
Saat ini firasat Long Guan merasakan keadaan tidak tenang, tiba-tiba hatinya menjadi gelisah. Ia mengedarkan indra spiritualnya, dengan rasa sedikit gelisah ia dapat merasakan aura dingin yang begitu familiar. Sejenak ia berpikir jika aura Qi seperti itu adalah milik orang-orang yang berasal dari Sekte Phoenix Es.
Long Guan tetap melanjutkan perjalanannya menuju puncak kedua, tidak lama kemudian ia merasakan hawa dingin yang cukup kuat. Dari langit ada butiran salju tipis yang mulai turun dengan tidak beraturan.
"Gawat, ini adalah kekuatan terpendam Xie Annchi" gumam Long Guan yang baru saja tersadar. Ia teringat saat terakhir kali bertemu dengan Xie Annchi. Ia saat itu masih lemah, justru Xie Annchi lah yang menolongnya.
"Teman-teman, aku mohon maaf pergi duluan ke arah puncak kedua." ucap Long Guan dan dalam sekejap melompat ke udara.
Liu Xianzhong hanya mengangguk pelan, ia tidak bertanya tentang kepergian Long Guan. Begitu juga dengan teman-teman yang lain, mereka semua juga tidak mempermasalahkan kepergian Long Guan yang tiba-tiba. Sebagai sesama anggota kelompok, Liu Xianzhong dan delapan orang murid Sekte Pedang Bintang juga tidak mau ketinggalan, mereka segera mempercepat gerakannya untuk segera menyusul Long Guan.
Tidak sampai satu tarikan napas, Long Guan segera tiba di pusat medan pertempuran antara kelompok murid Phoenix Es dengan kelompok murid yang berasal dari Sekte Puncak Abadi. Dari pakaian yang dikenakan oleh kedua belah pihak, Long Guan dapat membedakannya dengan cepat.
Ada jejak pertempuran yang sangat besar terlihat, beberapa murid wanita terluka dengan parah. Di seberangnya tidak jauh dari rombongan murid wanita yang terluka, terlihat seorang wanita yang sangat cantik tengah bertarung dengan beberapa orang.
Satu melawan tujuh orang, sungguh komposisi yang tidak sebanding. Long Guan mengernyitkan matanya, ia dapat melihat wanita tersebut mendapat beberapa sayatan di lengannya. Ada darah segar yang menetes dari lengannya, membuat dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas di antara kepungan tujuh orang murid Sekte Puncak Abadi.
Long Guan dengan serius mengernyitkan kedua matanya, ia dapat melihat jika wanita itu adalah Xie Annchi. Long Guan jelas tidak terima melihat Xie Annchi yang terluka, dengan jurus seribu bayangan ia bergerak dengan sangat cepat.
Dari kejauhan, rombongan murid Sekte Pedang Bintang bergerak dengan cepat. Mereka masih dapat melihat posisi Long Guan yang tengah memperhatikan situasi pertarungan.
Ada tatapan keterkejutan di wajah kawan-kawannya, sosok Long Guan yang mereka kenal sederhana ternyata memiliki kecepatan di luar nalar mereka. Desas-desus terkait tewasnya dua orang Tetua Wang kini mulai terungkap, kecepatan yang baru saja ditunjukkan oleh Long Guan jelas bukan ranah seperti yang ia tunjukkan selama ini.
Liu Xianzhong membantu murid-murid Phoenix Es yang terluka, ia dan teman-temannya mulai memberikan pertolongan pertama dengan menghentikan pendarahan. Luka-luka mereka cukup serius, bahkan beberapa diantaranya mengalami situasi yang sulit untuk disembuhkan.
Di pusat pertempuran, "Dasar tidak tahu malu" ucap Long Guan yang kini sudah memunggungi tubuh Xie Annchi.
Dari jarak sedekat ini, Xie Annchi masih belum melihat wajah pria yang berada di depannya, namun ia bisa memastikan orang yang berdiri di depannya berada di pihak yang sama dengannya. Terlebih ada rasa yang tidak asing yang dipancarkan dari dalam tubuh pria tersebut.
Ada kilatan dingin yang terpancar di mata Long Guan. Menyaksikan wanita yang dicintainya terluka, membuat emosinya bergejolak dengan sangat menakutkan.
"Sebaiknya kalian menyerah, aku tidak akan berbuat lebih. Tetapi jika kalian masih memaksakan kehendak maka jangan salahkan aku bertindak kejam" ucap Long Guan memecah konsentrasi orang-orang yang tengah mengepung murid terkuat Phoenix Es tersebut.
"Hahaha.. Gila!"
"Dasar tidak waras" umpat Wu Xin.
Mendengar ucapan Long Guan, seluruh murid Sekte Puncak Abadi tertawa lepas.
Saat ini, Xie Annchi mulai terusik. Suara yang ia dengar sangat membekas di telinganya, namun ia masih belum berani mengidentifikasi bahwa itu adalah sosok lelaki yang ia kagumi selama ini, lelaki yang membuatnya bertahan di Alam Spiritual.
"Jangan salahkan aku karena sudah memberitahu kalian sebelumnya" ucap Long Guan dengan seringai wajah dinginnya.
Long Guan mengumpulkan energi Qi nya, di tangan kanannya Qi yang sangat besar yang bercampur dengan energi fisiknya berkumpul menjadi satu. Long Guan mengeluarkan teknik Pukulan Sembilan Naga, ia ingin melihat dampaknya setelah kekuatannya kini berada pada Semesta Kedelapan.
Dengan kecepatan yang sangat cepat ia mulai melesat, di belakangnya sekilas terlihat bayangan naga yang cukup besar, jika diperhatikan secara seksama cahaya ungu itu membentuk sembilan naga.
Wu Xin merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar, bahkan lebih besar dari tekanan yang baru saja dikeluarkan oleh dewi Phoenix Es. Ia segera mengumpulkan Qi nya membuat serangan pukulan untuk menghalau serangan yang kini bergerak mendekatinya. Dengan seluruh kekuatannya Wu Xin bersiap menghadang, mengepalkan tinju dengan kilauan cahaya yang berwarna kemerahan.
"Booomm"
Dua pukulan bertabrakan di udara, pertarungan diantara mereka berdua menciptakan muntahan gelombang energi yang sangat kuat, gelombang udara yang terdistorsi menimbulkan energi yang sangat mengerikan.
Di atas tanah, kerikil dan bebatuan mulai beterbangan akibat sapuan gelombang udara tersebut. Di pusat ledakan, debu yang sangat tebal menggumpal menyamarkan tujuh sosok tubuh yang terhempas dengan keras seperti meteor jatuh.
Dari layar yang berada di alun-alun, wajah Long Guan kini terekspos secara penuh. Penatua Agung Han Zao tampak menganggukkan kepala, tangan kanannya bergerak mengelus dagunya.
"Anak ini benar-benar semakin kuat. Entah apa yang sudah ia dapatkan setelah pulang dari menjalankan misi di Gunung Song" gumamnya dalam hati.
"Anak itu, bukankah dia yang berasal dari dunia fana?" gumam Matriark Xue Juan, ia sekali lagi berusaha mengidentifikasi.
Sebelumnya saat Long Guan bertarung dengan Meng Gao ia tidak begitu perhatikan, tetapi setelah sesuatu terjadi pada murid-muridnya tentu perkembangan sekecil apapun tidak lepas dari perhatiannya.
"Kenapa pekembangannya sangat cepat?" gumam Matriark Xue Juan sambil memandang ke arah Long Guan dengan ekspresi bingung. Di layar besar tersebut masih menampilkan sosok Long Guan, banyak tatapan mata yang jatuh pada sosoknya.
Pada waktu ini, banyak orang-orang yang tertegun melihat pemandangan ini, mereka semua dapat melihat pertarungan tersebut dengan jelas. Tetua Chang Gui pun sedikit tertegun, ia tidak menduga murid andalan Sekte Puncak Abadi dikalahkan dengan mudah. Bahkan tidak cuma Wu Xin, keenam orang temannya juga mengalami nasib yang menyedihkan.
Setelah melakukan pukulan dahsyat tersebut, Long Guan membalikkan badannya. Dari arah yang tidak jauh, Xie Annchi berdiri dengan kaku. Tubuhnya gemetar dan air matanya mengalir deras. Ia dengan gemetar berjalan menghampiri Long Guan, dalam sekejap ia menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Long Guan dan berteriak keras.
"Akhirnya kamu datang. Kamu benar-benar datang" ucap Xie Annchi penuh emosi. Sedih, senang dan rindu semua bercampur aduk.
Terlihat Xie Annchi menahan emosi yang sangat besar, tubuhnya masih gemetar meski sudah berada dalam pelukan Long Guan. Raungannya jelas mengagetkan orang-orang yang melihat, terutama para murid Sekte Pedang Bintang, ada tatapan keirian di wajah mereka.