
Kereta kuda yang mereka naiki kembali melaju menuju pelataran keluarga Hung yang semakin rapi.
Long Guan tiba tepat di kediaman pribadinya, ia merasakan keberadaan istrinya di dalam kediamannya.
Di sisi lain, Long Guan juga dapat merasakan kehadiran gurunya, Hung Fei yang berada di ruang utama keluarga Hung. Long Guan sengaja tidak mau mengganggu suasana kebahagiaan keluarga Hung, ia lebih memilih untuk menjumpai istrinya terlebih dahulu.
Saat melihat pria dengan tampilan sedikit berbeda membuat Hung Yin terpana sejenak, sebelum akhirnya ia memeluk suaminya tersebut.
" Gege, apa yang terjadi padamu?" tanya Hung Yin sambil menyentuh wajah suaminya dengan lembut.
Di sebelahnya, tampak Xie Annchi dengan ekspresi menahan cemburu.
"Aku baik-baik saja" jawab Long Guan dengan senyuman.
"Lalu siapa yang ikut bersamamu?" ucap Hung Yin dengan ekspresi penuh tanya.
"Dia adalah wanita yang pernah aku ceritakan padamu" jawab Long Guan dengan jujur.
"Cantik sekali, pantas saja gege mengejarnya sampai melintasi dua alam" ujar Hung Yin sambil melepas pelukannya. Ia berjalan menuju Xie Annchi lalu meraih tangannya.
"Kakak Xie, maafkan aku telah merebut kekasihmu" ucap Hung Yin dengan ekspresi yang tulus. Ia merasa bersalah telah menikah dengan Long Guan dengan cara yang sebelumnya ia sesali.
"Tidak apa-apa, semua sudah terjadi. Hanya saja sepertinya kita harus keras terhadapnya, jangan sampai ada wanita lain lagi diantara kita" ucap Xie Annchi sambil memukul bahu Long Guan dengan ringan.
"Iya kak, aku berjanji untuk mengawasinya dengan baik" ucap Hung Yin sambil menahan tawa.
Hung Yin tidak mengira jika sikap Xie Annchi begitu terbuka, ia tidak marah sama sekali. Hal ini tentu saja membuat Hung Yin lebih menghormati Xie Annchi.
Ketika dia wanita yang di dekat Long Guan berkata seperti itu, wajah Long Guan terlihat berubah. Ia tidak takut menghadapi lawan yang tangguh, namun untuk menghadapi wanita ia tampak tertekan.
"Kalian para wanita memang aneh" ucap Long Guan pelan.
"Apa kamu bilang? coba katakan lagi" ucap Xie Annchi sambil memelototi Long Guan.
"Sudah untung gege memiliki tiga wanita, dan kamipun tidak merasa keberatan" ucap Xie Annchi lagi sambil mencubit lengan Long Guan.
"Sudah.. sudah.. Sebaiknya kita makan saja dulu, kebetulan aku baru saja selesai masak" ucap Hung Yin lalu meraih tangan suaminya dan Xie Annchi untuk membawanya menuju ruang makan.
Diantara ketiga wanita Long Guan hanya Hung Yin yang tidak terlalu menyukai kultivasi. Kesehariannya lebih banyak ia gunakan untuk belajar memasak dan mengurus rumah. Semenjak ia menikah, jiwa manjanya sebagai putri bangsawan ia tinggalkan. Ia cukup senang bisa memiliki suami seperti Long Guan saat ini, baginya sisa hidupnya hanya untuk keluarga, membesarkan anak-anak serta mendidiknya.
"Gege, apakah gege sudah mengetahui akan kepulangan paman Hung Fei?" tanya Hung Yin kepada Long Guan.
"Sudah, kami sudah bertemu di Alun-alun Sekte Puncak Abadi sesaat selesai kompetisi antar Sekte" jawab Long Guan dengan jujur.
"Baguslah jika begitu, jadi kita tidak perlu terburu-buru" ucap Hung Yin dengan tenang.
Pada saat yang bersamaan, di Sekte Pedang Bintang kini telah terjadi kehebohan yang sangat besar. Kepulangan Penatua Han Zao beserta sembilan orang murid telah mengejutkan semua orang.
Murid-murid yang berada di enam bukit, kini dikumpulkan menjadi satu di alun-alun utama Sekte Pedang Bintang. Berdiri di depan mereka Penatua Agung Han Zao dan Penatua Agung Ang Bei.
Namun pada saat ini yang membuat para murid terheran-heran adalah keberadaan Liu Xianzhong dan teman-temannya. Mereka semua adalah murid-murid yang ikut serta dalam kompetisi antar sekte di Puncak Abadi.
Delapan orang murid memiliki kekuatan Surgawi tahap menengah, sedangkan Liu Xianzhong sudah berada pada tahap Keabadian. Pemandangan ini jelas sudah dibatas kewajaran. Kekuatan seorang murid itu saja sudah setara dengan pimpinan Sekte Pedang Bintang saat ini, jika di luar mereka sudah bisa membangun kekuatan keluarga besar atau memiliki sekte sendiri.
Hanya Long Guan yang tidak terlihat pada kesempatan ini, belum ada konfirmasi tentang ketidakhadirannya. Sementara di antara kelompok Liu Xianzhong sudah ditekankan jika posisi dan status Long Guan tidak boleh tersebar luas untuk sementara.
"Hari ini ada hal yang ingin aku sampaikan, semua ini terkait terbukanya rahasia Alam Spiritual yang baru saja terjadi" ucap Penatua Han Zao memulai pidato pembukanya.
Beberapa kata ini, langsung membuat murid-murid menjadi tercengang. Sebagian mereka sudah mengetahui tentang sejarah yang tabu itu. Namun kini, Penatua Agung menyampaikannya dengan tenang.
Ketua Sekte Chan Fan dan dua orang Tetua, ikut mendengarkan dengan serius. Kekuatan mereka kini jelas tertinggal oleh sembilan murid yang baru saja pulang dari Gunung Abadi.
"Perubahan besar-besaran akan terjadi. Kalian bersiaplah menghadapinya. Seperti yang kalian ketahui baru-baru ini terkait serangan dan pengkhianatan dari beberapa orang petinggi sekte, maka Sekte Pedang Bintang akan mengadakan evaluasi besar-besaran untuk mencegah timbulnya masalah yang lebih besar" Penatua Agung Han Zao masih dengan tenang dan serius menyampaikan pidatonya.
"Jika ada diantara kalian yang terlibat dengan Sekte Kegelapan maka bertobatlah dan hubungi para Tetua, dan jika ada yang mengetahuinya maka segera laporkan. Ini adalah masalah serius yang harus diselesaikan" pungkas Penatua Han Zao saat menutup pidatonya.
Menurut pembicaraan rahasia dengan Long Guan, Sekte Pedang Bintang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga Alam Spiritual. Setelah kerusakan Sekte Puncak Abadi sebagai Sekte terkuat maka tugas selanjutnya akan diemban oleh Sekte Pedang Bintang.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kondisi internal Sekte mesti dibenahi dengan benar.
Adapun Chan Fan adalah orang yang paling berbahagia, berita tentang keberhasilan Long Guan secara eksplisit sudah ia dengar. Kebangkitan Sekte Pedang Bintang benar-benar terjadi di era yang sedang ia gawangi.
Keadaan berbeda terjadi di Sekte Badai Guntur, berita pengkhianatan para Tetua dan tewasnya Patriark Meng Tian telah menimbulkan beberapa faksi. Bagi mereka yang loyal, mereka tetap bertahan dengan mengangkat Meng Gao sebagai Ketua Sekte yang baru. Sementara bagi faksi yang lain, mereka memilih untuk meninggalkan Sekte Badai Guntur dan mendirikan Sekte baru.
Pelopor yang menyebabkan Sekte Badai Guntur terpecah adalah orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan penuh kepada Meng Gao. Walau bagaimanapun ia masih terlalu muda dan memiliki emosional yang tidak stabil.