Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Memurnikan Pil Spiritual


Tanpa ragu ia segera memetik tumbuhan herbal yang akan ia gunakan untuk membuat beberapa jenis Pil sepulang dari sini. Tetua Ang Bei hanya tersenyum licik melihat Long Guan, ini adalah bagian dari rencananya untuk menjadikan Long Guan sebagai penerus ilmu berpedangnya.


Dirasa sudah cukup, Long Guan kembali menghampiri Tetua Ang dengan ekspresi gembira. “Tetua, maafkan aku yang terlalu bersemangat hingga hampir menghabiskan koleksi herbal Tetua” Ucap long Guan sedikit menyesal. “Kamu tidak usah khawatir, aku akan sangat senang jika tumbuhan tersebut bisa berguna” Ucap Ang Bei dengan senyum ringan.


Ia lalu menyerahkan Pedang Biru ke tangan Long Guan, Pedang Ini adalah Pedang istimewa yang telah lama menemani guruku dalam membawa Sekte Pedang Bintang menjadi Sekte terkuat di Alam Spiritual. Bahkan Han Zao tidak memenuhi syarat untuk menggunakan pedang ini.


Takdir pedang tidak akan salah memilih untuk menentukan tuannya” Ucap Tetua Ang Bei sambil menatap langit. “Terimakasih Tetua atas segala kebaikan Tetua, di masa depan kelak aku akan sering ke tempat ini untuk meminta petunjuk” Ucap Long Guan tulus.


Lalu ia mohon izin pamit untuk kembali pulang ke Bukit Kelima. “Baiklah dan berhati-hatilah” Tetua Ang Bei yang terkenal dingin dan angkuh kini bersikap hangat di hadapan Long Guan.


Mengangkat tangan kanannya, seberkas lubang energi berwarna ungu muncul di hadapan mereka, sambil menangkupkan kedua tangannya Long Guan pamit dan menghilang bersama portal teleportasi tersebut.


“Apa?”


“Apakah usiaku sudah tua sehingga bisa rabun?”


Ucap Tetua Ang Bei melihat portal teleportasi yang terbentuk melalui energi murni tubuh long Guan. “Benar-benar surga berpihak pada Sekte Pedang Bintang” Gumam Tetua Ang Bei dengan mata berbinar.


Sinar matahari mulai meredup, Long Guan baru saja tiba di Bukit Kelima. Wajah cantik kakak beradik menyambutnya, Long Guan menelan ludah melihat dua keindahan tengah memandangnya.


"Bisakah kalian tidak menatapku seperti demikian? aku masih laki-laki normal" Ucap Long Guan. "Hahaha.. Kupikir kamu bukan pria sejati" Balas Yu Nuan sambil tersenyum lebar.


Sementara Yu Nuwa hanya menutup mulutnya dengan gerakan imutnya. Long Guan segera menuntun mereka menuju aula alkimia, rencananya Long Guan akan membentuk Pil Spiritual, yang sebelumnya bernama Pil Semesta. Hal ini dikarenakan ada beberapa bahan yang berbeda serta kandungan yang berbeda pula.


Setelah semua bahan disiapkan dan dibersihkan oleh Yu Nuan dan Yu Nuwa, ia duduk sila di depan Tungku Pil sambil mengaktifkan Api Abadi dari dalam tubuhnya. Dalam sekejap api berwarna ungu sudah membungkus Tungku Pil, lalu Long Guan memasukkan beberapa jenis bahan herbal seperti Ginseng, daun Gotu Kola, Bunga Astragalus serta Jamur Lingzhi.


Setelah beberapa saat kotoran dan racun yang terkandung dalam bahan herbal tersebut dipisahkan, menyisakan esensi yang mengandung manfaat untuk selanjutnya dipadatkan menjadi Pil.


Saat seperti ini adalah saat yang paling krusial, kemampuan dalam pengendalian api sangat dibutuhkan, api yang terlalu besar maka akan menyebabkan Pil gosong, api yang kecil juga menyebabkan Pil sulit dibentuk serta akan kehilangan khasiatnya.


Setelah pemurnian hampir selesai Long Guan memasukkan bunga Anggrek Emas ke dalam tungku sebagai bahan utama untuk mengikat khasiat dan menyempurnakan kualitas Pil. Adegan demi adegan membuat Yu Nuan makin terpesona dengan keterampilan Long Guan, "Bakat alkemisnya sangat luar biasa"


Decak penuh kagum Yu Nuan saat menatap Long Guan. Yu Nuan dan Yu Nuwa hampir saja menggila menyaksikan Api Abadi dari dalam tubuh Long Guan, dalam pemahamannya Api Abadi hanya dimiliki oleh Grandmaster Alkemis.


Di Alam Spiritual hanya ada seorang Tetua dari Sekte Puncak Abadi yang memiliki jenis api tersebut, kedudukannya di dunia alkemis sangat disegani, Pil buatannya sangat berkualitas, sebab itu pula Sekte Puncak Abadi menjadi Sekte terkuat. Melihat bakat Long Guan, jangankan dirinya bahkan 1000 wanita akan rela mengantri untuk menjadi wanitanya.


"Selesai"


Setelah memegang dan melihat secara lebih jelas, Long Guan tersenyum puas. Ia memasukkan 8 butir Pil Spiritual ke dalam sebuah botol. Dua butir sisanya ia berikan kepada Yu Nuan dan Yu Nuwa masing-masing satu butir.


"Kalian cobalah Pil Spiritual ini dan rasakan manfaatnya" Baru saja Long Guan akan melanjutkan ucapannya, Yu Nuan dan Yu Nuwa sudah menelan Pil tersebut bersamaan, mereka sudah tidak sabar ingin menerobos.


Semenjak masuk Ke Sekte Pedang Bintang kekuatan mereka berada pada setengah langkah Semesta. Namun setelah menerobos ke tahap Semesta Tingkat Pertama, kemampuan kultivasinya menjadi macet. Hal ini tidak hanya dialami oleh dirinya namun juga ratusan murid yang kini bergabung dengan Bukit Kelima.


"Eh.. Dasar gadis bodoh!"


Long Guan tidak menyangka mereka akan melakukannya di sini. Ke dua gadis di depannya sudah mengambil posisi duduk bersila, aliran energi yang sangat besar menyembur dari Pil Spiritual yang baru saja mereka telan.


Setelah beberapa saat, aura dalam tubuh kedua wanita itu semakin meningkat seiring efek Pil yang mulai terserap. Namun setelah beberapa saat, keringat dingin keluar dari sekujur tubuh kedua wanita tersebut, perhatian Long Guan menjadi terganggu melihat ekspresi keduanya.


"Apa ada yang salah?"


Tanya Long Guan dalam hati, saat melihat wajah cantik Yu Nuan berubah menjadi pucat, dahinya terus meneteskan keringat dingin, tubuhnya bergetar serta ekspresi wajah seperti menahan kesakitan.


"Ah, Sial!"


Umpat Long Guan dalam hati. Ia segera memahami kondisi ini, ada sumbatan energi di dalam titik Meridian mereka. Tanpa pikir panjang ia menghampiri dan duduk sila dihadapan kedua kakak beradik itu.


Long Guan mengulurkan masing-masing telapak tangannya dan menempelkan ke dada mereka untuk menyalurkan energi spiritual. Pemandangan ini sedikit canggung, namun hanya jalan ini yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan mereka.


Setelah beberapa saat, energi Qi yang kacau tak beraturan menjadi stabil. Dorongan tenaga dalam dari Long Guan mampu menyingkirkan sumbatan jalur energi mereka.


"Dhuar!"


"Dhuar!


Terdengar suara ledakan teredam menandakan mereka mengalami kenaikan kultivasi dua tahap sekaligus!


Setelah dirasa semuanya sudah normal, Long Guan kembali menarik tangannya.


Yu Nuan dan Yu Nuwa membuka matanya, merasakan energi Qi yang sangat besar di dalam tubuhnya, mereka berdua saling tatap dan tersenyum puas.


"Terimakasih berkat bantuan Saudara Guan, kami berhasil naik ranah" Ucap kedua kakak beradik tersebut bersamaan. "Bagaimana kondisi tubuh kalian" Tanya Long Guan sedikit khawatir.