Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 30. Ceritakan


Tebakan mu tepat, Elie semua dibalik kekacauan ini, dia berniat untuk membuatku hancur atas dendamnya sendiri," ucap Reiner berniat menceritakan masalahnya kepada Kelvin dan istrinya. Mereka saling menatap satu sama lain. "Apa maksudmu dengan dendamnya sendiri aku tidak begitu paham?" tanya Kelvin.


"Dia memberitahuku bahwa dulu keluarganya mempunyai masalah dengan keluargaku sampai orangtuanya masuk penjara tapi justru menurutku dia hanya sedang mengarang cerita," Reiner membenarkan ucapannya. "Lantas mas apa yang membuatnya begitu yakin jika itu memang kesalahan dari keluargamu?"


Reiner menarik nafasnya kasar dan hembuskan. Ia punya menjawab ucapan istrinya. "Entahlah sayang aku tidak tahu pasti jika pun memang itu benar aku juga tidak akan mempercayai, dia wanita yang sangat licik yang sudah kutemui, aku sangat menyesal telah mengenal dia dulunya," Reiner kesal.


"Kupikir dia menghancurkan mu setelah kepergian yang sudah didapatkannya ternyata ada balik dendam yang tersembunyi darinya, aku sungguh tidak mengerti wanita itu" ungkap Kelvin bimbang. "Iya Vin, dia juga merasa kecewa atas kepergianku tapi dibalik itu justru mempunyai dendam yang harus terbalaskan, dan menurutku dia memang berniat dulu mendekatiku hanya demi sebuah dendamnya," Reiner mencoba menjelaskan sedetail mungkin.


"Lalu Rei, kenapa kau bisa tiba-tiba menghilang?" tanya Kelvin. "Dia menculik ku dengan membayar anggotanya dan waktu itu aku sedang berjalan menuju Kantor namun saat dalam perjalanan aku melihat jika seorang wanita sedang kesusahan mengganti ban mobilnya dan aku berniat membantunya karena waktu itu hujan yang sangat deras jadi aku tidak tega tapi justru tiba-tiba aku mendapat pukulan yang sangat keras hingga aku pingsan," Reiner mencoba menceritakan yang sudah terjadi padanya.


"Sialan wanita itu sangat kejam, bagaimana jika kita langsung melaporkan dia ke polisi dan menjerumuskannya kedalam penjara biar dia tahu rasa!" Kelvin kesal dan marah. Reiner menggelengkan kepalanya.


Membuat Zoya kebingungan maksud dari gelengan kepala suaminya. "Mas maksudmu apa? Kau tidak terima jika dia kedalam penjara," Zoya mencoba menanyakan kebingungannya.


"Bukan itu sayang justru aku senang jika tidak ada penghalang untuk kita tapi sebaiknya jangan, biarkan aku yang menyelesaikannya, aku takut jika dia masuk ke penjara bisa saja dia membayar pengacara untuk mengajukan gugatan balik atas pencemaran namanya bukankah kita tidak memiliki bukti?" ungkap Reiner.


Kelvin mencoba membantu. "Ucapan Reiner benar Zoe, jangan nantinya kita yang akan kesusahan dengan gugatan kita sendiri tanpa bukti apapun." Saat mereka sedang sibuk bercerita tiba-tiba Kelvin mendapat panggilan. Dia melihat panggilan tersebut atas nama Elie.


"Diam ya, Elie menghubungiku kalian dengarkan," ucap Kelvin dan memperbesarkan suara ponsel agar yang lain mendengarnya. "Hallo Elie ada apa?" ucapnya. Sepasang suami-istri tersebut sedang sibuk menyimak pembicaraan mereka.


"Aku hanya sedang duduk dan aku perlu sedikit membicarakan sesuatu kepadamu Vin bolehkah?" tanya Elie dari balik ponselnya. Kelvin mencoba menahan amarahnya saat sedang berbicara. "Katakan kau ingin bicara apa?"


"Tapi sepertinya tidak nyaman jika kita hanya berbicara melalui ponsel bagaimana jika kita bertemu?" Kelvin terdiam dia memberikan kode untuk kedua pasangan didepannya itu, sampai ia tahu apa yang harus dilakukannya. "Baiklah Elie aku setuju dan langsung kirim tempat pertemuan kita."


Ia mematikan sambungan telepon. "Kalian lihat wanita iblis ini sangat berani denganku dan sekarang aku tidak tau apa yang ingin dia bicarakan tapi perasaanku mengatakan jika ini tentang kalian" ucap Kelvin. Reiner mencoba menjernihkan ucapan temannya itu dan ia berpikir sesuatu. "Vin, apa kau tidak berpikir jika dia seperti memanfaatkan mu?"


Kelvin menganggukkan kepalanya. "Benar Reiner dia memang sedang memanfaatkan ku tapi justru aku mempunyai cara lain untuk mengelabuhi nya!" Reiner tidak percaya dengan ucapan temannya ini. "Hei apa kau yakin? Tapi aku tidak mempercayaimu apalagi jika kau ingin mengelabuhi Elie."


'Wanita itu sudah berani mempermainkanku yang mulanya wanita itu berniat untuk bekerjasama hanyalah lelucon semata denganku, dan sekarang apalagi kemauannya, jangan berpikir kali ini aku dengan mudahnya percaya denganmu Elie!' batin Kelvin.


----------------------------------------------


Aku masih berada di sini menemani suamiku yang sedang terbaring, sedangkan Kelvin sudah memutuskan untuk pulang. Suamiku masih menjalankan perawatan penuh, ia sedang makan buah yang sudah ku sajikan. Tapi tiba-tiba dia memengang perutku yang sudah terlihat sedikit besar. "Sayang, aku melihat tempat bayi....," ucapnya merengek seperti bayi besar.


Aku menggelengkan kepala, tidak habis pikir dengan suamiku ini sedang sakit masih berpikiran mesum. "Mas apa kau tidak lihat keadaanmu sekarang?" ucapku berusaha menyakinkannya. "Tidak sayang, aku hanya menginginkanmu meskipun aku sedang sakit," ucapnya dan terkekeh.


"Tidak mas, aku tidak akan memberikannya." Terlihat raut wajahnya cemberut. "Yah sayang kau sangat pelit, eh apa kau sudah mengecek kandungan mu setelah kita pulang dari honeymoon dulu?" Zoya tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya. Reiner menarik nafasnya memburu. "Maafkan aku sayang gara-gara aku menghilang karena wanita iblis itu membuatku tidak bisa membawamu untuk mengecek bayi kita."


Ia merasa bersalah seharusnya itu bukan sepenuhnya kesalahannya. Aku mencoba membuatnya mengerti. "Mas ini bukan salahmu dan lagi aku juga kuat ada Kelvin dan juga Mommy yang menjagaku." Reiner menarik tanganku untuk lebih mendekat dengannya. "Sayang apa kau tidak memiliki keinginan apapun, biasanya yang kutahu wanita sangat cerewet dan meminta macam-macam sangat sedang hamil."


Aku terkekeh mendengarnya. "Entahlah mas aku juga tidak tahu tapi selama kau pergi aku belum sekalipun menginginkan yang aneh mungkin bayi kita tahu jika Daddy-nya sedang dalam masalah," ucapku dan memberikan kecupan manis di pipinya. "Sayang jangan menggodaku, aku tidak bergerak banyak," ucap Reiner.


Aku menahan tawa, sejak kapan aku menggodanya jika bukan dia yang menggodaku entahlah suami tampanku ini. "Aku tidak menggoda mu mengerti?" ucapku. "Tapi sayang itu sama saja dengan menggodaku juga!" Reiner ingin kalah. Aku memukulnya pelan hingga dia meringis pura-pura.


"Terserah mu sajalah mas, aku sedang lapar, aku makan dulu boleh?" dia menganggukkan kepalanya. Aku mengambil makanan yang sudah dibawakan oleh Kelvin, mengambilnya dengan porsi banyak, dan memakan dengan sangat lahap sampai suamiku terkekeh melihatku.


Aku duduk disampingnya sambil makan dan sesekali aku juga menyuapinya. Kebahagiaan inilah yang sangat aku nantikan. Saat sedang lahapnya aku sarapan, tiba-tiba perutku sakit seperti rasanya terlilit hingga suamiku panik dan dia berteriak memanggil dokter.


******


Tidak ada yang lebih tulus menyayangi kita selain istri yang berbakti. Sebab dia akan selalu berada di dekatmu hingga kamu bisa bergerak berhasil ataupun terjatuh, karena memang dia selalu mencintaimu apa adanya.