
Malam hari pun tiba, di kediaman Keluarga Hung sedang merayakan kegembiraan. Adapun kedatangan Long Guan juga sudah diketahui oleh keluarga Hung, hanya saja mereka tidak mau mengganggu. Apalagi Hung Quon, sang ayah mertua. Menantunya tersebut sudah mendapatkan perhatian khusus di hatinya, putrinya sangat beruntung bisa menikahi orang seperti Long Guan.
Selain itu, melihat Hung Fei telah kembali ada secercah harapan di mata Patriark Hung Yuwen. Saat berikutnya, Patriark dan semua anggota inti keluarga Hung berkumpul bersama. Ada satu berita besar yang akan disampaikan oleh Hung Fei.
"Kuharap setelah kalian mendengar berita ini, kalian semua tetap rendah hati dan tidak menjadi sombong" ucap Hung Fei dengan nada serius.
Ia menatap ayahnya dan juga menatap kakaknya, Hung Quon.
"Ini berhubungan dengan posisi Long Guan" ucap Hung Fei melanjutkan ucapannya.
"Akhirnya ia berhasil mendapatkan posisi Gubernur Jenderal Kota Zhenxun kan?" ucap Hung Quon yang tiba-tiba memotong perkataan adiknya.
Sebagai ayah mertua dari Long Guan, tentu ia sudah membayangkan hal ini dari awal. Prestasi yang ditunjukkan oleh Long Guan sudah membuka matanya untuk tidak kehabisan kata-kata dalam mengagumi menantunya tersebut.
"Huh.. " terdengar Hung Fei menarik napas.
"Bukan.. Bukan itu. Posisi Gubernur Jenderal Kota Zhenxun tidak akan berarti apa-apa. Bahkan posisi Kaisar Alam Spiritual pun masih berada di bawah kakinya" ucap Hung Fei dengan ekspresi sangat serius.
Semua orang yang hadir menjadi tercengang, apa yang dikatakan oleh Hung Fei terlalu mengada-ada. Bahkan Patriark Hung Yuwen, sekaligus merupakan ayahnya tampak mengerutkan dahi dengan dalam, lalu berkata.
"Apakah yang baru saja kamu ucapkan tidak keterlaluan?"
"Tentu saja tidak, hanya saja statusnya memang terlalu luar biasa. Jika tidak salah seharusnya esok akan ada pihak dari
Kaisar Alam Langit yang datang ke tempat tinggal kita. Aku juga meminta kepada kalian semua untuk menjaga rahasia ini dengan baik."ucap Hung Fei.
Setelah melakukan pertemuan tertutup tersebut, malam pun berlalu dengan tenang. Sementara itu, Long Guan berada dalam posisi duduk bersila sambil memejamkan mata. Xie Annchi dan Hung Yin tidur bersama, mereka membiarkan Long Guan pada kamar yang berbeda.
Keesokan paginya, tiba-tiba kediaman keluarga Hung menjadi heboh. Kedatangan Kaisar Xia Bang yang disertai beberapa petinggi Kekaisaran Xia telah membuat kehebohan yang luar biasa.
Patriark Hung Yuwen merasa terkejut luar biasa, apa yang dikatakan oleh putranya saat pertemuan kini telah terbukti. Bahkan dengan jelas, Patriark Hung Yuwen dapat melihat sosok Kaisar Xia Bang yang baru saja turun dari kereta kudanya. Aura kebesaran dan kemewahan Kaisar Xia, menyelimuti kediaman keluarga Hung.
"Hormat pada Kaisar" jawab Patriark Hung dan seluruh anggota keluarga Hung yang baru saja bergabung.
"Kuterima salam hormat kalian" ucap Kaisar Xia Bang dengan penuh senyum.
Selanjutnya Patriark Hung Yuwen dan anggota keluarga Hung segera membawa ke ruang pertemuan utama. Seluruh orang dipersilahkan duduk dengan rapi, adapun Kaisar Hung dipersilahkan untuk duduk di tempat utama yang biasa dipakai oleh Patriark Hung Yuwen.
"Aku duduk di sini saja, bersama yang lainnya. Silahkan Patriark Hung Yuwen duduk di kursi utama" jawab Kaisar Xia Bang dengan sopan.
Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Patriark Li Hongli sebelumnya, Kaisar Xia Bang tidak bisa tidur semalaman ini. Ia tentu gelisah dengan posisinya sebagai Kaisar Alam Spiritual saat ini. Dengan satu kata dari cucu menantu Patriark Hung, maka statusnya akan berubah.
Dengan suasana yang canggung akhirnya Patriark Hung Yuwen bangkit dari keterkejutannya, lalu ia berkata.
"Anda tidak perlu terlalu formal Patriark, aku hendak menyampaikan berita penting terkait posisi Gubernur Jenderal Kota Zhenxun" ucap Kaisar Xia dengan hati-hati.
"Untuk posisi tersebut, silahkan Patriark Hung dapat memilih dari anggota keluarga Hung" lanjutnya.
Patriark Hung Yuwen tampak bingung, ia menoleh ke arah Hung Quon dan Hung Fei. Meskipun ini adalah hal yang menguntungkan bagi Keluarga Hung tetapi anugrah ini terasa bagai mimpi.
Ketika Patriark Hung Yuwen sedang bingung, tiba-tiba sosok pria muda dengan pesona agung memasuki aula pertemuan. Auranya yang begitu tenang, membuat orang-orang terhanyut dalam suasana ketenangan.
Kaisar Xia Bang menyadari kedatangan Long Guan, ia segera berdiri dari tempat duduknya hendak berlutut. Namun sekeras apapun ia mencoba, ia tidak bisa menurunkan badannya. Seolah dikunci, tubuhnya tidak bisa bergerak hingga Long Guan berkata.
"Anda adalah Kaisar, sampai kapanpun anda harus memiliki wibawa yang tinggi" ucap Long Guan kepada Kaisar Xia Bang.
"Salam Patriark" ucap Long Guan sopan.
Kemudian ia menangkupkan tangannya, memberi hormat kepada semua orang yang hadir. Di belakang Long Guan berdiri dua orang wanita, Hung Yin dan Xie Annchi.
Kaisar Xia Bang terpaku, keringat dingin mulai membasahi dahinya. Berhadapan dengan seorang Dewa Pelindung bukanlah hal yang mudah untuk dilalui.
Seluruh orang menyadari perubahan sikap Kaisar Xia tersebut, namun mereka menilai wajar. Hanya saja orang-orang yang berasal dari Keluarga Hung baru mengerti maksud ucapan Hung Fei tadi malam.
Long Guan duduk dengan tenang, di sebelahnya tampak Hung Yin dan Xie Annchi mendampingi dengan patuh. Wajah Xie Annchi sudah tidak asing bagi anggota keluarga Hung, mereka sudah melihatnya pada saat kompetisi antar Sekte.
"Sedikit banyaknya kalian tentu sudah mendengar tentang diriku" ucap Long Guan memulai ucapannya tanpa basa-basi.
"Kekaisaran Xia akan tetap berdiri sebagai Kekaisaran yang resmi di Alam Spiritual. Mengenai keluarga Hung, aku menyerahkan semua keputusan kepada Patriark Hung untuk mengaturnya" ujar Long Guan kemudian.
"Terimakasih.. Terimakasih Dewa Pelindung" ucap Kaisar Xia Bang dengan antusias. Namun kata-katanya membuat orang-orang di aula pertemuan menjadi hening.
Hung Yin sebagai istri Long Guan menatap penuh keterkejutan, ia benar-benar terpaku. Menatap wajah suaminya itu dengan lekat, ia tampak rumit memikirkan apa yang telah terjadi.
Tiba-tiba tangan lembutnya disentuh oleh Long Guan, dengan anggukkan kepala dari suaminya membuat dunia ini seperti runtuh seketika.
"Sudahlah, aku tidak akan lama berada di sini. Aku masih ingin membereskan Sekte Kegelapan dan mengatur yang lainnya" ucap Long Guan, lalu menatap ke arah Hung Fei dan berkata.
"Paman, aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Sebelum menuju Sekte Pedang Bintang, setidaknya kekuatan paman harus berada di atas Liu Xianzhong" ucap Long Guan sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Long Guan, Patriark Hung dan Kaisar Xia Bang menatap penuh minat namun mereka tidak berani mengatakannya.
"Tentu saja Ayah mertua, Patriark dan Kaisar Xia kalian boleh ikut bergabung" pungkas Long Guan.