Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Keganasan Jian Kang


Para pasukan istana kerajaan Wei melihat aksi tersebut hanya tertawa, begitu juga dua orang Jenderal mereka tampak nyinyir.


Tetua Jian menyiapkan dua ratus pasukan pemanah berada pada posisi paling belakang, sementara yang terdepan sekitar seratus sembilan puluh orang terdiri atas pendekar pedang pilihan.


Jian Kang berjalan gagah paling depan dengan pedang menggantung di punggungnya.


Salah seorang Jenderal maju hendak menantang tetua Jian, dalam peperangan seperti biasa akan diadakan adu kekuatan antar dua tokoh penting.


Dari sudut Sekte Pedang Angin akan diwakilkan oleh Tetua Jian Kang, sementara dari Kerajaan Wei akan diwakilkan oleh salah seorang Jenderal perangnya.


Saat kedua orang itu berhadapan dalam jarak duel ideal, Tetua Jian berkata, "Sebaiknya kalian maju berdua, agar tidak membuang energiku secara percuma." Ucap tetua Jian dengan nada provokasi.


"Cuih!"


"Hanya kau seorang mau meremehkan kami, dasar sampah murahan" Hina Jenderal tersebut sambil mengeluarkan aura alam Kelahiran Kembali tahap menengah.


Mendengar makian dari Jenderal tersebut, membuat Tetua Jian naik pitam.


Tanpa tedeng aling-aling, pedang di punggung nya segera terlepas dari sarungnya,


"Slash! "


"Zleebb.. !"


Secepat kilat pedang tetua Jian bergerak tanpa permisi memenggal kepala Jenderal tersebut hingga terjatuh menyentuh tanah.


Darah mengalir deras dari lehernya, pemandangan ini terlalu singkat dan cepat sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya.


Hanya Long Guan yang dapat melihat jelas meskipun dari jarak yang cukup jauh, teknik yang digunakan oleh Tetua Jian adalah teknik tertinggi Sekte Pedang Angin yaitu teknik Ledakan Bintang.


Suasana hening tiba-tiba muncul di kubu pasukan kerajaan Wei, mereka tidak menyangka salah satu Jenderal andalan mereka akan tewas dengan sangat mudah.


Sementara di sisi murid Sekte Pedang Angin sudah memahami emosi Tetua Jian saat bertarung, di Sekte ia terkenal sebagai tetua senior yang paling ditakuti.


"Aku sudah bilang agar kalian maju bersama, namun masih bandel" Ucap Tetua Jian dengan tatapan datarnya.


Salah satu Jenderal yang tersisa menjadi ciut nyalinya, ia tidak menduga kekuatan lawannya begitu mengerikan. Ditambah pasukan bantuan dari Sekte Kristal Es belum juga tiba, membuat dirinya kian putus asa.


Skenario awalnya adalah pasukan penyerang utama datang dari Sekte Kristal Es, sedangkan pasukan dari Kerajaan hanya sebagai cadangan saja.


Namun untuk menghilangkan kepanikan ia maju mengeluarkan serangan pedang tunggal dengan maksud sekali serang langsung membunuh lawan.


Energi Qi ia tingkatkan secara maksimal ke titik yang paling ekstrim, energi pedang yang sangat besar dengan cepat melesat ke arah Tetua Jian.


Secercah harapan muncul di mata para anggota pasukan Kerajaan Wei untuk memenangkan pertarungan individu.


Namun serangan tersebut dapat ditangkis oleh Tetua Jian dengan cukup tenang, pengalamannya dalam bertarung memang sudah tidak diragukan lagi, Long Guan sendiri mengakui kemampuan ayah mertuanya tersebut.


Tetua Jian kembali melakukan kuda-kuda untuk melakukan serangan balik, dalam hitungan detik ia sudah melesat bagai busur panah menebaskan pedangnya tepat di leher Jenderal tersebut,


"Sraak!"


"Bugh"!


Suara tebasan pedang menembus leher sang Jenderal, kepalanya terputus dari anggota tubuhnya membuat kemenangan beruntun dari pihak Sekte Pedang Angin.


Tanpa menunggu situasi tenang, Tetua Jian segera bergerak maju bagai malaikat maut yang sedang kalut. Dalam sekejap berikutnya ratusan kepala prajurit berpanah dari pihak Kerajaan Wei tewas.


Tetua Jian mengangkat tangan kanannya memberi tanda agar murid-muridnya maju untuk memulai bertempur.


Dalam hal ini para prajurit pasukan Kerajaan Wei menjadi bulan-bulanan murid Sekte Pedang Angin.


Dari segi kekuatan, jelas murid-murid Sekte Pedang Angin lebih unggul. Pasukan Kerajaan Wei hanya menang jumlah saja, namun itu tidak berarti sama sekali di hadapan kekuatan Sekte Pedang Angin.


Setelah beberapa saat berlalu, pertempuran tersebut berakhir dan dimenangkan oleh murid-murid Sekte Pedang Angin yang dipimpin oleh Tetua Jian.


Terdapat dua puluh orang korban luka dari pihak Sekte Pedang Angin, sementara di pihak pasukan istana kerajaan Wei seluruhnya tewas.


Para murid yang terluka segera di evakuasi menuju manor keluarga Xie untuk mendapatkan perawatan, sementara para murid yang selamat membantu membereskan sisa-sisa kekacauan akibat pertempuran.


Adapun mayat-mayat korban peperangan dari pihak pasukan kerajaan Wei dikumpulkan menjadi satu untuk selanjutnya dimusnahkan dengan cara dibakar.


“Sekarang kalian kembali masuk ke dalam gerbang, beristirahatlah dengan baik di barak-barak yang telah disediakan” Ucap tetua Jian kepada para murid-murid yang mulai terlihat lelah setelah menjalani pertempuran.


Long Guan yang memperhatikan dari jauh nampak tersenyum puas, kemudian ia menghilang dan kembali ke Akademi Huangshan dalam sekejap mata.


“Selamat datang Ketua Sekte” Ucap para murid yang tengah berjaga di depan Akademi Huangshan.


“Bagaimana perkembangan di sini?” tanya Long Guan dengan tenang. “Semua berjalan dengan baik, kami sudah memeriksa keseluruhannya, semua pelayan dari masyarakat biasa sudah dipulangkan ke tempat asal masing-masing.


Terdapat juga korban penculikan yang berasal dari warga Kota Pelangi, kondisi mereka sudah mulai pulih setelah diberikan Pil Pemulih Energi.


"Untuk barang-barang berharga semua dikumpulkan dalam bangunan yang kini dijaga oleh teman-teman yang lainnya” ucap seorang murid senior yang bernama Liu Man.


“Hmm.. Terimakasih atas kerja keras kalian, untuk para sandera biarkan mereka kembali ke tempat asal masing-masing.


"Dan kepada kalian, agar tetap bertahan tinggal di sini sampai dengan tempat ini diatur oleh Tetua Xie Rong, untuk kebutuhan logistik kalian bisa menggunakan sumberdaya yang ada di sini dengan bijak”


Ucap Long Guan memberikan arahan. “Baik Ketua” Ucap mereka dengan kompak.


Setelah memperhatikan luas Akademi Huangshan, Long Guan kemudian segera membuat segel formasi untuk melindungi Akademi Huangshan.


Ia tak mau terjadi hal-hal buruk di kemudian hari, para murid yang menyaksikan hal tersebut terlihat sangat senang dengan perlindungan yang diberikan oleh Ketua Sekte mereka.


Dalam hati beberapa murid ingin mempelajari teknik Formasi seperti yang dimiliki oleh Ketua Sekte.


Setelah dirasa cukup, Long Guan ditemani oleh para murid memeriksa keadaan bangunan-bangunan peninggalan Sekte Kristal Es.


“Sepertinya tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat pelatihan murid-murid tingkat dasar atau bisa juga untuk memindah kan paviliun obat” Ucap Long Guan sambil memeriksa sarana dan prasarana peninggalan Sekte Kristal Es tersebut.


****


Di Pegunungan Dushou


Xiaocao dengan tatapan mata merahnya tampak kesal saat mengetahui pengaruh Pil Iblis yang ia ciptakan dapat dipatahkan oleh Long Guan.


"Sebenarnya siapa orang itu?


Bagaimana mungkin manusia dari alam bawah ini bisa menemukan rahasia untuk menangkal pil iblis? "


Batin Xiaocao penuh amarah. Ia tentu saja sulit percaya dengan apa yang dilaporkan oleh anak buahnya, namun ia juga yakin kalo anak buahnya tidak mungkin berbohong.


Ada sorot kebencian yang terpancar dari mata Xiaocao, ia ingin melihat langsung orang yang dapat menemukan penawar dari pil iblis yang ia ciptakan.


Tanpa menunggu konfirmasi dari kakaknya, Jenderal Iblis Xiaoru ia segera melesat menuju Kota Pelangi guna membunuh orang yang telah mengacaukan rencananya.