Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Memasuki Paviliun Pendosa


Sementara itu di Kota Leiyu, berita menghilangnya Xiao Qing mulai terdengar. Beberapa kelompok Gerbang Naga berkumpul di kediaman Wang Long. Mereka melakukan pelacakan untuk mencari kemana menghilangnya Xiao Qing yang dikenal sebagai istri Wang Long.


Hilangnya Xiao Qing dalam waktu singkat serta tanpa jejak membuat beberapa orang ahli menjadi bingung.


Mereka mulai bergerak dari kediaman pribadi hingga menuju Paviliun pelangi, namun belum mendapatkan petunjuk apapun. Untuk sementara dapat disimpulkan jika hilangnya Xiao Qing berkaitan dengan kembalinya Qiu Long.


Orang-orang yang loyal kepada Wang Long sangat mendukung kesimpulan ini, adanya rasa cemburu serta merasa istrinya direbut maka Qiu Long segera merebut dengan paksa Xiao Qing dari tangan Wang Long.


Berita liar seperti ini begitu cepat beredar di seluruh Pasukan Gerbang Naga Kota Leiyu. Istri pimpinan mereka diculik oleh Dewa Perang Kota Shandian.


Sontak beberapa kekuatan utama Pasukan Gerbang Naga Kota Leiyu menjadi geram. Dalam rapat terbatas Gerbang Naga Kota Leiyu, mereka tidak menolak pemikiran jika Qiu Long adalah pelakunya. Hal ini didasari karena di Alam Surgawi tidak banyak yang bisa menggunakan teleportasi ruang dan waktu.


Bahkan di seluruh Organisasi Gerbang Naga hanya Qiu Long yang memiliki keahlian tersebut. Keahlian menentang syurga yang sangat ditakuti oleh orang-orang di Alam Surgawi.


Qiu Long tidak mengetahui tentang apa yang baru saja terjadi di Kota Leiyu, ia masih berada di dalam Menara Tujuh Kebajikan sejak ia tiba di Alam Surgawi.


Apa yang terjadi di Kota Shandian selama dua hari ini berjalan normal, semua kegiatan berjalan dengan stabil. Adapun berita tentang kemunculan kembali Qiu Long sudah mulai menyebar, orang-orang yang mengenalnya sangat antusias ketika mendengar berita ini.


Setelah Gerbang Naga dipimpin oleh Wei Long, mereka yang memiliki kekuatan besar bisa dengan mudah bernegosiasi dengan baik kepada Yin Long melalui Wei Long.


Wei Long tidak sekeras Qiu Long, ia masih mengedepankan negosiasi untuk menyatukan para keluarga besar serta untuk menghindari peperangan. Keberadaan keluarga besar sangat dibutuhkan jika terjadi serangan bangsa iblis dan bangsa siluman.


Adapun terkait Paviliun pendosa, tempat tersebut juga sudah disepakati oleh Gerbang Naga untuk tidak mencampuri urusan di dalamnya. Sebagai gantinya, orang-orang dari Klan Mo Gui tidak akan mengganggu warga Kota Shandian.


Di menara Tujuh kebajikan, Qiu Long tengah fokus mengatur strategi untuk menyerang Paviliun pendosa. Serangan yang akan ia lakukan tentunya memiliki efek kekacauan yang luar biasa. Oleh karena itu ia perlu menentukan langkah yang cepat dan tepat.


"Yun Mei, terimakasih atas bantuanmu. Di masa depan aku akan lebih sering mengandalkan dirimu" ujar Qiu Long saat melihat kesibukan Yun Mei.


Yun Mei berhenti sejenak lalu berkata, "Semua ini demi kehidupan yang lebih baik, apa yang kulakukan tidak sebanding atas apa yang tuan lakukan untuk kedamaian Kota ini. Aku yakin suatu saat Tuan akan merajai Alam Surgawi."


"Kau terlalu berlebihan. Bagaimana dengan yang lainnya, apakah mereka sudah bersiap?" tanya Qiu Long.


"Sudah Tuan, hanya saja mereka sedang melatih teknik berpedang" jawab Yun Mei sambil meletakkan sebuah armor khusus yang biasa digunakan oleh Qiu Long pada saat hendak menjalankan misi.


Saat hari mulai malam Xiao Jian, Yong Rui, Zi Hao dan Wei Sheng sudah bersiap untuk menjalankan misi setelah vakum selama lima tahun.


"Ketua, kami sudah siap" ucap keempatnya dengan semangat.


Qiu Long melihat jika masing-masing rekannya sudah memakai armor di badan mereka, pedang panjang juga sudah menggantung di punggung mereka. Hal ini merupakan perlengkapan standar di Gerbang Naga. Hanya saja, kualitas barang-barang yang digunakan oleh kelompok Qiu Long adalah merupakan prototype terbaik.


"Baiklah, mari kita segera berangkat" ucap Qiu Long dengan serius.


"Baik Ketua" ucap keempat rekannya dengan suara yang kompak.


"Tuan, berhati-hatilah. Paviliun pendosa tidak sesederhana yang terlihat, ada sekelompok Klan Mo Gui yang lolos dari pantauan markas pusat" ucap Yun Mei memberi tahu dengan hati-hati.


"Terimakasih atas informasi yang kau berikan" ucap Qiu Long sesaat sebelum pergi.


Setelah dirasa cukup, mereka berlima menuju halaman belakang lalu menghilang dalam gelapnya malam.


Jarak Menara Tujuh Kebajikan dengan Paviliun pendosa cukup jauh, butuh beberapa tarikan napas untuk tiba dengan cepat. Namun bagi mereka yang sudah berada di tingkat pendekar puncak seharusnya bukan masalah besar.


Sebagai pemimpin, Qiu Long memiliki kekuatan yang paling tinggi. Gerakannya paling cepat dan lincah di antara semuanya. Meskipun ia sudah memasuki ranah Pendekar Dewa namun ia tidak menandakan dirinya seperti itu.


Setelah beberapa saat bergerak dalam gelap, Qiu Long dan yang lainnya tiba di depan sebuah Paviliun, sesuai namanya ada papan nama yang terletak di sudut kanan pintu masuk.


"Siapa kalian? Apa yang akan kalian lakukan di tempat ini, pergilah!" ucap salah seorang penjaga saat melihat Qiu Long dan yang lainnya.


Qiu Long memandang mereka tanpa bicara, ada fluktuasi Qi aneh yang terdapat pada orang-orang yang baru saja tiba di hadapannya. Qiu Long tidak menyangka jika Paviliun pendosa tidak sesederhana yang ia pikirkan, setelah lima tahun berlalu kekuatan lima keluarga berkembang sangat pesat.


Benar apa yang Yun Mei katakan, sepertinya ada hal aneh yang ditutupi oleh lima keluarga besar. Semula hal ini diperkirakan hanyalah tempat persinggahan orang-orang untuk melakukan kesenangan.


Para penjaga Paviliun pendosa memiliki kekuatan Pendekar Tingkat Puncak, hal ini saja sudah terbilang sangat aneh. Pada umumnya, para penjaga biasanya hanya berada pada ranah Tingkat Pemula. Jika ada yang menggunakan Tingkat Menengah saja itu sangat jarang terjadi.


Ada lima orang penjaga yang menatap Qiu Long dengan serius, ada sedikit keraguan namun mereka tidak membicarakannya.


"Kalian hadapi mereka, aku akan masuk ke dalam untuk memeriksanya" ucap Qiu Long kepada keempat anggota kelompoknya.


"Baik Ketua" sahut mereka berbarengan.


Zrink!


Zrink!


Zrink!


Seketika dengan semangat berapi-api mereka mencabut pedang dari dalam sarungnya. Energi Qi yang membara seketika menyelimuti tubuh mereka dan bersiap menyerang lawan.


"Kalian dari Gerbang Naga tidak bisa menyerang kami" ucap salah seorang penjaga.


Dari atribut yang digunakan, ia yakin jika kelima orang yang baru saja datang berasal dari Pasukan Gerbang Naga.


"Terima saja nasib kalian, hari ini kalian semua harus mati" ucap Qiu Long dengan aura yang mengerikan.


"Maju..! ucap Qiu Long memberi perintah kepada anggota kelompoknya.