
"Baik Ketua" jawab Xiao Jian dan yang lainnya dengan ekspresi senang.
"Akhirnya kami punya kesempatan untuk main-main. Terimakasih Ketua yang baik hati" ucap Xiao Jian lagi sambil tersenyum cerah.
Keempatnya langsung mengacungkan pedangnya ke udara, lalu menerjang penuh semangat menghabisi para pengkhianat Kota Shandian.
Sebagai petarung yang memiliki kekuatan puncak, Xiao Jian dan yang lainnya tidak mengalami kendala yang berarti. Bahkan setiap gerakan mereka berempat hanya seperti Dewa Perang yang berdiri di atas genangan darah.
Suara pedang beradu diiringi suara teriakan kematian bergema lalu menghilang seolah teredam ke dalam sebuah lubang yang tak berdasar.
Dalam waktu yang singkat keluarga Tie sebagai pemimpin keluarga terbesar di Kota Shandian langsung musnah di bawah gempuran kelompok Qiu Long.
Setelah memastikan Keluarga Tie musnah, keempatnya menyisir bangunan kediaman Patriark Tie Hong, mereka mengumpulkan sumberdaya berupa batu energi tingkat atas dan menengah yang sangat banyak. Selain itu batangan emas juga melimpah di gudang penyimpanan harta, keluarga Tie Hong adalah keluarga besar yang sudah lama mengakar di Kota Shandian jadi wajar jika kekayaannya melimpah.
Seusai mengumpulkan harta kekayaan keluarga Tie Hong, mereka berempat segera menuju kediaman Keluarga Lu. Mereka juga akan melakukan hal yang sama untuk melakukan pemusnahan.
Hanya anak-anak dan wanita yang dibiarkan selamat, namun mereka dilarang menggunakan nama keluarga tersebut kapanpun dan di manapun.
Ketiga Patriark yang tersisa juga langsung pamit untuk menuju markas Pasukan Gerbang Naga. Mereka benar-benar takut dengan ancaman Qiu Long. Bagi mereka ketegasan yang dimiliki oleh Qiu Long tidak dapat ditawar-tawar.
Sedangkan Qiu Long sendiri segera menuju kediamannya di Menara Tujuh Kebajikan, adapun mengenai kediaman Patriark Tie Hong seperti biasanya sudah ada pasukan Gerbang Naga yang akan membereskan.
Pada saat bersamaan di sebuah kedai makan, tampak dua orang sedang menikmati hidangan khas Kota Shandian. Wen Cheng dan Tang Fei adalah dua orang dari pasukan Gerbang Naga Kota Leiyu. Mereka berdua dan juga Shun Long adalah anak buah langsung Wang Long.
Kedatangan mereka berdasarkan atas perintah dari Wang Long untuk menjalin kerjasama dengan lima keluarga besar dalam menyusun rencana membunuh Qiu Long. Sebelumnya mereka akan melakukan kerjasama demi menghadapi Qiu Long dan membuatnya terpojok di Kota Shandian.
"Tampaknya Kota ini tidak banyak berubah sejak lima tahun yang lalu" ucap Wen Cheng kepada Tang Fei.
"Sepertinya memang begitu, sepanjang perjalananku memang tidak banyak yang berubah" ucap Tang Fei mengamini perkataan rekannya.
Pada saat ini suasana kedai makan tersebut mulai ramai pengunjung, satu persatu maupun berkelompok mulai berdatangan untuk sekedar berbincang dan bertukar informasi. Obrolan mereka tiba-tiba mengarah kepada kehebohan yang baru saja terjadi di kediaman Patriark Tie Hong.
"Apakah kalian sudah mendengar kabar tewasnya Patriark Tie Hong dan Patriark Lu Bing?"
"Ku dengar juga seperti itu, kejadiannya masih hangat. Bahkan keluarga Lu juga akan menjadi target kedua setelah keluarga Tie"
"Sepertinya Kota Shandian akan mengalami transformasi perubahan setelah semakin berkuasanya Pasukan Gerbang Naga"
Satu persatu mereka mulai membicarakan peristiwa pemusnahan keluarga besar. Kabar tewasnya Patriark Tie Hong dan Patriark Lu Bing oleh Dewa Perang Kota Shandian, menghiasi perbincangan di beberapa meja makan.
Mendengar pembicaraan dari beberapa orang tersebut, Wen Cheng dan Tang Fei terkejut bukan main. Baru saja mereka akan menemui Patriark dari lima keluarga besar namun sudah keduluan oleh Qiu Long.
"Apa yang dikhawatirkan oleh Ketua ternyata memang benar. Pertumbuhan orang itu sangat mengerikan" ucap Tang Fei dengan nada cemas.
"Sebaiknya kita harus segera kembali ke Kota Leiyu untuk melaporkan perkembangan situasi ini" ucap Tang Fei kembali.
"Tunggu dulu, sebaiknya jangan tergesa-gesa. Kita harus pastikan dahulu perkembangan Kota Shandian hingga esok hari. Aku ingin lihat apakah ada pergolakan besar dari pihak yang lainnya terkait tewasnya dua orang tersebut" ucap Wen Cheng sambil berpikir jernih.
"Baiklah jika begitu, aku juga ingin menikmati beberapa wanita di Kota ini" sahut Tang Fei dengan senyum lebar.
Wen Cheng tidak menanggapi ucapan rekannya tersebut. Ia sudah hafal dengan tabiat Tang Fei maupun Shun Long saat menjalankan tugas. Keduanya selalu saja membicarakan dan melakukan kesenangan sesaat dalam menjalankan setiap misi. Wanita adalah salah satu hiburan tersendiri bagi mereka dalam menyalurkan hasratnya.
"Sayang kali ini Shun Long tidak ikut, jika dia ikut pasti dia akan bermain wanita lebih banyak dariku" ujar Fang Fei dengan senyuman lebar.
"Aku juga tidak mengerti mengapa ia tidak ikut, seperti apa yang ia katakan sebelumnya, ada urusan yang tidak bisa ia tinggal" ungkap Wen Cheng sambil menyesap minumannya.
Kedatangan Wen Cheng dan Tang Fei ke Kota Shandian tidak ada yang mengetahuinya. Sebagai anggota Gerbang Naga, mereka juga memiliki akses rahasia saat menuju kota tertentu.
Hari masih siang saat keduanya menikmati beberapa hidangan di rumah makan tersebut, sambil menguping dari beberapa tamu yang datang dan pergi, mereka mulai menyaring informasi dengan bijak.
Di kediaman Keluarga Lu Bing, empat sahabat Qiu Long tengah melakukan tugasnya dengan mudah. Setelah Patriark Lu Bing tewas di tangan Qiu Long, tidak ada lagi pendekar Tingkat Dewa yang melindungi keluarga Lu. Kebanyakan dari mereka berada pada ranah Pendekar Pemula dan Tingkat Menengah. Sedangkan yang berada pada ranah Puncak sudah tewas saat di kediaman Tie Hong dan Paviliun pendosa.
Tanpa butuh waktu yang lama akhirnya keluarga Lu menyusul keluarga Tie, namanya terhapus dalam lingkaran Kota Shandian. Setelah menyelesaikan tugasnya Xiao Jian, Yong Rui, Zi Hao, serta Wei Sheng segera memeriksa ruang penyimpanan harta Karun keluarga Lu. Meskipun tidak sebanyak hasil dari Keluarga Tie, namun hasil penyimpanan keluarga Lu tidak bisa dibilang sedikit.
Biasanya mereka tidak ikut menguras gudang penyimpanan, namun mereka tertarik dengan rencana Qiu Long yang ingin membesarkan orang-orang di menara tujuh kebajikan. Untuk menjalankan rencana tersebut maka diperlukan sumberdaya yang tidak sedikit.
"Kita seperti perampok di siang hari saja" gurau Yong Rui kepada yang lainnya.
"Entahlah, namun merampok dari para pengkhianat sepertinya adalah kebaikan" sahut Zi Hao dengan cuek.
"Sudahlah, cepat bergerak sebelum tempat ini menjadi ramai'" ujar Xiao Jian mengingatkan kawan-kawannya.
Dalam sekejap mereka bergerak bagai pasukan pembersih yang mengambil barang-barang berharga untuk mereka gunakan di kemudian hari. Setelah melakukan hal tersebut mereka segera pergi dengan cepat tanpa ada yang berani mempertanyakan tentang aksi mereka.