
Kabar musnahnya pasukan bayangan segera menyebar dengan cepat di Kota Pelangi, seolah mereka menguap begitu saja tanpa meninggalkan jasad.
Para penduduk yang selama ini bersembunyi di tempat-tempat tertentu kini mulai keluar dengan hati-hati untuk memeriksa kebenaran kabar tersebut.
Berita ini juga sampai kepada keluarga Xie, meskipun mereka tidak terkejut namun masih ada rasa yang sulit diungkapkan untuk menggambarkan sosok Ketua Sekte Pedang Angin yang kini berada di manor mereka.
Dalam satu hari ini sambil menunggu kedatangan tetua Jian dan rombongan, Long Guan sibuk mempelajari teknik yang diberikan oleh gurunya.
Di dalam kamar pribadi di kediaman keluarga Xie, Long Guan tampak serius memahami teknik Jari Api.
Teknik ini mengandalkan kekuatan jari telunjuk pada saat melakukan serangan. Long Guan beberapa kali mencoba mengalirkan dan memusatkan energi Api Abadi di jari telunjuknya hingga jari-jarinya terasa kebas.
Jika sebelumnya saat memusnahkan pasukan bayangan ia menggunakan Jiwa pedang, kini ia ingin menggunakan jurus Jari Api yang daya tembaknya bisa langsung mengubah tubuh lawannya menjadi debu.
Dengan adanya api abadi di dalam tubuhnya tentu ia dengan mudah dapat mengendalikan kekuatan api sesuai kehendaknya. Selain teknik jari api ia juga menggunakan teknik pukulan yang sebelumnya ia kuasai dengan menambahkan energi api abadi sebagai pamungkasnya.
Sementara di manor utama, para anggota keluarga Xie dan kerabat jauh yang sebelumnya melarikan diri kini berkumpul kembali.
Meskipun banyak keluarga inti yang tidak terselamatkan, namun mereka bersyukur bahwa keluarga Xie tidak benar-benar musnah seperti yang selama ini beredar.
Namun satu hal yang tak dapat dipungkiri adalah keadaan mereka yang sangat mengenaskan setelah bersembunyi selama berbulan-bulan.
Keesokan paginya, tetua Jian bersama lima ratus orang murid Sekte Pedang Angin telah berhasil mendarat dengan selamat di pelabuhan Kota Pelangi.
Tetua Jian segera bersiap turun terlebih dahulu untuk memantau situasi,
“Aneh?"
"Kenapa sepi sekali tidak ada penjagaan?”
Gumam Tetua Jian dalam hati. Ia merasakan sesuatu yang janggal.
“Apakah kedatangan kami sudah diketahui oleh musuh sehingga mereka membuat jebakan”?
Tanya tetua Jian lagi dalam hati.
Ada serangkaian pertanyaan yang hadir di benaknya, sebagai penanggungjawab misi, ia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan.
Dari jarak beberapa langkah di depannya, Ia dihampiri oleh dua orang lelaki paruh baya.
“Salam, apakah anda tetua Jian dari Sekte Pedang Angin?”
Tanya Salah satu lelaki tersebut dengan sopan.
“Ya, benar!”
Jawab tetua Jian singkat penuh kewaspadaan, matanya tampak memperhatikan kedua orang laki-laki paruh baya tersebut, tak ada fluktuasi niat jahat dan mereka berdua juga hanya dari ranah pondasi Qi.
“Perkenalkan, kami adalah pelayan keluarga Xie. Maksud kedatangan kami adalah untuk menjemput Tetua Jian bersama rombongan untuk menuju manor keluarga Xie.
"Ketua Sekte, tuan Long Guan bersama Nona muda Xie Annchi sudah menunggu di kediaman” Ucap salah satu dari lelaki tersebut yang merupakan Kepala Pelayan keluarga Xie.
“Baiklah, silahkan tunjukkan jalan” Ujar Tetua Jian yang kemudian menyiapkan legiun murid-murid Sekte Pedang Angin.
Meskipun terdiri atas lima ratus orang, namun pembawaan aura bertarung yang sangat kuat membuat atmosfir di sekitar menjadi tegang.
Tetua Jian tidak merasakan adanya pergerakan musuh seperti yang diberitakan sebelumnya, bahkan ia merasa Kota Pelangi tampak baik-bai saja! hanya aktivitas warga yang tampak kelihatan ketakutan dan trauma.
Di sepanjang jalan Tetua Jian mencoba bertanya kepada kepala pelayan keluarga Xie tentang apa yang terjadi sebenarnya.
“Semua pasukan bayangan sudah dimusnahkan oleh Ketua Sekte anda sendiri seorang diri kemarin malam, hanya kurang dari semalam dirinya menghancurkan pasukan bayangan"
Sementara orang-orang yang tampak seperti orang yang ketakutan adalah para penduduk yang sebelumnya dipaksa minum pil darah.
Jika efeknya sudah parah maka jiwanya akan berontak dan dia akan gila jika tidak mendapat Pil lanjutan dari pasukan bayangan.
"Saat ini keadaanya belum parah, Tuan Long Guan dan Nona muda Xie Annchi sedang berusaha membuat penawarnya” Ucap kepala pelayan tersebut dengan sopan menjelaskan kepada tetua Jian.
Kepala pelayan juga menceritakan tentang Ketua Sekte Pedang Angin yang telah menyembuhkan Kepala Keluarga Xie dari kecacatan akibat perbuatan pasukan bayangan sebelumnya.
Dalam hati tetua Jian ia berkata “Menantuku ini selalu saja memberikan hal-hal yang tidak diduga, lalu apakah ia membiarkan kedatangan kami ke sini hanya untuk liburan?”
Bagi penduduk Kota Pelangi, kehadiran tetua Jian beserta murid-muridnya merupakan tamu kehormatan.
Selain berkat Ketua Sekte mereka yang telah membasmi pasukan bayangan, kehadiran mereka juga dapat mengobati trauma dan dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat Kota Pelangi.
Sosok Long Guan telah menyebar dengan sangat cepat dari mulut ke mulut berkat informasi dari para sandera yang berhasil diselamatkan.
Setelah berjalan sekitar satu jam, mereka tiba di manor keluarga Xie dengan disambut oleh tuan Xie Bao yang merupakan ayah dari Xie Annchi.
Tampak pula Long Guan dengan senyum cerahnya menyambut Tetua Jian dan rombongan para murid.
“Salam hormat Ketua Sekte, salam tuan Xie” Ucap Tetua Jian menyampaikan salam secara bergantian.
“Selamat datang tetua Jian beserta para murid di kediaman keluarga Xie kami yang sangat sederhana ini” Ucap Xie Bao dengan penuh rasa hormat, melihat tetua Jian dan ratusan murid Sekte Pedang Angin.
Mereka terlihat gagah perkasa membawa perlengkapan berperang, membuat dirinya terharu meneteskan air mata. Dalam dirinya ia juga merasa bangga bahwa putrinya menjadi bagian dari Sekte Pedang Angin.
“Baiklah Tetua Jian, sebelumnya aku mohon maaf atas tindakanku yang mendahului kalian. Namun masih ada beberapa tugas yang tidak kalah pentingnya yang sangat membutuhkan kehadiran kalian” Ucap long Guan dengan tenang.
“Baik Ketua, kami siap mendengarkan perintahmu” Ucap tetua Jian yang juga diperhatikan oleh seluruh murid.
“Aku dan nona Xie akan berangkat ke puncak Gunung Huangshan untuk mencari penawar Pil Darah, secara kebetulan perjalanan kami akan melewati Sekte Kristal Es, aku berniat membereskan Sekte tersebut karena Sekte tersebut telah terbukti bekerjasama dengan pasukan iblis.
"Hal ini sudah aku konfirmasi sendiri saat memusnahkan pasukan bayangan yang ternyata mereka adalah murid-murid dari Sekte Kristal Es” Ungkap Long Guan sambil mengeluarkan token-token lambang Sekte Kristal Es yang berhasil ia temukan saat membantai pasukan bayangan.
“Atas dasar bukti ini aku tidak mentolelir segala bentuk penghianatan, oleh karena itu setelah kalian beristirahat sejenak seratus murid berpedang agar segera menyusul ke Sekte Kristal Es.
Empat ratus orang akan berada di bawah pengaturan tetua Jian untuk menjaga gerbang kota.
Selama aku belum kembali, jangan ada yang meninggalkan gerbang kota, karena seluruh kota pelangi sudah dipasang segel perlindungan khusus pasukan iblis.
Jadi, kalian akan aman dari serangan pasukan iblis yang hendak memasuki Kota Pelangi” Lanjut Long Guan menyampaikan pengaturannya.
Tidak lama setelah itu Long Guan bersama Xie Annchi bergegas menuju pegunungan Huangshan, Long Guan sengaja tidak menggunakan portal teleportasi.
Ia bersama Xie Annchi memilih menggunakan kuda menuju pegunungan Huangshan yang berjarak tiga jam, dalam hal ini Long Guan ingin melihat suasana wilayah pegunungan salju di siang hari.