Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Memang Murid Genius


Selama seharian ini, para tetua mempelajari dan memahami jurus yang dikatakan tingkat menengah, namun di tangan Long Guan jurus tersebut sama seperti jurus tingkat tinggi.


Para tetua bergidik ngeri melihat efek serangan jurus tersebut, bahkan ranah Alam Kelahiran Kembali tahap awal seperti mereka sangat sulit menghindar, dalam beberapa gerakan saja nyawa mereka sudah terancam.


Tetua Guo Yang dan tetua Huang Xun adalah yang paling pucat melihat dampak kerusakan dari ketiga jurus tersebut.


“Benar-benar mengerikan. Wajar saja jika Ketua Sekte mengatakan hanya boleh dipelajari oleh murid inti yang sudah senior” ucap tetua Guo Yang berbisik pelan kepada tetua Huang Xun.


Namun mereka tersenyum bangga dengan kemajuan Sekte Pedang Angin yang kini digawangi oleh Long Guan, sebelumnya ia bermimpi pun tidak melihat Sekte Pedang Angin yang kini sangat dikagumi oleh orang-orang.


Sementara tiga orang pelayan yang menyaksikan dari jauh melihat batu-batu besar serta pepohonan hancur berkeping-keping.


Mereka tidak dilarang oleh Long Guan untuk menyaksikannya, hal ini agar mereka termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan bela dirinya.


Di tengah-tengah latihan Long Guan mengatakan kepada para tetua.


“Dalam enam bulan aku akan mengadakan pertandingan persahabatan antar sekte yang berada di kekaisaran Qin. Lokasi pertandingan akan berada di Sekte kita sebagai tuan rumah, tetua Guo Yang agar disiapkan surat yang ditujukan kepada sekte-sekte di Kekaisaran Qin serta surat pemberitahuan kepada kerajaan Zhu serta Kaisar Qin perihal perhelatan yang akan kita gelar enam bulan ke depan.


Aku ingin melihat perkembangan murid-murid kita sekaligus mengukur kekuatan mereka di wilayah kekaisaran Qin. Hal lainnya aku ingin melihat keseriusan semua pihak dalam menyiapkan diri menghadapi kekuatan pasukan iblis.


Tentu kita takkan hanya berfokus pada kota awan sebagai titik kekuatan, namun kota-kota lainnya perlu persiapan yang matang juga” ucap Long Guan dengan detail.


“Siap, ketua dengan senang hati aku akan menjalaninya”


Jawab tetua Guo Yang menyambut ide dari Long Guan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.


Sementara tetua Jian dan tetua Xie Rong mengangguk tanda kekaguman dengan kecerdasan Ketua Sekte yang seolah tak pernah mati ide dalam mengembangkan kemajuan Sekte.


Secara pribadi ada jejak kebanggan dalam hati tetua Jian terhadap anaknya yang tak salah memilih suami.


Setelah seharian Long Guan menjelaskan dan mempraktekkan tiga jurus tingkat menengah kepada para tetua, ia izin pamit utuk beberapa hari mendampingi murid inti yang kini tengah berlatih.


Long Guan juga sedikit menceritakan perkembangan dari ke Sembilan murid-murid yang kini tengah ia latih secara pribadi. Dalam kesempatan ini Long Guan mengatakan ingin menjadikan mereka para Diaken yang akan membantu para tetua dalam mengembangkan dan menjaga Paviliun yang mereka pimpin.


“Aku secara pribadi tidak mengangkat mereka sebagai murid, mereka tetap berada di bawah pengawasan para tetua divisi, adapun mengenai pelatihan yang aku berikan adalah sebagai bentuk apresiasi kepada mereka sebagai murid jenius sekte yang kelak diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan Sekte Pedang Angin menjadi lebih baik.


Mereka yang berlatih di Hutan Kabut Abadi akan menjadi satu generasi atau satu angkatan. Aku juga akan menjadikan Pegunungan Hutan Kabut Abadi sebagai wilayah berlatih utama para murid” ungkap Long Guan secara lugas menjelaskan.


“Dalam tiga hari ke depan aku minta kepada tetua Yang Gui Fei untuk menuju ke Hutan Kabut Abadi untuk memetik tanaman herbal sebagai bahan pembuatan pil tingkat satu dan dua. Ajak pula beberapa murid untuk membantu” sambung Long Guan.


Mendengar hal tersebut mata tetua Yang Guifei berbinar, dalam benaknya ia sudah membayangkan pil-pil berkualitas tinggi akan tercipta.


“Baik Ketua, aku akan menjalaninya dengan senang hati” jawab tetua Yang Guifei dengan antusias.


Lalu Long Guan beranjak pamit menuju dalam rumah bersama Jian Ling meninggalkan para tetua yang masih seru membahas ketiga teknik yang baru saja mereka terima, kelima tetua seperti anak kecil yang baru saja diberi permen, penuh semangat dan rasa bahagia.


Di dalam kediaman Long Guan memeluk istrinya serta mencium keningnya dengan mesra sebelum ia pergi.


“Tentu saja istriku, aku akan baik-baik saja” jawab Long Guan dengan hangat.


Tak lama kemudian, Long Guan menghilang terbang ke udara dalam sekejap mata, hanya hembusan angina kecil melepas kepergiannya.


Tak berapa lama Long Guan sudah berada di gubuk dimana ia dulu tinggal di Hutan Kabut Abadi, ia melihat para muridnya yang masih sibuk berlatih meski hari menjelang sore.


Menurut perhitungan Long Guan, ini adalah hari terakhir mereka menjalani latihan fisik selama dua bulan berturut-turut.


Long Guan memerhatikan perubahan kekuatan dasar fisik mereka yang sudah berubah sangat drastis yang mana kini mereka sudah mampu membawa beban seberat seribu kilo gram dengan mudah.


“Kalian beristirahatlah dan berkumpul di sini” ucap Long Guan memberi perintah.


“Baik Ketua Sekte” jawab mereka melihat Ketua Sekte dengan gembira.


“Apa yang kalian rasakan selama dua bulan ini?” tanya Long Guan.


“Kami sangat bersyukur atas pelatihan yang telah Ketua Sekte berikan, selain kekuatan terdapat kekompakan dan jiwa persaudaraan yang kian erat di antara kami” jawab seorang dari mereka.


“Hemm.. bagus jika demikian. Malam ini kalian kembali berkultivasi dengan giat, ini adalah Pil tingkat tiga yaitu Pil Inti Emas yang berguna dalam membantu terobosan kalian” ucap Long Guan sambil memberikan masing-masing dua butir Pil.


“Terimakasih Ketua Sekte” ucap mereka dengan serempak.


Mereka sangat senang saat menerima pil peningkat kultivasi yang baru saja diberikan. Para murid inti yang berlatih, selalu merasakan kehausan akan sumberdaya semenjak mereka berlatih fisik dalam dua bulan ini. Nafsu makan mereka juga bertambah dengan lahap, seiring bertambahnya kekuatan mereka.


Tubuh mereka yang tiap pagi sampai sore hari ditempa latihan fisik dan malamnya menyerap Qi alam membuat pertumbuhan kekuatan mereka sangat pesat.


“Segeralah kalian serap pil tersebut dengan tenang, besok pagi aku akan melatih keterampilan beladiri untuk kalian semua” ucap Long Guan sambil tersenyum.


“Siap Ketua Sekte” jawab para murid dengan penuh semangat, tidak terkecuali Mei Shin yang kini juga tampak perubahan fisiknya.


Mereka segera memasuki kediaman masing-masing untuk berkultivasi dan menyerap pil inti emas yang baru saja mereka dapatkan.


Sambil duduk sila mereka mengatur nafas secara perlahan sambil menyerap energi alam yang begitu pekat. Selama dua bulan ini tubuh mereka sudah terbiasa dengan Qi semacam ini, mereka tidak pernah melewatkan waktu yang berharga ini.


Beberapa murid termasuk Zhu bersaudara sudah mulai serius berkultivasi, aliran energi yang kuat sudah seperti pusaran badai di dalam dantian para murid, ditambah dorongan dari pil inti emas membuat dorongan energi tercipta mendobrak Batasan dalam tubuh mereka,


“Boom!”


"Boom!"


"Boom!"


Suara teredam masing-masing terdengar di seluruh tubuh para murid yang menandakan kini mereka sudah berada pada ranah Inti Qi Tahap Awal.


Aura kebahagiaan terpancar dari wajah para murid, sungguh pencapaian yang luar biasa dalam dua bulan ini. Jika mereka dikatakan sebagai murid jenius sekte memang tidaklah berlebihan.