Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Catatan Tentang Qiu Long


Selanjutnya ia menuju rak yang menyimpan teknik bela diri berpedang, ia juga mencari teknik yang pernah diajarkan gurunya yaitu Pedang Pembunuh Iblis namun hasilnya nihil.


Ia hanya menemukan teknik ledakan bintang yang sama persis dengan apa yang ia kuasai sebelumnya. Lalu Long Guan tertarik dengan salah satu kitab bela diri berpedang yang terletak paling atas, kitab tersebut bertuliskan “Teknik Pecahan Seribu Pedang”.


Setelah membuka dan membacanya Long Guan tampak sedikit terkejut dengan isinya, di dalam kitab tersebut tampak beberapa potongan sudah menghilang, sehingga bisa dikategorikan ini adalah kitab yang tidak lengkap.


Namun pandangan Long Guan sedikit mengernyit, beberapa bagian yang hilang mengarah kepada teknik tebasan meteor yang pernah ia ajarkan kepada Jian Ling waktu di Dunia Fana” Long Guan kemudian mengambil teknik ini untuk ia pelajari.


Selanjutnya ia berkeliling ke rak selanjutnya dan berhenti pada rak yang bertuliskan tentang array dan formasi, pada rak ini hanya beberapa kitab yang tersedia.


Setelah membaca beberapa kitab, Long Guan menyadari isi kitab-kitab yang ia baca tidak lebih baik dari yang ia pelajari peninggalan leluhur Long Tian. Siapakah leluhur Long, kemampuannya sungguh tidak wajar, apa saat itu aku terlalu bodoh untuk tidak bertanya lebih dalam kepadanya?" Batin Long Guan yang baru menyadari betapa berharganya kemampuan yang diwariskan oleh leluhurnya.


Tiba-tiba perhatian Long Guan terkunci pada satu buku yang berisi tentang biografi dan sejarah pendiri Sekte Pedang Bintang. Ia membacanya lembar demi lembar, buku yang sangat tebal itu banyak menceritakan tentang Alam Spiritual yang terdiri dari beberapa wilayah yang pembagiannya menurut arah mata Angin.


Dalam kitab tersebut memuat sejarah Sekte-sekte yang berada di Alam Spiritual, dalam halaman tertentu Long Guan membaca ada tulisan yang menjelaskan tentang keberadaan Sekte Kegelapan, selain menguasai Hukum Ruang dan Waktu Tahap Kelima, Pemimpin Sekte tersebut juga menguasai Teknik Penyedot Jiwa yang sangat mengerikan.


Lawan yang ia hisap akan kehilangan jiwa dan kekuatannya karena diserap olehnya, Pemimpin Sekte Kegelapan sangat misterius, ia tidak hanya bisa memasuki Alam Spiritual tetapi juga Alam Surgawi. Pemimpin Sekte tersebut berasal dari golongan Iblis atau Syetan.


Untuk beberapa waktu mereka tidak akan bisa menyentuh Alam Spiritual dan Alam Surgawi. Ada sebuah segel yang ditinggalkan oleh Dewa Pelindung Qiu Long sebelum dirinya menghilang. Membaca kata Qiu Long membuat Long Guan sedikit tertarik, lalu ia meneruskan bacaannya di ruang Perpustakaan yang hening itu. "Qiu Long adalah Dewa Agung yang berasal dari Klan Naga di Alam Surgawi, ia merupakan Naga terakhir dari Sembilan Naga yang diciptakan".


Kekuatannya melebihi dari saudara-saudaranya yang sudah terlahir duluan. Setiap Naga yang diciptakan merupakan Pelindung di seluruh Alam, masing-masing memiliki keahlian yang luar biasa dan membidangi urusan yang berbeda.


Namun sifat Naga sebagai hewan mitologi yang memiliki jiwa cepat tersinggung dan cemburu, membuat kehadiran Qiu Long sebagai ancaman.


Dalam satu kejadian yang memilukan, Qiu Long dikeroyok oleh 8 Naga lainnya dan dibantu beberapa Naga lainnya. Dalam kejadian tersebut Qiu Long yang perkasa terdesak setelah berhasil melukai beberapa Naga lainnya, Untuk menghindari kematian, Qiu Long membagi jiwa serta kekuatannya ke dalam 7 buah Mustika Naga yang tersebar ke beberapa Alam kehidupan.


Dengan demikian ia bisa bereinkarnasi kembali menjadi Dewa Pelindung terkuat.


"Apa yang pernah diceritakan oleh Guru Hung Fei sama persis dengan isi Kitab ini" Pikir Long Guan dalam hatinya, dirinya makin tertarik dengan kekuatan Mustika Naga.


Merasa sudah cukup, lalu Long Guan turun kelantai dasar untuk menemui murid senior guna mengkonfirmasi pilihannya.


Melihat tiga kitab yang dipilih Long Guan membuat tatapan murid senior tersebut sedikit heran, lalu berkata “Dua kitab teknik beladiri yang kamu pilih adalah teknik yang sangat sulit dipelajari, satunya bahkan merupakan kitab yang tidak lengkap. Jika kamu mau berubah pikiran maka aku masih memberikan kesempatan” Ucap murid senior tersebut memandang Long Guan dengan tatapan kasihan.


“Terimakasih atas perhatian senior, namun ketiga kitab ini sudah kutetapkan menjadi pilihanku” Jawab Long Guan penuh keyakinan. “Baiklah jika kamu sudah yakin, namun jangan salahkan aku jika tidak memperingatkan mu sebelumnya” Kata murid senior tersebut sambil memberikan salinan kitab-kitab tersebut.


“Waktumu hanya tiga minggu, jika telat mengembalikan maka kamu akan dihukum. Satu lagi, isi kitab ini dilarang disebar luaskan, hukumannya sangat serius. Sekte akan menghancurkan basis kultivasimu dan membuang mu” Murid senior tersebut menjelaskan dengan detail. “Terimakasih senior, aku mengerti” Ucap Long Guan yang kemudian berlalu meninggalkan perpustakaan.


Murid Senior yang bertugas menjaga Perpustakaan hanya menggeleng, tatapannya penuh rasa iba saat punggung Long Guan perlahan menjauh. "Aku tidak habis pikir tentang murid itu, meskipun ia dijuluki Murid Pecundang Sekte, tapi aku dapat melihat tekad dan bakatnya tidak biasa" Ucapnya sambil merapikan beberapa kitab.


Sementara Long Guan berjalan dengan sedikit tidak fokus, “Apa hubungan Leluhur Long Tian dengan Sekte Pedang Bintang, kenapa beberapa jurus tingkat tinggi memiliki hubungan, bahkan apa yang pernah diwariskan Leluhur Long seolah sengaja sebagai bekal aku ke Alam Spiritual” Ucap Long Guan dalam hatinya.


“Tidak! Jangan-jangan Leluhur sudah mengetahui jika aku akan ke Alam Spiritual?” Tanya Long Guan masih bingung menarik kesimpulan, karena berdasarkan ingatan yang ia dapatkan dari leluhurnya, tidak menyinggung Sekte Pedang Bintang sama sekali, bahkan Pengetahuan Alam Spiritual saja sangat terbatas.


Di tengah lamunannya Long Guan dikejutkan oleh suara sindiran dari sampingnya,


“Murid Pecundang tidak berguna!!” Ucap salah seorang Murid Dalam, dia adalah Li Gao. Murid Dalam dari Bukit Keempat, murid Tetua Wang Chunying. Dengan bakatnya sebagai ahli sihir dan jimat spiritual, ia memandang dan berkata dengan semena-mena kepada Long Guan.


“Aku tahu kalian hanya iri kepadaku, karena aku satu-satunya murid yang bisa tinggal di Bukit Utama dan mengelolanya. Kalian hanya iri dengan keberuntunganku, sehebat apapun bakatmu, kamu hanya anjing pesuruh di mataku!!”


Ucapan Long Guan sangat kasar, “Mulutmu sangat tajam!” Ucap Li Gao merasa martabatnya telah diinjak-injak oleh Long Guan. “Aku akan membuat perhitungan denganmu!” Ucap Li Gao dengan tatapan mengancam.


“Memangnya kenapa? Apa kamu pikir aku takut kepadamu? Bertarung ya bertarung saja, mati ya mati saja jika ingin mencari kematian” Ucap Long Guan melangkah cuek meninggalkan beberapa orang yang masih berdiri mematung.


Mereka tentu tidak dapat menghajar Long Guan di tempat terbuka seperti ini, “Baiklah, tunggu waktunya. Aku akan membuatmu menyesal!” Ucap Li Gao sambil mengepalkan tinjunya dengan keras.