Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Orang-orang Sekte Kegelapan


Ketiga orang yang menggunakan Pakaian Sekte Puncak Abadi tersebut tampak sedikit terkejut, ia tidak menyangka jika Long Guan menembaknya di depan orang banyak.


Dari ekspresi ketiganya jelas tidak ada kalimat bantahan, orang-orang yang menonton menjadi panik. Melihat tiga orang yang berada di hadapan Long Guan, para petinggi Sekte yang hadir merasa linglung.


Keberadaan orang-orang dari Sekte kegelapan yang menyusup ke dalam arena kompetisi sungguh di luar dugaan. Jika saja para pemimpin Sekte bisa masuk untuk mencegahnya maka mereka akan masuk untuk memusnahkan orang-orang dari Sekte Kegelapan tersebut.


Array perlindungan yang berada di puncak Gunung Abadi hanya terbuka beberapa hari lagi menggunakan gabungan giok keempat Pimpinan Sekte. Sudah menjadi rahasia umum jika Puncak Abadi memiliki rahasia yang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang, hal ini juga yang menjadi celah dan dimanfaatkan oleh Sekte Kegelapan.


Tiga orang yang berada di depan Long Guan memiliki kekuatan yang tidak rendah, sepertinya mereka sudah mengincar Long Guan sejak lama.


Situasi sudah berkembang seperti ini, Long Guan tidak mungkin mundur dan ia harus mengakhiri pertarungan dengan cepat. Tujuan utamanya untuk mencari Mustika Naga harus segera terlaksana sebelum ia terlambat.


"Pukulan Sembilan Naga"


Long Guan berteriak dengan kencang, auranya melonjak tinggi. Aura Semesta Kedelapan ia lepaskan sepenuhnya. Dalam sekejap energinya menyebar ke udara dan mengunci tiga orang yang berada di depannya.


Long Guan bergerak secepat kilat menggunakan jurus seribu bayangan, dari energi yang ia hempaskan ada sembilan bayangan naga yang tengah mengarah ke arah tiga orang murid Sekte Puncak Abadi.


"Baam"


"Baam"


'Baam"


Ketiganya merasakan pukulan yang sangat telak dan tanpa bisa menghindar. Tubuh ketiganya terhempas dan mendarat ke tanah dengan sangat keras.


"Apa-apaan ini?" ucap salah satu dari mereka dengan tidak percaya.


Tubuhnya sangat sulit digerakkan, pukulan yang ia terima barusan membuatnya sangat menderita. Di sampingnya, dua temannya langsung bangkit mengayunkan pedangnya ke arah Long Guan.


Long Guan yang sudah bersiap, segera mengeluarkan Pedang Jiwa dan melakukan tangkisan.


"Trang"


"Trang"


Dua suara aduan pedang terdengar nyaring, pada saat ini Pedang Jiwa sedang menghadang dua sabetan pedang secara bersamaan. Di udara terdengar ledakan energi yang sangat besar, tabrakan kekuatan petarung tingkat tinggi memancarkan gelombang kekuatan yang dahsyat.


"Kalian semua menyingkir" teriak Liu Xianzhong dengan keras. Meskipun energi tenaga dalamnya belum pulih ia berusaha menarik beberapa rekannya yang terluka akibat benturan energi yang terus menyebar dengan ganas. Liu Xianzhong berusaha melindungi teman-temannya dengan cara menciptakan lapisan Qi pelindung.


Melihat beberapa temannya ikut terluka, Long Guan menjadi sangat marah auranya berubah menjadi lebih menakutkan. Pedang Jiwa mulai terangkat lagi, kakinya sudah memasang kuda-kuda siap menerjang. Long Guan mengarahkan pedangnya ke arah tiga murid Sekte Puncak Abadi yang sedang mengatur napas. Long Guan bergerak dengan sangat cepat, bahkan mata telanjang tidak dapat melihat pergerakannya.


Di alun-alun Sekte Puncak Abadi, layar besar yang terpampang di depan penonton tidak dapat menangkap bayangan gerakan Long Guan. Posisi awal dan posisi akhir dimana Long Guan tidak dapat diperlihatkan, para penonton hanya bisa melihat bayangan samar saja sambil menebak-nebak.


Di arena pertempuran, tiga orang kelompok Sekte Puncak Abadi telah bersatu kembali. Meskipun bertiga mereka sangat tertekan dengan serangan Long Guan yang begitu cepat dan kuat. Secara pelahan mereka terus menahan serangan Long Guan yang seperti tiada habisnya, tubuh ketiganya kini mulai muncul luka-luka goesan dan sayatan. Suara tabrakan senjata tajam beberapa kali terdengar, energi yang kuat terus melonjak di tubuh Long Guan menimbulkan efek serang yang sangat mengerikan.


Di sudut yang cukup jauh, Xie Annchi melihat pemandangan ini dengan gugup. Meskipun ia pernah menyaksikan kekuatan Long Guan di dunia fana, namun pemandangan kali ini terasa lebih menegangkan. Ia sendiri yang sudah berada di ranah Semesta Kesembilan tidak akan sanggup menghadapi kondisi tersebut. Kekuatan Long Guan tumbuh terlalu cepat, baik di dunia fana maupun di Allam Spiritual Long Guan tetaplah menjadi misteri yang tidak dapat ia pahami.


Adapun Liu Xianzhong dan teman-temannya ini adalah pertama kalinya mereka bersama dengan Long Guan, menyaksikan kekuatan tempurnya yang sangat mengerikan. Mereka tidak percaya jika selama ini Sekte Pedang Bintang menyembunyikan Long Guan dengan sangat rapi. Liu Xianzhong membandingkan kekuatannya dengan Long Guan, saat ini ia hanya berpikir jika kekuatannya tidak berguna sama sekali.


Sementara itu di depan perhatian banyak orang, ekspresi kesal mulai tampak di wajah ketiga murid Sekte Puncak Abadi, mereka hampir menyentuh ranah surgawi, tetapi ketiganya hanya menjadi bulan-bulanan dari seorang muid yang tampak biasa. Long Guan tampil sangat mendominasi, mereka tidak mengira akan hal ini. Bahkan Tetua Chang Gui yang menyaksikan dari layar bernapas dengan cepat, jantungnya berdetak lebih cepat. Saat ini ia tidak dapat membayangkan konsekuensi dari kegagalan misinya untuk mendapatkan Kristal Keabadian.


Tiba-tiba Qi di tubuh Long Guan meningkat lagi, dari postur tubuhnya nampak gerakannya mulai lebih fokus. Tampaknya Long Guan ingin mengakhiri pertarungan ini lebih cepat.


"Jurus Ledakan Bintang" ucap Long Guan tanpa ragu. Ia kembali mengeluarkan teknik pedang pavoritnya sejak ia berada di dunia bawah. Teknik pedang ini juga tidak asing di Sekte Pedang Bintang dan merupakan teknik tingkat menengah.


Energi Qi nya mengalir ke dalam Pedang Jiwa, dalam satu gerakan ia melompat dan menebas ke arah salah satu murid yang sebelumnya terluka. Gerakannya tidak terlihat, Long Guan sudah berada di depannya dengan melakukan tebasan horizontal di leher orang tersebut. Dalam sepersekian detik kepala orang itu sudah terpisah dari tubuhnya.


Pemandangan ini telah menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang menyaksikan baik secara langsung maupun mereka yang menonton di layar. Ribuan orang yang menyaksikan menjadi riuh, hanya Tetua Chang Gui yang punggungnya mulai basah dengan keringat.


"Bedebah" umpat salah seorang murid Sekte Puncak Abadi yang melihat kawannya tewas dibunuh.


Sementara itu Long Guan sudah memutar tubuhnya dan mengayunkan Pedang Jiwa ke arah dua orang yang tersisa. "Matilah kalian! Ucap Long Guan dengan senyum dingin. Saat ini ia sudah tidak menahan kekuatannya, energi internal dari dalam tubuhnya ia maksimalkan. Jika sebelumnya ia memiliki cukup energi untuk menerobos ke ranah Semesta Kesembilan, maka energi itu sekarang ia gunakan sepenuhnya untuk menyerang kedua lawannya.


"Sraakk"


"Sraakk"


Terdengar dua kali suara tebasan, dan di saat itu juga dua kepala sudah terpisah kembali dari tubuh orang yang berbeda. Long Guan mengakhiri pertarungannya dengan cepat dan mengakhiri gerakannya dengan senyum cerah.


Semua orang masih terdiam, mereka tidak memperhatikan gerakan Long Guan yang sedang mengambil beberapa bendera poin dari jasad murid Sekte Puncak Abadi. Wajah Long Guan sedikit pucat, energinya sudah terbuang banyak dalam pertempuran sebelumnya.


Xie Annchi yang menyadari perubahan pada diri Long Guan ia segera bergerak cepat, ia mengeluarkan sebutir Pil dari dalam sakunya. Dengan lembut ia memasukkan pil penambah energi ke dalam mulut Long Guan. Setelah beberapa saat wajah Long Guan mulai normal, tampang pucatnya perlahan memudar di bawah efek pil yang baru saja ia minum.