Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Dua Legenda Sekte Pedang Bintang


Di setiap penjuru, semua perhatian mulai terpusat kepada Patriark Han Zao. Barisan para murid dari setiap Bukit sangat serius memperhatikan Ketua Sekte.


Ucapan pengunduran dirinya begitu mendadak. Para murid bahkan tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua berjalan tampak normal, tak ada yang menduga hari ini akan terjadi peristiwa yang menggemparkan.


A-apa yang terjadi?”


Kenapa bisa seperti ini?”


Pertanyaan demi pertanyaan membuncah dalam pikiran. Para murid hanya bisa teriam dengan wajah serius. Mereka tahu bahwa ini bukan mimpi, namun ini juga bukan suatu hal yang ingin mereka dengar.


Yu Nuan, mengerutkan keningnya. Ia masih berpikir ini masih ada sangkut pautnya dengan pria muda, seorang murid yang paling tenang berdiri di belakang Patriark.


Setelah menenangkan dirinya, Patriark Han Zao melanjutkan perkataannya. "Mulai hari ini, Sekte Pedang Bintang akan mengangkat Chan Fan sebagai Patriark yang baru".


Seketika seluruh lapangan beladiri menjadi heboh, penunjukan Chan Fan sebagai Ketua Sekte disambut gembira oleh murid-murid dari Bukit Pertama.


Sementara murid-murid dari bukit lainnya saling menatap. Mereka mengetahui Chan Fan masih berada pada Semesta Tingkat Kedelapan, walau paling tinggi diantara Tetua namun paling rendah jika dibandingkan dengan Ketua dari Sekte lainnya.


Apakah Sekte Pedang Bintang sedang membuat lelucon?


“Konyol!”


Anggapan skeptis beberapa murid senior di dalam hati mereka.


Patriark Han Zao mengetahui beberapa pikiran liar yang dipikirkan oleh para murid. Untuk mencegah hal itu berkembang semakin liar, ia melanjutkan pidatonya.


"Aku dan kakak seperguruanku akan tetap berada di Sekte sebagai Penatua Agung". Ucapnya sambil menunjukkan gestur tubuh mengarah kepada seseorang yang diam tanpa ekspresi. Hanya aura kengerian yang tampak, membuatnya kokoh seperti karang yang dihantam ombak.


Seketika pandangan seluruh murid bergeser pada sosok tersebut. Lelaki tua tersebut tampak asing, rambutnya sudah beruban. Kerutan di wajahnya nampak jelas terlihat, namun tubuhnya masih kekar seperti pendekar pada umumnya.


"Perkenalkan dia adalah Penatua Agung Ang Bei!"


Ketika nama Ang Bei menggema di udara, sontak membuat seisi lapangan bela diri menjadi gempar. Ribuan pasang mata terbelalak tak percaya, memandang legenda hidup di depan mereka.


Mereka semua adalah generasi muda, hanya pernah mendengar Legenda Pendekar Pedang Lima Jari. Nama itu pula yang membuat mereka bergabung untuk menjadi murid Sekte Pedang Bintang.


Kini di hadapan semua orang Sang Legenda Pedang berdiri perkasa. Hanya Yu Nuan dengan ekspresi rumit menatap seorang pria yang berada di sebelah Penatua Agung, pemuda yang tetap tenang dengan pesona rupawannya. Namun Yu Nuan tahu bahwa dialah orang yang membuat kekacauan di Sekte Pedang Bintang.


Long Guan menoleh dan memeriksa sekeliling, dia menemukan Yu Nuan yang tengah menatap ke arahnya. Long Guan menyentuh hidungnya, “Wanita itu mengerikan” Gumamnya dalam hati. Ia bisa menebak jika Yu Nuan mencurigai dirinya sebagai aktor di balik perubahan ini.


Saat ini, Tetua Agung Ang Bei bergeser dan berdiri tepat di samping Patriark Han Zao. Tatapannya menyapu seluruh murid, ada rasa bersalah dalam dirinya. “Aku sudah terlalu lama mengabaikan mereka, membiarkan Sekte Pedang Bintang kian terpuruk. Mulai hari ini aku akan menebusnya!” Batinnya dalam hati menyebabkan tatapannya kian tajam.


Ang Bei dan Han Zao saling tatap, mereka ingat pengalaman ratusan tahun lalu saat pertama kali belajar ilmu berpedang. Melihat semangat ribuan murid, Ang Bei melirik ke Long Guan. Pemuda tersebut diam tanpa ekspresi, ia menutupi dirinya dengan baik.


Patriark Han Zao menunjuk Chan Fan untuk maju ke depan!


Di depan ribuan murid Patriark Han Zao berkata, “Mulai hari ini kami resmikan Chan Fan sebagai Ketua Sekte Pedang Bintang” Ucap Han Zao yang kini secara resmi juga sudah bergelar Penatua Agung. Gelar patriark yang selama ini ia sandang, resmi ia lepaskan.


Suara tepuk tangan dan riuh menggema di seantero penjuru lapangan bela diri. Mereka yang sebelumnya ragu terhadap Chan Fan kini sudah tidak lagi. Dengan dukungan dua orang Penatua Agung siapa yang berani menyinggung Sekte Pedang Bintang.


Ada rasa haru dan bahagia di dalam hati Chan Fan, ia melirik Long Guan sejenak. Dalam hatinya ia takkan pernah melupakan kontribusi Long Guan dalam perjalanan karirnya, ia berjanji bahwa mental murid Sekte Pedang Bintang harus seperti Long Guan.


Selain talenta yang luar biasa ia memiliki penghormatan dan sikap yang luar biasa pada gurunya. “Sungguh Beruntung Hung Fei memiliki murid seperti dirinya” Ucap Chan Fan pelan yang kini sebagai Ketua Sekte.


Chan Fan kemudian maju untuk memberikan sambutan, namun sebelumnya ia mengambil sumpah setia sambil memegang sebuah pedang yang mengarah ke langit.


Pandangan para murid sontak kembali tertegun, ada pemandangan yang sangat berbeda. Sebuah pedang berwarna biru yang digenggam oleh Chan Fan menggetarkan semua orang!


“Bu.. Bukankah itu Pedang Biru?”


“I.. Itu Pedang Legenda Sekte Pedang Bintang”


“Mimpi apa lagi yang akan mengejutkan kita”


Penyataan-pernyataan penuh kekaguman kini kembali terdengar, mereka tidak asing dengan pedang tersebut. Selama ini mereka hanya tahu dari gambar dan replikanya di Aula Sekte.


Mereka tidak menyangka jika pedang tersebut benar-benar ada. Pedang Biru adalah Pedang Nomor 1 yang dimiliki oleh Sekte Pedang Bintang. Julukannya adalah Pedang Pembantai, namun pedang itu kini berada di tangan Chan Fan Ketua Sekte yang baru.


Semua murid memandang Pedang Biru dengan alis terkerut dalam, ini adalah suatu kehormatan bisa melihat pedang legenda. Hari ini mereka semua dikejutkan oleh kehadiran dua legenda, Legenda Pendekar Pedang Hitam serta Legenda Pedang Biru. Dua simbol kejayaan Sekte Pedang Bintang!


Namun yang luput dari perhatian semua orang adalah sosok Long Guan, seorang murid yang mampu menghadirka kedua legenda tersebut. Seorang murid yang tak pernah menunjukan latar belakangnya kepada para murid.


Peristiwa ini juga memang sesuai harapan Long Guan, ia tidak mau tampil mencolok. Jika saja semua orang tahu kenyataan sesungguhnya, kehadiran dua nama besar tersebut hanyalah untuk menutupi Long Guan. Sosok yang kelak akan menjadi motor penggerak keberhasilan Sekte Pedang Bintang, bahkan Alam Spiritual!.


Selanjutnya sebagai Ketua Sekte yang baru, Chan Fan mengeluarkan dua kebijakan yang tidak kalah menghebohkan. Kebijakan pertama terkait perubahan Bukit Utama. Bukit Keempat digabung ke dalam Bukit Kedua dibawah asuhan Tetua Liu Yaoshan. Bukit Keenam akan bergabung dengan Bukit Kelima di bawah pengawasan Long Guan.


“Deg!”


Ini yang paling mengejutkan.


“Bagaimana bisa?”


Semua murid dari Bukit Keenam saling memandang, seperti mendengar petir di siang bolong raut wajah mereka tampak kusut. Tak percaya! Begitulah perasaan para murid Bukit Keenam.