------------...
Tiba di kediamannya Kelvin. Rasa ragu masih menyelimuti hati Alvero. Mereka bahkan berdiam diri di mobil sambil melihat kearah kediaman itu. Cukup lama mereka di sana hingga akhirnya Alice memaksa Alvero untuk turun dan percaya diri meskipun memang kenyataannya nanti akan terjadi buruk.
Saat Alice mencoba melangkah lebih dulu tiba-tiba tangannya langsung ditahan oleh Alvero. “Apa kau yakin?”
“Aku yakin sekali, Alvero. Ayolah kita belum mencobanya jadi jangan cepat menyerah,” sahut Alice sembari menggenggam tangan Alvero.
Mereka berdua dengan perlahan menekan bel hingga beberapa kali sampai akhirnya seorang pelayan keluar.
“Cari siapa?" tanya pelayan tersebut.
“Apa Kelvin ada? Saya temannya,” sahut Alvero.
“Oh maaf Tuan sama Nyonya tidak ada di sini. Kemarin mereka pergi sama temannya yang lain. Apa Anda tidak mencoba menghubungi Tuan Kelvin?"
“Udah sih cuma enggak di jawab makanya langsung kesini. Kira-kira mereka pergi kemana ya?"
Ucapan pelayan tersebut membuat Alvero berpikir kerasa hingga pada akhirnya ia mengingat sesuatu.
“Baiklah kalau begitu terima kasih,” sahut Alvero yang langsung menarik tangan Alice hingga dibawa pergi kedalam mobil.
“Loh? Kok kita langsung pergi? Emangnya kamu tahu mereka di mana?” Alice kebingungan.
“Aku tahu mereka sekarang ada di mana. Tidak salah lagi mereka kembali ke rumah orangtuanya. Apalagi setahuku Steven juga berada di sana pasti Claudia juga sedang bersama mereka sebaiknya cepat kita bersiap-siap lalu terbang kesana,” ungkap Alvero dengan jelas lalu menancap gas untuk kembali ke kediamannya.
Tanpa pikir panjang Alice mengiyakan ucapan Alvero hingga akhirnya mereka pulang lalu menyiapkan segala perlengkapan sebelum akhirnya pergi menjemput Claudia.
...----------------...
...----------------...
Alvero berada di hotel bersama dengan Alice. Hari itu juga mereka ingin langsung menjemput Claudia tanpa rasa takut. Alvero bahkan dengan sengaja pergi ke rumah orangtuanya Kelvin hingga akhirnya langkah mereka di halangi oleh beberapa pelayan yang bertugas menjaga keamanan.
“Anda sedang cari siapa?"
“Tolong panggilkan wanita bernama Claudia yang ada di dalam kediaman ini. Bilang bahwa Alvero ingin bertemu dengannya.”
“Baik.”
Petugas kemanan langsung berjalan menyampaikan pesan hingga akhirnya Kelvin sendiri yang datang bukan Claudia. Saat pertama kalinya bertemu dengan rasa kesal Kelvin menahan amarahnya begitupun sebaliknya. Namun, Alice mencoba menenangkan Alvero dengan menggenggam tangan Alvero.
“Mau ngapain Lo datang kesini lagi?” tanya Kelvin dengan ketus.
“Bukan urusan Lo. Di mana Claudia? Gue mau ketemu sama adik gue sendiri.”
“Dia enggak ada di sini jadi mendingan Lo pulang dari sini. Gua muak lihat wajah Lo!" geram Kelvin.
Di sisi lain orang rumah mendengar sedang keributan hingga Viora, Claudia, dan Steven pun ikut keluar lalu pada akhirnya betapa terkejut mereka melihat Alvero bersama Alice ada di sana. Dengan bergegas semuanya langsung pergi mendekat.
“Mau ngapain lagi kakak kesini?” tanya Claudia sambil mendekat.
Alvero tidak menjawab namun, ia mencoba mendekat untuk memeluk adiknya hingga pada akhirnya pun Steven dengan cepat berdiri didepan Claudia sampai membuat Alvero berhenti melangkah dengan tiba-tiba.
“Mendingan Lo pulang deh. Daripada kesini bikin rusuh sana pulang,” ucap Steven tanpa rasa takut meskipun ia sedang berbicara dengan kakak dari kekasihnya.
Duh ... kalau terus-terusan begini yang ada mereka jadi berantem gara-gara aku. Sebaiknya aku ikut saja dengan kakak untuk menyelesaikan semuanya jika tidak maka suasananya akan semakin memburuk apalagi di depan rumahnya orang lain, batin Claudia.
“Gue bukan mau ketemu sama Lo, jadi mendingan Lo diem, Steven. Tolong Claudia, beri kakak waktu untuk menjelaskan semuanya. Setelah itu terserah kamu mau benci sama kakak atau apalah terserah yang terpenting sekarang aku mau ngomong,” ucap Alvero.
“Heh! Kalau dia enggak mau ya sudah enggak usah di paksa! Mendingan pulang deh. Alice, bawa pulang calon suami kamu dari sini daripada nanti jadi kacau.”
“Sudah-sudah! Maaf semuanya sudah membuat suasana jadi berantakan. Aku mau ikut bicara denganmu, kak. Tapi, harus di sini dan satu lagi aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu.”
...----------------...
Tanggal 18 Senin nanti ada novel berjudul cintai aku tuan muda akan publis. Dan mtp juga sudah update.