Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Tidak Mau Seperti Hung Fei


Sudah seminggu sejak kepergian Long Guan, suasana hati Jian Ling kini tengah diliputi kecemasan karena terlalu memikirkan suaminya.


Meskipun ia yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Long Guan, ia tetap saja mengkhawatirkan keselamatannya yang kini sedang berada di Tanah terlarang Sekte Pedang Angin.


Selain kesibukannya membuat pil dan ramuan di Paviliun Obat, dirinya menyempatkan berlatih ringan bersama para murid yang membantu di kediamannya.


Tiga orang murid yang membantu Jian Ling di rumah kediaman Ketua Sekte tersebut merupakan murid wanita senior yang sebelumnya mengalami kemacetan dalam bela diri.


Namun semenjak mengikuti Jian Ling, mereka mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam kurun waktu tiga bulan, mereka sudah memasuki alam Inti Qi tahap awal.


Dengan bantuan sumberdaya dari istri Ketua Sekte yang merupakan Alkemis di Paviliun Obat, membuat mereka merasa nyaman mengikuti Jian Ling.


Kekuatan Jian Ling sendiri terasa aneh, meskipun ia sedang memasuki usia kehamilan tiga bulan, kekuatannya tidak melemah bahkan belakangan ini dirinya sudah memasuki ranah Inti Qi tahap akhir.


Kejadian ini membuat tetua Yang Guifei merasa aneh, sebagai seorang seniman bela diri yang bergerak di bidang ilmu pengobatan kejadian ini merupakan hal yang pertama ia temui.


Kegiatan Sekte Pedang Angin sudah mulai menunjukkan keberhasilan dalam segala bidang, apa yang dicanangkan sebagai sembilan langkah perubahan benar-benar diterapkan dengan serius.


Dalam hal ini tetua Huang Xun sangat serius menegakkan peraturan dan kedisiplinan. Paviliun penegak kedisiplinan tidak akan memandang bulu siapapun murid yang melanggar.


Long Guan tidak pernah menerapkan unsur kedekatan, semua murid di mata Sekte adalah sama hak dan kewajibannya, jika keberatan dengan aturan Sekte maka silahkan keluar.


****


Di Tanah Terlarang


Saat ini Long Guan masih fokus dalam penyerapan Mustika Naga yang kedua, energi besar yang terkandung di dalam Mustika tersebut masih belum bisa terurai dengan sempurna.


Sudah tujuh hari ia berusaha tanpa lelah, sekali saja ia berhenti maka akan menyebabkan kegagalan serta aliran darah yang tidak stabil akan menyebabkan tubuhnya bisa meledak, ada sisi kekaguman terlihat di wajah Hung Fei.


Bagaimanapun ia telah menyaksikan sendiri proses yang sangat sulit tersebut, Mustika Naga yang kini sudah terserap ke dalam tubuh Long Guan memiliki energi besar yang sulit untuk ditangani.


Sudut mata Long Guan menyusut, dahinya penuh keringat dingin yang menandakan ia sedang berusaha keras.


Di dalam Dantiannya aliran energi yang terkondensasi kini mulai mengalir ke seluruh sel tubuhnya, riak energi yang tersalurkan di meridian tubuhnya sudah mulai stabil.


Benturan energi internal dalam tubuhnya kini menyatu sempurna dengan energi yang ia serap dari Mustika Naga. Badai energi meletup kuat menimbulkan getaran gelombang kekuatan di seluruh tubuh Long Guan.


Dalam satu tarikan napas panjang terdengar suara ledakan,


“Boom!"


Suara menandakan ia menerobos terdengar,


"Semesta Tingkat Kedua!"


Ia menghela napas lega,


“Hufftt!


"Akhirnya berhasil juga.” Gumam Long Guan pelan, ia membuka matanya dan memperhatikan sekelilingnya dengan seksama.


Aura kuat tubuhnya sangat berbeda dengan sebelumnya, ia merasakan pusaran energi dalam tubuhnya yang bergejolak, ia merasakan titik hitam yang berada di samping Dantiannya kini semakin membesar dan menyemburkan energi secara terus menerus.


Titik hitam yang semula sebesar biji kacang kedelai kini sudah menjadi seukuran biji Jagung. Letaknya yang berada di samping Dantian, menjadikannya tampak terlihat Dantian kembar.


Sambil mengatupkan gigi Long Guan mengeluarkan beberapa Pil Pemulih Energi dari dalam Cincin Penyimpanannya, ia segera memasukkan tiga butir pil sekaligus untuk memulihkan energinya.


Ia kembali berkonsentrasi dalam duduk silanya, ada kehangatan terasa mengalir memasuki tubuhnya mengisi setiap sendi tubuhnya.


Senyum senang tampak tercipta di wajahnya, apa yang ia lakukan dalam satu minggu ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan.


"Apakah kelak dia yang akan membawa perubahan besar di dunia Dewa?"


Gumam Hung Fei.


Hung Fei merasa tidak rugi bisa berkenalan dengan orang sepertinya, jika dilihat kecerdasan Long Guan tergolong biasa saja, namun yang istimewa dari dirinya adalah tekad dan kemauannya yang keras.


Ia dak mudah putus asa, padahal beberapa kali Hung Fei melihat Long Guan hampir terluka saat menyerap Mustika Naga tersebut, namun tanpa menghiraukan keselamatan dirinya ia tetap melanjutkan kultivasinya.


"Entah apa yang dipikirkan anak ini?" Batin Hung Fei.


Dalam beberapa kali tarikan napas, mata Long Guan kembali terbuka. Hal pertama yang ia rasakan adalah persepsi indera spiritualnya semakin peka.


Ia bisa merasakan kekuatan para tetua Sekte Pedang Angin hingga beberapa Diaken. Namun kekuatan di bawahnya Long Guan tidak mendeteksinya.


Merasakan seperti baru terlahir kembali, ia segera menghampiri Hung Feng.


"Hahaha.. Bagus.. Bagus!


Kamu tidak mengecewakanku" Ucap Hung Fei sesaat Long Guan menghampirinya.


"Terimakasih senior, ini semua berkat senior" Jawab Long Guan dengan posisi badan agak membungkuk.


"Tampaknya kamu sangat bekerja keras dalam beberapa percobaan sebelumya?" Hung Fei bertanya cukup serius.


Aku memang harus selalu bersungguh-sungguh ketika sudah memutuskan memilih jalan bela diri.


Setiap sesuatu pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi, "Namun dari pada keraguanku menyebabkan banyak orang yang ku cintai musnah, tentu hal tersebut tidak akan sebanding" Jawab Long Guan dengan sungguh-sungguh.


Hung Fei sedikit terkejut mendengar alasan dari Long Guan, ternyata ia memikirkan banyak orang.


"Anak ini luar biasa, hanya pahlawan sejati yang memiliki sifat bawaan yang mulia" Gumam Hung Fei dalam hatinya.


Sangat jarang bisa mengenal orang seperti ini, bahkan di Dunia Dewa sekalipun masih banyak yang memiliki ambisi untuk dirinya pribadi. Aku merasa dia memiliki takdir sebagai penguasa.


"Kemarilah!, aku ingin menunjukkan sesuatu" Sambil mengedarkan energi spiritualnya, Hung Fei mengeluarkan sebuah gulungan yang tampak usang, lalu menyerahkannya kepada Long Guan.


"Ini adalah kitab Hukum Ruang dan Waktu yang pernah aku temukan saat masih menjadi murid Sekte Pedang Bintang".


Kamu pelajari terlebih dahulu dan cobalah pahami setiap petunjuk langkah-langkahnya. Ada tiga tahap yang harus kamu pahami.


Tingkat pertama bersifat pengaturan jarak, kamu bisa menuju kemanapun di dunia fana ini.


Untuk tingkat kedua jika kamu bisa menguasainya maka kamu bisa melangkah ke Alam Spiritual.


"Namun itu terlalu beresiko, jika keliru maka kamu akan terlempar ke dimensi waktu yang berbeda, bahkan dunia yang kau singgahi juga berbeda" Ucap Hung Fei dengan sangat serius.


Sebagai orang yang pernah menggunakan dimensi waktu, Hung Fei sangat memahaminya. Seperti dirinya yang terlempar ke dunia bawah ini akibat kecerobohan yang ia lakukan.


Saat itu ia belum memahami Tahap Ketiga, namun dirinya sudah merasa hebat, ia mencoba melintasi Alam Surgawi yang berakhir terjebak dalam pusaran waktu dan melemparnya ke dunia alam manusia.


"Jika kamu bisa memahami tingkat ke tiga barulah kamu akan sempurna memahami hukum ruang dan waktu".


"Tingkat ketiga hampir sama dengan tingkat kedua, namun ada hubungan sebab akibat yang perlu kamu pelajari lebih jauh" lanjut Hung Fei menjelaskan isi kitab ruang dan waktu.


Long Guan masih terkesiap mendengar cerita dari Hung Fei, ia tidak bisa membayangkan jika terlempar ke dunia lain.


Namun Long Guan sudah yakin dengan jalan hidupnya, tidak ada kata mundur dalam untuk menjadi seorang kultivator. Sekali saja ragu, maka kelak akan menjadi iblis hati yang selalu muncul dalam perjalanan kultivasinya.