Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Saatnya Menghitung Kemampuan


Satu bulan berlalu, tiga hari lagi adalah saat dimulainya perhelatan akbar kompetisi antar murid Sekte di wilayah Kekaisaran Qin.


Hingga hari ini dari enam wilayah kerajaan, ada sepuluh Sekte yang mengikuti acara tersebut, para perwakilan Sekte sudah mulai berdatangan ke Kota Awan dan memesan penginapan yang terdekat dengan Sekte Pedang Angin.


Kehidupan ekonomi masyarakat Kota Awan berkembang dengan sangat baik, tidak cuma dari sepuluh sekte yang hadir namun para penonton dari masing-masing wilayah juga terlihat sangat antusias ingin melihat pagelaran pertandingan antar Sekte yang baru pertama kali dilaksanakan.


Umumnya mereka sangat penasaran dengan berita Sekte Pedang Angin yang belakangan ini menjadi viral terkait prestasinya dalam menghancurkan pasukan iblis.


Masyarakat dari Kota Pelangi merupakan penonton terbesar, jasa pelayaran kini laku keras untuk mengangkut para peserta serta masyarakat.


Di bekas wilayah Kerajaan Wei yang kini berubah nama menjadi Kerajaan Qin kecil terdapat dua sekte yang mendaftarkan diri, mereka adalah Sekte Beruang Es dan Sekte Cemara Adem.


Kedua Sekte tersebut tidak sebesar Sekte Kristal Es yang kini sudah berganti menjadi Akademi Huangshan, mereka adalah Sekte kecil yang selama ini ditekan oleh kerajaan Wei sehingga sulit untuk berkembang.


Di Sekte Pedang Angin kini sedang diadakan pertemuan untuk membahas persiapan pertandingan antar Sekte. Dalam kesempatan ini tetua Jian dan Tetua Xie sudah kembali dari menjalankan misi di Kota Pelangi.


“Bagaimana perkembangan Kota Pelangi dan Akademi Huangshan?” Tanya Long Guan di tengah diskusi. “Kota Pelangi kini sudah normal dan beraktifitas seperti biasa, bahkan dengan bertambah luasnya Kota Pelangi membuatnya menjadi Kota terbesar di wilayah Kerajaan Qin kecil.


Kegiatan ekonomi berjalan dengan sangat baik, adanya hubungan kerjasama dagang membuat perputaran ekonomi berkembang dengan baik, bahkan beberapa penginapan dan tempat usaha lainnya mulai tumbuh menjamur di Kota Pelangi.


Adapun pembangunan rumah lelang Pedang Emas juga sudah mulai dibangun dan akan terintegrasi dengan Akademi Huangshan.


Sedangkan Akademi Huangshan sudah beraktivitas dengan struktur yang sudah dibentuk oleh Mei Shin, kolaborasi Liu Man dan Mei Shin terlihat sangat ideal dan melahirkan ide-ide yang sangat bagus” Jawab Tetua Xie dengan penjelasan yang cukup Panjang.


“Selain itu, perekrutan murid baru di Akademi Huangshan akan berlangsung dua bulan lagi, segala persiapan dan pengaturan kini tengah disusun oleh Mei Shin dan Liu Man.


Dari seratus orang murid hanya lima puluh orang yang menetap di Akademi Huangshan, sisanya bergabung dengan murid-murid lainnya dan kini mereka semua sudah kembali ke Sekte.” Tambah Tetua Jian melengkapi informasi yang sudah disampaikan oleh Tetua Xie Rong.


“Kelihatannya Kota Pelangi sudah normal seperti sedia kala, pasukan kerajaan Qin kecil juga sudah menstabilkan situasi secara keseluruhan.


Baiklah jika demikian, segera kirimkan surat kepada Akademi Huangshan untuk menjalankan otoritasnya sesuai dengan kapasitasnya. Sekte Pedang Angin tidak akan mengintervensi kebijakan di Akademi Huangshan, Sekte hanya akan mengawasi jika ada penyimpangan yang tidak sesuai dengan haluan Sekte” Ucap Long Guan penuh keyakinan.


Setelah membahas masalah Kota Pelangi dan Akademi Huangshan, kini giliran Tetua Huang Xun menyampaikan laporan perkembangan kegiatan pertandingan atau kompetisi antar Sekte.


Tetua Huang Xun menyampaikan beberapa persiapan sarana dan prasarana yang meliputi pembuatan tribun bangku peserta serta bangku penonton yang berjumlah lima ribu buah.


Kapasitas tersebut baru meliputi setengah kapasitas lapangan bela diri Sekte Pedang Angin yang kini sudah di perluas beberapa kali lipat dari sebelumnya.


****


Di Pegunungan Dushou


Dalam beberapa waktu terakhir Jenderal Iblis Xiaoru membangkitkan pasukan iblis guna mendukung rencana Wei Cuan menghancurkan Kota Awan.


Kekesalan Xiaoru atas kematian adiknya membuat dirinya berencana menghancurkan Sekte Pedang Angin melalui tangan Wei cuan.


Kekuatan Kaisar Azazil yang hampir pulih juga menimbulkan kepercayaan yang tinggi di dalam diri Xiaoru, “tidak membutuhkan waktu satu tahun untuk Kaisar Azazil mengembalikan kekuatannya, tampaknya kehancuran dunia Dewa akan lebih cepat” batin Xiaru dalam hatinya.


Ia tidak menganggap dunia manusia sebagai tujuannya, hanya dendam membara atas kekalahannya di masa lalu di alam spiritual yang terus membekas di benak Xiaoru.


“Kalian segera atur rencana dengan sebaik mungkin, berangkatlah untuk membuat kekacauan di Kota Awan” ucap Xiaoru dengan nada memerintah.


Matanya yang memerah penuh aura kemarahan membuat para anak buahnya ketakutan.


Di dalam pikiran Xiaoru dengan kekuatan dua ratus prajuritnya akan sangat mudah membunuh Long Guan, meskipun tidak berhasil namun setidaknya dapat menguras energi Ketua Sekte Pedang Angin tersebut, lalu Xiaoru muncul untuk membunuhnya.


“Sekuat apapun Long Guan jika menghadapi pasukan iblis pilihan maka dirinya pasti memiliki keterbatasan, walau bagaimanapun ia tetaplah manusia biasa” Pikir Jenderal Iblis Xiaoru dalam hatinya.


Setelah pasukannya berangkat meninggalkan istana iblis, Xiaoru segera menuju ruang khusus Azazil menutup diri, Xiaoru mengeluarkan segel darah dan melemparkan segel tersebut ke kolam darah.


Dalam beberapa saat timbul kekuatan yang sangat besar berbentuk cahaya kelabu menuju tubuh Azazil, letupan dan benturan energi terus bergejolak di dalam diri Azazil, kekuatannya kini terus bertambah seiring menyerap cahaya kelabu dari segel darah. Xiaoru terlihat senang memandangi kejadian tersebut, lalu ia kembali keluar dengan tersenyum puas.


Xiaoru menyadari bahwa segel darah selain menyimpan energi kegelapan juga merupakan segel penghubung ruang antara dunia fana dengan alam spiritual.


Segel darah tersebut hanya bisa digunakan oleh Azazil untuk kembali ke alam spiritual, dunia para Dewa yang pernah mengusir Azazil ke alam bawah ini.


Kekuatan Azazil yang berada pada tingkat semesta ke tujuh dapat terus bertambah dengan kekuatan energi darah yang selama ini diserapnya, entah sudah berapa ribu nyawa tak berdosa yang menjadi tumbal dirinya.


Wei Cuan memiliki andil yang sangat besar dalam peristiwa ini, sehingga ia diberikan beberapa pil darah dalam tiga bulan ini.


Kekuatan Wei Cuan sendiri sudah berada di atas Immortal yaitu tahap Semesta pertama.


Jika di dunia fana kekuatan Immortal merupakan tahap semi semesta atau setengah langkah semesta, jika manusia biasa mendapatkan kekuatan semesta maka ia sudah bisa disebut sebagai kultivator abadi


Namun keterbatasan alam dunia fana hanya bisa sampai pada ranah semesta dua, jika melebihi itu maka secara hukum alam akan ditekan menjadi Semesta Kedua.


Berbeda halnya jika Azazil yang memiliki kekuatan hukum ruang dan waktu, dirinya terbebas dari pengekangan kekuatan namun jika dirinya menggunakan kekuatan penuhnya akan menimbulkan gejolak di dunia para Dewa yang akan menimbulkan kekacauan.


Oleh sebab itu, adanya Dewa pelindung dimaksudkan untuk mengatur dan mencegah kekacauan di dunia para Dewa dan dunia di bawahnya.