
Pada sore harinya Long Guan tiba kembali di depan Hutan Kabut Abadi. Ia berencana bertemu dengan Tetua Yang Guifei dan murid-murid dari Paviliun obat untuk mengatur bahan-bahan herbal untuk dijadikan obat-obatan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Long Guan untuk menemukan rombongan tetua Yang Guifei lalu membawa mereka ke dalam Hutan Kabut Abadi.
Karena hari sudah mulai gelap, mereka memutuskan untuk bermalam di sana, sementara Long Guan pamit setelah memberikan beberapa pengaturan.
Dirinya juga memberi tahu cara untuk keluar masuk Hutan Kabut Abadi kepada tetua Yang Guifei, Long Guan tidak segan menunjukkan inti formasi dalam mengaktifkan formasi perlindungan di Hutan Kabut Abadi.
"Terimakasih Ketua, atas kemurahan hatinya" Ucap tetua Yang Guifei dengan tulus.
"Ini sudah kewajiban ku untuk memberikan akses masuk kepada tetua Yang, ke depannya tetua akan lebih sering ke mari sebagai bagian dari Sekte Pedang Angin.
Kecuali lubang rahasia untuk melatih para murid inti, semua kawasan Hutan Kabut Abadi kini sudah bisa dimanfaatkan untuk Sekte" Ungkap Long Guan.
Tidak lama kemudian Long Guan menghilang ditelan portal teleportasi dan muncul kembali di kediaman pribadinya.
Tampak Jian Ling istri tercintanya dengan senyuman hangat menyambut kepulangan suaminya.
"Gege, apakah gege mau makan dahulu?" Tanya Jian Ling sambil memeluk lengan Long Guan dengan mesra. "Aku mau mandi dulu, setelah itu kita makan malam bersama" Jawab Long Guan yang seharian ini sibuk mengatur para murid di Hutan Kabut Abadi.
"Baiklah gege, aku akan siapkan makan malamnya" Ucap Jian Ling dengan nada penuh perhatian. Kemudian Long Guan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian.
Tidak berselang lama mereka bertemu kembali di ruang makan dalam suasana yang hangat.
Meskipun seorang kultivator seperti Long Guan tidak bergantung lagi pada makanan dan minuman namun ia tetap menjalani kehidupan manusia yang normal bersama istrinya.
Hujan mulai turun membasahi bumi menyelimuti malam yang penuh keakraban, suasana Sekte yang sepi tidak mengurangi kewaspadaan dari para murid jaga.
Hidup di Sekte Pedang Angin memiliki kedamaian tersendiri, meskipun pada siang harinya mereka sibuk berlatih namun pada malam harinya akan nampak hening karena mereka mulai sibuk berkultivasi di tempat tinggal masing-masing.
"Ling'er bagaimana kabar anak kita?" Tanya Long Guan yang memperhatikan perut istrinya yang semakin membesar. "Anak kita sudah bisa merasakan kehadiran gege" Lalu Jian Ling mengambil tangan Long Guan dan meletakkannya di atas perutnya.
"Apakah gege bisa merasakan gerakan anak kita?" Tanya Jian Ling dengan wajah yang bahagia. "Iya, aku dapat merasakan gerakannya, Ia tampak sehat" Ucap Long Guan senang.
Lalu ia mengelus perut istrinya dengan penuh kasih sayang. "Gege, aku sayang gege. Waktu seperti ini sungguh amat berkesan dalam hidupku" Ucap Jian Ling yang memandang wajah suaminya dengan penuh kasih sayang.
"Aku juga sangat menyayangimu, kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku" Ungkap Long Guan sambil bangkit dan memeluk tubuh istrinya.
Perlahan Long Guan mencium wajah Jian Ling dengan penuh kasih, ia larut dalam perasaan yang selalu nyaman jika bersama istrinya.
Tanpa menunggu komando lebih lanjut keduanya lalu memasuki kamar mereka untuk memadu kasih lebih mendalam. Setelah melakukan tugas yang indah, Long Guan memeluk istrinya dalam posisi tiduran.
Sambil melanjutkan obrolan, Jian Ling memposisikan kepalanya di dada Long Guan. "Ling'er aku baru menyadari ternyata tubuhmu memiliki keistimewaan" Ujar Long Guan.
"Maksud gege? aku tak mengerti" Ucap Jian Ling dengan bingung. "Apakah kamu menyadari basis kultivasimu kini?" Tanya Long Guan.
"Hmm.. iya sich, aku merasa kenaikan kultivasiku sangat cepat bahkan tanpa menggunakan Pil Inti Emas.
Saat hamil seperti sekarang aku juga tidak merasakan lelah, bahkan aku merasakan adanya energi yang sangat besar di dalam tubuhku seolah aku akan menerobos kapan saja" Ungkap Jian Ling sungguh-sungguh.
Baru sekarang Long Guan menyadari dan membahasnya bersama. "Pada dasarnya itu adalah hal yang baik, dalam beberapa pengetahuan yang kupelajari tubuhmu termasuk tubuh rembulan.
Tubuh yang dapat menyerap energi matahari untuk digunakan sebagai kekuatannya" Ucap Long Guan.
Jian Ling sedikit terkejut lalu berkata "Apakah tubuhku bersifat parasit? Karena sudah menyerap kekuatan gege?" Tanya Jian Ling dengan rasa bersalah.
"Hahaha.. Tidak demikian" Jawab Long Guan yang terkekeh.
"Lalu?"
Tanya Jian Ling penasaran. "Secara kebetulan tubuhku juga memiliki kekhasan tersendiri, sari pati yang kulepaskan saat berhubungan denganmu adalah energi murni yang kau serap secara otomatis menjadi sumber energi tubuhmu tanpa membuat ku mengalami kerugian sedikitpun.
Secara takdir tubuh kita memiliki jodoh yang tidak terpisahkan" Jawab Long Guan sambil tersenyum santai.
Mendengar penjelasan Long Guan membuat hati Jian Ling lebih baik, ia merasa beruntung bersuamikan Long Guan.
"Berarti mulai sekarang aku tidak perlu latihan keras, aku cukup tidur bareng gege saja" Ucap Jian Ling sambil senyum menggoda.
"Kamu tetap harus berlatih dan menjaga rahasia ini. Jika tidak, akan banyak wanita yang salah paham nantinya dan mengejar diriku" Ucap Long Guan menyikapi candaan Jian Ling.
"Hmm.. Awas saja kalo gege berani melakukannya dengan wanita lain. Aku dan anak yang di dalam kandunganku akan marah sama gege" Ujar Jian Ling dengan nada ketus.
"Eh.."
Long Guan nampak kehabisan kata-kata. "Kecuali dengan Xie Annchi tidak mengapa" Ujar Jian Ling Polos tanpa beban.
Tak terasa waktu berlalu, menyisakan rintik hujan yang tak sempat berpamitan pada gelapnya malam.
Dedaunan yang basah mulai hangat oleh sinar mentari, tampak Long Guan yang sudah rapi hendak berangkat menuju Hutan Kabut Abadi.
Setelah berpamitan kepada isterinya, ia memasuki portal teleportasi dengan wajah yang cerah.
Hutan Kabut Abadi yang tak terkena hujan, tetap hangat saat mentari mulai membelah kabut samar.
Long Guan berdiri dan memperhatikan para murid jenius junior yang telah bersiap. Mereka berdiri rapi membentuk barisan menunggu kedatangan Long Guan.
"Selamat pagi Ketua"
Ucap mereka serempak saat Long Guan menampakkan diri di tempat latihan. "Bagaimana istirahat kalian apakah nyaman?" Tanya Long Guan yang memperhatikan mereka dengan seksama.
"Kami cukup beristirahat dan memiliki waktu luang untuk berkultivasi" Ucap salah seorang murid memberanikan diri untuk menjawab.
"Hmm.. siapa namamu?" Tanya Long Guan yang cukup tertarik dengan sosok pemuda tersebut.
"Namaku Yuan Yu dari Kerajaan Yuan" Jawab pemuda tersebut yang diketahui bernama Yuan Yu.
"Hmm.. Ini sangat menarik! Ternyata Sekte Pedang Angin cukup dikenal di Kerajaan Yuan" Ucap Long Guan sambil menyentuh dagunya yang licin tak berjanggut.