Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Hari Pertama Ujian Masuk Sekte


Sesuai pengumuman yang tersiar luas tentang perekrutan murid sekte, Kota Awan sudah didatangi oleh ribuan peserta yang akan mendaftarkan diri.


Dengan klasifikasi yang cukup tinggi ternyata tidak membatasi minat orang-orang untuk belajar di sekte Pedang Angin. Di kalangan keluarga besar sendiri, sudah menjadi rahasia umum akan prestasi dan kekuatan Ketua Sekte, Long Guan.


Sosok Long Guan merupakan talenta besar yang banyak mengilhami para kultivator dalam menempuh jalur beladiri, ditambah dengan kondisi Sekte yang sudah diperbesar membuat Sekte Pedang Angin kokoh di hati orang-orang di Kota Awan.


Bahkan orang-orang yang hadir dari luar daerah membuat mereka sulit berkata-kata.


Gerbang masuk sekte pedang angin tampak megah dan tertata rapi, memiliki penjagaan yang sangat ketat.


Namun hari ini para wali murid dipersilakan masuk ke halaman sekte guna menyaksikan perekrutan secara langsung.


Sinar mentari tak lagi malu menampakkan sinarnya, embun pagi mulai bergeser pamit dalam kehangatan mentari pagi.


Aktivitas hari pertama perekrutan murid di Sekte Pedang Angin sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Para murid senior atau Diaken yang terlibat merasakan kebanggaan yang sangat kuat, token murid yang menggantung menjadikan ciri khas di antara mereka namun tidak menimbulkan sikap saling menjelekkan antar murid.


Di sekte pedang Angin sangat dilarang terjadi perundungan dan persaingan murid yang tidak sehat.


Baru-baru ini Paviliun Kedisiplinan telah mengeluarkan daftar peraturan terbaru yang sudah disetujui oleh Ketua Sekte.


Namun kali ini sekte akan memberikan penghargaan tinggi kepada murid-murid yang berprestasi dan berjasa kepada sekte.


Rombongan murid bergerak menuju alun-alun beladiri sekte yang baru dengan penuh semangat, dalam upacara pembukaan penerimaan murid-murid baru mereka akan tampil untuk memperagakan jurus-jurus beladiri.


Selama satu minggu ini mereka berlatih cukup keras di divisi masing-masing dan disertai dengan Pil Pemurni Qi dan Pil Pondasi Qi.


Kini kekuatan murid-murid paling rendah berada pada tingkat tujuh pemurnian Qi, serta untuk murid senior berada pada Pondasi Qi tingkat lima.


Menurut masyarakat kebangkitan Sekte Pedang Angin sangat pesat, setelah sebulan yang lalu banyak murid senior dan garda terdepan yang meninggal akibat serangan Jenderal Iblis Xiake, kini regenerasi murid-murid nampak bertumbuh subur.


Kabar adanya Divisi Alkemis di Sekte Pedang Angin juga merupakan berita yang menggemparkan.


Padahal semua ini tidak lepas dari peran Jian Ling yang telah menemukan formula pemurnian dengan cepat dan hasil yang sempurna.


Ketua pelaksana perekrutan adalah Tetua Huang Xun, hari ini ia memeriksa kondisi sekte dengan beberapa pengaturan yang sudah ia tetapkan.


Ribuan pelamar sudah berbaris rapi di sudut kiri lapangan, sementara di tengah lapangan beladiri sudah berdiri rapi barisan murid yang akan melakukan peragaan jurus dan atraksi beladiri.


Para penonton terkesima dengan tampilan seni jurus berpedang dari Sekte Pedang Angin, termasuk tetua Huang Xun juga puas melihat hasil latihan para muridnya.


Tetua Huang Xun maju ke atas panggung yang sudah disiapkan lalu ia memberikan beberapa kata sambutan serta petunjuk peraturan perekrutan.


Semua orang yang hadir menjadi hening sejenak, merasakan aura Alam Kelahiran Kembali dari tubuh Tetua Huang Xun membuat penonton menarik napas.


Hal ini menandakan bahwa kekuatan Sekte Pedang Angin tidak sederhana.


Namun Tidak menunggu lama, para calon murid segera menuju ke tengah lapangan secara bergantian, ada 25 meja yang dilengkapi batu giok besar yang digunakan untuk mengetes tingkat kultivasi di alam Pemurnian Qi.


Ada lima indikator cahaya pada giok tersebut, yaitu warna putih menandakan ia berada pada ranah pemurnian Qi Tingkat 5, warna Biru Tingkat 6, warna Hijau Tingkat 7, warna kuning Tingkat 8 dan warna ungu Tingkat 9.


Adapun calon murid yang berada pada tahap Pondasi Qi lampu indikator akan berwarna ungu.


Calon murid yang dinyatakan lulus akan langsung berdiri di sebelah kanan lapangan beladiri.


Salah satu calon murid yang lulus adalah Xie Annchi yang berada pada Pemurnian Qi Tingkat 5, ia tampil sederhana dan cukup beruntung bisa lolos.


Dari total 1.700 peserta, ada 1.400 orang yang dinyatakan lulus tahap pertama, sisanya 300 orang tidak memenuhi syarat awal tingkat 5 Pemurnian Qi.


Saat ini hari mulai sore, dan tes kedua yaitu penentuan bakat akan dilanjutkan besok. Para peserta calon murid bisa beristirahat malam ini dan kembali besok pagi.


Ada wajah keceriaan dari para orang tua atau wali calon murid yang lulus. Bila diperhatikan, banyak juga peserta dari kerajaan Yuan dan kerajaan Zhao yang ikut serta, bahkan banyak calon murid yang mengisi 10 besar dari dua kerajaan tersebut.


Saat ini, pihak kerajaan Zu yang diwakili oleh Zu Sanfeng hadir menyemarakkan perekrutan murid Sekte Pedang Angin.


Saat acara selesai, Pangeran Zu Sanfeng hendak menemui dua orang putranya yang kebetulan belajar di Sekte Pedang Angin.


Ia menemui Tetua Huang Xun lalu bertanya tentang Zu Aiguo dan Zu Guang.


"Lapor Pangeran, mohon maaf untuk kedua murid tersebut kini sedang menjalani pelatihan khusus bersama tujuh orang murid inti lainnya di bawah pengawasan langsung Ketua Sekte" Jawab tetua Huang Xun dengan sopan.


"Sampai berapa lama mereka akan selesai berlatih? " Tanya Pangeran Zu Sanfeng yang sekaligus merupakan paman Long Guan dari pihak ibunya.


"Menurut rencana mereka akan berlatih selama tiga bulan, kami sendiri tidak tahu secara pasti dimana mereka dilatih"


Sudah tiga minggu mereka di sana, namun Pangeran tidak usah khawatir dengan metode yang Ketua Sekte berikan.


"Yakinlah mereka akan menjadi kader-kader terbaik pada usianya" Jawab tetua Huang Xun penuh keyakinan.


"Baiklah jika demikian, aku justru senang sekali mereka mendapat pelatihan khusus dari Ketua Sekte" Jawab Pangeran Zu Sanfeng dengan tersenyum lebar.


Dalam hatinya ia meyakini bahwa kelak putra-putranya akan menjadi orang besar di kemudian hari, mengharumkan nama keluarga.


Pangeran Zu Sanfeng lalu menginap di Sekte Pedang Angin, kali ini ia juga mewakili ayahnya dalam memberikan dukungan kepada Sekte Pedang Angin.


Hingga hampir malam, kabar kepulangan Ketua Sekte belum ada, Jian Ling menunggu dengan resah di kediaman.


Hampir seminggu suaminya belum kembali, ada rasa rindu yang ia rasakan. "Mudah-mudahan gege selalu baik-baik saja" gumamnya dalam hati.


****


Selama hari pertama ujian seleksi masuk, Long Guan sedang menyempurnakan teknik Array Pembunuh dan Array ilusi.


Array ilusi rencananya akan ia gunakan untuk menyeleksi para calon murid sekte yang baru.


Antara teori yang ia baca dengan ingatan leluhur Long, Long Guan terus memadukan pengetahuan dalam dirinya untuk diaplikasikan pada gerakan tangannya yang terus bergerak dengan cepat menulis simbol abstrak yang sulit dimengerti.


"Kalian kemarilah" Ucap Long Guan kepada muridnya yang hendak beristirahat sejenak.


"Baik Ketua, jawab mereka dengan cepat."


"Kalian duduklah dengan menjaga jarak masing-masing tiga langkah atau sekitar tiga meter" Perintah Long Guan sambil menunjuk ke beberapa titik untuk mereka duduk.


"Kalian akan memasuki ilusi dari Array ilusi yang aku ciptakan. Aku akan melihat ketahanan mental kalian"


Ucap Long Guan dengan nada serius. Tidak beberapa lama para murid inti yang berjumlah 9 orang tersebut duduk sila dengan mata terpejam.


Tidak berapa lama mereka merasakan berada di daerah pemukiman Kota Awan. Ada banyak darah yang mengalir dari mayat-mayat yang baru saja dibunuh.


Jeritan minta tolong terdengar dari seorang pria tengah baya yang sedang dimutilasi oleh sekelompok makhluk berupa iblis.


Para iblis yang melihat mereka langsung menyerang seketika. Para murid bergabung saling menyerang. Sekuat apapun mereka menyerang kelompok iblis itu tetap tidak terluka.