
Seorang tampak berpikir, lalu berkata,
"Baiklah jika demikian, ini adalah waktu yang tepat. Kita habisi mereka saat memasuki gerbang Ibukota Zhenxun" ucap lelaki tersebut.
"Baiklah" sahut temannya.
Keduanya lalu melanjutkan mengikuti Long Guan. Setelah menyusun rencana dan beberapa persiapan, mereka akan melakukannya dengan cepat.
Di Gerbang masuk Ibukota Zhenxun...
Berhenti!
Mohon maaf tuan mengganggu perjalanan anda. Tolong tunjukkan identitas anda" ucap seorang penjaga gerbang Ibukota. Kemudian Long Guan mengeluarkan Token murid Sekte Pedang Bintang. Melihat token tersebut, penjaga gerbang segera mempersilahkan Long Guan masuk. Di Ibukota, nama Sekte Pedang Bintang cukup disegani.
Setelah melewati pemeriksaan, Long Guan melanjutkan perjalanannya. Sebagai Ibukota, Kota Zhenxun sangat ramai. Terdapat banyak bangunan besar dan beberapa fasilitas untuk warga. Long Guan cukup kagum di sepanjang jalan hingga kereta kuda yang ia naiki melewati sudut jalan yang cukup sepi.
Dalam persepsi indera spiritualnya ia dapat merasakan ada dua pendekar ahli Semesta Kelima dan Keenam sedang mendekat.
Saat ini Long Guan tersenyum penuh arti, ia tidak menduga mereka akan menyerang di tempat terbuka.
"Nona Hung, bersiaplah kita kedatangan tamu" ucap Long Guan memperingati Hung Yin.
"Apa?" bagaimana mungkin mereka akan bertindak gegabah seperti ini?" ucap Hung Yin tidak percaya.
Long Guan hanya mengangkat bahu tanda pasrah. "Ia benar-benar wanita yang terlalu percaya diri, bahkan bahaya menerjang pun ia masih tak sadar" gumam Long Guan dalam hati.
Pupil mata Long Guan bergerak ke arah samping, ia melihat dua sosok pendekar yang sudah mulai mendekat, jaraknya hanya beberapa meter lagi.
Hung Yin mengerutkan alisnya, tentu saja ia merasa takut. Pikirannya kembali tidak tenang, bayangan peristiwa semalam saja masih membekas dalam ingatannya.
Berhenti!!
Teriak dua orang pendekar ahli bersamaan
Hung Yin terkejut, tubuhnya gemetaran di balik kereta kuda. Dua orang yang menyergapnya tersebut tidak asing baginya, mereka adalah dua orang Tetua dari Keluarga Tang. Sudah lama keluarga Tang dan keluarga Hung berselisih.
Semua bermula saat dirinya menolak lamaran keluarga Tang, membuat hubungan kedua keluarga semakin merenggang dan bertikai. Hung Yin tidak mau dinikahkan oleh seorang pemuda keturunan keluarga Tang. Pemuda yang akan menikahinya adalah seorang pria brengsek yang suka mabuk-mabukkan dan mempermainkan wanita. Hung Yin baru menyadari kini, bahwa dirinya akan dibunuh atas peristiwa tersebut. Sebelumnya keluarga Tang mengalami kerugian akibat bisnis di Ibukota, kedua keluarga saling menekan.
Long Guan menoleh ke arah sumber suara, ia melihat dua orang pria paruh baya sedang menatapnya dingin. Ia turun dari kereta kuda dengan tatapan tenang, ia memandang dua orang pria paruh baya di depannya dan mengukur kekuatannya.
"Hai anak muda sebaiknya cepat kau serahkan orang yang bersamamu" ucap salah satu dari pendekar di depannya.
"Jika kamu memiliki kemampuan, silahkan saja" ucap Long Guan santai.
"Hahaha" salah satu diantara mereka tertawa tanpa sadar.
Long Guan juga ikut tertawa.
Di dalam kereta kuda, Hung Yin dapat mendengar percakapan Long Guan dan kedua orang Tetua Keluarga Tang, ia hanya bisa terdiam dan tersenyum pahit.
"Dengan kondisi seperti ini, Walaupun itu Paman Hung Fei, dia juga akan menyerah" gumam Hung Yin dalam hati.
"Dasar sombong!"
Kedua pendekar tersebut lalu bergegas mengeluarkan tinjunya. Mereka ingin melakukan gerakan cepat untuk membunuh Long Guan.
Di sisi lainnya, Long Guan hanya mengangguk dan tidak bergerak. Ia hanya ingin melihat pergerakan dua pendekar tersebut dan merasakan kekuatannya.
"Buuk"
"Buuk"
Dua pukulan keras mendarat di tubuh Long Guan, namun ia masih tidak bergerak sama seperti semula.
Dua orang pendekar ahli keluarga Tang membeku, kekuatan mereka adalah Semesta Kelima dan Keenam.
Bagaimana mungkin pukulan mereka tidak berefek sama sekali?
Di hadapan mereka Long Guan masih berdiri kokoh, wajah tampannya tidak memiliki ekspresi apapun.
Tidak mungkin!
Ucap Hung Yin pelan, dua orang pendekar ahli bekerjasama namun tidak dapat menjatuhkan Long Guan, bahkan memaksanya untuk bergerak pun tidak.
Hung Yin tidak mengatakan apapun lagi, ia hanya meremas ujung jarinya penuh kecemasan. "Long Guan ini sangat beresiko, sebaiknya kamu pergi menyelamatkan diri saja" gumamnya dalam hati, ia tersentuh dengan tindakan Long Guan.
"Hanya itukah kekuatan kalian! ucap Long Guan kembali memprovokasi mereka.
Tentu saja dua orang Tetua Tang yang semula kaget kini kembali pulih ke kesadarannya.
Mereka tidak mau membuang waktu lagi, dalam hati mereka sedikit berat.
Mereka kini tidak dapat mengukur kekuatan pemuda yang berada di depannya, seolah memandang lubang yang sangat dalam dan kekuatan mereka berdua terserap ke dalamnya.
"Hai, anak muda sebaiknya kamu menyingkir. Bagaimanapun target kami adalah Hung Yin. Jika kamu mau bekerjasama maka kami akan sangat menghargainya" ucap salah seorang dari mereka.
Long Guan menghela napas, lalu memusatkan pandangannya ke orang tersebut dan berkata dengan datar, "Seorang mayat apakah masih pantas bernegosiasi denganku?"
"Woosh!
Tubuh Long Guan menghilang, ia bergerak dengan sangat cepat.
Perubahan yang terjadi pada Long Guan secara tiba-tiba tidak dapat direspon dengan baik oleh kedua pendekar tersebut.
Pada saat yang bersamaan tubuh Long Guan sudah berada di depan mereka, dua pendekar teresebut ingin mundur ke belakang namun gerakan tangan Long Guan lebih cepat.
"Boom"
Boom"
Dua tamparan mengenai kepala mereka, masing-masing menimbulkan ledakan seperti semangka pecah.
Hung Yin menatap pemandangan tersebut dengan tidak percaya, tidak peduli bagaimanapun pemandangan di depannya terlalu menakutkan.
"Huh" Long Guan mendengus.
"Aku tidak memiliki banyak waktu untuk berbasa-basi dengan kalian".
Ia membalikkan badannya dan melangkah mendekati kereta kuda.
"Bagaimana? apakah kamu baik-baik saja?" tanya Long Guan yang melihat Hung Yin dalam keadaan tatapan kosong.
"A.. Aku baik-baik saja" ucapnya sedikit gugup.
"Baguslah, mari kita lanjutkan perjalanan!" ajak Long Guan tanpa ekspresi. Wajahnya tenang, ia seolah biasa saja setelah menghabisi dua orang Tetua Keluarga Tang.
"Aku tidak menyangka jika paman Hung Fei memiliki murid seperti itu" gumam Hung Yin dalam hati. Ini adalah dua kalinya ia diselamatkan oleh Long Guan.
Hung Yin meminta Long Guan untuk duduk di belakang, rasa takut yang masih menghantui membuat Hung Yin membutuhkan waktu tambahan untuk berpikir normal.
Sepanjang jalan, Long Guan hanya terdiam, sementara Hung Yin beberapa kali mencuri pandang ke arah Long Guan.
"Apakah ada yang aneh dengan wajahku" kata Long Guan tiba-tiba.
"Ti..Tidak kok" ucap Hung Yin cepat.
"Aku hanya tidak mengerti saja tentang dirimu" kata Hung Yin lagi.
Long Guan mengangkat alis, lalu berkata "Maksudmu?"
"Kamu sudah dua kali menyelamatkanku, tidak tahu harus dengan cara apa berterimakasih padamu" kata Hung Yin.
"Tidak perlu berpikiran lebih, itu hanya hal sepele" ucap Long Guan sambil melambaikan tangannya.