Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Membentuk Tulang Kaisar Dewa


Long Guan mengepalkan tinjunya dengan erat lalu menghempaskannya ke dada Wang Cao dengan cepat. Bola mata Wang Cao membesar dan mulutnya terbuka lebar.


“Argh!”


Suara erangan menahan rasa sakit terdengar pelan di tengah keramaian lapangan uji tanding.


“Brak”


Suasana menjadi hening seketika saat tubuh Wang Cao jatuh dengan darah segar mengalir deras keluar dari mulutnya. Diaken yang menjadi juri pertandingan, diam tertegun. Para murid yang menonton membeku dalam ketidakpercayaan.


“Hah! Yang benar saja!”


Hanya satu gerakan seorang murid berbakat terluka parah, “Apa yang terjadi? Wang Cao merupakan petarung terkuat di antara murid luar Bukit Keenam” Tampak salah seorang murid berucap dengan nada tidak percaya.


Kekuatan Wang Cao tidak bisa dianggap remeh, bakatnya boleh dibilang sangat luar biasa, namun di hadapan Long Guan hanya dengan satu gerakan sederhana dirinya terluka dengan mengerikan.


Dua orang teman dekat Wang Cao menyaksikan gerakan Long Guan, mereka memperkirakan bahwa Long Guan sangat hebat, jauh lebih hebat dari mereka berdua. Bahkan Tetua Wang telah salah membuat perhitungan dengan mengorbankan keponakannya.


Pemandangan yang sekejap mata ini sangat mengejutkan, sebagian murid mengira Long Guan menggunakan teknik tenaga dalam tertentu. Menghancurkan Wang Cao jelas seperti menghancurkan tahu bagi Long Guan, siapapun yang dengan sengaja ingin mencelakakan dirinya, maka ia tidak akan memberikan kesempatan kepada musuhnya.


Sakit di tubuh Wang Cao sangat menyiksanya, dengan suara tertahan ia berkata,


“Cepat! Antar aku pulang, biar pamanku mengobatiku”


Suara Wang Cao dengan tubuh yang sangat menyedihkan mengagetkan beberapa orang.


Mendengar ucapan Wang Cao, kedua rekannya segera menghampiri dan memapah tubuh Wang Cao yang masih berkedut mengeluarkan darah segar.


“Bajingan kamu!"


Bisa-bisanya kamu membuat Wang Cao seperti ini, keberadaanmu di Sekte Pedang Bintang tidak akan pernah damai! Riwayatmu akan tamat di Sekte Pedang Bintang!.”


Mendengar umpatan dari rekan Wang Cao, para murid yang hadir di lapangan uji tanding melirik ke arah Long Guan.


Wang Cao yang perlahan berdiri sambil dipapah oleh kedua temannya menatap Long Guan dengan tatapan mematikan,


“Long Guan! Hari ini akan selalu kuingat dalam hidupku! Lalu sambil menggertakkan gigi ia menambahkan,


“Kamu akan menyesal!”.


Long Guan tersenyum tipis, ia berkata, “Salahkan dirimu yang terlalu lemah untuk mencari masalah denganku, aku tidak pernah takut dengan ancaman rendahan dari mulut kotormu.”


Wang Cao sangat kesal mendengar ucapan Long Guan, ia merasa sangat malu dan marah namun kini ia tidak dapat berbuat apa-apa hanya bisa pergi dengan tampang yang sangat menyedihkan.


Melihat pemandangan ini, para murid mendelik seolah tidak percaya dengan keberanian Long Guan murid pecundang dalam memprovokasi Wang Cao.


Sebagian murid lainnya yang menonton, menatap Long Guan dengan tatapan penuh kerumitan, berita ini akan menjadi menggemparkan murid-murid lain di Sekte Pedang Bintang. Siapa yang akan mengira jika Wang Cao murid paling berbakat diantara murid luar akan tumbang di tangan murid pecundang.


“Ayo pergi” Ucap Long Guan kepada Yu Nuan dan Yu Nuwa. Mereka berdua saling memandang, masih kebingungan dengan gerakan cepat Long Guan dalam mengalahkan Wang Cao.


****


Di Bukit Kelima


Pada sore harinya, Long Guan kini tengah menyantap makanan masakan dari Yu Nuan. Sebagai ucapan terimakasih dan rasa kagumnya pada Long Guan, Yu Nuan berinisiatif memasak sesuatu untuk bisa dimakan bersama.


Long Guan menyantap makanan tersebut dengan lahap, ia bersikap cuek meskipun kini dirinya sedang ditatap oleh dua orang wanita yang duduk di depannya.


“Aku tidak menyangka bakat kalian cukup luar biasa, setidaknya bakat kalian mengingatkanku pada seseorang dimana aku berasal” Ucap Long Guan sambil menyesap tehnya, setelah selesai makan.


Yu Nuwa melirik ke arah Long Guan dan berkata dengan suara yang sedikit manja. “Long Guan, kamu sangat tampan.” Seketika Long Guan terbatuk-batuk, hampir saja teh yang berada di dalam mulutnya menyembur keluar.


Ia menghabiskan tegukan tehnya, lalu menatap kaget ke arah Yu Nuwa. “Yu Nuwa!, kupikir kamu adalah wanita pendiam, namun kamu wanita yang sangat berterus terang!”.


Yu Nuan sedikit memerah ketika ia mendengar ucapan Long Guan dan dia memelototi Yu Nuwa. Tak dapat dipercaya adiknya yang pemalu itu baru saja mengatakan hal yang kurang pantas”.


Wajah Yu Nuwa lebih memerah, ia tidak menyangka mereka akan salah paham, maksudku, aku hanya ingin mengatakan wajah Long Guan sangat tampan dan wajah Kak Nuan juga sangat cantik, apakah sebaiknya kalian tidak menjadi pasangan saja” ucap Yu Nuwa membela diri.


Mendengar ucapan Yu Nuwa, Long Guan sedikit menggaruk kepala. Dia tidak berpikir untuk mencari pasangan di Alam Spiritual ini, hubungannya dengan Xie Annchi yang ambigu serta kenyataan bahwa dia adalah seorang kepala keluarga tidak bisa terbantahkan.


Dalam diam Yu Nuan juga penasaran menunggu jawaban Long Guan. “Jujur kukatakan jika Saudari Nuan memang sangat cantik, namun aku sudah memiliki keluarga di Dunia Fana dan kehadiranku di sini juga karena seseorang yang berasal dari duniaku, ia berada di Sekte Phoenix Es namun aku belum mengetahui lagi bagaimana kabarnya” Ungkap Long Guan dengan jujur seraya memperhatikan Yu Nuan yang sedang menunduk.


“Tapi bukankah seorang lelaki sepertimu tidak masalah jika memiliki lebih dari lima orang pendamping” Sela Yu Nuwa yang tidak mau menerima alasan Long Guan.


“Perasaan cinta itu tentang hati, begitu rumit dan kompleks. Saat ini sebaiknya kita fokus mengembangkan Bukit Kelima” Long Guan menjawab dengan hati-hati.


Ia tidak mengira Yu Nuwa memiliki rasa keingintahuan yang besar di balik sikapnya yang tampak pendiam. Suasana makan yang mulai sedikit canggung akhirnya berakhir dengan sikap pengertian Yu Nuan dan Yu Nuwa, walau bagaimanapun mereka berdua memiliki rasa kagum atas kejujuran Long Guan, hal tersebut juga menambah rasa penasaran terhadap Long Guan.


Yu Nuan dan Yu Nuwa kembali ke tempat tinggalnya, dalam hati Yu Nuan ini merasa senang bisa makan bersama Long Guan yang ramah dan baik hati. Perasaan suka dalam dirinya akan ia redam setelah ia mengetahui kejujuran Long Guan yang kini telah menjadi rekan sesama murid.


Meskipun Long Guan memiliki status sebagai murid inti atau murid langsung penerus dari Tetua Hung Fei, dirinya tidak sombong dan memperlakukan mereka dengan baik seperti saudara. Yu Nuan juga merasa sangat terbantu dengan catatan alkimia yang diberikan olehnya, catatan tersebut bisa dibilang sejajar dengan kitab rahasia jika berada di Bukit Keenam.


Namun dengan mudah, Long Guan memberikan catatan tersebut kepada Yu Nuan dan adiknya. Mengingat hal ini Yu Nuan berkata pelan, “Aku tidak akan mengecewakanmu” Lalu ia masuk ke dalam dan mempelajari catatan alkimia dengan lebih serius bersama Yu Nuwa.


Sekarang setelah Long Guan berada di Alam Spiritual, Sekte Pedang Bintang akan menjadi batu loncatannya untuk menempa diri menjadi kuat. Dengan dukungan sumberdaya Sekte, ia tidak akan menyiakan sekecil apapun kesempatan.


Pengorbanan istri dan anak-anaknya akan selalu ia ingat dalam menapaki jalan bela diri. Kalau mereka tahu Long Guan hanya berleha-leha tentu mereka menilai sebagai lelaki yang tidak bertanggungjawab.


Setelah Long Guan memikirkan sesuatu, dirinya teringat dengan gulungan Teknik Pernafasan Naga Tersembunyi, entah mengapa tiba-tiba ia ingin mempelajari teknik tersebut.


Sambil menghembuskan nafas, Long Guan membuka gulungan Teknik Kultivasi Naga Tersembunyi dan membacanya dengan cermat, tanpa disengaja Long Guan menyentuh bagian yang agak kasar lalu menggosoknya dengan lembut, perlahan muncul lembaran yang sangat halus dan bertuliskan tentang "Teknik Pembentukan Tulang Kaisar Naga".


Long Guan membacanya secara hati-hati, “Teknik ini sangat mirip dengan Teknik Pernafasan Naga Tersembunyi, letak perbedaannya hanya menjadikan tubuh sebagai pusat energi dan pemurnian energi dilakukan oleh pemilik Api Abadi? Apakah ini sebuah kebetulan?” Ungkap Long Guan pelan sambil mengangkat alisnya.


Setelah cukup memahami tekniknya Long Guan berjalan cepat lalu melompat menuju sebuah Gua yang letaknya cukup terpencil di Bukit Kelima, setelah memasukinya ia memperhatikan secara seksama dan dapat merasakan energi spiritual alam berkumpul.


Dengan duduk sila ia mulai berkonsentrasi menggunakan teknik pernafasan Naga Tersembunyi menyerap energi alam yang begitu besar, dengan Long Guan sebagai pusatnya, kedua Dantiannya bekerja secara optimal membentuk pusaran energi spiritual yang diserap oleh tubuhnya melalui jaringan Meridian lalu disemburkan ke lautan diafragma untuk disempurnakan oleh Api Abadi.


Di dalam tubuhnya, Api Abadi bergerak seperti untaian yang sangat banyak membentuk energi yang kemudian dikirim ke Meridiannya. Long Guan kembali merasakan sakit yang tidak terkira, tulang-tulangnya terbungkus Api yang sangat panas dan suara gerak menghancurkan tulang Long Guan.


“Klik”


“Klik”


Suara gesekan tulang tubuh membuatnya tak bisa bergerak selama proses yang sangat menyakitkan itu, sudah tak terhitung keringat yang mengalir di tubuhnya.


Setelah proses yang cukup panjang dan melelahkan, tulang-tulangnya kembali terbentuk dalam proses penempaan menjadi lebih keras namun tetap fleksibel. Ia berhasil membentuk tulang Kaisar Naga yang setidaknya mampu mengimbangi serangan dari kultivator yang berada di tingkat Semesta Ke Tujuh.


Long Guan mengeluarkan Pil Penambah Energi dari dalam sakunya lalu meminumnya tiga butir sekaligus, sambil memejamkan mata ia mulai beristirahat.


Semenjak Long Guan menyerap Mustika Naga, lautan diafragmanya terbuka luas seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan teknik pernafasan Naga Tersembunyi.


“Ini sungguh luar biasa” Gumamnya dalam hati, dengan mata tetap terpejam.