
Dengan kekuatannya Long Guan menghancurkan Kolam Darah yang terdapat di dalam Gua,
“Dhuuaar”
Seketika kolam tersebut hancur dan tertimbun kepingan batu-batu Gua.
"Kemana ia pergi setelah dari sini?” tanyanya dalam hati.
Tak beberapa kemudian pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Song tiba, merasakan ada kedatangan banyak orang, Long Guan segera menghancurkan Gua peninggalan Azazil dan dengan menimbunnya dalam reruntuhan.
Ia kemudian menghampiri Jenderal Song yang saat ini tengah berjalan mulai memasuki lembah pegunungan Cheng Shan.
“Salam Jenderal”
Ucap Long Guan yang muncul tiba-tiba dan cukup mengagetkan Jenderal Song. Melihat yang memberi salam adalah Long Guan, Jenderal Song merasa tenang.
“Hormat pada Ketua Sekte Pedang Angin” Jawab sang Jenderal yang memiliki nama lengkap Song Shi.
Aku baru saja membuka segel yang terdapat di sini, wilayah ini merupakan tempat dimana Kaisar Iblis Azazil sebelumnya disegel.
Gua tempat ia disegel telah aku hancurkan tanpa kemunculan dirinya, kemungkinan besar ia sudah berpindah ke tempat lain yang tidak ku ketahui.
"Namun meskipun demikian, tempat ini sebaiknya tetap diawasi sebagai bagian dari kekuasaan kerajaan Zhu” Ucap Long Guan menjelaskan.
“Terimakasih Ketua atas petunjuk mu. Hal ini segera aku sampaikan kepada istana kerajaan” tanggap Jenderal Song.
“Tolong sampaikan salam hormatku kepada kakek Raja Zhu, nanti aku akan mengunjunginya” Ungkap Long Guan sambil menangkupkan kedua tangannya seraya mohon pamit untuk kembali ke Sekte Pedang Angin.
Jenderal Song kemudian mengatur pasukannya untuk memeriksa sekitar dan mengisolasi sebuah Gua yang diceritakan oleh Long Guan.
”Sungguh pemuda yang gagah berani, cucu Raja Zhu Lian memanglah Ksatria Tangguh” gumamnya dalam hati sesaat setelah melihat Long Guan menghilang dalam sekejap mata.
Long Guan kini telah tiba di sekte kembali, ia memanggil beberapa tetua di aula utama sekte. Tidak menunggu lama para tetua hadir untuk menemui Ketua Sekte.
“Salam Ketua Sekte” ucap mereka serempak.
“Terimakasih atas kehadirannya. Aku baru saja dari lokasi makam kuno yang sempat heboh beberapa saat yang lalu” ucap Long Guan.
Lalu ia melanjutkan “Di sana merupakan Gua tempat disegelnya Kaisar Iblis Azazil, namun dirinya sudah menghilang tidak berada di tempat itu. Keberadaan Azazil kita tidak ketahui keberadaannya, namun firasatku mengatakan bahwa saat ini ia sedang menyusun kekuatan untuk melakukan penyerangan yang lebih besar.
Waktu kita sangat sedikit untuk menghadapi peristiwa tersebut, jangan sampai lalai dan menyebabkan musnahnya generasi manusia di kehidupan kita ini” ucap Long Guan serius.
Para tetua kuharapkan agar fokus dalam meningkatkan kemampuan divisi masing-masing, untuk kemampuan kultivasi kalian aku secara khusus akan menyiapkan pil semesta untuk meningkatkan basis kultivasi kalian.
Aku mengharapkan tercipta pilar-pilar yang kuat dalam melindungi Kota Awan. Sekuat apapun diriku, aku takkan sanggup melawan serangan yang berlaku secara massif.
"Tentu hal tersebut akan menimbulkan korban jiwa yang tidak bisa terelakkan” Ujar Long Guan.
“Terimakasih atas perhatian Ketua” ucap para Tetua dengan gembira mendengar akan mendapatkan Pil Semesta yang baru pertama kali ini mereka dengar.
“Baik Ketua, akan aku siapkan dengan secepat mungkin” Jawab Tetua Xie Rong dengan bersemangat.
Perlu diketahui saat ini bahwa rumah lelang Pedang Emas sangat terkenal di penjuru Kota Awan.
Dengan adanya pil kultivasi tingkat satu dan dua yang dijual secara bebas membuat rumah lelang Pedang Emas sangat diburu oleh keluarga-keluarga seni beladiri.
Apalagi terdapat juga pil tingkat ketiga yang sangat langka. Hal ini benar-benar membuat kehadiran rumah lelang Pedang Emas menjadi pusat perhatian.
Di ruang pemurnian paviliun obat nampak para murid tengah serius sedang memurnikan obat, ada tiga bangunan pemurnian yang masing-masing dapat memuat seratus murid.
Tampak Xie Annchi sedang mengikuti pelatihan pemurnian, setelah sebelumnya ia belajar mengenal nama-nama bahan herbal ia langsung belajar pemurnian.
Bakat Xie Annchi dalam menghafal dan mengenal bahan obat-obatan sangat menakjubkan hampir sama dengan Jian Ling. Hal ini menjadikan Xie Annchi sebagai perhatian khusus dari tetua Yang Guifei.
Dalam waktu beberapa hari Xie Annchi mampu mengidentifikasi bahan-bahan herbal secara langsung, ia juga telaten dalam mengurus kebun herbal yang terletak di belakang Paviliun.
Dalam sekejap Xie Annchi yang memiliki paras sangat cantik juga menjadi salah satu pesona di kalangan murid-murid sekte Pedang Angin. Bahkan nama Xie Annchi menjadi perhatian murid-murid senior yang berada di paviliun lainnya.
Tetua Xie Rong yang mendengar tentang kejeniusan keponakannya dalam bidang alkemis menjadi ikut bangga. Ia berharap keturunan keluarga Xie dapat bangkit lebih baik.
Sementara di Gedung ketiga terdapat para murid senior yang sedang menjalani pertukaran ilmu pengetahuan dengan Sekte Lembah Racun yang sudah berjalan beberapa hari.
Kemampuan ke sepuluh siswa senior dalam memahami ilmu racun masih belum maksimal, selain bahan yang cukup rumit dari hewan-hewan beracun masih adanya ketakutan dalam hati mereka terhadap efek racun.
Hal ini menjadi perhatian serius Long Guan, ia secara khusus mendatangi Xie Annchi untuk untuk memintanya bergabung dengan tim dari Sekte Lembah Racun. “Xie Annchi, bagaimana kabarmu” tanya Long Guan dengan santai.
Namun Xie Annchi sangat kaget dirinya didatangi oleh Ketua Sekte yang terkenal sakti dan rupawan. “Kabar saya baik-baik saja Ketua Sekte” jawab Xie Annchi yang terlihat salah tingkah.
“Syukurlah jika demikian, aku dengar keterampilanmu dalam mempelajari bahan-bahan herbal sangat baik. Oleh karena itu, aku ingin kamu bergabung untuk belajar bersama dengan beberapa murid senior dalam memahami teknik racun” ucap Long Guan sambil memperhatikan Xie Annchi yang memang terlihat anggun mempesona.
“Ba.. Baik Ketua” jawab Xie Annchi yang masih tidak percaya dirinya mendapat perhatian dari Ketua Sekte.
Lalu Xie Annchi berjalan mengikuti Ketua Sekte menuju Gedung ketiga menemui tetua Li Chan dan menjelaskan maksud dan tujuannya mengenalkan Xie Annchi.
Setelah itu Long Guan kembali ke kediamannya untuk menemui Jian Ling. “Gege, apakah hari ini sibuk” tanya Jian Ling dengan manja.
“Ada beberapa hal yang kulakukan tadi, setelah menyaksikan Gua Kaisar Iblis Azazil aku ke Divisi Alkemis memeriksa kemajuan para murid yang tengah menjalani proses alih pengetahuan dengan tetua Li Chan.
Ada Xie Annchi yang cukup jenius dan aku rekomendasikan untuk mempelajari pengetahuan racun dengan tetua Li Chan” ungkap Long Guan memberikan penjelasan kepada Jian Ling.
“Xie Annchi? Apakah yang gege maksud keponakan dari tetua Xie?’’ tanya Jian Ling agak penasaran.
“Ya, tentu saja dia, memang apakah ada yang lainnya?” Ucap Long Guan agak bingung.
“Emm..tidak sih, aku hanya takut gege akan tergoda dengan kecantikannya” Ucap Jian Ling sambil cemberut.