Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Membunuh Wakil Penguasa Kota Dengfeng


Long Guan melangkah masuk, dengan kekuatannya ia menendang peti mati yang berisi mayat Tetua Keluarga Wang.


Dalam sekejap, peti mati tersebut mendarat di depan pintu kediaman pribadi Wang Yushan.


"Brak!"


Suara peti mati melewati pintu utama rumah Wang Yushan. Pintu yang dilewatinya menjadi rusak, hancur beberapa bagian.


"Ada apa ini?" tanya Wang Yushan yang tengah bersedih. Beberapa anggota keluarga lainnya juga terperangah. Bahkan Wang Cao yang hadir diantara mereka menjadi terusik setelah melihat bayangan seseorang.


Wang Yushan menyipitkan matanya, sebuah peti mati mendarat tidak jauh dari pintu masuk. Ini adalah pertama kali ada yang membuat onar di rumahnya. Sebagai Wakil Penguasa Kota Dengfeng tak pernah ada yang berani mengusiknya.


Di Kota Dengfeng, kekuatan keluarga Wang mulai bangkit semenjak mereka mendirikan Asosiasi Giok Hijau. Sebuah Asosiasi yang bergerak khusus menangani kebutuhan para kultivator. Mulai dari Pil, Bahan-bahan herbal, Senjata dan beberapa barang lainnya.


Setelah tewasnya Patriark Wang Du, kekuatan yang dimiliki oleh Keluarga Wang menurun drastis. Melalui Asosiasi Giok Hijau, Patriark Wang Du telah membawa seluruh kekuatan untuk menghancurkan Sekte Pedang Bintang.


Menurut perhitungan Keluarga Wang, seharusnya dengan kekuatan pendekar Surgawi Tingkat Kedua mereka akan menang. Malangnya mereka tidak pernah kembali, hanya cerita tentang kematiannya saja yang terdengar.


Meskipun mereka mendengar adanya misi pemusnahan Keluarga Wang, mereka tidak terlalu khawatir. Ada aturan khusus bahwa Sekte dilarang campur tangan secara langsung ke tengah kehidupan masyarakat.


Dua orang Penatua Agung mereka tidak bisa turun tangan langsung.


Seorang yang sudah memiliki ranah kultivasi Surgawi, terikat dengan aturan Alam Spiritual. Setiap tindakannya akan mempengaruhi keseimbangan Alam, sehingga peran serta mereka dibatasi.


Keluarga Wang berkeyakinan misi tersebut mustahil dilakukan oleh murid. Meskipun seorang murid yang menjalankan misi, mustahil bisa mengalahkan kekuatan Keluarga Wang.


"Tap!"


"Tap!"


Terdengar langkah kaki memasuki Aula Keluarga, wajah tampan Long Guan terlihat jelas. Setelan baju putihnya masih terlihat bersih tanpa noda.


"Bajingan!"


Akhirnya aku bisa balas dendam juga terhadapmu. Wang Cao berteriak cukup keras.


"Siapa dia?" tanya Wang Yushan


"Dialah yang menyebabkan aku seperti ini" ucap Wang Cao penuh permusuhan. Matanya dipenuhi kebencian, ia sangat membenci Long Guan sampai kapanpun.


Long Guan yang melihat dari jauh hanya tersenyum, ia memindai ada empat orang pendekar yang memiliki ranah kekuatan yang sama dengannya.


Long Guan berpikir untuk melakukan sedikit peregangan otot, pertarungan di depan gerbang masuk dirasakan kurang menyenangkan.


Dalam beberapa pertarungan terakhir, Long Guan merasa terlalu mengandalkan kekuatan tenaga dalam.


Tiga orang pendekar ahli Semesta Kelima melesat mengeliling Long Guan, mereka mencabut pedangnya dan mengarahkannya ke Long Guan.


Sadar dirinya dikepung dengan tatapan ingin menghabisi, Long Guan tetap tersenyum tenang. Perlahan dia mengeluarkan pedangnya, bersiap melakukan pertarungan.


“Serang!”


Tanpa basa basi ketiga orang pendekar tersebut menyerang Long Guan dari tiga sudut yang berbeda.


Dengan sigap Long Guan menghindar serangan kombinasi ketiga pendekar tersebut. Seperti menari di tetesan hujan, gerakan Long Guan sangat lincah.


Ketiga lawannya menjadi terkesiap, lalu melakukan serangan kembali yang lebih ganas.


Pada saat ini gerakan pedang Long Guan yang terlihat lembut mulai menunjukkan tajinya.


Ujung mata pedang bergerak mendekat ke arah mereka, ketiganya menyatukan kekuatan untuk menghalau serangan Long Guan dengan senjata masing-masing.


“Trank!


Benturan pedang terjadi, suaranya cukup memekakkan telinga. Ketiganya mundur beberapa langkah, “Kemampuan berpedang Sekte Pedang Bintang memang tidak bisa diremehkan” ucap salah satu dari mereka.


Long Guan terus melakukan serangan, ia menggunakan teknik sederhana Tebasan Meteor. Tiga orang pendekar dari Keluarga Wang sedikit kewalahan, teknik pedang yang Long Guan peragakan terasa lembut namun sangat mematikan.


Ketiga pendekar tersebut terdesak, menciptakan celah terbuka bagi pertahanan mereka. Long Guan tidak membiarkan kesempatan tersebut, ia melesatkan sabetan pedang dengan sangat keras.


“Slash!”


“Slash!”


“Slash!”


Wang Chao memandang ngeri tiga kepala yang terpisah dari badannya, Wang Chao merasakan lehernya menjadi dingin dan sedikit gatal.


Wang Yushan, menatap penuh tidak percaya. Seorang pemuda di depannya begitu kejam saat membunuh, auranya semakin menakutkan menekan seisi ruangan.


Di sisi lain, tatapan tajam Long Guan jatuh kepada Wang Cao.


“Apakah kamu sudah memilih cara untuk mati?” ucap Long Guan dengan dingin.


Pedang di tangannya masih meneteskan darah dari lawan sebelumnya.


Wang Cao gemetar ketakutan, kesombongannya tidak bisa menolak upaya kematian yang akan menghampirinya.


“Zleb!”


Sebuah tusukan tepat menikam jantung Wang Cao, mata Wang Cao menatap enggan wajah Long Guan.


Tubuhnya menyemburkan darah, lalu tubuhnya roboh dengan napas tersengal. Wang Cao tewas dengan perasaan tidak terima dan penuh penyesalan di akhir hayatnya.


Melihat kematian Wang Cao, amarah Wang Yushan membuncah. Pandangannya ia turunkan ke jasad Wang Cao, kemudian kembali mengangkat kembali.


“Aku akan membalas kematian anggota Keluarga Wang!” ucapnya sambil menatap Long Guan.


Long Guan dengan tenang berdiri di hadapan Wang Yushan, dalam sudut pandangnya Wang Yushan tinggal mayat. Keduanya kini saling berhadapan, Wang Yushan pria paruh baya memiliki basis kultivasi Semesta Kelima.


Basis kultivasinya setara dengan Long Guan, namun dari segi kekuatan dan kemampuan Long Guan unggul di atasnya.


“Tak kusangka, Sekte Pedang Bintang menyembunyikan murid sepertimu” ucap Wang Yushan.


Wang Yushan mulai mengalirkan tenaga dalam, berkumpul di telapak tangannya memancarkan aura yang sangat menakutkan.


Menyaksikan hal tersebut, Long Guan tersenyum sinis. Ia tidak melakukan seperti apa yang dilakukan oleh lawannya. Dalam pertarungan ini ia ingin memanfaatkan tubuh fisiknya yang sudah ditopang dengan Tulang Kaisar Naga.


“Cuih! Dasar sombong” ucap Wang Yushan.


Tubuhnya segera bergerak mengarahkan tinju ke tubuh Long Guan. Long Guan mengangkat tangan kanannya, lalu mengeluarkan tinjunya.


“Boom!”


Dua tinju bertumbuk menjadi satu, menimbulkan gelombang kejut yang menggetarkan seisi ruangan.


Tubuh Wang Yushan terhempas menghantam pilar bangunan, ia berusaha bangkit berdiri. Mata Wang Yushan berkedut, kekuatan yang baru saja ia terima lebih kuat darinya.


“Bagaimana mungkin? Bukankah kekuatan kita sama-sama Semesta Kelima, tapi kenapa..?


Long Guan hanya bergeming menyikapi keterkejutan Wang Yushan. Belum hilang keterkejutan Wang Yushan, ia bergerak mendekati Wang Yushan. Long Guan mengangkat kaki dan menekuk lututnya lalu menghantam dengan kuat ke dada Wang Yushan.


“Bugh”


Tubuh Wang Yushan kembali terhempas ke lantai, menyemburkan darah dari mulutnya.


“Sialan!” ucap Wang Yushan mengeram kesal menahan sakit.


Ia menengadahkan wajahnya memandang Long Guan, “Ka..Kamu tidak bisa membunuhku, guruku akan menghabisi mu” ucapnya dengan wajah ketakutan.


Wang Yushan mencoba memanfaatkan nama besar gurunya, Chang Gui Tetua Sekte Puncak Abadi.


Namun Long Guan cuek, ia mengeluarkan pedangnya kembali. Wang Yushan menggertakkan gigi, menatap pasrah tak berdaya. Ia tak bisa menerima jika harus mati, impiannya untuk menguasai Wilayah Selatan belum sempat ia rasakan.


Long Guan tidak mengenal ampun kepada musuh-musuhnya. Ia menghabisi Wang Yushan dengan sekali tebasan.


“Aarrgghh!”


Sebuah teriakan kesakitan melengking terdengar sebelum berhenti dalam diam. Kepala Wang Yushan sudah terpisah dari tubuhnya.


Ada beberapa pasang mata yang melihat kejadian ini, mereka adalah para pekerja dan penghuni lainnya.


“Aku bukanlah pembunuh berdarah dingin, sebaiknya kalian pergi dan bisa menjaga baik-baik tentang diriku. Aku akan bertindak kejam kepada orang yang telah menjadi musuhku”.


Ucapan Long Guan terdengar seperti titah Kaisar Kuno yang penuh aura dingin, seketika mereka mengangguk dan pergi berhamburan untuk menyelamatkan diri.


Long Guan membersihkan noda darah di pedangnya, lalu menyarungkan kembali pedang tiga bintang yang ia terima dari Hung Fei.


Dalam hati, Long Guan penasaran dengan identitas guru dari Wang Yushan. Apakah gurunya itu yang telah melatar belakangi keluarga Wang?