
Keempat kepala keluarga lainnya mengikuti kepergian Tie Hong. Ada rasa kekesalan di hati mereka semua saat meninggalkan markas Gerbang Naga Kota Shandian.
"Apakah sudah ada petunjuk?" tanya Yin Long kepada Wei Long.
"Semuanya memang mengarah kepada Qiu Long dan kawan-kawannya" ucap Wei Long sambil menghela napas.
"Sial.. Sepertinya besok pagi aku harus mengunjungi anak itu" umpat Yin Long sedikit kesal.
Ia dan Wei Long bukannya takut pada gertakan lima keluarga besar, dirinya ingin menerapkan konsep kedamaian dengan menerima keberadaan Paviliun pendosa.
Untuk mencegah peperangan yang terus terjadi dengan orang-orang Klan Mo Gui, maka Gerbang Naga Kota Shandian sedikit lebih lunak. Tidak seperti Qiu Long yang senantiasa bertindak frontal, maka Wei Long dipandang lebih memilih jalur negosiasi dalam menahkodai Organisasi Gerbang Naga Kota Shandian.
Yin Long tidak menampik keberadaan orang-orang Klan Mo Gui yang berada di Paviliun pendosa, selama mereka tidak meninggalkan tempat itu dan membuat keributan maka Gerbang Naga bisa melakukan kerjasama.
Sementara itu, di Paviliun pendosa ada beberapa kelompok yang tengah mencari petunjuk, mereka terdiri dari tujuh orang pada tiap kelompok serta menggunakan atribut pasukan Gerbang Naga. Bagi mereka, ini adalah pertama kalinya memasuki wilayah Paviliun pendosa.
Sebelumnya wilayahnya ini seperti tidak tersentuh oleh Gerbang Naga. Perjanjian yang sudah disepakati membuat tempat ini tertutup untuk umum. Hanya orang-orang yang dari lima keluarga besar yang bisa leluasa keluar masuk.
Setelah hancur dan rata dengan tanah, secara resmi Paviliun pendosa dihapuskan namanya dari Kota Shandian.
"Dewa Perang kita memang luar biasa. Baru saja muncul langsung membuat keributan" ucap salah seorang anggota pasukan Gerbang Naga dengan nada pelan.
"Aku iri dengan Xiao Jian dan lainnya, mereka berada dalam kelompok elit bersama Qiu Long" sahut yang lainnya.
"Bagiku Qiu Long adalah ketua sebenarnya Gerbang Naga Kota Shandian. Seandainya ia tidak menghilang lima tahun yang lalu, maka Kota Shandian akan menjadi markas pusat bagi Pasukan Gerbang Naga di seluruh Alam Surgawi" bisik anggota kelompok lainnya penuh semangat.
Malam ini anggota lima keluarga besar tidak dapat beristirahat dengan tenang. Setelah kembali dari markas Gerbang Naga, mereka kembali mengadakan pertemuan di kediaman Patriark Tie Hong.
"Apakah kita akan langsung meratakan Menara Tujuh Kebajikan saja" ucap salah seorang kepala keluarga.
"Kita tunggu saja sampai besok sore, jika pihak Gerbang Naga tidak menyerahkan Qiu Long maka kita akan bertindak" jawab Tie Hong dengan serius.
Walau bagaimanapun melawan Gerbang Naga bukanlah solusi yang baik. Orang-orang dari lima keluarga besar baru saja kehilangan para petarungnya. Jadi saat ini yang terbaik adalah menahan diri dari pertempuran skala besar. Jika hanya Qiu Long maka mereka akan dengan mudah menindasnya.
Di tengah kegelisahan orang-orang di lima keluarga besar, Qiu Long sedang duduk tenang beristirahat sambil berkultivasi. Tidak hanya dirinya, tetapi Xiao Jian dan tiga rekannya yang lain melakukan hal yang sama dengan Li Yuan.
Setiap kali selesai menjalankan misi, mereka selalu memulihkan tenaga dengan cara menyerap batu energi. Dulu saat Qiu Long masih di Tingkat Menengah dan tingkat Tinggi, pemulihannya bergantung pada batu energi tingkat tinggi.
Namun setelah memasuki tingkat dewa, batu-batu energi yang ia serap seperti cemilan yang tidak membuat kenyang. Di dalam tubuhnya terdapat inti energi yang perlu didukung oleh Qi murni.
"Huh" suara Qiu Long menghela napas.
"Sepertinya batu-batu energi ini tidak lagi berefek pada tubuhku" ucap Li Yuan pelan.
Setelah beberapa saat ia memilih untuk membaringkan diri pada kamarnya tersebut. Tempat tinggal Qiu Long memiliki tujuh buah kamar. Awalnya memang sengaja disiapkan untuk tujuh orang anggota kelompoknya, namun setelah kematian Li Jingguo dan Li Junjie hanya lima kamar saja yang terisi.
Pada saat ini, Qiu Long memikirkan Yun Mei. Bakatnya yang cukup baik dalam mengumpulkan informasi, serta kesigapannya dalam menyiapkan keperluan Menara Tujuh Kebajikan. Secara kebetulan Menara Tujuh Kebajikan juga membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan seperti Yun Mei.
Di Alam Surgawi, kehidupan Qiu Long dipenuhi dengan pertumpahan darah. Hari demi hari ia lewati dari satu pertempuran ke pertempuran lain, hal itu pula yang menyebabkan dirinya luput terhadap kehidupan pribadinya.
Kisah rumah tangganya yang hancur karena pengkhianatan sang istri. Jika saja karena bukan jurus terlarang yang ia gunakan, sudah pasti Qiu Long akan musnah tanpa bisa bereinkarnasi.
Di sebuah tempat yang jauh, tanpa Qiu Long ketahui kini Xiao Qin sedang memendam kekesalan dan penyesalan. Sepanjang malam ia dipaksa meladeni kerakusan Shun Long di atas ranjang. Tubuh Xiao Qin sudah tak berdaya, namun hal tersebut justru membuat Shun Long semakin bergairah.
Keesokan paginya, di kediaman Qiu Long mulai terdengar suara pekikan semangat. Orang-orang dari tujuh kelompok yang ia bentuk tengah berlatih beladiri. Ada sebuah aula yang cukup besar untuk melatih fisik dan jiwa bela diri.
Pada saat yang bersamaan, Yin Long dan Wei Long datang menghampiri kediaman Qiu Long.
Setelah mengetahui kedatangan Yin Long dan Wei Long, seluruh anggota Gerbang Naga yang berada di tempat tersebut memberikan hormat.
"Dimana Ketua kalian" ucap Yin Long penuh kharisma.
"Aku di sini" jawab Qiu Long tiba-tiba.
"Selamat datang kembali" ucap Yin Long sambil menatap ke arah Qiu Long.
"Sudah tidak usah basa-basi. Sampaikan saja maksudmu datang kemari" ucap Qiu Long dengan santai.
Huh.."
"Setelah lima tahun, perilakumu masih tidak berubah" ucap Yin Long tak berdaya.
"Ada dua hal yang ingin aku sampaikan, pertama apakah kamu yang melakukan sesuatu terhadap Xiao Qin di Kota Leiyu?" lanjut Yin Long sang kakak.
"Apakah kau tidak salah bicara? untuk apa aku melakukan hal yang tidak penting seperti itu" ucap Qiu Long dengan nada tersinggung.
"Bukan begitu, kemarin sore ia hilang begitu saja. Berdasarkan keahlianmu dalam memanipulasi ruang dan waktu, mereka menjadikanmu target utama dalam hilangnya Xiao Qin" ucap Yin Long dengan serius.
Di belakangnya tampak Wei Long mengangguk pelan. Ia sudah terbiasa jika Qiu Long dan Yin Long sering berdebat saat bertemu.
"Apakah menurut kalian wanita tersebut layak menjadi perhatianku?" tanya Qiu Long kepada dua orang petinggi Gerbang Naga Kota Shandian.
"Untuk hal tersebut kami percaya padamu. Namun ada hal lain yang lebih serius. Apakah kamu yang telah menghancurkan Paviliun pendosa?" tatapan mata Yin Long terlihat tajam ketika mengatakan hal ini.
"Benar itu perbuatanku" jawab Qiu Long singkat.
Mendengar pengakuan adiknya, Yin Long sebagai seorang kakak hanya bisa menarik napas panjang. Apa yang baru saja dilakukan oleh Qiu Long benar-benar telah membuatnya pusing kepala.