
Saat Patriark Long dan Long Guan sedang berbincang, tiba-tiba terdengar langkah kaki menghampiri mereka.
"Hormat Patriark Long, mohon maaf mengganggu" Ucap kepala pelayan sambil membungkuk ke arah Patriark.
"Ada apa Hong?" Tanya Patriark Long kepada Long Hong.
"Izin menyampaikan, bahwa di Aula pertemuan kita kedatangan tamu dari keluarga Shu, selain Tetua Shu Feng hadir pula putrinya yang bernama Shu Mingyu" Jawab kepala pelayan Long dengan nada hormat.
"Baiklah, aku akan menjumpai mereka".
" Guan'er, kamu ikutlah kakek menemui calon ayah mertuamu" Ucap Patriark Long kepada Long Guan sambil tersenyum ringan.
Menanggapi ajakan kakeknya, Long Guan mengangguk pelan, walau bagaimanapun ia merasa senang akan bertemu dengan Shu Mingyu. Kemudian mereka bertiga berjalan menuju aula pertemuan, di dalam pikiran Long Guan kembali mengingat terakhir kali bertemu dengan tunangannya yang memang cantik itu, namun di hati kecil Long Guan masih timbul keraguan terkait kekuatannya yang jauh dari harapan banyak orang. Tak berapa lama pun mereka tiba di aula pertemuan.
"Salam Patriark, semoga Patriark senantiasa sehat dan panjang umur" Ucap kompak anggota keluarga Long beserta Shu Feng sambil menangkupkan tangannya.
"Terimakasih semuanya" Balas Patriark Long.
"Tetua Shu, kabar baik apa yang membawa mu berkunjung"? Patriark Long sambil tersenyum cerah.
Perlahan Patriark Long memperhatikan ke arah sosok seseorang yang berdiri di belakang Shu Feng, lalu melanjutkan perkataannya.
"Tampaknya keluarga Shu sudah tidak sabar ingin berbesan kepada keluarga Long, hahaha.. " Ucap Patriark Long diikuti tawa ringannya.
Di sisi lain, nampak wajah Long Guan yang sedikit memerah menahan malu mendengar ucapan kakeknya. Sementara ekspresi Shu Mingyu nampak tersenyum datar.
"Patriark Long sungguh baik dan bijaksana, adalah suatu berkah yang sangat besar apabila keluarga Shu kami yang kecil ini bisa menjalin ikatan keluarga dengan keluarga Long". ucap Shu Feng dengan nada yang sopan.
"Adapun maksud kedatangan kami adalah jika berkenan maka kami ingin menitipkan Shu Mingyu di keluarga Long, hal ini bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan kedua keluarga, selain itu perjalanan kami masih berlanjut ke Ibukota kerajaan, ada beberapa urusan bisnis yang perlu diselesaikan di sana, hal ini juga memakan waktu yang tidak sebentar. Kami khawatir jika meninggalkan Shu Mingyu terlalu lama" sambung Shu Feng menjelaskan maksud kedatangannya.
Mendengar hal ini Patriark Long berpikir sejenak, lalu berkata.
"Hmmph.. Sepertinya tidak masalah, meskipun perjodohan mereka belum dilakukan secara resmi namun mengingat usia mereka yang baru menginjak 15 Tahun tidak salah juga untuk saling mengenal terlebih dahulu" gumam Patriark Long dalam hati.
"Baiklah, kebetulan kami juga memiliki beberapa kamar yang kosong. Tidak masalah jika Shu Mingyu ingin tinggal di sini untuk beberapa saat. Ia juga bisa sambil belajar beladiri bersama anak anak dari keluarga Long lainnya" Jawab Patriark Long dengan nada yang meyakinkan.
Sebenarnya hubungan keluarga Long dengan keluarga Shu Feng memang berjalan baik. Apalagi Long Fan ayahnya Long Guan pernah menyelamatkan keluarga Shu dari ancaman pembunuhan. Saat itu keluarga Shu sedang diserang oleh sekelompok pembunuh bayaran topeng hantu, jika saja saat itu Long Fan tidak kebetulan sedang berada di sana maka sudah dipastikan keluarga Shu akan musnah. Hal ini pula yang menyebabkan Shu Feng ingin menjodohkan putrinya kepada Long Guan sebagai balas budi.
Tanpa ada yang menyadari, dua pasang mata saling memandang. Long Huan memandang Shu Mingyu dengan penuh kekaguman, selain memiliki wajah cantik Shu Mingyu juga memiliki tubuh yang ideal, lekukan tubuhnya juga nampak begitu mempesona diusianya yang masih remaja.
Long Guan hanyalah seekor semut jika dibandingkan dengan Long Huan. Tentu Shu Mingyu bisa berpikir logis, ia tidak pernah memikirkan hal apa yang terjadi ke depannya kelak, yang ia pikirkan hanyalah kepentingan sesaat di depan mata.
Setelah perbincangan santai dan penuh kehangatan, Shu Feng beranjak pamit dari kediaman keluarga Long. Adapun Shu Mingyu tetap tinggal di kediaman keluarga Long.
Hari masih sore, namun senja belum memanggil mentari untuk menyapa malam. Hal ini dimanfaatkan Long Guan untuk berkeliling di manor kediaman keluarga Long bersama Shu Mingyu.
Tampak wajah penuh semangat Long Guan, tak sedikit tatapan anggota keluarga Long yang mencibir ke arah mereka. Hingga mereka berdua duduk dan berbincang di taman keluarga Long, terlihat bunga lili yang mulai merekah sempurna menghiasi indahnya taman tersebut.
"Nona Shu, apakah kamu merasa nyaman tinggal di sini? " Tanya Long Guan yang sedari tadi melihat Shu Mingyu terdiam.
"Aku mulai terbiasa dengan suasana di sini, sikap keluarga Long terhadapku juga sangat baik, tentunya aku merasa baik-baik saja" Ungkap Shu Mingyu sambil memperhatikan wajah Long Guan.
"Meskipun terlihat tampan, ia tetaplah orang yang tidak berguna, bahkan keadaan tubuhnya yang menderita luka dalam juga bukanlah rahasia di Kota Awan" gumam Shu Mingyu dalam hati.
"Baguslah jika begitu, jika Nona Shu merasa nyaman akupun ikut senang. Mengenai rencana perjodohan kita, bagaimana menurut pendapatmu?" Tanya Long Guan dengan antusias.
"Hmmph.. Itu ya. Sebenarnya aku masih belum berpikiran ke arah sana, aku masih ingin mengembangkan diri" Jawab Shu Mingyu dengan hati-hati.
Mendengar jawaban tersebut Long Guan tersenyum getir. Siapapun lelaki normal pasti ingin memiliki gadis seperti Shu Mingyu, namun Long Guan juga bukan orang bodoh. Ia bisa menebak jawaban tersebut pasti terkait kondisi tubuh Long Guan yang tidak berguna.
Kemudian Long Guan berkata kepada Shu Mingyu.
"Nona Shu, aku akan berusaha meyakinkan dirimu bahwa aku akan berkembang menjadi Seniman beladiri di kemudian hari, aku akan melindungi dirimu dan selalu menjagamu dengan sepenuh hatiku".
Namun Shu Mingyu menanggapinya dengan cuek, dalam hatinya ia bergumam.
"Mimpi saja sana, walaupun keluarga Shu berhutang budi pada ayahmu. Namun aku juga bukan wanita bodoh untuk bisa menerima sampah menjadi suamiku".
Kemudian dengan santai ia berkata kepada Long Guan.
"Aku salut pada tekad besar mu tuan Long, tidak banyak pemuda yang berpikiran seperti anda. Sebagai keturunan keluarga besar Long, tentunya anda memiliki sumberdaya berlimpah. Namun kondisi fisikmu yang cedera, aku rasa apa yang anda sampaikan kepadaku hanya isapan jempol belaka".
Lau Shu Mingyu dengan penuh penekanan melanjutkan ucapannya.
"Aku hanya wanita biasa, di kehidupan yang keras ini keluarga dengan kekuatan absolut dibutuhkan untuk menjadi yang terkuat, yang lemah hanya akan ditindas dan menjadi benalu. Tentunya anda mengerti dengan apa yang aku sampaikan".
Ucapan Shu Mingyu jelas meremehkan, Long Guan tampak berkaca-kaca mendengar ucapannya. Jelas kekecewaan nampak di wajah Long Guan, ini kali keduanya dalam hari yang sama ia diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.