Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Gunung Lima Jari


Sore harinya Long Guan tiba di kediamannya, ia masih melihat murid-murid yang sedang beristirahat tampak kelelahan.


Namun, ekspresi mereka terlihat penuh antusias untuk melanjutkan latihan, apalagi tanpa sepengetahuan Long Guan, Yu Nuan dan Yu Nuwa menceritakan perihal pengorbanan Long Guan yang menggunakan harta pribadinya demi mendatangkan peralatan latihan tersebut.


Ketulusan Long Guan membuat mereka sangat terharu, seseorang yang tidak mereka kenal memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada mereka. Selain rasa malu, tentu mereka tidak akan menyia-nyiakan kebaikan Long Guan. Mereka telah bersumpah setia kepada Bukit Kelima di bawah pengaturan Long Guan.


Pada malam harinya, Long Guan membuka tiga Kitab yang ia pinjam dari Perpustakaan siang tadi, ia fokus pada teknik Pecahan Seribu Pedang.


Secara seksama ia membacanya, setelah beberapa jam membaca, ia mencoba mengintegrasikan antara tulisan dan pemahamannya. Dengan pedang di tangan, ia mulai mempraktekkan tiap gerakan dengan lancar.


Teknik Pecahan Seribu Pedang memiliki dasar yang sama dengan Teknik Tebasan Meteor, halus namun sangat kuat efek serangannya, dengan Teknik Sempurna Jurus Pecahan Seribu Pedang, ia yakin Jurus ini akan sangat mematikan.


Apabila dikombinasikan dengan kemampuan Jiwa Pedang yang selama ini ia kuasai, bisa dibilang saat ini ia sedang menyempurnakan Teknik berpedang sebelumnya.


Setelah dirasa tidak ada kesalahan, Long Guan duduk di sebuah batu besar yang berada di halaman rumahnya, sambil menghirup napas dalam-dalam ia menstabilkan tenaga dalamnya.


Saat ini Long Guan sedang berpikir untuk mengumpulkan ramuan untuk membuat Pil Penambah Energi dan Pil Matahari, "Aku harus segera mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat Pil" Gumam Long Guan sambil memandang Gunung Lima Jari penuh semangat.


"Besok pagi-pagi sekali aku akan berangkat ke Gunung Lima Jari!" Long Guan segera mengambil keputusan.


Keesokan Paginya


"Tetua, Murid Pecundang itu baru saja meninggalkan Bukit Kelima dan menuju Gunung Lima Jari" Seorang Murid Dalam melaporkan dengan hormat.


"Apa yang dilakukan oleh Pecundang itu di Gunung Lima Jari?" Tetua Xuemien mengelus janggut tipisnya, tatapan matanya sinis. Ia sudah berjanji kepada kakaknya yang merupakan ayah Wang Cao untuk menghabisi Long Guan.


Tidak peduli apa yang akan dilakukan oleh pecundang itu, sama saja dengan mencari mati. Tangan Tetua Xuemien mengeluarkan sebuah benda dari dalam sakunya, "Bawalah beberapa orang murid yang setingkat dengan mu ke Gunung Lima Jari, gunakan jimat ini untuk membunuh pecundang itu!" Ucap Tetua Wang dengan tatapan mata yang ganas.


"Baik Tetua" Jawab murid tersebut setelah mengambil sebuah jimat pembunuh dari tangan Tetua Wang Xuemien, lalu membalikkan badannya dan segera pergi meninggalkan kediaman pribadi Tetua Wang.


Beberapa saat kemudian, Long Guan tiba di Gunung Lima Jari. Ia merasakan udara pagi yang begitu sejuk, sinar matahari tidak bisa masuk sepenuhnya karena terhalangi daun-daun yang rimbun, pohon-pohon kuno tinggi menjulang menghiasi perjalanannya.


Setelah memasuki area yang cukup dalam, Long Guan mulai menemukan beberapa pohon ramuan herbal yang ia butuhkan, dengan cekatan ia mengumpulkan bahan-bahan tersebut.


Karena asyiknya, Long Guan tidak menyadari dirinya tiba di batas wilayah yang sudah ditetapkan, saat ini ia terpesona oleh pemandangan danau yang memiliki sumber air sangat jernih. Ia memandang sekitarnya dan menemukan sebuah pohon Anggrek Emas, "Ternyata keberuntunganku cukup bagus, ini adalah herbal yang sangat berkhasiat" pikirnya.


Tanpa ragu ia menjulurkan tangannya untuk memetik beberapa pohon Anggrek Emas yang tumbuh subur di sisi danau, tiba-tiba aura mengancam dapat ia rasakan dalam jarak yang dekat.


Kawanan serigala berbulu perak tengah menatapnya dengan tatapan garang. Mulutnya mengeluarkan liur, memandang Long Guan penuh minat.


Mengahadapi situasi ini, Long Guan mundur beberapa langkah secara perlahan, dengan instingnya ia segera mengeluarkan pedang biru dari dalam ruang cincin penyimpanannya.


"Aura binatang spiritual ini sangat kuat, hampir setara dengan pendekar Semesta Tingkat Keempat!" Ucap Long Guan dalam hati.


Kawanan serigala perak yang hendak minum di pinggir danau segera mengelilingi Long Guan. Di bawah tekanan serigala perak, Long Guan tidak takut sama sekali. Meskipun ia tidak yakin untuk menang, namun setidaknya ia masih memiliki cara untuk menyelamatkan diri.


"Errggghh"


"Errggghh"


"Errggghh"


Suara serigala perak semakin mendekat, melompat dan menerkam Long Guan. Dengan lincah Long Guan menghindar dengan menggunakan jurus seribu bayangan, kakinya bergeser selangkah dan pinggangnya berputar 90 derajat, dengan cepat ia menebas ke leher serigala tersebut yang tak sempat melakukan serangan balik.


Dengan Teknik Pedang Pembunuh Iblis, ia melakukan sabetan sempurna dan berhasil memisahkan kepala seekor serigala perak dari tubuhnya. "Pedang ini sangat luar biasa" Pikir Long Guan dalam hatinya.


Tanpa menunda waktu, dengan semangat bertarungnya. Gerakannya yang sangat cepat dan kuat berhasil membunuh kelompok serigala perak yang berjumlah 7 ekor.


Napas Long Guan terengah-engah, energi Qi dalam tubuhnya terkuras sangat banyak, namun ia dapat merasakan bahaya yang mengancam tengah menuju ke arahnya. Tanpa membuang waktu, Long Guan segera memanen bunga Anggrek Emas dan segera memasukkannya ke dalam ruang cincin penyimpanan.


Baru saja ia hendak melangkah pergi, lima orang berjubah hitam dengan topeng penutup wajah menghadangnya. "Mau kemana kau Pecundang!" Ucap salah seorang dari mereka dengan nada menghina.


Awalnya mereka tidak menduga Long Guan berhasil selamat dari serangan kelompok serigala perak, namun melihat Long Guan yang kelelahan mereka segera berinisiatif untuk menghabisinya.


Mendengar ucapan salah seorang pria bertopeng, Long Guan tidak marah. Ia yakin ini adalah perbuatan murid Sekte yang tidak menyukainya, "Aku tidak menyangka, kalian para anjing Tetua Wang mengejar aku sampai ke tempat ini" Ucap Long Guan dengan suara yang cukup keras sambil melirik beberapa titik untuk melarikan diri.


"Hahaha.. Dasar Murid Pecundang, tamat riwayatmu kini" Ucap Murid tersebut lalu sambil mencibir ia berkata, "Kau tidak akan bisa kabur, jadi jangan mencoba melarikan diri." Saat ini Long Guan dengan nalurinya, dapat merasakan kekuatan yang menakutkan semakin dekat.


"Ggrrrr! .. Ggrrr! "


Tiba-tiba dari belakang kelima pemuda bertopeng tersebut muncul seekor binatang buas menyerupai serigala dengan tinggi sekitar 3 Meter dengan panjang 5 Meter serta memiliki bulu berwarna perak dengan lingkaran leher berwarna emas.


"Itu adalah Raja Serigala Perak!!"


Ucap salah seorang dari mereka penuh ketakutan. "Satu pukulannya saja sudah dapat membuat batu besar hancur berkeping-keping!!"


Sementara Long Guan sudah mulai menggerakkan kakinya, melompat dengan sangat cepat diantara dahan pohon ke satu ke dahan pohon lainnya.


Ia menggunakan sisa energinya untuk menyelamatkan diri. Sementara itu tatapan penuh kebencian jatuh ke punggung Long Guan saat ia berhasil kabur, lima pria berjubah hitam tersebut bukanlah lawan Raja Serigala Hitam, mereka menjadi bulan-bulanan hewan buas tersebut.


Salah seorang diantaranya memanfaatkan kawan-kawannya untuk bersiap melarikan diri. Ia mengeluarkan sesuatu benda, berupa jimat pembunuh untuk mengalihkan perhatian binatang spiritual tersebut.


Dengan susah payah dan beberapa anggota tubuhnya terluka, ia berhasil melarikan diri. Namun sial bagi teman-temannya, mereka semua tewas sangat mengenaskan dan menjadi santapan binatang buas tersebut. Tanpa menoleh ke belakang, pria bertopeng tersebut lari menjauh ke arah Gunung Empat Dewa, tempat Sekte Pedang Bintang berada.