
Tubuh Long Guan semakin melemah akibat benturan dengan pukulan kaisar iblis. Darah masih merembes dari mulutnya.
Tetua Jian segera memasukkan sebutir Pil Penyembuh ke dalam mulut Long Guan.
Sementara Jian Ling masih menangis memeluk Long Guan, napasnya terasa berat menyaksikan pemandangan di depannya.
Ia tidak dapat mengatakan apapun, rasa cinta pada suaminya membuatnya menahan haru tak berujung.
Long Guan telah membuktikan pada dirinya bahwa ia sosok yang sangat bertanggungjawab.
Murid-murid sekte Pedang Angin yang menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa menahan pilu, mereka bertekad untuk berlatih menjadi lebih kuat.
Sudah dua kali terjadi serangan iblis, meskipun kali ini tidak terjadi kerusakan namun hal tersebut tidak lepas dari jasa Ketua Sekte yang telah menciptakan Formasi Pelindung.
Pil Penyembuh yang diberikan Tetua Jian bereaksi cukup cepat. Tubuh Long Guan menerimanya dengan baik, wajahnya tak lagi pucat dan pendarahan pun sudah berhenti.
Setelah semalaman, Long Guan masih belum sadarkan diri dari pingsannya. Hanya Jian Ling yang menjaganya tanpa istirahat. Ia terus memandangi wajah suaminya, sesekali ia membelai rambutnya dan merapikannya.
Para Tetua berjaga di depan rumah Ketua Sekte dengan perasaan cemas. Kabar Long Guan yang terluka telah disampaikan kepada Patriak Long.
Dalam sekejap nampak kepanikan dari Patriark Long dan ke empat paman Long Guan, mereka segera bergegas menuju Sekte Pedang Angin.
Setelah mereka tiba di Sekte Pedang Angin mereka belum bisa masuk ke dalam kamar Long Guan karena saat ini Long Guan belum sadarkan diri dan dalam tahap pemulihan luka-lukanya.
Patriark Long akhirnya ikut menunggu bersama Tetua sekte yang lain.
Hingga pagi menjelang, Long Guan masih belum sadarkan diri juga, namun kini nafasnya sudah mulai teratur.
Setelah mendengarkan cerita kejadian dari para Tetua yang menyebabkan luka Long Guan, Patriark Long hanya bisa menghembuskan napas dengan berat.
"Melawan Kaisar Iblis memang tidak mudah" Ucap pelan Patriark Long.
Disaat semua orang panik, di dalam tubuh Long Guan terdapat fluktuasi energi yang tidak stabil.
Dalam beberapa waktu ia mengerang kesakitan membuat Jian Ling semakin erat memegang tangannya.
Tanpa orang lain ketahui saat ini Long Guan sedang memasuki alam bawah sadarnya. Long Guan berada pada sebuah padang rumput yang luas, udaranya sejuk dan terdapat sungai yang begitu jernih airnya.
Long Guan berjalan ke tepi sungai lalu membasuh wajahnya dan meminum beberapa teguk air untuk menghilangkan dahaganya.
Airnya terasa begitu segar, tubuhnya yang semula terasa lemah kini seketika tubuhnya merasakan berenergi kembali.
Long Guan memandang sekitar, ia merasa asing dengan tempat ini. Namun tidak bisa ia pungkiri tempat ini begitu luas dan indah.
Ditengah padang rumput terdapat sebuah gubug sederhana yang dihiasi pohon meihua, bunganya yang kini sedang mekar membuat Long Guan lupa akan permasalahan yang ia hadapi.
Ia berjalan dan menghampiri, pohon meihua dan melihat buah Plum merah yang sudah ranum, ia hendak memetiknya namun tak berani melakukannya.
“Bagaimana keadaanmu hai anak muda?” Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Long Guan yang masih terpana dengan keindahan tanaman meihua, ia tampak tertegun sejenak melihat cahaya berwarna keunguan.
"Mohon maaf mengganggu senior, saya baik-baik saja” Tutur Long Guan dengan sopan. Namun Long Guan merasa tidak asing dengan aura cahaya tersebut, sangat familiar dan terasa aura keakraban menyelimuti perasaannya.
“Hmm.. guan'er sekarang kamu sudah lebih kuat dari sebelumnya namun masih perlu banyak berlatih dan mencari pengalaman " Ucap suara yang berbentuk cahaya keunguan tersebut dengan aura yang sangat menenangkan.
Long Guan tertegun dan ia terus berpikir dengan keras tentang sosok cahaya yang berada di depannya.
Aku adalah Long Tian dengan sisa ingatan dalam bentuk roh yang ada dalam bagian ingatanmu, yang kini hadir di dalam jiwamu yang terbentuk akibat tekad dan kemurnian jiwamu, kelak secara perlahan kamu akan mengerti tentang keberadaan alam jiwa.
Sebaiknya kamu segera berlatih lebih serius untuk meningkatkan keahlianmu, pertempuranmu dengan kaisar iblis setidaknya membuatmu bisa belajar dari pengalaman.
"Perlu kamu ketahui, Azazil yang kau lawan kemarin bukanlah dalam wujud terkuatnya, itu hanya pecahan jiwanya sepersepuluh dari kekuatan aslinya”
Ucap leluhur Long dengan nada menerangkan.
“Maafkan aku yang terlalu ceroboh dan sudah merasa percaya diri dengan kemampuan yang aku miliki” Imbuh Long Guan yang merasa tak berdaya.
“Hahahaha"
Kekuatanmu masih sangat rendah, mungkin di alam fana ini kamu sudah merasa tinggi. Namun ketahuilah, alam semesta ini begitu luas, ada kehidupan lain atau semesta lain yang saling berhubungan satu sama lain.
Alam dunia atau alam fana yang kau tempati akan mengalami kerusakan dan kebinasaankebinasaan.
"Sebenarnya ini adalah tugasku untuk memusnahkan Azazil, namun kehidupan di alam Dewa juga tidak sesederhana yang kamu bayangkan, jika saja aku tidak terhalang hukum ruang dan waktu maka aku tidak perlu repot menyegel Azazil.
Kini dengan rusaknya segel tersebut dan kebangkitan Azazil aku masih belum bisa memusnahkannya.
Kamu sebagai pewaris Mustika Naga tidak hanya mampu menyerap kekuatannya tetapi juga mampu menumbuhkan dunia jiwa.
Sebagai leluhur aku akan mewariskan ingatanku tentang pengetahuan yang pernah aku miliki agar dapat menyatu dengan tubuhmu.
Namun ingatlah kekuatanmu kelak akan menarik perhatian para Dewa Pelindung lainnya. Namun dengan adanya darah murni keturunan Qiu Long di tubuhmu tidak ada yang bisa mengganggumu untuk menimbulkan permusuhan diantara Dewa Pelindung, karena semua pelindung bertanggung jawab sesuai dengan tugas masing-masing dengan empat wilayah yang berbeda.
Kelak kamu akan memiliki kekuatan Dewa Pelindung dan menjadi salah satu Dewa Pelindung yang selama ini kosong.
"Darah yang mengalir dalam tubuhmu berbeda dengan manusia biasa, kamu harus membangkitkan unsur api dalam tubuh mu dan belajar Teknik Api dengan baik.” Ucap leluhur Long.
Long Guan tertegun, memikirkan apa yang telah disampaikan oleh bentuk memori leluhur Long. Ia tidak merasa senang dengan kekuatan yang dia wariskan dari Dewa Pelindung.
Long Guan berpikir bahwa dirinya akan sangat sibuk dengan tugasnya sebagai Dewa Pelindung kelak, ia harus meninggalkan istri dan keluarganya.
Melihat keraguan di mata Long Guan dan seolah mengerti akan keresahannya, cahaya leluhur Long segera menambahkan “Meskipun kamu akan menjadi penerus Dewa Pelindung, wujudmu tetap akan seperti manusia, kekuatanmu tetap bisa kamu atur mengikuti hukum ruang dan waktu.
Ada perbedaan waktu dengan alam fana, dimana satu hari satu malam di alam Dewa Pelindung adalah lima puluh tahun di alam manusia.
Kamu tidak bisa membawa mereka tinggal bersamamu karena akan melawan hukum ruang dan waktu.
"Namun kamu bisa melintasi ruang untuk ke dunia fana untuk keperluan tertentu” Ucap leluhur Long.
Mendengar penjelasan dari ingatan Leluhur Long membuat Long Guan kembali bersemangat, walau bagaimanapun ia ingin menjadi kuat untuk melindungi orang-orang yang ia cintai.
"Baiklah aku bersedia menerima takdir ini demi memusnahkan Kaisar Iblis Azazil"
Ucap Long Guan.
"Baiklah jika begitu, sekarang kamu makanlah buah plum itu. Buah tersebut mengandung esensi Alam Dewa, namun hanya lima buah batas yang bisa kamu makan.
"Setelah makan lima buah, selanjutnya tidak akan berefek pada tubuhmu" Ucap Leluhur Long sambil menunjuk ke buah plum.
Kemudian Long Guan melangkah untuk memetik pohon buah plum, setelah itu ia memakannya.