
Pemikiran Long Guan sangat lugas, membuat Patriark dan Tetua Ang Bei terkesima. Pemikirannya sangat revolusioner, bahkan Tetua Liu Yaoshan dan Liu Changhai tidak menyangka Long Guan memiliki ide berlian di saat seperti ini.
Adapun Tetua Chan Fan bibirnya membeku, dia tidak tahu harus menerima atau menolak dengan apa yang diusulkan oleh Long Guan.
“Kita tidak terlalu banyak waktu untuk berpikir, keutuhan Sekte adalah harga mati yang tidak bisa ditawar” Ucap Long Guan kembali menyadarkan mereka yang terhanyut dalam pemikiran masing-masing.
“Baiklah, aku setuju” Ucap Tetua Ang Bei
“Aku juga setuju” Kata Tetua Liu Yaoshan
“Aku setuju” Ucap Tetua Liu Changhai sambil tersenyum cerah.
“Jika ini yang terbaik, maka aku mendukung keputusan ini” Jawab Patriark Han Zao
“Aku juga setuju, aku akan mengambil amanat ini dengan sungguh-sungguh” Ucap Tetua Chan Fan paling akhir memberikan suara.
“Baiklah jika semua setuju, selanjutnya adalah melakukan peresmian tentang perubahan struktur Sekte Pedang Bintang.
Selain itu murid mohon izin, agar Ketua yang baru memberikan perintah bahwa murid-murid yang selama ini sudah dikeluarkan dari Sekte Pedang Bintang agar ditarik kembali dan dipulihkan statusnya sebagai murid. Aku akan bertanggungjawab proses pemulihan kultivasi mereka” Ucap Long Guan mantap.
Mendengar ucapan Long Guan membuat Han Zao bersemangat, ide yang dicetuskan Long Guan setidaknya bisa menebus dosa-dosanya.
Long Guan memandangi tubuh dua orang Tetua yang sudah tewas, lalu dari ujung jari telunjuknya ia menembakkan cahaya keunguan ke arah dua jasad tersebut. Dalam sekejap dua jasad tersebut berubah menjadi debu, lalu hilang di tiup angin.
Menyaksikan pemandangan tersebut para Tetua bergidik ngeri. Walaupun kekuatan mereka berada jauh di atas Long Guan, namun teknik yang baru saja dikeluarkan oleh Long Guan adalah teknik tinggi Sekte Pedang Bintang.
Patriark mengerutkan dahi lalu berkata, “Ternyata Hung Fei sudah mengajarkan teknik Jari Api kepadamu, pemahamanmu sungguh luar biasa”.
Dengan rendah hati Long Guan menjawab, “Ini semua adalah berkah dari Sekte Pedang Bintang juga, guruku hanya berpesan untuk menyampaikan rasa hormatnya pada Patriark Han Zao dari lubuk hatinya yang terdalam.
"Guru Hung Fei memohon maaf jika belum bisa membawa Sekte Pedang Bintang berkilau dalam kejayaan seperti janjinya, namun suatu saat ia akan kembali”
Mendengar ucapan Long Guan, Patriark Han Zao merasa terharu. Dengan Hung Fei mengirim Long Guan ke Sekte Pedang Bintang sudah merupakan keberkahan langit.
Long Guan melangkah maju ke depan Tetua Chan Fan, “Terimalah Pedang ini, guruku selalu menceritakan Tetua Chan Fan sebagai mentor yang tegas. Berulang kali tanpa bosan ia menceritakanmu, sungguh ia beruntung telah diajarkan pemahaman ilmu pedang” Ucap Long Guan sambil menyerahkan Pedang Biru dengan hormat.
Chan Fan diam membeku, tatapannya kosong. Ingin dia menangis, ada rasa haru yang begitu kuat menyelimuti dirinya. Apa yang terjadi hari ini tidak pernah terpikirkan, bahkan dalam imajinasi terliarnya sekalipun!.
“Baiklah, semua sudah diputuskan” Tetua Ang Bei berkata dengan wajah serius. “Apa yang terjadi hari ini biarlah menjadi rahasia kita bersama, urusan Keluarga Wang biar Ketua baru yang akan memutuskannya setelah diresmikan hari ini”
Beberapa saat kemudian Tetua Liu Yaoshan berbicara, “Aku akan umumkan kepada seluruh murid Sekte Pedang Bintang tentang perubahan ini” Suaranya membuat orang-orang segera sadar untuk mulai melakukan aksi.
Setelah semua dianggap selesai, mereka semua mulai menyiapkan pertemuan besar sekaligus untuk mengumumkan pengunduran diri Ketua Sekte Pedang Bintang.
Di Aula pertemuan hanya menyisakan Tetua Ang Bei dan Long Guan. “Aku tidak mengira, perubahan ini sangat cepat. Kehadiranmu telah menyelamatkan Sekte Pedang Bintang” Ucap Tetua Ang Bei dengan tulus.
“Tetua terlalu berlebihan, semua ini hanya kebetulan” Ujar Long Guan merendah.
Aku sudah tua, tapi semangat di dalam dirimu telah membangkitkan rasa peduliku yang selama ini kutinggalkan. Kalau saja terlambat, maka aku akan sangat berdosa pada mending guruku.
Kamu bersiaplah, tingkatkan kemampuanmu. Dalam 8 bulan ke depan aku ingin melihat partisipasimu pada pembukaan dunia alam gaib di Sekte Puncak Abadi. Dengan bakatmu, aku yakin kamu bisa mengharumkan Sekte Pedang Langit.
“Baik Tetua aku akan mencoba yang terbaik” Ucap Long Guan. Di Alam Spiritual ini, Long Guan ingin segera menjelajah, apa yang selama ini dia pikirkan masih terus menjadi beban pikiran. Long Guan merasakan dunianya masih berada sangat jauh, hatinya terpaut pada gelombang waktu yang tidak pernah ia mengerti.
Di saat yang bersamaan, di sudut teras kediaman Long Guan, tampak dua keindahan tengah duduk berdampingan. Ada ekspresi cemas di wajah keduanya, jika sebelumnya Yu Nuwa tampak acuh tak acuh kini ia juga sudah mulai gelisah memikirkan Long Guan yang saat ini masih berada di Aula Sekte.
Mereka berdua duduk menunggu kedatangan Long Guan, “Kak Nuan kenapa saudara Guan lama sekali?” Tanya Yu Nuwa kepada kakaknya. “Hmmph..” Tampaknya aku sekarang memiliki pesaing. Ucap Yu Nuan sambil tersenyum. “Ah, kakak. Mana mungkin aku berani bersaing dengan Dewi kecantikan sepertimu?” Balas Yu Nuwa sambil menahan malu.
“Ah, sudahlah. Kita berjanji menikah bersama, namun jika dengan lelaki yang sama juga sepertinya tidak masalah” Ucap Yu Nuan sambil menyentuh hidung adiknya yang mancung ke dalam. Namun demikian Yu Nuwa memiliki tubuh yang lebih berisi dari Yu Nuan yang tampak lebih ramping.
Keduanya tetap saja kecantikan yang tidak bisa ditandingi di Sekte Pedang Bintang. “Kakak, mungkinkah saudara Guan sedang dalam posisi sulit?” Yu Nuwa masih bertanya dengan nada khawatir.
Belum sempat Yu Nuan menjawab, tiba-tiba terdengar bunyi lonceng beberapa kali menggema di Gunung Empat Dewa. “Ini peringatan untuk berkumpul di lapangan utama” Ucap Yu Nuan sambil memandang adiknya.
“Mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang buruk” Sambung Yu Nuan, ia sedikit cemas jika hal ini berhubungan dengan Long Guan yang kini masih berada di Aula Utama Sekte.
Dalam waktu yang singkat, seluruh murid berkumpul, baik murid dalam maupun murid luar. Semua bertanya-tanya, gerangan apa yang membuat mereka harus berkumpul secara mendadak.
Barisan murid Bukit Kelima menjadi pusat perhatian, jika dulu mereka sering diremehkan kini tidak ada yang berani menyindir. Yu Nuan dan Yu Nuwa juga tampak hadir berada pada barisan terdepan. Kecantikannya mampu menyihir para murid, namun keduanya mengabaikan pandangan orang-orang.
"Tap! Tap! Tap!
Terdengar langkah Patriark Sekte yang diikuti oleh tiga orang Tetua. Pemandangan ini cukup ganjil, tanpa kehadiran Tetua Wang. Banyak murid yang mulai bertanya-tanya.
Hal lain yang mengejutkan adalah sosok Long Guan yang sedang berjalan di belakang Tetua, di sebelahnya ada seorang lelaki tua penuh tekanan. Tak seorangpun murid yang mengenal lelaki tersebut, hanya beberapa yang mencoba menduga.
Saat ini Ketua Sekte Pedang Bintang, Patriark Han Zao mulai berbicara, suaranya cukup keras dan terdengar penuh semangat hingga ke barisan paling belakang.