Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kecemasan Para Petinggi Alam Spiritual


Di langit udara Sekte Pedang Angin, Long Guan dan Jenderal Iblis Xiaoru telah beberapa kali melakukan jual beli serangan.


Long Guan sudah mengeluarkan tiga puluh persen energinya saat mengeluarkan pukulan Sembilan Naga, namun ia masih bersikap tenang karena ia belum mengeluarkan jurus andalan yakni teknik Jari Api yang ia kuasai dari gurunya yang bernama Hung Fei.


“Aku harus segera mengalahkan makhluk iblis tersebut dengan cepat” Gumam Long Guan dalam hati.


“Apakah kini kamu sudah menyadari kemampuanku. Sebaiknya kau menyerah agar tidak mati konyol. Hahaha..”


Ejek Xiaoru yang meminta Long Guan untuk menyerah.


Long Guan mulai serius, ia kembali mengeluarkan Pedang Angin untuk melakukan jurus Pedang Pembunuh Iblis yang ia dapatkan dari Hung Fei.


Tak kalah sigap, Xiaoru juga mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru, meskipun tidak terlalu besar tampak Pedang Biru tersebut bukanlah pedang biasa.


Long Guan kembali fokus pada serangan, ia menghilang dan berubah menjadi beberapa bayangan semu menuju Xiaoru.


“Hmm.. Trik murahan!”


Ucap Xiaoru dengan nada merendahkan. Ia melakukan teknik tebasan Bulan Sabit, membuat beberapa bayangan tubuh Long Guan terbelah.


“Hah.. bedebah!”


Xiaoru berujar sangat terkejut karena tidak satupun dari tekniknya yang berhasil mengenai tubuh asli Long Guan.


Sepersekian detik setelah itu, yang ada hanyalah hawa dingin yang menyelimuti tubuh Xiaoru, tiba-tiba senyum seringai Long Guan muncul di samping Xiaoru yang segera menghempaskan sebuah serangan tunggal.


“Trank”


Suara dua buah pedang beradu dengan keras!


Xiaoru dengan pengalaman bertandingnya sebagai Jenderal Iblis segera menggunakan pedangnya untuk melindungi dirinya dari serangan mematikan Long Guan.


“Krek!"


Suara pedang patah mengagetkan keheningan dan ketegangan pertarungan tersebut.


Long Guan mundur beberapa langkah, memegang bilah Pedang Angin yang patah menjadi dua bagian. Suasana tegang jelas terlihat di wajah orang-orang yang berada di Sekte Pedang Angin.


“Bagaimana mungkin bisa terjadi?”


Ucap Tetua Jian dengan ekspresi tidak percaya. Pedang Angin adalah maha karya terbaik buatan sesepuh Sekte yang sekaligus guru dari Tetua Guo Yang.


“Hahaha.. sayang sekali pedang murahanmu bahkan tidak sedikitpun bisa menggores pedangku”


Sesumbar Xiaoru dengan sombong. Long Guan yang mengetahui kualitas pedangnya tidak sebaik pedang Xiaoru hanya membalasnya dengan senyum pahit.


“Hemm.. kau hanya beruntung saja, lain kali tidak ada kesempatan kedua” Ucap Long Guan dengan tatapan tajam.


“Dasar manusia sampah, dengan apa kamu bisa membunuhku?"


"Pedangku adalah pedang terbaik di Alam Spiritual mustahil kau bisa melawanku” Ungkap Xiaoru mengejek Long Guan.


“Meskipun pedangmu adalah yang terkuat, tapi aku masih memiliki teknik untuk membunuhmu” Jawab Long Guan dengan senyum seringai.


Segenap energi Qi mulai dipadatkan dan dialirkan ke jari telunjuknya, sementara cahaya keunguan mulai menyinari tubuh Long Guan. Xiaoru tersentak kaget, gerakan Long Guan tidak asing baginya.


“Aa..apakah kamu berasal dari Sekte Pedang Bintang?”


Tanya Xiaoru yang raut wajahnya mulai cemas. Di masa lalunya, jurus tersebut pernah menghempaskan Azazil pada serangan gabungan di Alam Spiritual.


“Guruku berasal dari sana”


Jawab Long Guan singkat sambil menembakkan seberkas sinar berwarna ungu. Serangan cepat itu tepat mengenai dada Xiaoru, yang langsung membuat tubuhnya kehilangan kekuatan dalam seketika.


Tubuh Xiaoru jatuh dari ketinggian menghantam tanah.


“Bam”


“Aaarrggh”


Suaranya mirip babi yang disembelih. Keangkuhannya sirna hanya dalam beberapa saat, dalam satu tarikan napas kemudian tubuhnya menghitam dan terbakar hingga berubah menjadi debu.


Tak satupun sisa tubuhnya yang utuh yang bisa dilihat. Orang-orang yang melihatnya menjadi ketakutan.


Jurus telunjuk api yang dikeluarkan oleh Ketua Sekte Pedang Angin sangat mengerikan, jika Jenderal Iblis saja bisa musnah menjadi abu bagaimana dengan mereka yang hanya pendekar biasa?


Long Guan segera turun dan memeriksa Pedang Biru yang sebelumnya digunakan oleh Xiaoru.


Dengan seksama Long Guan memperhatikan setiap sisi pedang tersebut, pada gagang pedang ada simbol yang mirip dengan logo Sekte Pedang Bintang.


Long Guan mengeluarkan pedang yang diberikan oleh gurunya, ada kemiripan yang tidak bisa dibedakan, namun pada Pedang Biru hanya memiliki satu bintang sementara pada pedang yang diberikan oleh Hung Fei memiliki tiga bintang yang berbaris rapi.


Long Guan segera menyuntikan energi spiritualnya ke dalam Pedang Biru. Ada dengungan seperti denting logam saat kedua pedang berada pada jarak yang sama.


“Hmm"


"Tampaknya pedang ini diciptakan oleh master pedang yang sama” Gumam Long Guan dalam hati.


Pedang Biru di tangannya perlahan mengeluarkan cahaya keunguan dan melayang di udara. Secara emosional, Pedang Biru seolah memiliki roh dan kini tengah mengidentifikasi pemilik barunya.


Pedang Biru terus bergerak dengan gesit menciptakan pusaran gelombang yang menyerupai tornado yang mengerikan. Dalam penglihatan Long Guan gerakan Pedang Biru membentuk pola seperti jurus pedang pembunuh iblis yang ia pelajari dari Hung Fei.


Namun terdapat beberapa gerakan tambahan yang baru ia lihat. Sadar dengan pencerahan tersebut, Long Guan segera mengambil posisi duduk sila dengan mata terpejam. Dalam tiga kali tarikan napas, sudah memahami gerakan tambahan yang menyempurnakan jurus Pedang Pembunuh Iblis.


Sementara Pedang Biru dengan setia berada di atas kepala Long Guan seolah menjaga dirinya. Pemandangan ini tidak luput dari orang-orang yang berada di Sekte Pedang Angin, bahkan Jian Ling tidak berani mengganggu suaminya.


Tiba-tiba Long Guan merasakan sesuatu yang aneh, dirinya seperti ditatap oleh kekuatan mematikan yang tidak tahu datang dari mana.


“Kalian semua berlari lah sejauh mungkin dan jangan berada di sekitarku!”


Teriak Long Guan dengan tiba-tiba. Sontak orang-orang yang hendak merayakan kemenangan karena kematian Jenderal Iblis Xiaoru menjadi diam terpana.


“Cepatlah pergi sebelum terlambat, ayah mertua segera bawa Ling’er menjauh masih ada iblis yang sangat menakutkan jauh lebih kuat dariku” Pinta Long Guan dengan nada yang tinggi.


Tentu saja Tetua Jian tidak menganggap situasi ini sebagai main-main. “Ling’er ayo kita segera tinggalkan tempat ini” Bujuk Tetua Jian.


“Gege kamu hati-hati, aku akan selalu menunggumu” Ucap Jian Ling sambil meninggalkan Long Guan dengan tidak rela.


Sementara yang lain beranjak pergi, diam-diam Xie Annchi tetap bertahan tidak jauh dari Long Guan.


****


Di Alam Spiritual


Patriark Han Zao, pemimpin Sekte Pedang Bintang merasakan gaya tolak menolak yang ditimbulkan oleh kekuatan iblis Azazil.


Petir-petir terus bersahutan mengeluarkan badai dan angin topan yang terus bergemuruh, bahkan para pemimpin Sekte lainnya seperti Sekte Phoenix Es, Sekte Badai Guntur dan Sekte Puncak Abadi dapat merasakan kebangkitan Azazil.


Melalui alat transmisi pesan, mereka semua berkumpul di Sekte Puncak Abadi untuk membahas kondisi ini.


“Azazil sudah mulai muncul di dunia fana, kekuatan hukum ruang dan waktu telah menimbulkan daya tolak yang begitu intens antara dunia fana dengan alam spiritual.


Jika dibiarkan lebih lama maka akan menimbulkan kerusakan dan ketidakseimbangan alam. Tubrukan antar dunia tidak akan bisa dihindari jika dibiarkan begitu saja” Ucap Patriark Agung Sekte Puncak Abadi, Li Hongli.


“Biarkan aku yang akan turun ke dunia bawah membasmi Azazil, aku memiliki dendam pribadi atas tewasnya murid-murid ku di masa lalu di tangan Azazil” Aela Ketua Sekte Phoenix Es yang bernama Matriark Xiu Juan.


“Baiklah jika demikian, kita tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi. Silahkan kalian gunakan portal dimensi yang ada di Sekte Pedang Bintang” Ucap Li Hongli sambil menatap ke arah Patriark Han Zao yang mempunyai tugas sebagai penjaga gerbang teleportasi dimensi alam spiritual.


“Baik Patriark Agung, Sekte Pedang Bintang akan menyiapkan segala sesuatunya dengan segera” Ucap Han Zao yang memberikan kode kepada salah satu Tetua Sektenya yang bernama Liu Yaoshan untuk membuka portal dimensi waktu.


“Baiklah jika demikian, pertemuan ini segera diakhiri. Seperti yang kalian ketahui Azazil hanyalah salah satu pilar Sekte Kegelapan, aku sendiri tidak tahu dimana keberadaan Sekte Kegelapan bersembunyi. Namun dengan adanya Azazil akan membuka rahasia Sekte Kegelapan di bawah pimpinan Qianfan yang sangat rahasia tersebut” Ungkap Patriark Agung Li Hongli.


“Baik Patriark Agung, terimakasih atas perhatiannya” Ucap para Ketua dan Tetua Sekte yang hadir.