
Dengan bergabungnya Shen Long dan yang lainnya, tugas Qiu Long menjadi teralihkan. Kini ia bisa mencari orang yang telah menyerangnya di masa lalu.
"Aku tidak menduga kekuatan mu berkembang semakin pesat, andai saat itu aku membunuhmu secara langsung.." ucap Yinzuo yang kini sudah berhadapan dengan Qiu Long.
"Kalian hanyalah rombongan pengecut, aku tidak akan membiarkan mu hidup kali ini" ucap Qiu Long dengan nada dingin.
"Kamu tidak usah terlalu terburu-buru, jangan seperti kedua temanmu yang begitu bernafsu untuk membunuhku di kala itu. Namun akhirnya mereka tewas secara perlahan dan menyedihkan" ucap Yinzuo dengan bangga.
Mendengar ucapan Yinzuo, aura Qi seketika bergejolak di tubuh Qiu Long. Ada perasaan penuh dendam yang membuncah dengan sangat kuat.
"Bedebah" ucap Qiu Long sambil menggertakkan gigi.
Qiu Long yang semula tengah berdiri tidak jauh dari Yinzuo, secara tiba-tiba sudah berada di depan salah satu pemimpin Klan Siluman tersebut.
"Apa? apakah kau sudah melampaui Tingkat Dewa?" tanya Yinzuo yang mulai gemetar menahan ketakutan.
Kendati demikian ia segera membuat pertahanan dengan mengalirkan Qi dalam tubuhnya dan menyebarkannya dengan cepat, ia akan berjaga jika Qiu Long melakukan serangan dadakan.
Qiu Long hanya memandang dingin ke arah Yinzuo dari dekat dan berkata.
"Tubuhmu sudah bau mayat. Apakah ada yang ingin kau sampaikan?"
Tiba-tiba senyum licik muncul di wajah Yinzuo, sudut bibirnya terangkat ke atas.
Dasar bodoh!
Ucapnya pelan sambil melakukan gerakan tangan membentuk sebuah tinju yang mengarah dengan cepat ke arah tubuh Qiu Long.
Menghadapi serangan tak terduga dari Yinzuo, reaksi Qiu Long terlihat santai. Dengan satu gerakan dari Qiu Long, tinju yang hendak meledak seketika menjadi gerakan yang menyentuh kehampaan.
"Lemah sekali" ucap Qiu Long dengan nada provokasi.
Setelah berkata demikian, Qiu Long melangkah mendekati Yinzuo.
Tampang Yinzuo berubah menjadi pucat karena ketakutan, secara tidak sadar ia berjalan mundur karena merasakan aura dingin yang menakutkan.
Pada saat ini, hati Qiu Long sudah dipenuhi dengan niat membunuh. Tampak warna bola matanya kemerahan.
"Li Jingguo dan Li Junjie hari ini aku akan membalaskan dendam kalian" ucap Qiu Long.
Napas Qiu Long berdesir semakin kencang, ritmenya mulai tidak beraturan dan seperti ada bayangan naga yang merangkak keluar dari dalam dirinya.
"Matilah"
Semuanya terjadi begitu cepat, saat Qiu Long beraksi tubuh Yinzuo sudah terpental membentur sebuah batu besar.
"Brak"
Suara tubuh Yinzuo yang menghancurkan batu hingga berkeping-keping.
Yinzuo terlihat terluka sangat parah, dari anggota tubuhnya terus mengeluarkan darah. Tampang Yinzuo kali ini sangat memprihatinkan, namun ia masih bisa bernapas.
Detik berikutnya Qiu Long melangkah maju seperti malaikat maut yang penuh kebencian dan rasa ingin membunuh.
Qiu Long meraih kedua tangan Yinzuo dan memutarnya dengan kuat.
"Aarrgghh"
Terdengar suara teriakan yang sangat kencang dari mulut Yinzuo.
"Ampuni aku" ucap Yinzuo dengan tak berdaya.
"Kamu sudah digariskan untuk mati, namun bagaimana kamu mati itu aku sendiri yang menentukan" ucap Qiu Long dengan dingin.
Qiu Long tidak akan melepaskan orang yang sudah mencelakakannya serta membunuh dua orang temannya.
Saat berikutnya, Qiu Long menarik tubuh Yinzuo lalu menekuk kaki kanannya lalu menendang perut Yinzuo dengan lututnya.
"Buuggh"
Tendangan Qiu Long yang keras itu seketika menghancurkan organ bagian dalam tubuh Yinzuo, dari mulutnya keluar seteguk darah yang menggumpal.
"Apakah kau tahu dua hal yang paling aku benci? Pengkhianatan dan menyakiti orang-orang ku" ucap Qiu Long sambil menginjak leher Yinzuo dengan keras.
"Kraak" suara tulang leher patah.
Setelah meregang sebentar, tubuh Yinzuo langsung diam tak bergerak. Tubuhnya terkapar bersimbah darah.
"Komandan pasukan Klan Yinzhen tewas" ucap Bing Wen saat melihat Qiu Long membunuh Yinzuo.
Setelah membunuh Yinzuo, Qiu Long kembali membantu rekan-rekannya untuk menghabisi anggota pasukan Klan Yinzhen yang tersisa.
Tidak lama kemudian seluruh pasukan Klan Yinzhen habis tak tersisa, di bawah gempuran Qiu Long dan yang lainnya mereka semua musnah.
Sementara itu di bawah pimpinan Zhao Shiyu, hampir seribu orang dari Organisasi Gerbang Naga bergerak menuju Desa Baiyun. Dengan semangat api membara, mereka menuju Desa Baiyun untuk berperang melawan Klan Yinzhen.
Di dalam perjalanan mereka baru mengetahui jika kelompok Qiu Long sudah menusuk markas musuh di pagi buta, sebagian yang semula kecewa menjadi sangat terkejut. Sesama anggota pasukan Gerbang Naga banyak yang mengidolakan Qiu Long sebagai Dewa Perang Gerbang Naga.
"Lihat! Sudah banyak mayat dari pihak musuh"
Ucap seorang anggota pasukan Gerbang Naga yang baru saja tiba di Desa Baiyun.
"Benar, sepertinya mereka sudah dibantai oleh kelompok Qiu Long" sahut yang lainnya.
Zhao Shiyu menghela napas panjang melihat banyak pasukan Klan Yinzhen yang sudah tak bernyawa. Sepanjang jalan masuk ke Desa Baiyun sudah tak terhitung jumlah mayat yang tewas. Padahal sinar matahari belum bersinar terang, namun bau amis darah sudah menyebar dengan menyengat.
"Kalian tetap hati-hati, setiap kelompok jangan sampai lengah" ucap Zhao Shiyu mencoba mengingatkan.
Di Medan pertempuran utama, tampak Qiu Long dan yang lainnya sudah selesai menghabisi anggota pasukan Klan Yinzhen.
"Ketua apakah anda baik-baik saja" tanya Xiao Jian kepada Qiu Long.
"Aku baik-baik saja, lalu bagaimana dengan kondisi kalian?" tanya Qiu Long dengan tenang.
"Hanya Wei Sheng yang terluka, tetapi tidak parah" ujar Xiao Jian memberi tahu.
Qiu Long mengangguk pelan lalu berkata.
"Sebelum kembali, aku ingin minum bersama kalian semua"
Qiu Long dan kelompoknya segera duduk, dari pinggang Qiu Long ada labu kecil berisi arak. Lalu mereka meminumnya secara bergantian.
"Hari ini, salah satu pembunuh dari rekan kita sudah tewas. Minuman ini mengingatkan ku pada Li Jingguo, semoga ia bisa tenang" ucap Qiu Long sambil meneguk arak terakhir.
Li Jingguo memiliki kebiasaan unik, setiap selesai membunuh targetnya maka ia akan meminum minuman beralkohol untuk menetralkan perasaannya. Kebiasaan itu ia awali saat pertama kali ia menjalankan misi di Pasukan Gerbang Naga, hingga misi-misi berikutnya bersama Qiu Long tidak pernah ia tinggalkan kebiasaan tersebut.
Xiao Jian dan yang lainnya menatap haru ke arah Qiu Long, mereka juga merasakan kesedihan atas tewasnya rekan mereka lima tahun silam. Baru hari ini dendam itu mulai terbalas, secara perlahan namun pasti masalah ini akan diselesaikan. Keempatnya lalu bergabung dan larut dalam masa haru bersama Qiu Long.