
Setelah dirinya berhasil membawa air kehidupan dari puncak gunung Huangshan, Long Guan segera meminta bantuan keluarga Xie untuk mulai mengadakan pengobatan bagi warga yang sudah meminum Pil Darah iblis secara massal dengan cara membagi beberapa titik lokasi penyembuhan.
“Setiap titik akan dijaga dengan ketat oleh murid-murid Sekte Pedang Angin yang kini tengah bertugas, segala urusan tersebut agar dibicarakan dengan Tetua Jian” Ucap Long Guan.
“Nona Xie, sementara kamu bantu ayahmu dulu, aku ada urusan di depan gerbang masuk Kota Pelangi.
"Ada banyak pasukan yang hampir tiba dengan maksud tidak baik” Ucap Long Guan sambil mengeluarkan mata air kehidupan dari dalam cincin penyimpanannya, kemudian ia menghilang dalam sekejap mata.
“Chi’er sepertinya hubungan kalian tidak biasa?” Ucap tuan Xie Bao kepada putrinya dengan senyum menggoda.
“Ayah bicara apa sih, Ketua Long adalah Ketua Sekte dan juga ia adalah suami dari Kak Jian Ling” Bantah Xie Annchi dengan sedikit menahan merah wajahnya.
“Sebenarnya pria seperti Tuan Long Guan sangat wajar jika memiliki istri lebih dari satu orang, seorang Kaisar saja bisa memiliki tujuh istri dan selir, apalagi Tuan Long Guan yang memiliki kekuatan tiada terkira” Ucap ayahnya sambil tersenyum.
“Huch.. ayah apa sich” Ucap Xie Annchi dengan malu-malu. “Bagaimana perjalanan kalian ke Gunung Huangshan? apakah tidak ada kendala dari Sekte Kristal Es?” Tanya ayahnya.
“Terlalu lancar perjalanan kami, bahkan Sekte Kristal Es kini tinggal sejarah” Ucap Xie Annchi dengan senyum menyungging.
“Aa..apa kamu bilang??”
Suara tidak percaya keluar dari mulut ayahnya.
Apakah ayah percaya jika ketua Sekte Kristal Es dan Sembilan orang tetuanya yang sudah berada pada tingkat Kelahiran kembali tewas hanya dalam satu gerakan yang dilakukan oleh Ketua Long?
Dan bahkan sekitar dua ribu orang murid sekte Kristal Es tewas tanpa selangkah pun tuan Long bergerak? Bahkan semua tetua dan murid sekte Kristal Es tewas tanpa memiliki jasad” Ucap Xie Annchi dengan berapi-api.
Mendengar cerita anaknya yang semata wayang, membuat tuan Xie Bao dan anggota keluarga lainnya yang mendengar langsung menggigil ketakutan.
Keluarga Xie adalah penduduk asli Kota Pelangi yang memiliki akar keluarga berusia ratusan tahun, mereka sudah jelas sangat mengetahui siapa dan apa itu sekte Kristal Es, menghancurkan kekuatan seperti itu hanya dalam sekejap apakah tuan Long Guan itu masih manusia? Ujar ayah Xie Annchi.
“Jangankan kalian, aku saja yang menyaksikan pemandangan tersebut di depan mataku hampir gila rasanya” Keluh Xie Annchi dengan ingatannya tentang peristiwa yang baru saja ia alami.
Kini Sekte Kristal Es sudah musnah, lokasi tersebut akan diambil alih oleh Sekte kami untuk dijadikan sebagai Akademi Huangshan.
Nantinya merupakan binaan calon-calon talenta muda berbakat dididik dan untuk selanjutnya akan mendapatkan kesempatan belajar di Sekte Pedang Angin” Ucap Xie Annchi menyampaikan informasi yang masih hangat tersebut.
“Chi’er kamu dan pamanmu Xie Rong sungguh beruntung, bisa berada di bawah pimpinan tuan Long” Ucap Xie Bao.
“Aku belum sempat menjelaskan bagaimana keadaan paman Xie Rong sekarang. Paman Xie Rong kini bersama empat Tetua lainnya merupakan pimpinan salah satu dari lima Divisi utama Sekte Pedang Angin yang sangat dipandang di Kota Awan.
Bahkan kini kekuatan paman Xie Rong hampir setara dengan Tetua Jian yang saat ini berada di sini” Ungkap Xie Annchi dengan bangga.
“Apa aku tidak salah dengar, adikku sudah sekuat itu?"
"Hahaha langit sungguh memberkati keluarga Xie kita” Ucap Xie Bao tertawa penuh syukur.
Ayah tidak usah bangga dulu, semua itu berkat Ketua Long, sebelumnya Sekte Pedang Angin hanyalah sebuah sekte kecil yang hampir musnah.
Semenjak dipimpin oleh Ketua Long semuanya berubah sangat pesat, ia membangun kekuatan para tetua dan seluruh murid ke tingkat ekstrim hanya dalam waktu singkat.
Ayah bisa melihat contoh sederhana saat melihat basis kultivasiku.
Bahkan saking hebatnya Ketua Long, ia tidak hanya membangun Sekte Pedang Angin menjadi sekte terluas dan terbesar di kerajaan Zu bahkan menurutku terbesar di Kekaisaran Qin.
“Kamu betul nak, Tuan Long sangat hebat, ia menyelamatkan Kota Pelangi saja hanya beberapa jam dengan senyap. Aku akan sangat bangga jika kelak putriku bisa menjadi wanita pria seperti Tuan Long” Ujar Xie Bao sambil tersenyum cerah.
Tanpa menunggu waktu lagi, keluarga Xie segera melakukan pengaturan untuk melakukan perintah Long Guan, terdapat juga sepuluh orang murid Sekte Pedang Angin yang berjaga di Keluarga Xie ikut membantu.
Mereka dalam hal ini tentu mengenal Xie Annchi sebagai salah satu wanita tercantik di Sekte Pedang Angin.
Pengobatan segera dilakukan dimulai dari lingkungan terdekat yang sebelumnya sudah di data oleh tuan Xie Bao, setiap orang diharuskan minum segelas kecil air kehidupan.
Setelah beberapa orang mencoba, dalam hitungan satu tarikan nafas khasiat air tersebut langsung terasa, perut mereka berasa mual lalu mengeluarkan muntah cairan seperi darah yang berisi cacing rambut yang sudah menghitam.
Namun situasi tersebut diikuti perasaan nyaman seperti mereka terlahir kembali, melihat pemandangan tersebut ratusan warga mulai antri berdatangan untuk segera menjalani pengobatan sebelum terlambat, sebab jika terlambat mereka akan menjadi gila dan susah dikendalikan seperti mayat hidup.
Dalam seketika kehebohan tentang manor keluarga Xie telah menyebar dengan cepat. Namun khawatir kekurangan pasokan mata air kehidupan.
Xie Annchi telah menuliskan pengaturan untuk besok siang akan diadakan kembali pengobatan massal lanjutan, dan akan diadakan di beberapa tempat yang diantaranya di alun-alun Kota Pelangi, Akademi Huanshang, serta manor keluarga Xie.
Sehingga para penduduk tidak merasa cemas saling berebutan. Namun nama Akademi Huanshang tampak asing bagi penduduk Kota Pelangi.
Namun keluarga Xie segera menjelaskan tentang Sekte Kristal Es yang kini sudah musnah dan digantikan oleh Akademi Huanshang di bawah kendali Sekte Pedang Angin.
Mendengar berita tersebut, kegemparan kembali terjadi, mereka bersorak sorai mendengar berita tersebut dan mengagungkan nama Sekte Pedang Angin sebagai juru selamat mereka.
Sementara di gerbang masuk Kota Pelangi, ribuan pasukan tengah berbaris rapi di pimpin oleh dua orang Jenderal, mereka adalah pasukan yang dikirim oleh Raja Wei Cuan untuk menyerang Ketua Sekte Pedang Angin.
Sekitar dua ribu pasukan berdiri rapi membawa senjata lengkap menunggu perintah.
Melihat pemandangan tersebut, para murid Sekte Pedang Angin tidak gentar sama sekali, empat ratus murid yang tersisa sudah siap sedia bergerak di bawah komando Tetua Jian.
Mereka baru pertama kali terjun ke pusat konflik seperti saat ini, namun mereka merasa puas dan bangga karena mereka sudah siap mati demi Sekte dam melindungi nyawa manusia lainnya.
Mereka selalu ingat sikap sekte kepada murid-muridnya yang sudah meninggal, bahkan sekte sendiri menyediakan lahan tersendiri sebagai tempat pemakaman khusus yang selalu diperingati dan dipandang tinggi oleh para Tetua dan Ketua Sekte.
Jadi, mereka tidak ragu mati demi Sekte Pedang Angin yang memang memanusiakan manusia, membela kepentingan bersama di atas segalanya.
Dari kejauhan Long Guan memperhatikan keseluruhan, namun ia tampak sangat tenang, berdasarkan hasil analisanya Tetua Jian dan murid-murid sektenya masih mampu menghadapi mereka.
Hal ini juga akan menjadi poin penilaian atas perkembangan sekte yang ia bina. “Ayah, silahkan hadapi mereka di luar gerbang masuk dengan segenap kekuatan yang ada, jadikan ini sebagai ajang pembuktian hasil latihan dari murid-murid kita” Ucap Long Guan melalui telepati atau pesan suara yang ia kirimkan ke tetua Jian.
Mendapatkan pesan seperti ini, Tetua Jian tersenyum cerah, lalu bangkit memimpin para murid.
“Baru saja Ketua Sekte menyampaikan pesan dan memberikan perintah kepadaku agar kita menyerang mereka di luar gerbang pintu masuk, segera persiapkan diri kalian”
Teriak Tetua Jian mengobarkan semangat juang para murid.
“Uraaauraaa!"
"Uraaauraaa!"
"Uraaauraaa!"
Sambut para murid dengan pekikan penuh semangat.