Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kristal Cinnabar Keempat


"Tidak masalah, jika sampai besok malam maka mereka masih bisa bertahan di perbatasan. Aku percaya dengan kekuatan kelompok mu, meski demikian kalian tetap harus berhati-hati. Aku tidak mau kehilangan dirimu untuk kedua kalinya." ucap Wei Long dengan serius.


"Baiklah jika begitu, besok malam kami akan segera berangkat. Untuk mempersingkat waktu, aku akan menggunakan teleportasi ruang dan waktu ke Kota Cai Hong. Hal yang perlu kau lakukan adalah memberikan gambaran wilayah mana saja yang sudah dikuasai oleh Klan Yinzhen, sisanya biar Yun Mei yang mengaturnya untukku" ungkap Qiu Long dengan ekspresi lebih tenang.


"Tidak masalah, besok siang semua data akan disampaikan kepada Nona Yun Mei" pungkas Wei Long sambil bersiap pergi.


"Sampaikan ke kakakku, Menara Tujuh Kebajikan akan berkembang dan tetap mendukung Gerbang Naga sampai kapanpun" ucap Qiu Long menyadari kekhawatiran Wei Long.


Wei Long hanya mengangguk ringan lalu pergi meninggalkan rumah makan Fandian diikuti oleh beberapa orang anak buahnya yang sedari tadi menunggu.


Memang benar apa yang baru saja dikatakan oleh Qiu Long, Menara Tujuh Kebajikan dikhawatirkan akan berdiri sendiri mengingat kekuatan Qiu Long dan kelompoknya adalah yang terbaik. Terutama dengan keberadaan Qiu Long yang memiliki segudang kemampuan, merealisasikan hal tersebut tentu saja semudah membalikkan telapak tangan.


"Tampaknya masalah Klan Yinzhen masih menjadi momok bagi kalian" ucap Fandian sambil menatap ke arah Qiu Long.


"Aku juga baru mengetahui beberapa informasi saat aku kembali. Ngomong-ngomong apakah kau mengetahui tentang Kristal Cinnabar?" tanya Qiu Long dengan ekspresi serius.


"Hmmph.. Apakah kau sudah berhasil menyerap benda itu"? Fan Dian balik bertanya.


Qiu Long hanya mengangguk pelan menyikapi pertanyaan Fan Dian.


"Sebenarnya benda tersebut sangat berguna bagi kalian yang sudah berada di ranah Pendekar Dewa. Karena benda tersebut juga terjadi penculikan beberapa kepala keluarga besar, hal tersebut terjadi bagi mereka yang tidak mau bekerja sama" ucap Fan Dian memberikan penjelasan.


"Apa hubungannya benda tersebut dengan keluarga besar?" tanya Qiu Long penasaran.


"Bagi kalian benda tersebut sangat bermanfaat untuk kenaikan ranah, sementara bagi kami benda tersebut sudah kami percayai sebagai benda rahasia yang mengandung kekuatan spiritual. Orang yang memiliki benda tersebut dipercaya akan memperoleh kebajikan serta keberkahan langit" jawab Fan Dian dengan sungguh-sungguh.


"Kenapa hal seperti ini disembunyikan, bahkan aku sendiri mengetahuinya tidak melalui dari Gerbang Naga" keluh Qiu Long.


"Saat itu kekuatanmu belum cukup, Kristal Cinnabar adalah barang langka dan sangat rahasia. Tidak heran jika informasi tentang benda tersebut masih tabu di Alam Surgawi, hanya orang-orang tertentu yang memburunya demi kekuatan pribadi mereka. Pada dasarnya Kristal Cinnabar merupakan kunci untuk masuk ke alam keabadian. Bukankah kamu sendiri dapat merasakan efeknya langsung?" ujar Fan Dian.


"Aku baru saja menyerap tiga buah Kristal Cinnabar kemarin. Kekuatanku memang melonjak pesat" jawab Qiu Long dengan ringan.


"Apa? Kau menyerap benda tersebut sekaligus tiga?" tanya Fan Dian dengan ekspresi tidak percaya.


"Iya, apakah ada yang salah?" tanya Qiu Long merasa heran.


"Pasti ada yang salah dengan tubuhmu" ucap Fan Dian sambil memeriksa tubuh Qiu Long.


"Asal kau tahu, Kristal Cinnabar mengandung darah naga yang sangat kuat, bahkan seorang seperti Yin Long saja membutuhkan waktu satu tahun untuk menyerap benda tersebut. Bahkan ia sempat terluka dalam ketika memaksakan diri, ia ingin melindungi mu dengan kekuatannya" ujar Fan Dian dengan ekspresi serius.


Qiu Long tampak seperti orang bodoh saat mendengar cerita dari Fan Dian. Ia baru memahami jika Alam Surgawi tidak sesederhana yang ia pikirkan sebelumnya. Banyak hal yang masih belum ia ketahui, apalagi hal seperti ini benar-benar mengguncang pemikirannya.


Mulanya ia merasa jika sudah berada di ranah Dewa maka keahlian seseorang sudah berada di puncak beladiri. Namun kini ia baru dikagetkan jika ranah pendekar dewa masih belum apa-apa,


"Kau tahu begitu banyak, kenapa baru sekarang menceritakannya padaku" ucap Qiu Long dengan tatapan tak berdaya.


"Huh.." Fan Dian menarik napas dengan dalam, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanannya.


"Kamu sekarang sudah berada di tingkat Dewa, tidak baik aku menyembunyikan hal ini terlalu lama darimu" ucap Fan Dian dengan serius.


Mata Qiu Long terbelalak kaget, ia tidak menduga jika sahabatnya itu memiliki benda yang sama yang baru saja mereka bicarakan.


"Terimalah benda ini, aku hanya kamu mau menjaga anak lelakiku. Sudah sejak lama ia ingin bergabung dengan Pasukan Gerbang Naga, aku sudah lelah untuk melarangnya. Namun kini kamu sudah kembali, maka tidak ada alasan lagi untuk menahan keinginannya" ucap Fan Dian penuh harap.


Qiu Long tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengangguk dan menerima Kristal Cinnabar pemberian dari teman lamanya itu. Walau bagaimanapun pesona Kristal Cinnabar terlalu menggoda jika dibiarkan begitu saja, bahkan dalam waktu ke depan ia akan menyerap benda tersebut lebih banyak.


Setelah beberapa kata berikutnya, Fan Dian menceritakan tentang perkembangan yang terjadi di Kota Shandian selama lima tahun terakhir. Setelah minum beberapa gelas lagi, Fan Dian izin pamit untuk undur diri.


Fan Dian ingin memberikan kesempatan kepada sahabatnya tersebut untuk menikmati suasana, sebab ia tahu dengan sifat Qiu Long yang seperti itu. Apalagi tadi juga kedatangan Wei Long berkaitan dengan rencana pasukan Gerbang Naga dalam melakukan misi ke Kota Cai Hong.


"Ketua, bagaimana kita bisa menghadapi serangan dari Klan Yinzhen" tanya Yun Mei saat suasana mulai tenang.


"Menghadapi lima orang tingkat dewa bukanlah hal yang sulit bagiku untuk saat ini, hanya saja aku tidak mau gegabah. Orang-orang dari Klan Yinzhen terkenal karena kelicikannya, kita tidak pernah tahu maksud mereka kali ini" ujar Qiu Long.


"Apa yang Ketua sampaikan tidak salah, kita harus lebih matang memikirkan segala sesuatunya sebelum bergerak. Apalagi masalah ini terjadi begitu saja, aku yakin mereka sedang merencanakan suatu hal lain" ucap Yun Mei menyetujui perkataan Qiu Long.


"Ketua, setelah ini apakah kita akan berkeliling?" tanya Yun Mei yang mendampingi Qiu Long.


"Kita akan kembali pulang saja. Aku juga tidak leluasa meninggalkan teman-teman terlalu lama. Tujuan utamaku ke tempat ini memang untuk bertemu dengan teman lamaku." jawab Qiu Long sambil bersiap-siap untuk menuntaskan jamuan makannya tersebut.


Setelah memberikan tips kepada pemain guzheng, keduanya lalu bergegas turun menuju lantai bawah. Tepat di depan pintu masuk rumah makan tersebut sudah ada kereta kuda yang siap mengantar mereka hingga ke Menara Tujuh Kebajikan.