
Pagi harinya Jian Ling keluar dari kamar dan mengabari para tetua serta Patriark Long bahwa Long Guan sudah pulih.
Seketika mereka bergegas berkumpul di ruang tamu untuk menanyakan kondisi Long Guan.
"Salam Ketua"
Ucap kelima orang Tetua.
"Salam para Tetua. Salam hormat Kakek dan para paman"
Jawab Long Guan sambil mempersilakan mereka duduk.
"Guan'er bagaimana keadaanmu sekarang? tanya Patriark Long dengan wajah yang khawatir.
"Sekarang sudah jauh lebih baik, kakek tidak perlu khawatir. Pertempuran kemarin memang sangat menguras tenaga dan untungnya tidak ada luka dalam yang ditinggalkan " Tutur Long Guan.
"Baiklah kalo begitu, tidak hanya pulih namun kakek merasakan auramu bertambah kuat dari sebelumnya" Tanya Patriark Long dengan penasaran.
Long Guan tertegun sejenak, ia menarik napas panjang sambil menatap orang-orang yang hadir, kemudian ia dengan serius bberkata, Kekuatanku saat ini hampir memasuki tahap Immortal, yaitu tahap alam Dewa yang terendah.
Selama ini kita mengetahui puncak kultivasi dunia beladiri Benua Timur berada pada ranah Kelahiran Kembali. Namun sebetulnya itu keliru, dalam tahap tertentu manusia masih bisa mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih kuat lagi.
Melalui pemahaman yang leluhur berikan padaku, alam manusia atau biasa disebut dengan alam fana terdapat batasan waktu.
Ada beberapa alam di semesta ini, namun baru sampai tahap Alam Spiritual yang aku ketahui. Alam Spiritual ini mungkin bisa dibilang alam Dewa, karena adanya perbedaan kekuatan dan waktu. Sehari semalam di Alam spiritual setara dengan 100 tahun di dunia fana.
Ada juga dunia penjaga yang memiliki kekuatan yang hampir sama, hanya batasan waktunya berbeda 50 tahun lebih cepat.
Kaisar Iblis Azazil dahulunya merupakan penghuni Alam Spiritual Tingkat Kedua, namun karena rasa iri hati dan kebencian membuat dirinya gelap mata, hati dan nuraninya penuh kedengkian hingga terjadi pertempuran dahsyat di alam tersebut.
Azazil berhasil diusir dari Alam Spiritual dan terhempas ke alam fana. Ia berusaha bangkit namun pasukan Dewa Pelindung hanya mampu menyegelnya dengan mengurangi kekuatannya" Cerita Long Guan dengan cukup panjang.
"Mohon maaf ketua, jika demikian berarti ketua sudah bisa memasuki Alam Spiritual tersebut? " Tanya Tetua Xie Rong yang penasaran.
"Dengan kualifikasi kekuatanku saat ini, masih belum layak buatku berada di sana" Ucap Long Guan dengan datar.
Mendengar jawaban Long Guan seisi ruangan menjadi sunyi, pengetahuan ini telah membuka pemahaman mereka tentang alam semesta ini.
"Karena kondisimu sudah baikan, sekarang kakek dan paman-pamanmu akan kembali ke Klan, jika ada waktu luang berkunjung lah ke sana dan ajak istrimu" Ucap Patriark Long memecahkan keheningan.
"Baiklah kakek, salam buat semua keluarga. Aku pasti akan berkunjung ke sana bersama Ling'er" Jawab Long Guan.
Kemudian Long Guan berkata kepada Tetua Yang Guifei "Tetua, apakah Pi Pemurnian Qi dan Pil Londasi Qi sudah siap?" Tanya Long Guan.
"Sudah Metua, sebentar saya ambilkan" Jawab Tetua Yang Guifei sambil berlalu meninggalkan kediaman Ketua.
Tak berapa lama Tetua Yang Guifei datang dengan membawa kantong yang berisi botol Pil, lalu menyerahkannya kepada Long Guan.
Mata Patriark Long terbelalak, ia tidak menyangka cucunya akan memberikan Pil peningkat kultivasi ini begitu mudahnya dan ditambah dengan jumlahnya yang mencapai 1000 butir tentu bukanlah perkara yang sederhana.
"Baiklah Guan'er, akan kugunakan Pil-Pil ini untuk menambah kekuatan Klan Long dan tentu kami akan berkontribusi dalam melawan pasukan iblis di kemudian hari" Ucap Patriark Long dengan wajah yang serius.
Setelah itu Long Guan melirik para pamannya dan berkata "Kakek, sepertinya aku dan Ling'er akan membawa banyak hadiah untuk ke empat bibiku kelak ketika berkunjung ke Klan Long" Celetuk Long Guan menahan senyum.
"Hahaha... Iya tentu saja pamanmu akan mencarikan bibi untukmu" Jawab Patriark Long yang mengerti maksud cucunya itu.
Namun wajah Long Chu dan yang lainnya tampak memerah menahan malu akibat candaan Long Guan yang sering mencandainya.
Setelah kepergian Patriark Long dan Pamannya, Long Guan mengajak para tetua untuk berkeliling melihat perkembangan pembangunan sekte, mengingat seminggu lagi waktu pendaftaran murid akan segera dimulai.
Long Guan mengangguk puas saat berkeliling masing-masing paviliun. Sudah 95 persen tercapai dari target yang ditetapkan oleh Long Guan, wajah-wajah ceria para Tetua juga tersimpul bangga saat melihat perkembangan sekte yang benar-benar sangat mengagumkan.
Boleh dikatakan, sekte Pedang Angin saat ini adalah Sekte terbesar dengan fasilitas terlengkap. Tak beberapa lama Long Guan tiba di perpustakaan sekte, ia menatap rak-rak yang tertata rapi dan berada pada setiap lantai sesuai dengan tingkatannya.
Sementara ini masih menjadi tanggungjawab tetua Jian dalam menjaganya, namun tetua Jian juga memiliki tanggungjawab tersendiri dalam mengelola paviliun beladiri sekaligus membentuk pasukan inti penjaga sekte.
Kepala Long Guan sedikit pusing memikirkan figur yang cocok dalam mengelola perpustakaan. Melihat Long Guan sedang tertegun, Tetua Jian berkata "Sebaiknya perpustakaan di kelola dibawah paviliun harta, hal ini disebabkan karena di dalam perpustakaan sekte terdapat kitab-kitab beladiri berharga yang senilai harta karun tak ternilai.
Selain itu paviliun harta sudah memiliki tenaga ahli yang terampil dalam pencatatan. Mengenai ranah kekuatan, perlahan tapi pasti dengan perkembangan Sekte beberapa tahun kemudian tentu kita tidak akan kekurangan potensi murid berbakat yang bisa ditunjuk sebagai diaken" Ucap tetua Jian.
Kemudian Long Guan menanyakan ketersediaan Tetua Xie Rong, "Ketua, aku tidak keberatan dengan penambahan perpustakaan berada di bawah pengaturan Paviliun Harta" Jawab tetua Xie Rong dengan mantap.
"Baiklah jika demikian, segera disesuaikan pengaturannya. Untuk token pengenal apakah sudah selesai dibuat?" Tanya Long Guan kepada Tetua Xie Rong "Sudah Ketua, tinggal menunggu arahan Ketua untuk dibagikan" Jawab tetua Xie Rong.
"Baiklah jika begitu, segera bagikan kepada para Tetua dan para murid sesuai dengan jurusannya. Selain itu, segera bentuk pula aula misi yang berada di bawah naungan Paviliun harta.
Aula misi berfungsi untuk menjalankan misi yang diterima oleh Sekte baik internal maupun misi dari masyarakat yang tidak bertentangan dengan prinsip dan tujuan Sekte.
"Hal ini berguna bagi para murid untuk menambah pengalamannya." Ucap Long Guan. "Baik ketua, akan segera dibentuk Aula misi" Jawab Tetua Xie Rong dengan patuh.
Hal ini juga membuat Tetua lainnya merasa apa yang direncanakan oleh Ketua Sekte mereka sungguh luar biasa.
"Lalu bagaimana perkembangan pemurnian pil?" Tanya Long Guan kembali, "Pil-pil tingkat satu dan tingkat dua sudah diproduksi massal dan sudah tersedia untuk para murid kita, sementara untuk penjualan ke luar sudah tersedia dua ribu pil untuk dikelola oleh Rumah Lelang Pedang Emas." Jawab tetua Yang Guifei dengan tenang.
"Baiklah, terimakasih atas kerja keras semua Tetua. Apa yang kita capai saat ini hanyalah dari permulaan kecil dari apa yang menjadi cita-cita Sekte Pedang Angin di masa yang akan datang.
Mulai hari ini para murid segera diberikan Pil untuk meningkatkan kultivasi mereka, Pil kultivasi dan Pil lainnya nanti bisa diberikan kepada mereka yang mendapatkan prestasi agar menjadikan motivasi bagi seluruh murid.
Khusus Tetua Guo Yang, para murid yang sudah bergabung agar segera dibentuk tim pengintai guna mengumpulkan informasi dengan cepat dan tepat kepada Sekte. Bekali mereka dengan keahlian dan jangan segan pergunakan fasilitas perpustakaan untuk meningkatkan keahlian mereka" Ucap Long Guan dengan tegas.
Lalu tetua Jian, persiapkan murid-murid dengan keahlian pedang dan latihlah mereka dengan formasi berpedang untuk mengunci dan membunuh musuh.
Perintah Long Guan ini segera dipatuhi oleh para Tetua dengan sangat gembira, mereka benar-benar beruntung memiliki Ketua yang dapat berpikir jauh ke depan.