Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Ulang Tahun Patriark Long Yan


Setelah selesai menyampaikan beberapa pengaturan, Long Guan menyampaikan keinginan untuk berbicara dengan Tetua Jian secara empat mata di kediaman Tetua Jian.


Hal ini dilakukan karena pembicaraan bersifat pribadi, jika itu tentang Sekte maka Long Guan akan berbicara di kediaman Ketua atau di Aula Khusus Sekte. Long Guan berjalan mengikuti Tetua Jian ke kediamannya, di rumah tetua Jian sudah ada Jian Ling yang sedikit heran dengan kedatangan kekasihnya yang sekaligus Ketua Sekte.


Tetua Jian mempersilahkan Long Guan masuk dan duduk di kursi tamu. Tetua Jian tampak salah tingkah, namun Long Guan segera berucap "Paman tidak usah merasa formal, aku datang ke kediaman paman tidak berkapasitas sebagai Ketua Sekte, aku datang sebagai kekasih anak paman yaitu Jian Ling".


Mendengar ucapan Long Guan yang santai dan melepaskan status formalitas mengejutkan Tetua Jian. Walau bagaimanapun status Long Guan itu sangat luar biasa, ia mengetahui bahwa Long Guan adalah cucu kesayangan Patriark Long, selain itu ia juga menyandang status sebagai cucu Raja Zu Lian. Putrinya sangat beruntung bisa berkenalan dengan Long Guan, pria yang masa depannya tidak terukur.


"Baiklah nak Guan, paman mengerti akan maksud baikmu, dan terimakasih sudah mau menerima Jian Ling yang sedikit manja" Ucap Tetua Jian Kang. Tak lama kemudian Jian Ling datang sambil menyuguhkan teh kepada mereka berdua, wajah Jian Ling tersipu malu.


Apalagi saat ayahnya memandang dengan penuh senyuman. Sementara Long Guan masih tampak tenang menjaga adab terhadap Tetua Jian. Jian Ling lalu masuk kembali ke dalam rumah membiarkan ayah dan kekasihnya berbicara berdua. "Paman Jian izinkan saya mengatakan bahwa saya menyukai putri paman, meskipun perkenalan kami belum lama, saya dan Jian Ling merasakan adanya kecocokan satu sama lain.


Kedekatan kami tentunya sudah banyak yang mengetahuinya, namun saya secara pribadi ingin menyampaikan langsung kepada paman" Ucap Long Guan dengan nada yang sopan.


"Sebagai ayah Jian Ling aku tidak keberatan dengan hubungan kalian, selama kalian bahagia dan mau menjalaninya aku akan mengizinkan hubungan kalian. Namun aku meminta pemahaman bahwa Jian Ling sebelumnya tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, semenjak kematian ibunya ia dibesarkan olehku dan sedikit perhatian dari Tetua Yang Guifei" Ucap Tetua Jian apa adanya.


Hal ini selaras dengan apa yang pernah Long Guan dengar dari cerita Jian Ling sebelumnya. "Baiklah paman, kebetulan besok kita akan berangkat ke kediaman Patriark Long, saya ingin mengenalkan Jian Ling kepada kakek dan keluarga Long lainnya". Ungkap Long Guan dengan sungguh-sungguh.


"Baiklah jika begitu, tentu saja aku akan mengizinkannya" Jawab Tetua Jian dengan gembira. Dalam hati, Tetua Jian Kang merasa bangga dengan keberanian dan ketulusan Long Guan dalam mencintai putrinya.


"Sungguh pemuda yang bertanggungjawab" Batin Tetua Jian Kang memuji Long Guan dalam hatinya. Setelah pembicaraan mereka selesai, Tetua Jian segera undur diri dan memanggil Jian Ling untuk menemani Long Guan, Tetua Jian tentu memahami akan ada pembicaraan antara Long Guan dan putrinya.


Jian Ling muncul di depan Long Guan dengan malu-malu, ini adalah pertama kalinya ada lelaki yang berani bertandang ke kediamannya. "Gege, tampaknya ada hal serius yang gege bicarakan pada ayah" Tanya Jian Ling dengan penasaran.


Jian Ling tersipu malu lalu berkata "Terimakasih gege, aku bahagia bersamamu dan gege juga sudah membuktikan bahwa gege yang terbaik" Ucap Jian Ling dengan wajah yang merona.


"Baiklah jika demikian, aku pamit dahulu" Kemudian Long Guan mendekat dan memeluk Jian Ling dengan lembut, ada rasa hangat yang mengalir diantara mereka berdua, Long Guan mencium kening Jian Ling.


"Sampaikan salam ke ayahmu, aku pamit kembali ke kediaman" Ucap Long Guan sambil melepas pelukannya, lalu berjalan meninggalkan kediaman Tetua Jian dengan perasaan bahagia.


****


Di kediaman Keluarga Long


Long Hai dan Long Huan tampak gusar, sejak beberapa hari kemarin saat mereka mengetahui Long Guan masih hidup bahkan menjadi kuat, mereka tidak nafsu makan dan tidak nyenyak tidur.


Ada kegelisahan dan ketakutan yang menghantui mereka, peristiwa 6 tahun lalu akan terungkap. Long Hai dan Long Huan tentu akan mendapatkan hukuman mati jika hal ini sampai terungkap.


"Long Hai, apakah kamu ada ide? " Tanya Long Huan dengan nada penuh kecemasan. "Tuan muda, pikiran ku buntu, sangat sulit untuk menghindari Long Guan. Apalagi sekarang statusnya sebagai Ketua Sekte Pedang Angin, ditambah dukungan dari Patriark dan Raja Zu posisi Long Guan sangat kuat sekali" Ucap Long Hai dengan pasrah.


Long Huan tidak mau kehilangan nyawanya, ia tampak berpikir dengan sangat keras. Ia sempat berpikir untuk mengakui perbuatan nya kepada ayahnya dan meminta pengampunan dari Patriark Long, namun ia tidak memiliki nyali besar untuk mengakui perbuatannya.


"Aaaggh..!!"


Teriak Long Huan dengan rasa putus asa, ia tidak menyangka akan berakhir seperti ini.