
Happy Reading
“Nak, menangislah jika merasakan sakit walaupun kamu seorang pria. Maafkan bunda mu, seharusnya aku tidak meninggalkan anakku sendirian hidup di sini, tapi itu satu-satunya cara agar kamu dewasa dan mau mengurus Perusahaan keluarga kita, tapi meskipun begitu kamu tetap seperti Putra kecilku. Bunda tahu kamu sedang mengalami banyak cobaan,” ucap Ibunda yang masih memeluk Kelvin yang sedang menangis.
“Bu–bunda, aku udah banyak salah. Aku udah nyakitin Viora, dan sekarang aku baru tahu kalau aku beneran udah sayang sama dia ... Bunda, aku mau dia datang ke pesta ini ....” Kelvin menangis tersedu-sedu.
“Iya nak, penyesalan memang selalu datang diakhir tapi kamu jangan terus seperti ini. Jika kamu merasa lemah dan mudah menyerah maka Viora akan tetap pergi darimu. Semua ini belum terlambat sayang, Bunda juga akan membantumu,” ucap Ibunda yang terus membujuk anaknya seraya mengusap-usap lembut bahu Kelvin.
“Benarkah Bunda mau membantuku? Terimakasih Bun, baiklah aku tidak akan menyerah. Ayo Bun, kita kesana semua orang pasti menungguku,” sahut Kelvin dengan tegas seraya menghapus air matanya.
“Bagua nak, ini baru anak Bunda.” Ibu dan anak ini keduanya saling tersenyum dan beranjak pergi menuju kerumunan orang.
Zoya melihat kearah Kelvin dan juga ibundanya, mereka lalu memberikan kode kepada MC agar acara segala dimulai. Begitupun dengan Kelvin langsung menemui teman-temannya. MC langsung membuka acara dengan kata-kata sambutan.
Dilain tempat Claudia sedang bersama mereka yang masih mengamati orang-orang yang belum ia kenal. Sedangkan Reiner bersama Steven sibuk menceritakan hal-hal yang orang lain tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan.
“Zoya,” panggil Claudia seraya lebih mendekat.
“Iya Clau, ada apa?” sahut Zoya.
“Mmm ... aku masih belum tahu teman-temanmu, padahal aku mau kenalan sama mereka biar aku juga bisa dapat teman banyak kaya kamu. Kelvin yang mana terus Viora yang mana? Aku bingung perhatikan semua orang di sini, Zoya,” tanya Claudia dengan tujuan lain.
“Oh Kelvin? Itu yang berdiri di sana, yang lagi ngobrol sama tiga orang itu, lihat aja photo dia di atas kamu cocokin deh yang mana mirip. Kalau Viora, dia belum kelihatan mungkin aja dia nggak datang, tapi kok kamu bisa tahu nama Viora?” ungkap Zoya seraya menanyakan sedikit hal aneh.
“Ah itu, aku cuma ngga sengaja denger dari Steven, ah ya Reiner pernah cerita sama Steven tentang Viora teman Kelvin itu,” jawab Claudia.
‘Untung gua ada akal, kalau nggak Zoya mana percaya, lagian sejak kapan Steven cerita kenal aja dia nggak,’ batin Claudia bersyukur.
“Oh gitu, ya sudah kalau gitu kita kesana yuk! Acaranya udah mau dimulai nih,” ajak Zoya seraya menggandeng tangan Claudia.
Semua orang sudah menanti-nantikan acara utamanya sebelum acara dansa dan yang lain dimulai. Para tamu hanya duduk sembari menyaksikan para sahabat dan saudara yang hanya berdiri di atas panggung acara bermaksud agar Kelvin menyuapi mereka satu-persatu nantinya.
Semua orang sedang menyanyikan lagu happy birthday, begitupun Zoya, Reiner dan kedua orangtuanya berdiri didekat Kelvin sembari menunggu ia meniupkan lilin. Suara nyanyian musik terus menggema.
Happy Birthday to You
Happy Birthday to You
Happy Birthday, Happy Birthday
Happy Birthday to YouOne more candle to light
On your birthday cake
Hope your wishes all come true
Now let’s celebrate
“Let's blow Kelvin candle, and pray first,” perintah Zoya.
“Thanks Zoya, I'll blow the candle,” sahut Kelvin lalu menutup mata untuk berdoa terlebih dahulu.
‘Tuhan, aku hanya ingin agar para sahabatku hidup rukun dan bahagia, serta berikan umur panjang untuk Bunda dan Ayah dan pertemukan, 'lah aku dengan Viora, jodohkan kami,’ batin Kelvin.
Kelvin lalu meniupkan lilin dibarengi tepuk tangan meriah dari semua tamu undangan. Lalu Kelvin langsung dipersilahkan untuk memotong kuenya. Suapan pertama ia berikan untuk Ibunda dan juga Ayah tercinta.
“Terimakasih Bun, Ayah,” ucap Kelvin menyuapi orangtuanya serta memberikan pelukan hangat.
Lalu Kelvin beralih mengambil sepotong kue untuk ia suapi kepada sahabat yang sudah selalu ada disampingnya. “Terimakasih Zoe,” ucap Kelvin lalu menyuapi Zoya.
“Reiner, dan ini buat Lo. Khusus paling banyak satu piring nih gua kasih langs–”
Ucapan Kelvin terputus saat ia menyadari seseorang yang begitu penting datang di acara pestanya. Siapa lagi jika bukan Viora, tapi tidak sendirian melainkan membawa pasangan yaitu Alvero.
Viora yang sudah menyadari kedatangannya sudah diketahui oleh Kelvin ia takut bahwa Kelvin akan kembali mengusirnya.
“Al, mending kita pulang yuk! Aku ngga mau ada di sini, kamu kok jahat banget sih sama aku, kenapa nggak bilang sejak awal kalau ini pestanya Kelvin, kalau aku tahu dari awal mending aku ngga pergi kesini,” omel Viora secara berbisik-bisik, lalu ia sengaja menggenggam tangan Alvero dengan manja.
“Maaf aku ngga tahu, ya udah yuk kita langsung pulang aja,” sahut Alvero menurut.
Mereka berdua langsung berbalik tanpa memperdulikan Kelvin yang sudah sejak tadi mengamati mereka berdua. Pergi adalah tujuan yang tepat itu yang mereka pikirkan.
“VIORA!” teriak Kelvin dengan memakai microphone. Membuat seisi ruangan pesta terdiam dan melihat kearah suara Kelvin berasal.
Begitupun dengan Viora dan Alvero, mereka berdua menghentikan langkahnya dan saling melihat satu sama lain.
Kelvin yang menyadari semua orang terfokus melihatnya, ia tidak peduli. Ia turun dari panggung dan berlari menghamp Viora. Lalu ia memeluk gadis itu tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.
“Viora, aku merindukanmu. Kemana saja kamu pergi hingga tidak peduli lagi denganku? Tapi akhirnya aku tahu kalau kamu masih perhatian denganku dan datang ke acara ini,” ucap Kelvin yang masih memeluk Viora dari belakang.
Alvero menyadari bahwa Viora sedang menahan emosinya dan ia juga tidak suka kalau orang yang ia cintai dipeluk bebas oleh orang lain.
“Lepaskan tubuhmu dari badan tunangan ku!” bentak Alvero tanpa peduli dengan semua orang yang melihat kearah mereka.
* * *
Rasa kecewa sudah membuatku lupa dengan apa itu cinta. Sekalipun aku tahu bahwa diriku masih menginginkan dirimu, namun aku mengerti bahwa kita memang tidak bisa untuk bersatu karena hatiku sudah membatu. ~Meldy Ta (Viora – Kelvin)
Lihatlah aku, peluklah tubuhku. Mari kita gapai semua mimpi yang pernah kita lupakan. Sekalipun rasa sakit masih tidak bisa lepas dari hatimu, tapi kau tahu bahwa diriku hanya selalu mencintaimu meskipun kamu sudah menguburku jauh dari lubuk hatimu. ~Meldy (Kelvin – Viora)
≈≈≈
Guys apa yang bakalan terjadi dengan mereka? Aduh aku juga nggak tahu ckckck. Sertakan kesannya yah wahai reader tersayang ku