
Tidak lama kemudian Shen Long dan Bing Wen sudah bergerak cepat menyusul Qiu Long dan yang lainnya ke arah Desa Baiyun. Sementara pasukan Gerbang Naga akan menyusul di bawah pimpinan Zhao Shiyu, ia juga merupakan anggota senior setingkat Bing Wen.
Di Desa Baiyun, pedang yang di tangan Qiu Long sudah bergerak dengan sangat cepat menebas anggota pasukan Klan Yinzhen. Satu persatu mereka tewas di bawah pedang dengan leher terpenggal. Qiu Long menggunakan kombinasi serangan pedang dan juga pukulan tangan kosong.
Dari kejauhan tampak Yinzuo menyaksikan keganasan Qiu Long. Sebagai komandan pasukan Klan Yinzhen, ia berencana menghabisi Qiu Long setelah ia kehabisan energi Qi. Menurut hitungan Yinzuo, meskipun pendekar Tingkat Dewa akan tetap terpengaruh dengan pertempuran skala besar.
"Jurus Tebasan Meteor" ucap Qiu Long sambil bergerak dengan sangat cepat.
Energi Api Abadi mengalir melalui ujung pedang Qiu Long. Dalam setiap tebasan nya mengandung energi panas yang langsung membuat tubuh orang-orang Klan Yinzhen seperti hangus terbakar.
Zlash!
Zlash!
Zlash!
Hanya dalam satu tarikan napas, para anggota Klan Yinzhen berubah menjadi mayat Beberapa diantaranya berubah menjadi kabut darah akibat pukulan tangan kosong Qiu Long.
Pedang di tangan kanannya serta tapak api abadi di tangan kirinya, ratusan anggota Klan Yinzhen berjatuhan kehilangan nyawa.
Sementara Xiao Jian dan yang lainnya tampak tidak percaya melihat kemampuan Qiu Long yang telah meningkat sangat pesat.
Pertarungan antara Xiao Jian dan yang lainnya masih berlangsung. Meskipun mereka hanya diminta untuk menahan, tetapi serangan dari pihak musuh sangat merepotkan.
Mulanya Xiao Jian dan yang lainnya bisa memojokkan orang-orang dari Klan Yinzhen. Sering berjalannya waktu kelompok Xiao Jian mulai kehabisan energi Qi.
"Gawat jika begini terus aku bisa kalah" ucap Wei Sheng sambil menahan sakit dari luka sabetan pedang yang baru saja ia dapatkan.
Trank!
Trank!
Suara pedang beradu masih menyelimuti pertarungan mereka.
"Rasakan ini" raung seorang pria paruh baya saat mengayunkan pedangnya ke arah Wei Sheng dengan ganas.
Wei Sheng.. Hati-hati!
teriak Xiao Jian dengan keras memperingati rekannya.
Namun sudah terlambat, sebuah sabetan pedang mendarat di bahu Wei Sheng dan membuatnya terhempas ke belakang.
"Hahaha.." terdengar tawa penuh kemenangan dari pria yang menjadi lawan Wei Sheng.
Mampus kau! ucap pria itu dengan angkuh.
Saat selanjutnya, pria tersebut tidak memberikan kesempatan Wei Sheng untuk memulihkan diri. Dengan aura Qi yang masih bergejolak, ia kembali melancarkan serangannya kepada Wei Sheng.
Wei Sheng awas! teriak Xiao Jian yang masih mengkhawatirkan rekannya itu.
"Lawanmu adalah aku. Sebaiknya kau juga bersiap untuk mati" ujar seorang pria tengah baya yang menjadi lawan tangguh Xiao Jian.
Sambil mengeluarkan energi Qi yang dahsyat, pria tersebut kembali menyerang Xiao Jian dengan brutal.
Di sisi lain, Wei Sheng baru saja bangkit. Ada rasa sakit yang ia rasakan di bagian bahu belakangnya. Pada kesempatan sebelumnya, ia tidak sempat menghindari serangan dari lawannya, akibatnya ia mengalami luka sabetan. Meskipun tidak fatal, namun luka tersebut membuat Wei Sheng kesulitan menggerakkan tangannya untuk mengangkat pedang.
Sebuah serangan kembali menghampiri Wei Sheng, namun berkat peringatan dari Xiao Jian ia berhasil menghindar beberapa langkah ke belakang.
"Sialan" umpat lelaki tersebut dengan kesal
Dibandingkan dengan sebelumnya kini ia tampak lebih serius dengan mengeluarkan jurus tangan kosong untuk membunuh Wei Sheng.
Tiba-tiba, sebuah telapak tangan menghantam tubuh lelaki tersebut dan membuatnya terhuyung ke depan. Kesempatan tersebut segera dimanfaatkan oleh Wei Sheng.
"Jurus Tebasan Batu" teriak Wei Sheng sambil mengalirkan sisa Qi nya ke pedang yang ia genggam.
"Zreett"
Detik berikutnya sebuah tebasan mendarat tepat di leher lelaki dari Klan Yinzhen tersebut.
Perubahan situasi yang sangat cepat ini mengejutkan para pendekar yang sedang bertarung.
"Terimakasih Ketua" ucap Wei Sheng saat melihat Shen Long tengah berdiri tidak jauh darinya.
Jika bukan karena pukulan dari Shen Long yang baru saja tiba, mustahil bagi Wei Sheng untuk mengembalikan keadaan.
"Kamu istirahatlah, sisanya biar aku dan Bing Wen yang akan membereskan".
"Baik Ketua" ucap Wei Sheng lalu duduk bersila untuk memulihkan diri.
"Bing Wen kamu bantu yang lain, sementara aku akan bergerak membantu anak gila itu" ucap Shen Long sambil mencabut pedangnya.
Di kerumunan pertempuran tampak tumpukan mayat sudah jatuh bergelimpangan, hampir seribu orang tewas begitu saja membuat ceceran darah mengalir seperti sungai darah.
Seorang pria yang berlumuran darah terus bergerak dan melesat dengan cepat seperti malaikat maut. Baju hitamnya berubah menjadi merah, cipratan darah dari musuhnya membuat dirinya terlihat sangat menakutkan.
"Kukira paman masih beristirahat di pagi hari ini" ucap Qiu Long saat melihat Shen Long bergerak dengan beringas menghabisi prajurit dari Klan Yinzhen.
"Istirahat kepalamu. Pagi-pagi buta kamu sudah bikin ulah" jawab Shen Long sambil menggerutu.
Namun Qiu Long hanya tersenyum saat mendengar ucapan pamannya tersebut. Pada saat yang bersamaan, tebasan demi tebasan terus menyebabkan pihak musuh semakin banyak kehilangan anggota pasukannya.
Di pihak Xiao Jian dengan keberadaan Bing Wen cukup membantu Xiao Jian. Meskipun Bing Wen baru berada pada ranah setengah dewa namun kehadirannya dapat mengganggu konsentrasi dari musuh. Xiao Jian segera memanfaatkan kondisi ini dengan baik, setelah mendapatkan waktu yang tepat ia bergerak lebih cepat untuk menyerang lawannya.
"Tebasan Meteor" ucap Xiao Jian dengan penuh semangat.
Adanya gangguan dari Bing Wen, jelas membuat musuh yang dihadapi oleh Xiao Jian kelabakan.
Zleb!
Zleb!
Dua buah tusukan bersarang di tubuh pria paruh baya tersebut, detik berikutnya ia ambruk tak berdaya sebelum menghempaskan tubuhnya dan berhenti bernafas.
Melihat keberhasilan Xiao Jian yang berhasil membunuh lawannya, membuat semangat Yong Rui dan Zhi Hao semakin berkobar.
Xiao Jian dan Bing Wen segera bergabung membantu. Dengan komposisi seperti sekarang, pendekar dewa dari Klan Yinzhen hanya bisa mengutuk dalam hati.
Kekompakan mereka sebagai anggota Gerbang Naga sudah tidak diragukan lagi, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka menghabisi dua orang petarung yang tersisa.
Setelah berhasil membunuh dua orang Pendekar tersebut, Xiao Jian, Zhi Hao dan Bing Wen segera bergabung untuk membantai pasukan yang tersisa.
Sementara Yong Rui memilih menjaga Wei Sheng yang sedang memulihkan diri. Setelah Wei Sheng terluka maka tugasnya diambil alih oleh Zhi Hao.
Di medan pertempuran utama tatapan Qiu Long berpendar mencari sosok Yinzuo yang sudah ia targetkan. Sebagai orang yang berada dibalik penyergapan dirinya lima tahun yang lalu, ia sangat ingin membunuh Yinzuo lebih dari siapapun juga.