Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kemarahan Patriark Keluarga Besar


Setelah memastikan semuanya hancur, Qiu Long bergerak turun menuju rekan-rekannya kemudian berkata.


"Sudah selesai, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini. Sebentar lagi orang-orang dari Gerbang Naga pasti kemari"


"Baik Ketua" jawab keempatnya dengan kompak.


Tanpa menunda waktu mereka semua melompat ke udara dan hilang dalam kegelapan malam. Dalam sekejap tubuh kelima orang dengan jubah hitam serta menggunakan topeng tersebut bergerak menuju utara, yaitu Menara Tujuh Kebajikan.


Di Markas Gerbang Naga Kota Shandian baru saja menerima berita tentang hilangnya Xiao Qing di Kota Leiyu. Hal yang membuat Wei Long dan Yin Long terkejut adalah adanya dugaan keterlibatan Qiu Long dalam proses menghilangnya Xiao Qing.


"Anak itu baru saja kembali, apa mungkin sudah membuat masalah seperti ini?" ucap Yin Long dengan nada kesal.


Meskipun mereka berdua tidak percaya jika Qiu Long melakukan hal tersebut, namun masalah ini perlu pembuktian dan penyelidikan yang serius.


Yin Long tahu pasti karakter adiknya tersebut, ia tentu tidak akan melakukan tindakan memalukan seperti itu. Kehidupan Qiu Long dikelilingi oleh wanita cantik, dan juga Qiu Long selalu terang-terangan dalam bertindak. Siapapun orang yang bersinggungan dengannya, maka ia takkan segan untuk menghabisinya tanpa kompromi.


Di saat yang bersamaan tiba-tiba salah seorang anggota pasukan Gerbang Naga datang untuk melapor. Mereka adalah bagian dari jaringan informasi yang dimiliki oleh Pasukan Gerbang Naga yang tersebar di Kota Shandian.


"Lapor pemimpin, ada kebakaran hebat yang terjadi di Paviliun pendosa. Beberapa orang sudah meluncur ke tempat kejadian, untuk sementara belum bisa dikabarkan apa yang terjadi di sana" ucap anggota tersebut dengan tergesa-gesa.


Wei Long mengurut dahinya, dua kejadian luar biasa terjadi pada saat yang bersamaan. Namun Paviliun pendosa berada di Kota Shandian serta berada di bawah perlindungan lima orang Patriark dari keluarga besar, jelas masalah ini tidak bisa dianggap enteng.


Tidak lama setelah Qiu Long pergi, sekelompok orang yang berasal dari lima keluarga besar muncul.


"Bedebah.. Siapa yang berani berbuat seperti ini" ucap Patriark Tie Hong penuh kemarahan.


Kelima keluarga besar yang terdiri dari keluarga Tie, Gang, Xin, Tong, serta Lu dalam waktu singkat segera mendatangi Paviliun pendosa.


"Lapor tuan, menurut informasi yang kami dengar dari saksi mata pelakunya adalah orang-orang berjubah hitam dengan menggunakan topeng dan pedang tunggal" ucap seorang bawahan dari keluarga Tie.


"Apa?" teriak Patriark keluarga Tie dengan keras.


"Kita harus meminta penjelasan" ucap Patriark Tie kepada empat orang Patriark dari keluarga besar lainnya.


"Jika memang orang-orang dari Gerbang Naga yang melakukannya, maka kita harus meminta penjelasan yang masuk akal. Jika tidak kita akan memilih untuk berhadapan dengan mereka" ucap Patriark Lu Bing sambil menahan amarah.


"Sebaiknya sekarang kita menuju ke markas mereka, jangan sampai masalah ini berlarut" sahut Patriark dari keluarga Xin.


"Baiklah kita berangkat sekarang" ujar Patriark Tie sebagai orang yang paling kuat diantara lima pemimpin keluarga besar.


Sementara itu, Qiu Long dan keempat rekannya sudah tiba di Menara Tujuh Kebajikan. Mereka segera meletakkan peralatan tempur masing-masing lalu membersihkan diri dan memeriksa kondisi tubuh mereka.


"Orang-orang Klan Mo Gui sepertinya sedang menyusun kekuatan di Kota Shandian" ucap Xiao Jian dengan serius.


"Aku sedikit heran dengan keputusan Gerbang Naga untuk melakukan negosiasi dengan mereka" jawab Qiu Long dengan ekspresi bingung.


"Lalu apa yang kita lakukan sekarang Ketua?" tanya Xiao Jian menatap serius ke arah Qiu Long.


"Tindakan kita sudah pasti diketahui oleh kakakku, tunggulah hingga besok. Pasti ada reaksi dari orang-orang keluarga besar" jawab Qiu Long dengan santai.


"Sebaiknya mulai besok kalian menetap di sini. Ada tujuh kelompok pemula yang membutuhkan bimbingan dari kita" ucap Qiu Long serius.


"Baiklah, dimanapun kami tinggal asal tetap bersama Ketua maka kami akan senang" ucap Yong Rui dengan tersenyum lebar.


Tidak lama kemudian Yun Mei muncul, ada senyuman bahagia di wajahnya.


"Tuan, orang-orang dari keluarga lima besar sudah baru saja tiba di Markas Gerbang Naga. Sepertinya mereka sangat kesal atas tindakan yang baru saja Tuan lakukan bersama kelompok Tuan" ucap Yun Mei dengan sopan.


"Mereka pasti sudah bisa menebak tentang diriku, aku akan membuat perhitungan kepada para pengkhianat Kota Shandian" ucap Qiu Long dengan serius.


Sementara keempat rekan Qiu Long hanya tersenyum mendengar ucapan Yun Mei. Mereka sudah terbiasa dengan sikap Qiu Long yang tidak pernah membiarkan kejahatan tumbuh. Tidak peduli apapun resikonya, Qiu Long akan berdiri paling depan melawan kekuatan jahat.


Pada saat ini, di Markas Gerbang Naga, Wei Long tengah memimpin pertemuan dengan orang-orang dari lima keluarga besar.


"Kalian tenanglah, berikan kami waktu untuk menyelidikinya" ucap Wei Long dengan panik.


"Bagaimana kami bisa tenang, semua terjadi begitu saja. Orang-orang kami tewas tanpa pemakaman, sedangkan pelakunya adalah dari orang-orang kalian" ucap Tie Hong sambil menggertakkan gigi.


Kehancuran Paviliun pendosa jelas mengurangi kekuatan lima keluarga besar. Kekuatan yang mereka sembunyikan kini sudah dihancurkan dengan mudah.


Terutama Tie Hong yang mengalami kerugian cukup besar, beberapa orang pemuda berbakat keluarga mereka ikut tewas di Paviliun pendosa.


"Kalian harus memberikan penjelasan yang tepat, kami akan menunggu kabar dari kalian hingga besok sore" ucap Tie Hong dengan aura penekanan.


"Aku tidak dapat memastikan, namun ku usahakan besok sore kalian sudah mendapatkan penjelasan" ucap Wei Long dengan hati-hati.


"Bukankah sudah jelas jika pelakunya adalah Qiu Long" ucap Lu Bing dengan nada geram.


Dengan sekejap ruangan rapat penuh dengan aura intimidasi, orang-orang dari Gerbang Naga dan lima keluarga besar saling berkontraksi.


"Sudah.. Malam ini kami sedang mencari petunjuk, untuk sementara tunggulah sampai besok sore" jawab Yin Long yang muncul tiba-tiba di tengah perdebatan.


Melihat kedatangan Yin Long, Patriark Tie Hong dan yang lainnya mulai menahan amarah. Berita yang mereka dapatkan sebelumnya adalah terkait dengan serangan dari Qiu Long dan kelompoknya.


"Sebaiknya kau buktikan ucapanmu, kami lima keluarga besar sudah sepakat dengan Gerbang Naga sebelumnya. Peristiwa malam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kami akan melakukan perlawanan kepada kalian dan akan memihak kepada Klan Mo Gui" ujar Patriark Tie Hong sambil berlalu pergi.