
Setelah pertarungan antara Long Guan melawan ketiga orang murid Sekte Puncak Abadi, wajah Patriark Li Hongli adalah yang paling buruk. Hari ini di depan matanya sebuah konspirasi besar terlihat, Sekte Kegelapan yang selama ini selalu ia perangi ternyata telah menyusup ke Sekte yang ia gawangi.
"Aku harus menyelidiki siapa saja terlibat, aku juga harus membersihkan Sekte dalam waktu dekat ini" gumam Patriark Li Hongli.
Sebagai pendekar Alam Spiritual, ia menyandang gelar terkuat, tapi dengan kejadian ini ia benar-benar merasa dibodohi. Li Hongli merupakan satu-satunya kultivator di alam spiritual yang telah memasuki ranah abadi. Selama beberapa bulan ini ia meningkatkan kekuatannya secara signifikan, meninggalkan urusan Sekte lalu berkultivasi dengan tenang.
Menatap beberapa orang pengurus Sekte Puncak Abadi, Pariark Li Hongli berkata, "Semuanya berkumpul di Aula Sekte sekarang!"
"Baik Patriark" jawab para Tetua Sekte Puncak Abadi dengan wajah rumit. Hanya Chang Gui yang saat ini tampak berpikir keras, ia tengah memikirkan skenario terbaik untuk menghindari kecurigaan Patriark Li Hongli.
Semua orang tampak memperhatikan dengan serius, sikap yang diambil oleh para petinggi Sekte Puncak Abadi sepertinya berhubungan dengan adanya Sekte Kegelapan yang menyusup ke Sekte mereka. Beberapa orang termasuk Kaisar Xia Bang tampak serius, tidak berbeda dengan pengurus Sekte Puncak Abadi, ia juga mengadakan pertemuan darurat.
Sementara itu, Ketua Sekte Badai Guntur merasa sedikit lebih baik. Pasalnya ia baru saja melihat aksi Long Guan yang begitu tegas dan kejam. Mulanya Meng Tian merasa sangat malu dengan situasi yang telah menimpa putranya, tetapi dia bersyukur atas pilihan yang diambil oleh putranya tersebut. Menyinggung orang seperti Long Guan bukanlah pilihan tepat, sedikit saja keliru bisa kehilangan nyawa. Sambil berpikir seperti itu, Meng Tian menoleh ke arah Penatua Agung Han Zao, lalu berkata "Sekte Pedang Bintang terlalu dalam menyembunyikan monster seperti itu".
"Hmm.. Apakah kamu percaya jika muridku itu belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya?" ucap Penatua Agung Han Zao kepada Patriark Sekte Badai Guntur itu.
"Apa kamu tidak bercanda?" tanya Meng Tian sedikit ragu.
"Bahkan jika dirimu yang melawan Long Guan, aku tidak yakin kamu akan menang" ucap Penatua Agung Han Zao sambil tersenyum ringan.
Mendengar ucapan dari Han Zao, Meng Tian hanya terdiam sambil menelan ludahnya. Pandangannya kini lurus menatap layar besar, perlahan ia mulai memikirkan kembali putranya.
Di Puncak Kedua, pagi ini sudah dimulai dengan pertempuran berdarah. Kelompok Phoenix Es harus berbesar hati, dua orang muridnya tewas meregang nyawa pada akhirnya. Sementara tiga orang mengalami luka berat, memaksa mereka harus mengundurkan diri dan menyerah dari kompetisi. Hal ini juga berlaku kepada sisa anggota kelompok murid yang berasal dari Sekte Puncak Abadi. Enam orang tersebut setelah menyerahkan bendera poin ke Long Guan, mereka menekan token teleportasi yang mengirim mereka kembali ke lokasi alun-alun Sekte Puncak Abadi.
Murid-murid Sekte Phoenix Es tersisa lima orang, selain Xie Annchi dan Zhishu tiga lainnya mengalami luka, butuh beberapa hari untuk beristirahat. Karena keadaan darurat ini, Long Guan berinisiatif membuat formasi pelindungan yang ia gabungkan dengan formasi ilusi. Sehingga pada radius tertentu keberadaan murid-murid yang terluka akan terlindungi dan terhalang dari pandangan orang lain.
Diantara semua anggota kelompok, tampak Long Guan dan Xie Annchi yang tengah bersama. Keduanya tampak begitu akrab seperti sepasang kekasih yang baru bertemu. Dalam situasi ini, hanya Zhishu yang tahu namun ia merasa enggan menatap Long Guan. Ia masih mengingat perlakuan kasarnya kepada Long Guan di dunia fana, ia takut Long Guan akan membunuhnya di tempat ini.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Long Guan tampak canggung menatap Xie Annchi.
"Sudah baikan, ini hanya luka ringan. Nanti juga pasti akan cepat sembuh" jawab Xie Annchi.
"Baguslah jika begitu, namun sebaiknya kamu istirahat" ucap Long Guan sambil menatap Xie Annchi dengan lebih dekat. Di waktu sebelumnya Xie Annchi sempat memeluknya, tetapi Long Guan tidak begitu larut dalam suasana tersebut, saat itu Ia masih membagi konsentrasinya dalam pertarungan.
Mereka berdua masih canggung, namun perlahan mulai mencair. Kebersamaan ini cukup berkesan bagi Long Guan, setelah ia menikah dengan Hung Yin dan ditinggalkan oleh Yu Nuan kini Long Guan bersikap lebih tegas. Dengan apa yang sudah terjadi, maka ia akan menjalani semua, kemudian ke depannya ia takkan membuka hati atau memberikan harapan kepada wanita lain.
Zhishu tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Long Guan karena telah menyelamatkan dirinya dan teman-temannya, pada saat ini Zhishu terlihat sedikit bimbang. Sikap angkuhnya mulai melunak, kemudian ia memanggil semua orang untuk mendekatinya, ia hendak menceritakan sesuatu yang ia ketahui.
Long Guan dan yang lainnya mulai duduk di sekitar Zhishu, setelah masing-masing mendapatkan posisinya Zhishu mulai berkata. Sambil menarik napas, Zhishu kemudian mulai bercerita tentang rahasia besar yang terdapat di puncak Gunung Abadi.
"Seperti yang kalian pikirkan, di Puncak Gunung Abadi memang terdapat sumberdaya yang sangat berharga, itu adalah Kristal Keabadian. Kristal ini sangat berguna bagi para kultivator tingkat tinggi, yaitu mereka yang berada di ranah Surgawi. Bahkan dalam maksud yang lebih jauh, Kristal Keabadian berguna untuk membuat formasi pelindung Alam Spiritual. Hal itu juga yang menyebabkan munculnya Sekte Kegelapan, dahulu sekali terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara leluhur Sekte Phoenix Es dengan Iblis Kaibo yang memperebutkan Kristal Keabadian. Dalam pertempuran itu leluhur Phoenix Es kalah dan tubuhnya menghilang. Setelah itu Kaibo berkuasa dan membunuh banyak orang di Alam Spiritual hingga datang pertolongan dari Dewa Qiulong. Untuk menjaga keseimbangan Alam Spiritual, Dewa Qiulong menciptakan formasi pelindung, memisahkan Kaibo dari Alam Spiritual" ucap Zhishu dengan detail.
Liu Xianzhong dan yang lainnya tercengang mendengar cerita Zhishu. Mereka membiarkan Zhishu melanjutkan ceritanya, karena pengetahuan seperti ini tidak dapat mereka temukan di Sekte Pedang Bintang. Para pemimpin Sekte terlalu dalam menyembunyikan informasi seperti ini, bahkan Long Guan sendiri tidak diberitahukan tentang hal ini.
"Alam Langit ini sangat luas, yang memburu Kristal Keabadian bukan hanya para Petinggi Keempat Sekte yang mengikuti kompetisi ini, tetapi orang-orang dari Sekte Kegelapan juga. Tetapi aku tidak begitu tahu bagaimana orang-orang dari Sekte Kegelapan bisa masuk kemari. Pada beberapa waktu yang lalu, para pimpinan Sekte melakukan misi rahasia untuk menemukan tempat yang dimaksud, pada kesempatan itu hanya Patriark Li Hongli yang mendapat sedikit keberuntungan. Ia mendapatkan satu buah Kristal Keabadian, lalu menyerapnya secara perlahan hingga ia berhasil menjadi pendekar Tingkat Abadi" ucap Zhishu dengan perasaan yang tenang.
"Pantas saja Ketua Chan Fan begitu mengingankan sumberdaya, ternyata yang dimaksud adalah Kristal Keabadian" gumam Long Guan dalam hati.