Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Mengenalkan Guzheng


Tidak lama kemudian Qiu Long dan Yun Mei memesan beberapa menu makanan dan minuman yang menjadi menu favorit rumah makan Fandian.


"Ketua, aku baru pertama kali ke tempat ini. Tolong maafkan aku atas tindakan pelayan tadi yang tidak mengenal anda" ucap Yun Mei dengan rasa bersalah.


"Lupakan saja, anggap saja hal seperti itu hiburan bagi kita. Selama mereka tidak berbuat berlebihan aku akan bisa mengerti" jawab Qiu Long dengan santai.


"Baik Ketua" jawab Yun Mei dengan kagum.


"Ketua, apa kau serius dengan ucapanmu waktu itu?" tanya Yun Mei dengan lebih santai.


"Tentang apa?" tanya Qiu Long singkat.


"Empat orang istrimu" jawab Yun Mei malu-malu.


"Owh .. Itu tentu saja serius, setelah menjalani beberapa urusan aku akan menjemput salah satu dari mereka" ucap Qiu Long dengan serius.


"Baik jika begitu Ketua, aku akan segera menyiapkan dan mempercepat pembuatan Paviliun Alkimia" jawab Yun Mei dengan semangat.


"Ada apa dengan dirimu? Apakah kau berminat menjadi istriku yang kelima?" ujar Qiu Long dengan santai.


Setelah berkehidupan sebagai Long Guan dan memiliki empat orang istri, ia seolah menjadi candu pada tubuh istri-istrinya. Bahkan dalam suasana yang jauh dari mereka, hasrat kelelakiannya sering kali memuncak tanpa bisa ia salurkan.


"Ti.. Tidak Ketua, aku mana pantas menjadi bagian dari istrimu" ujar Yun Mei dengan ekspresi wajah memerah.


Qiu Long hanya tersenyum lebar saat menyaksikan gelagat dari Yun Mei. Mencandai Yun Mei pada saat-saat santai seperti ini membuatnya lebih rileks. Selama ini ia selalu sibuk menghadapi pertempuran satu ke pertempuran lainnya, oleh karena itu ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya.


"Bagaimana menurutmu tentang perkembangan orang-orang yang kubawa" tanya Qiu Long mengubah topik pembicaraan.


"Mereka adalah orang-orang yang terbaik di kelasnya. Kekuatan mereka bahkan sangat baik dan dapat beradaptasi dengan cepat" jawab Yun Mei.


Tidak lama kemudian mereka asyik mengobrol hingga pesanan mereka pun tiba, Qiu Long dengan lahapnya menikmati makanan dan minuman yang disajikan. Meningkatnya kekuatan Qiu Long maka meningkat pula selera makannya, pemandangan ini hanya membuat Yun Mei tersenyum ringan.


Di waktu yang bersamaan tanpa Qiu Long dan Yun Mei sadari, kondisi Kota Cai Hong tengah dilanda pertempuran. Beberapa serangan pasukan siluman dalam skala besar dari Klan Yinzhen telah mengganggu kehidupan warga masyarakat.


Dalam satu hari saja sudah beberapa desa yang porak poranda akibat serangan tersebut, bahkan sudah banyak anggota pasukan Gerbang Naga Kota Cai Hong yang gugur saat menjalankan tugas. Situasi seperti ini telah memaksa pasukan gabungan untuk bertindak, setiap pasukan Gerbang Naga yang berasal dari Kota-kota besar segera dikirim untuk membantu atau menjalankan misi.


Hal ini disebabkan di kalangan pasukan Gerbang Naga sendiri belum banyak yang memiliki Pendekar Tingkat Puncak. Di Kota Shandian saja, hanya kelompok Qiu Long yang memiliki kekuatan pendekar puncak. Sedangkan yang lainnya mayoritas berada pada tahap menengah, dan sebagian tahap pemula.


"Sebaiknya aku sendiri yang ke Menara Tujuh Kebajikan untuk meminta bantuan Qiu Long dan timnya untuk menjalankan misi ini" gumam Wei Long dalam hati.


Pada saat ini Qiu Long dan Yun Mei sedang menikmati berbagai hidangan dengan santai. Bagi sebagian orang yang melihatnya akan menyangka jika mereka tampak pasangan muda. Melihat aktivitas keramaian alun-alun Kota Shandian menjelang malam adalah pemandangan yang cukup menyenangkan, berlalunya hari diiringi dengan hiburan sederhana membuat perhatian Qiu Long tidak teralihkan.


Qiu Long menikmati alunan musik dari guzheng, alat musik berbentuk kotak kayu yang melengkung. Seorang wanita tampak begitu serius memainkan alat musik petik tersebut, setiap alunan musiknya terdengar merdu dan membawa Qiu Long terlarut dalam suasana hati penuh kedamaian.


Yun Mei yang menyaksikan Qiu Long sedang serius menikmati alunan musik, hanya bisa ikut menemaninya menikmati permainan musik yang dibawakan oleh wanita muda tersebut.


Guzheng merupakan seni hiburan yang khusus disajikan untuk para bangsawan dan orang-orang tertentu yang memiliki strata sosial yang tinggi. Hal ini juga sudah menjadi bagian fasilitas dari rumah makan Fandian dalam menyambut pelanggan yang memesan ruang khusus.


Sebagai seorang kultivator kelas atas serta memiliki status yang tidak biasa, Qiu Long tidak merasa di atas angin. Baginya bahagia itu sederhana, selama hati merasa nyaman kapanpun dan di manapun tempatnya maka ia akan merasakan kebahagiaan.


Lebih jauh dari itu, hal yang dirindukan oleh Qiu Long adalah keluarga barunya yang berada di Dunia Bawah. Namun dari sana juga ia meyakini jika sebuah kedamaian memang perlu dibangun di atas tekad dan pengorbanan.


Di tengah suasana menikmati Kota Shandian, pada saat ini Qiu Long dan Yun Mei tidak mengetahui jika di Menara Tujuh Kebajikan kedatangan Wei Long.


Namun mengetahui jika Qiu Long tidak ada di Menara Tujuh Kebajikan, Wei Long segera bergegas menuju pusat Kota Shandian setelah mendengar dari asisten Yun Mei jika Qiu Long sedang menikmati suasana santai. Wei Long tanpa menunggu lama segera menyusul ke sana bersama beberapa orang anggota pasukan Gerbang Naga.


Sementara itu di dalam rumah makan Fandian, penanggung jawab yang bekerja di rumah makan tersebut mulai memiliki rencana jahil untuk memanfaatkan Qiu Long dan Yun Mei. Manajer rumah makan tersebut berpikiran jika Qiu Long merupakan seorang tuan muda yang berasal dari Kota lain yang mudah ia perdaya.


"Tuan, tampaknya mereka hanya seorang pelancong yang sedang menghamburkan uang" ucap seorang pelayan yang sedari tadi memperhatikan Qiu Long.


"Sepertinya memang demikian, sebaiknya kita manfaatkan mereka saja. Panggil beberapa orang untuk membuat sedikit kegaduhan" ucap sang pengelola rumah makan tersebut.


"Baik Tuan" jawab pelayan tersebut sambil bergerak cepat ke arah belakang rumah makan.


Namun tidak lama pelayan tersebut pergi, tiba-tiba ia kembali lagi dengan tergesa-gesa.


"Ada apa? Kenapa kau berlarian seperti itu?" tanya pengelola rumah makan tersebut.


"Gawat Tuan, baru saja aku melihat orang-orang dari pasukan Gerbang Naga sedang menuju kemari" ucap pelayan tersebut dengan napas tersengal-sengal.


"Apa? Cepat beritahu Tuan Fan tentang hal ini" ujar pengelola rumah makan tersebut dengan cemas.


"Segera akan saya beri tahukan" sahut pelayan tersebut sambil berlari menuju sebuah kamar khusus tempat pemilik rumah makan berada.