
Sementara, di Kota Awan kini situasinya kian kondusif. Setelah memastikan kepergian rombongan murid Kristal Es, Zu Aiguo segera menemui ayah dan kakeknya di Istana Kerajaan Zu.
Ia datang membawa titipan dari tetua Yang Guifei sesuai arahan dari Ketua Sekte yang memiliki janji untuk memberikan pil peningkat kultivasi kepada raja Zu.
Zu Aiguo datang sendiri ke Istana Kerajaan, sementara adiknya yang bernama Zu Guang kini ditugaskan untuk bertanggung jawab atas perpustakaan Sekte Pedang Angin, hal ini sesuai dengan hobi membaca dari Zu Guang serta ketelitiannya.
Zu Guang sendiri di rencanakan akan menjadi penerus kerajaan Zu, hal ini dikarenakan Zu Aiguo tidak mau terlibat dunia pemerintahan ia lebih senang berbisnis, dan karena sifatnya pula ia ditempatkan sebagai penanggung jawab rumah lelang Pedang Emas Kota Awan, sementara cabang yang berada di Ibukota Qin diserahkan kepada kakak beradik Liu Bing dan Liu Tang.
Kabar kedatangan Zu Aiguo segera disambut oleh Raja Zu Lian dan putranya Zu Sanfeng, mereka sudah tidak sabar ingin melihat Zu Aiguo setelah masa latihan tertutup bersama Long Guan.
“Hormat pada kakek dan ayah” ucap Zu Aiguo dengan sikap penuh hormat.
Pemandangan ini disaksikan oleh para Jenderal dan pejabat istana kerajaan Zu. Orang-orang yang menyaksikan Zu Aiguo serempak berdecak kagum, seorang pemuda yang gagah perkasa dengan pedang di sarungnya sebagai identitas murid Sekte Pedang Angin.
Bahkan tiga orang Jenderal pasukan kerajaan Zu tersentak kaget melihat basis kultivasi cucu Raja Zu yang kini berada pada ranah yang sama dengan para Jenderal tersebut, sungguh keajaiban yang sangat besar.
“Tidak salah reputasi tentang Sekte Pedang Angin, benar-benar menakutkan” gumam Jenderal Song dalam hatinya.
Zu Aiguo langsung dipeluk hangat oleh Zu Lian, sementara Zu Sanfeng Nampak tersenyum puas melihat perkembangan putra tertuanya, ia tidak salah mempercayakan pelatihan yang dipimpin langsung oleh Long Guan.
Setelah pertemuan singkat di Aula Kerajaan, Zu Aiguo bertemu secara pribadi dengan keluarga kerajaan. Dalam obrolannya ia menyerahkan titipan khusus kepada Raja Zu dari Ketua Sekte Pedang Angin sekaligus cucunya, Long Guan.
Raja Zu Lian menerima botol Pil yang berisi enam butir pil semesta.
“Long Guan benar-benar memberikan pil ini. Sekte Pedang Angin sangat luar biasa” batin Raja Zu Lian.
Selain menerima pil semesta, dirinya juga mendapatkan kiriman ribuan pil tingkat satu dan dua, serta ratusan pil tingkat tiga.
“Guo’er, Sekte kalian sungguh sangat luar biasa, dengan sumberdaya seperti ini bagaimana kami harus berterimakasih?”
Ucap Raja Zu Lian dengan malu-malu, ia sangat mengetahui bahwa pil-pil yang diberikan Long Guan tidak ternilai harganya.
“Kakek, Ketua Sekte Saudara Long Guan merupakan pahlawan sejati, segala kemajuan dan perkembangan Sekte ia berikan kepada orang-orang demi melindungi masyarakat. Saudara Long Guan ingin kita semua bangkit dan menjadi kuat, terutama Kota Awan ini harus menjadi pusat kekuatan dalam menghadapi pasukan Iblis kelak” ucap Zu Aiguo menjelaskan dengan bangga.
Tentu Zu Aiguo sangat mengidolakan saudaranya itu, yaitu Long Guan.
“Baiklah jika demikian, namun aku juga akan mengirimkan bahan-bahan herbal yang berkualitas tinggi untuk tetap mendukung kalian. Segala sesuatunya nanti akan dikirim langsung oleh pasukan kita” ucap Raja Zu Lian.
Dalam hal ini ia sangat senang sekali, karena menurut perhitungannya dengan sumberdaya ini kekuatan pasukannya akan meningkat beberapa kali lipat.
Keluarga Zu sangat puas melihat keberhasilan Long Guan dalam mendidik Zu Aiguo dan Zu Guang di Sekte Pedang Angin, apalagi kini kedua keturunan Zu tersebut menjadi Diaken dalam usia yang masih sangat muda, tidak dibayangkan bagaimana karirnya di masa depan.
“Hahaha" Sungguh berkah langit menyelimuti keluarga kita” ucap Raja Zu Lian dengan senyum lebar.
Zu Aiguo tidak mau terlalu lama meninggalkan tanggung jawabnya, meskipun keberangkatannya kali ini merupakan tugas Sekte namun ia tidak mau memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Adapun keluarga Zu yang ingin bertemu dengan dirinya bisa mengunjungi rumah lelang Pedang Emas.
****
Di Pegunungan Dushou..
Rombongan pasukan iblis yang baru saja tiba setelah menjalankan misi mencari informasi tentang Kota Awan, segera menuju Istana Iblis untuk melapor kepada Jenderal Iblis Xiaoru.
“Bagaimana hasil penyelidikan kalian, apakah menemukan sesuatu yang mencurigakan?” tanya Iblis Xiaoru kepada salah seorang dari mereka yang bertugas sebagai kepala rombongan.
“Lapor Jenderal, berdasarkan informasi yang kami himpun saat di Kota Awan, terjadi hal-hal yang memang ketidakwajaran” ucap kepala rombongan tersebut.
Jenderal Iblis Xiaoru mengerutkan dahinya, “katakan lah apa yang terjadi” tanyanya dengan nada cukup penasaran.
Kepala rombongan lalu menceritakan hasil penyelidikannya secara detail.
“Kota Awan kini didominasi oleh Sekte Pedang Angin, perkembangan mereka sangat pesat bahkan Ketua Sekte tersebut yang masih seorang pemuda adalah orang yang telah membunuh Jenderal Xiake.
Sekte Pedang Angin juga memiliki tempat usaha untuk mengatur jual beli bahan-bahan pil dan ramuan serta barang-barang berharga lainnya, dalam bidang herbal mereka menjual pil-pil peningkat kekuatan kultivasi.
Selain itu, ketika kami hendak membeli pil di toko tersebut dapat dilihat penanggung jawab seorang pemuda dengan ranah kultivasi setara denganku, selain itu aku masih merasakan kehadiran kultivator ulung di dalam toko tersebut.
Dengan menggunakan identitas sebagai murid Kristal Es membuat kehadiran kami mudah dicurigai, ternyata hubungan Sekte Pedang Angin dan Sekte Kristal Es tidak berada dalam kondisi yang baik.” Ucap ketua rombongan tersebut menyampaikan hasil temuannya di Kota Awan.
Setelah mendengar penjelasan dari mata-mata tersebut, membuat Xiaoru tambah yakin terhadap peringatan yang telah disampaikan oleh Kaisar Azazil sebelumnya.
“Hmmm.. segera informasikan kepada seluruh pasukan untuk lebih berhati-hati dengan Kota Awan dan Sekte Pedang Angin, kita bukannya takut, namun saat ini Kaisar Azazil masih dalam pelatihan tertutup.
Sehingga kita tidak usah menimbulkan masalah yang tidak perlu” ucap iblis Xiaoru memberi perintah kepada bawahannya.
“Aku perlu menyusun rencana yang tepat untuk menghancurkan Kota Awan. Aku tidak boleh gegabah seperti Xiake yang tanpa perhitungan, ia terlalu meremehkan kekuatan manusia tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu.” gumamnya dalam hati.
Saat ini, di dalam ruang tertutup tampak Azazil tengah berkonsentrasi membangun kekuatannya. Semenjak bangkit kembali, kekuatannya tertahan di Semesta tingkat dua, dimana ia kehilangan lima tingkat kultivasi dari sebelumnya.
Bahkan pada periode kebangkitannya kali ini, ia bertekad menjadi lebih kuat lagi guna membalas dendam dan menguasai Alam Spiritual menjadi kaisar penguasa dengan dukungan Sekte Kegelapan.
Aura kegelapan terus berpendar di ruangan tersebut, Azazil yang tengah berendam di kolam darah sambil terus menyerap esensi kekuatan dari darah para korbannya.
Selama beberapa waktu ini, pasukannya terus melakukan persembahan korban jiwa dari para penduduk yang mereka culik, semakin kuat korbannya maka akan semakin bagus kualitas darah yang diserap oleh Azazil yang bergelar Kaisar Iblis di Alam Fana.
Namun jika di Alam Spiritual sendiri kekuatan Azazil dan pengikutnya bukan apa-apa, hanya saja keberadaan Sekte Kegelapan sangat merepotkan. Dengan pemimpinnya yang memiliki kemampuan pemahaman hukum ruang dan waktu, membuat orang-orang di Alam Spiritual sekalipun menjadi kerepotan.