
****
Di Pegunungan Dushou
Setelah berhasil menyelamatkan diri dari pertarungan melawan Tetua Jian, kini Wei Cuan mendatangi pegunungan Dushou untuk melaporkan situasi Kerajaan Wei yang sudah berada di bawah kekuasan Kaisar Qin dan Sekte Pedang Angin.
Melihat tubuh Wei Cuan yang sangat mengenaskan membuat Jenderal Iblis memicingkan matanya, Xiaoru merasa jengkel dengan beberapa kegagalan yang terjadi dalam beberapa saat belakangan ini.
Sebenarnya ia ingin membunuh Wei Cuan, namun ia masih memerlukan jasanya dalam mengumpulkan korban persembahan kolam darah, Xiaoru juga masih membutuhkan pelayanan dari Wei Cuan yang selama ini kerap kali mengirimkan wanita-wanita untuk menghangatkan ranjangnya.
Memikirkan hal itu membuat hati Xiaoru sedikit melunak, lalu ia menembakkan sinar berwarna merah yang mengandung tenaga vitalitas.
Dalam sekejap tubuh Wei Cuan kembali pulih dan secara ajaib lengan tangannya kembali tumbuh. Mengalami hal demikian, Wei Cuan segera bersujud berulang kali di hadapan Jenderal Iblis Xiaoru.
“Terimakasih Tuanku, bantuanmu ini takkan pernah ku lupakan” Kata Wei Cuan dengan tatapan penuh syukur.
“Aku masih membutuhkanmu untuk tetap menyediakan para korban untuk persembahan kolam darah, selain itu kamu juga harus menyiapkan wanita yang cantik-cantik untuk menemaniku” Ujar Xiaoru sambil melemparkan sebutir pil berwarna coklat keruh.
“Minumlah pil itu dan serap kekuatannya, setelah itu kau boleh memimpin lima puluh orang pasukan istana iblis untuk mendukung misi yang akan kau jalankan” Perintah Xiaoru.
“Baik Tuanku, dengan senang hati aku akan mengikuti mu.” Jawab Wei Cuan dengan mata berbinar.
Tidak menunggu waktu lama, ia segera meminum Pil pemberian Xiaoru tersebut. Energi panas menjalar melalui tenggorokan Wei Cuan, terus mengalir hingga ke dalam tubuhnya, kedutan di tiap sel tubuhnya terasa begitu kuat saat ia menerima sebuah energi yang panas dan kuat.
Untuk beberapa saat tubuhnya berguling-guling di lantai, ia tak kuasa menahan panasnya energi yang masuk ke dalam tubuhnya.
Darahnya seakan mendidih dan sel-sel tubuhnya berasa mau meledak, matanya sudah melotot menahan pedih hingga beberapa saat efek Pil tersebut mulai terserap dengan baik.
Dalam beberapa tarikan napas Wei Cuan merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan terasa energi yang begitu kuat mengalir ke dalam tubuhnya yang kini mulai timbul tanda merah di dadanya.
Jika diperhatikan secara seksama tanda itu sangat mirip dengan tanda yang dimiliki oleh pasukan iblis lainnya, yang mengartikan kini bahwa sepenuhnya Wei Cuan menjadi bagian dari pasukan iblis.
Di Kota Pelangi
Keberhasilan Tetua Jian dan rombongan disambut oleh para murid serta warga penduduk Kota Pelangi, berita kehancuran Kerajaan Wei disambut begitu meriah oleh penduduk Kota Pelangi serta Kota-kota lainnya.
Kini keberadaan Sekte Pedang Angin begitu terkenal di wilayah Kerajaan Wei, banyak menimbulkan minat dari para orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya ke Sekte tersebut.
Mendengar jika persyaratan masuk ke Sekte Pedang Angin sangat ketat, membuat mereka menjadi patah semangat. Namun berita tentang akan dibukanya Akademi Huangshan sebagai binaan dari Sekte Pedang Angin membuat masyarakat kembali bergairah,
Akademi Huangshan yang dikabarkan akan menerima murid dari tingkat dasar Pemurnian Qi tentu sangat diminati oleh para penduduk, baik yang berasal dari Kota Pelangi maupun yang berasal dari Kota-kota lainnya.
Terdapat tiga puluh empat Kota yang tersebar di Kerajaan Wei antara pegunungan Huangshan sampai ke Utara yang berbatasan dengan Benua Lain.
Meskipun ciri khas Kerajaan Wei adalah daerah dingin dengan intensitas salju yang memiliki pemandangan Summer Solstice yang sangat indah, wilayah ini juga memiliki sumber daya makanan berupa ikan serta mamalia laut yang berlimpah.
“Terimakasih tuan Xie, baiklah jika demikian sebaiknya kita segera kesana” Balas Yetua Jian meminta kepada Xie Bao untuk memimpin jalan.
Kemudian mereka bergegas ke Akademi Huangshan menggunakan kereta kuda, kini status keluarga Xie tengah meningkat pesat dengan adanya hubungan baik dengan Sekte Pedang Angin.
Boleh dibilang kini statusnya sudah menjadi tuan Kota Pelangi yang tidak resmi, namun indikasi entang kebangkitan keluarga Wei sudah tersebar luas, bahkan dengan hancurnya kerajaan Wei juga akan berdampak positif bagi seluruh keluarga Xie.
Dalam beberapa hari sudah banyak kepala keluarga mendatangi manor keluarga Xie untuk menjalin hubungan baik.
Kondisi Kota Pelangi dan ibukota kerajaan yang kosong tanpa pemimpin jelas akan berindikasi dengan kehadiran keluarga Xie yang banyak berkontribusi bersama Sekte Pedang Angin.
Sayangnya Sekte Pedang Angin merupakan Sekte yang tidak mengurusi dengan kekuasaan. Melihat kedekatan Sekte Pedang Angin dengan keluarga Xie dimana dua orang anggota keluarga Xie adalah orang penting di Sekte Pedang Angin sudah membuktikan kekokohan pondasi keluarga Xie di wilayah Kerajaan Wei yang akan berganti nama.
Setelah hampir tiga jam perjalanan, Yetua Jian dan tuan Xie Bao tiba di Akademi Huangshan yang sebelumnya bernama Sekte Kristal Es.
Mereka disambut oleh para murid Sekte Pedang Angin yang berjaga di pintu gerbang masuk.
“Selamat datang Tetua Jian dan Tuan Xie” jawab seorang murid senior yang dikenal sebagai Liu Man.
Semenjak Akademi Huangshan berdiri, Liu Man dipercaya untuk bertanggungjawab menjaga Akademi Huangshan, selain ia memiliki kekuatan yang paling tinggi diantara ke seratus orang temannya ia juga memiliki bakat manajemen yang baik, tanpa ia sadari Long Guan menilainya dari beberapa pengaturan yang ia lakukan.
“Silahkan ikuti saya"
Ajak Liu Man kepada tetua Jian dan tuan Xie Bao. Liu Man memimpin jalan menuju kediaman pribadi Ketua.
Dalam perjalanan yang melewati beberapa bangunan membuat tetua Jian menganggukkan kepala, dalam pikirannya apa yang telah dilakukan menantunya untuk menciptakan Akademi pembinaan adalah ide yang sangat bagus.
“Menantuku memang luar biasa, berkali-kali aku yang tua ini harus mengacungkan jempol kepada dirinya” Ucap tetua Jian penuh senyuman.
Berbagai prestasi yang ditorehkan oleh Sekte Pedang Angin semua adalah berkat jerih payah Long Guan, hal ini tentu saja membuat Tetua Jian semakin sayang kepada menantunya itu yang kini sebentar lagi menjadikan tetua Jian seorang kakek.
****
Di Sekte Pedang Angin
Tinggal sebulan lagi waktu perhelatan akbar pertandingan antar sekte di Kekaisaran Qin akan digelar, Sekte Pedang Angin sebagai pihak penyelenggara tengah berbenah untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Bahkan ke sepuluh murid jenius, digembleng secara lebih intensif untuk mengeluarkan talenta terbaik mereka.
Dalam beberapa bulan, kekuatan mereka tumbuh dengan sangat mencengangkan, jika pada saat awal masuk kekuatan mereka berada awal Pondasi Qi kini mereka sudah berada pada tahap Sembilan Pondasi Qi. Selangkah lagi menuju ranah Inti Qi.
Metode latihan yang sangat keras dan ketat membuat ke sepuluh orang tersebut tidak memiliki waktu untuk bermain dengan teman-teman seangkatannya, mereka hanya berlatih pada siang hari dan berkultivasi pada malam harinya.