Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Mendobrak Batasan


Penatua Agung Ang Bei melirik Long Guan, ia tidak percaya anak itu bisa melakukan transformasi kekuatan.


Ia mengetahui Long Guan kini sedang memasuki masa pengosongan diri. Suatu keadaan dimana tubuhnya dapat bergerak dan mengeluarkan kekuatan tanpa ia rencanakan sebelumnya.


Sebagai seorang Master Pedang, Ang Bei sendiri masih jauh menguasai kondisi seperti ini.


"Gila!"


Hanya kata itu yang bisa Ang Bei ucapkan saat ini.


Long Guan merasakan kekuatan tubuhnya ikut meningkat, tulang Kaisar Naganya terisi esensi energi yang sangat pekat. Tiap sumsum tulangnya mengandung kekuatan yang terus berontak.


"Boooom!


"Boooom!


Tubuhnya mengalami terobosan mayor. Dua Tahap sekaligus, seperti saat ia menyerap Mustika Naga. Aura Semesta Kelima menguar dengan kuat dari dalam tubuhnya.


Para pendekar ahli dari Keluarga Wang sangat kesal. Melihat kenaikan tingkat kultivasi Long Guan dengan wajah muram. Tekanan energi yang mereka keluarkan malah menjadi konsumsi tubuh seorang pemuda biasa.


Pencapaian Long Guan belum berhenti, tubuhnya dengan rakus masih menyerap energi alam.


Tiba-tiba, seberkas cahaya ungu membentuk dimensi spasial keluar dari dalam tubuh Long Guan. Seberkas cahaya yang jelas dan tak bias itu menimbulkan gradasi cahaya yang tebal.


Dimensi Spasial mengeluarkan kekuatan yang sangat dahsyat, waktu berjalan dipaksa melambat, sehingga bisa memusatkan energinya untuk membentuk sebuah lubang dimensi waktu.


Sepuluh pendekar ahli Keluarga Wang berdiri mematung, gerakannya menjadi melambat dan terasa berat. Dimensi spasial yang tercipta dari dalam diri Long Guan menarik udara di sekitar mereka menjadi terhenti, molekul cairan di dalam tubuh mereka juga membeku.


Rasa dingin yang menyebar ke seluruh tubuh mereka terasa sangat menakutkan. Bahkan dua orang Penatua Agung Sekte Pedang Bintang tak bisa berkata apa-apa melihat pemandangan ini. Pada konteks ini pemahaman mereka menjadi kerdil. Hanya satu yang bisa mereka perkirakan, konsep ruang dan waktu!


"Bang!"


Sinar keunguan dengan cepat menarik paksa tubuh ke sepuluh orang pendekar ahli tersebut. Bagai lenyap ditelan bumi, mereka menghilang dalam terang hanya sekejap.


Ya, mereka lenyap di bawah tatapan para Petinggi Sekte Pedang Bintang!


Penatua Agung Ang Bei dan Penatua Agung Han Zao saling menatap, sebagai kultivator Ranah Surgawi mereka pernah melihat kejadian serupa, keahlian yang dimiliki oleh pemimpin Sekte Kegelapan.


Kekuatan yang sangat mengerikan, mampu melenyapkan nyawa orang lain tanpa harus terhalang emosi dan pikiran. Bahkan jika ranah Long Guan pada tingkat yang lebih tinggi, memusnahkan ratusan pendekar ahli sangatlah mudah baginya.


Ada tatapan kengerian yang dirasakan para petinggi Sekte Pedang Bintang, mereka kini tidak bisa berpikir dari mana Hung Fei menemukan monster ini.


Pada saat ini Long Guan kembali dalam posisi tersadar, matanya yang terpejam kini sudah terbuka. Namun dalam tubuhnya ia merasakan bulir-bulir energi yang terus mengkristal di dalam Dantiannya.


Seperti seseorang yang baru dilahirkan, tubuhnya terasa energik. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi para petinggi Sekte. Penatua Agung Ang Bei dan yang lainnya dalam kondisi yang lemah. Mereka kehabisan energi Qi akibat pertempuran tenaga dalam yang baru saja terjadi.


Mungkin lebih tepatnya sebagai donasi Qi kepada Long Guan. Berkat pertempuran tersebut Long Guan memiliki dua keuntungan.


Selain kekuatan kultivasinya naik, ia juga telah mendapat pemahaman baru tentang hukum ruang dan waktu. Pada tahap ini ia bisa mengirim obyek kemanapun yang ia mau.


Sebelumnya ia telah mengirim seluruh pendekar ahli Keluarga Wang ke dalam ruang hampa. Tubuh mereka hancur berkeping-keping terkena tekanan galaksi alam semesta.


Melihat kondisi para Penatua, Long Guan memiliki ekspresi yang rumit. Antara sedih dan senang membaur menjadi satu.


Dari dalam sakunya ia mengeluarkan sebotol Pil Penambah Energi, lalu membagikannya kepada para Penatua dan Ketua Sekte dengan hormat.


Beberapa meter dari Long Guan, serpihan daging yang bagian dari tubuh Kepala Keluarga Wang berceceran di tanah. Tubuh Wang Dhu berserakan, segala kesombongannya ikut sirna terkena dampak pertempuran beberapa saat lalu.


"Kekuatan para petarung tingkat surgawi memang sangat menakutkan" ucap Long Guan sambil menggelengkan kepala.


Para murid yang mengetahui pertempuran di Aula Sekte tidak ada yang berani mendekat. Mereka semua berlindung di Bukit Utama masing-masing.


Bukit Pertama yang memiliki jarak terdekat paling merasakan pertempuran. Suara ledakan dan gemuruh menyiutkan nyali mereka. Walau bagaimanapun pertarungan antar pendekar ahli berada jauh di atas tingkat toleransi mereka.


Jika saja mereka tahu, Long Guan ada disana dan berhasil selamat tentu mereka semua akan menggila tidak percaya.


Sementara itu dua keindahan yang sedari tadi resah, menjadi semakin khawatir saat mengetahui ada pertempuran besar di Aula Utama Sekte.


"Kak, apa yang terjadi di Aula Sekte?" tanya Yu Nuwa kepada kakak perempuannya. Yu Nuan tampak sangat gelisah, ia memikirkan Long Guan yang ikut bergabung ke Aula Sekte.


"Keluarga Wang tampaknya tidak puas dengan Sekte, pertempuran besar itu pasti terkait hal tersebut"


Jawab Yu Nuan dengan tatapan kosong.


Setelah mengetahui Keluarga Wang membawa banyak Pendekar ahli, ia dan murid-murid lainnya curiga. Hal ini tentu saja terkait keberadaan Tetua Wang yang menghilang.


Penatua Ang Bei bangkit terlebih dahulu, ia menatap Long Guan.


"Haissh"


"Kekuatanmu sangat mengerikan anak muda"


Ucap Penatua Ang Bei sambil mengibaskan bajunya. Debu-debu sisa pertarungan menempel di pakaiannya yang berwarna cerah.


Long Guan terdiam, ia tidak langsung merespon ucapan Penatua Ang Bei.


Setelah beberapa saat sambil tersenyum terkekeh, Long Guan berkata, "Bagaimana kondisi Penatua Agung saat ini?"


"Terimakasih, berkat pertolonganmu sudah baikan" ucap Penatua Agung. Lalu satu demi satu yang lainnya bangkit menghampiri Long Guan.


Tatapan mereka menjadi sedikit kikuk, bingung mau berkata apa.


"Salam para Tetua" ucap Long Guan memberi salam.


"Ya, kamu orang yang luar biasa. Berkat kamu kami semua bisa selamat" ucap Penatua Agung Hanya Zao. Sementara yang lainnya mengangguk ringan.


"Chan Fan, sebaiknya kamu bisa menyembunyikan monster ini dengan baik" sela Penatua Agung Ang Bei kepada Ketua Sekte.


"Baik Penatua Agung, aku akan menyembunyikannya dengan baik. Terutama dengan apa yang terjadi hari ini" ucap Ketua Sekte Pedang Bintang dengan wajah serius.


Sementara dua orang Tetua dari keluarga Liu hanya bisa terdiam. Tatapannya bias penuh tanda tanya kepada Long Guan.


"Long Guan, sebaiknya kamu segera beranjak pergi dari sini, kembali ke Bukit Keenam agar tidak menimbulkan kecurigaan dari para murid" ucap Ketua Sekte.


"Sisanya biar kami yang mengatur" sambung Ketua Sekte.


"Baik Ketua, murid mohon undur diri" ucap Long Guan. Ia memandang para petinggi Sekte dengan penuh hormat, setelah dibalas dengan anggukan kepala barulah Long Guan beranjak pergi.