
Hampir satu minggu Long Guan berada di Hutan Kabut Abadi, belum sepuluh hari ia sudah melihat perkembangan teknik-teknik berpedang yang ia ajarkan dapat dipelajari dengan sangat baik oleh para murid tersebut.
Long Guan berdecak kagum namun ia tetap tidak terlena, dengan kepuasan sesaat.
“Kalian tetaplah berlatih, dan stabilkan kekuatan Qi kalian”
Long Guan menyerahkan pil penambah energi kepada masing-masing murid, “Aku akan pamit sebentar, gunakan waktu selama tiga hari ini untuk terus mematangkan jurus berpedang kalian, jangan merasa berpuas diri” ungkap Long Guan dengan nada yang serius.
“Beberapa hari lagi saat aku kembali, kalian akan mendapatkan pelajaran yang tidak kalah pentingnya, segera persiapkan diri kalian dengan baik.
Kontrol juga penggunaan Qi kalian, atur sebaik mungkin jangan sampai kalian kehabisan Qi dengan meremehkan kekuatan lawan kalian.
Setiap kalian memiliki teknik tersebut secara pribadi entah dari keluarga atau lainnya.
Untuk itu aku beritahukan bahwa sejak kalian memasuki ranah Inti Qi, kalian harus dapat memahami konsep pengaturan Qi dengan baik” ujar Long Guan memberi pencerahan.
“Baik Ketua Sekte, terimakasih atas petunjuknya” Ucap mereka serempak.
Long Guan menatap wajah-wajah penuh harap dari murid-murid yang berjumlah Sembilan orang tersebut, ia sendiri sangat berharap mereka akan menjadi pendekar yang hebat dan berbudi pekerti yang baik di masa yang akan datang.
Dalam waktu seminggu ini juga ia sudah memaksimalkan potensi Mustika Naga yang ada di dalam tubuhnya.
Meskipun kekuatannya bertambah namun ia belum bisa melakukan perubahan hukum ruang dan waktu yang membuatnya selalu ingin mempelajarinya.
“Tampaknya aku harus belajar dan mencari sumber pengetahuan lainnya, dunia ini semakin ku pelajari semakin aku merasa kecil dan seperti orang bodoh.
Banyak rahasia kehidupan yang tidak bisa diterima akal dengan cara pemahaman yang biasa” Gumam Long Guan dalam hatinya.
Setelah mengatakan hal yang perlu ia sampaikan Long Guan juga menyiapkan bahan-bahan herbal langka yang akan ia gunakan untuk meramu pil semesta yang sudah ia janjikan kepada para tetua.
Untuk pil semesta sendiri berada pada tingkat empat alkimia, belum ada alkemis di Benua Timur yang mampu membuatnya, hal ini juga ia pelajari dari Salinan Kitab Raja Obat yang ia pelajari bersama Jian Ling.
Long Guan memiliki pemahaman bahwa untuk pil tingkat satu sampai dengan tingkat tiga akan diserahkan kepada istrinya untuk dikembangkan.
Dengan demikian Long Guan tidak akan kehabisan banyak waktu untuk pil-pil yang tidak ia butuhkan, namun ia juga memperhatikan kepentingan orang banyak hingga peran Jian Ling sangat dibutuhkan untuk mengembangkan Paviliun Obat.
Dalam pengetahuan alkimia yang terdapat dalam kitab raja obat juga dituliskan bahwa semakin tinggi level pil yang dimurnikan maka semakin tinggi pula kekuatan yang dibutuhkan.
Setelah pamit, Long Guan segera melesat dengan cepat terbang ke udara meninggalkan Hutan kabut Abadi menuju Sekte Pedang Angin.
Hari sudah sore saat ia menginjakkan kakinya di halaman pintu masuk sekte, dengan santai ia memasuki gerbang sekte yang dijaga oleh para murid senior.
Long Guan memperhatikan tingkat kultivasi para murid penjaga yang menurutnya masih dibawah standar.
Kemudian ia melangkah maju masuk ke dalam sekte, sepanjang jalan ia menyaksikan perubahan fisik sekte yang terus bertambah rapi seiring berjalannya waktu.
Ia melihat tanaman dan bangunan yang tertata rapi. Long Guan mengangguk puas melihat pengaturan ini, di sepanjang jalan para murid yang melihat Ketua Sekte memberikan salam hormat sambil menyapa.
Long Guan yang tidak sombong, membalas dengan anggukan dan senyuman setiap kali menjumpai para murid.
Long Guan tiba di aula utama sekte, di sana sudah menanti para tetua yang berdiri rapi menyambutnya.
Sambil tersenyum Long Guan menerima sambutan dari para tetua lalu ia duduk di kursi Ketua yang biasa ia duduki,
“Terimakasih atas sambutan dari para tetua” ucap Long Guan dengan sopan. “Tetua Guo Yang tolong sampaikan laporan perkembangan sekte selama aku tidak berada di tempat” Ucap Long Guan dengan lugas.
“Selama satu minggu ini ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan, pertama tentang surat jawaban kepada Kaisar Qin terkait pembentukan perwakilan rumah lelang Pedang Emas sudah dikirimkan"
Long Guan juga menerima kembali Pedang Angin dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.
Ia lalu memeriksa herbal yang ia minta dan mengangguk puas sambil mencium aroma khas dari herbal-herbal yang berada pada usia di atas seribu tahun tersebut.
Kemudian tatapan Long Guan jatuh pada pedang yang baru saja dibuat oleh paviliun senjata di bawah tetua Guo Yang. Long Guan mencoba mengayunkan beberapa kali gerakan kepada pedang tersebut secara bergantian.
“Pedang-pedang sangat bagus, ke depan aku ingin pedang kualitas seperti ini sebanyak lima puluh buah lagi.
Untuk bahan tolong disiapkan melalui tetua Xie Rong dengan rumah lelang. Tidak peduli berapa biaya yang dibutuhkan, kita tidak boleh menahannya” ucap Long Guan penuh semangat.
Ia bisa merasakan kualitas kelima pedang tersebut hampir mendekati Pedang Angin Ketua Sekte.
“Kalian ke marilah!”
Long Guan membagikan kelima pedang tersebut kepada kelima orang tetua divisi.
Para Tetua sangat gembira mendapatkan pedang tersebut, boleh dikatakan pedang tersebut merupakan pedang kedua terbaik di Sekte Pedang Angin.
Mereka benar-benar seperti mendapatkan harta karun. “Tetua Jian tolong Tetua mengirimkan pasukan khusus yang bertugas menjaga pintu gerbang sekte dengan basis kultivasi rata-rata pada ranah puncak pondasi Qi.
Tugas mereka cukup berat di garis depan, kita harus mengutamakan keselamatan nyawa murid di atas segalanya. Dalam beberapa waktu ke depan nantinya mereka harus selalu didampingi seorang Diaken yang bertanggungjawab secara bergantian.
Kelemahan kita saat ini yaitu kurangnya pesilat yang berada di ranah Inti Qi, dalam satu tuhan ke depan kekurangan ini sudah harus tertutupi” ucap Long Guan penuh keyakinan.
“Sekarang kalian ikuti aku menuju paviliun obat, aku ingin segera memurnikan Pil Semesta” kata Long Guan sambil melangkah menuju paviliun obat yang diikuti oleh para tetua.
Mereka langsung menuju ruang pemurnian khusus yang biasa digunakan Jian Ling meramu Pil, Long Guan mengeluarkan bahan-bahan yang sudah ia persiapkan dari dalam Cincin Penyimpanannya.
Lalu mengumpulkannya dengan bahan-bahan lainnya yang ia minta dari tetua Xie Rong. Dalam ingatan leluhur, ia mulai menggerakkan kedua tangannya untuk memulai pemurnian.
Bahan-bahan yang sudah ia bersihkan segera ia masukkan ke dalam tunggu yang sudah ia panaskan.
Para tetua dibiarkan melihat proses pembuatannya, namun tidak ada yang bersuara selama proses pembuatan pil tersebut, dalam kurun waktu dua jam pil tersebut sudah selesai.
Aroma semerbak keluar dari tungku pemurnian pil, tampak sebelas buah pil semesta tercipta. Bentuknya bulat sempurna dengan warna cokelat mengkilap.
Long Guan memasukkan pil-pil tersebut ke dalam botol penyimpanan dan memeriksanya.
“Hmm..cukup bagus untuk Pil pertama buatanku, dalam dua jam ini untuk menghasilkan pil-pil tersebut Long Guan cukup mengeluarkan energi yang cukup besar. Ia menyuntikkan energi Qi selama proses pemurnian pil berlangsung untuk mendapatkan pil dengan kualitas sempurna.
Long Guan lalu mengeluarkan lima buah pil dan menyerahkan kepada masing-masing Tetua.
“Para Tetua, mari ikuti aku menuju ke kediamanku” hari sudah mulai malam saat mereka tiba di kediaman pribadi Ketua Sekte.
Tampak Jian Ling menyambut Long Guan dengan suka cita, namun adanya kehadiran para tetua membuatnya menahan diri untuk memeluk suaminya.
“Gege, apakah ada masalah yang serius” tanya Jian Ling yang agak bingung dengan adanya lima tetua yang mengikuti Long Guan dengan patuh.
“Kamu tunggulah di sini sebentar, aku akan mengantar para tetua menuju ruang kultivasi” ucap Long Guan sambil melangkah menuju ke dalam ruang Kultivasi pribadi Ketua Sekte dengan mengaktifkan pintu rahasia lewat lencana giok ungu.
Tak berapa lama pintu terbuka, ia dan para tetua segera memasukinya. Long Guan memberikan mereka masing-masing satu butir pil semesta.
“Malam ini kalian silahkan berkultivasi di sini, namun sebelum memulainya minum Pil tersebut untuk memaksimalkan penyerapan Qi” ucap Long Guan. “Baik Ketua” jawab para Tetua dengan ekspresi sangat gembira.