Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Mengumpulkan Diaken


Dalam beberapa hari terakhir Long Guan berada di Sekte Pedang Angin, ia memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.


Setelah selesai sarapan bersama Jian Ling, ia akan sibuk bersama para tetua membahas permasalahan sekte sementara Jian Ling menuju Aula Tiga Serangkai memurnikan Pil dan obat-obatan.


Malam harinya Long Guan bersama Jian Ling kembali bersama untuk saling berbagi kasih sayang.


Di tengah malam, Long Guan kembali memperdalam kemampuannya dalam memahami hukum ruang dan waktu yang semakin sulit ia mengerti saat memasuki tahap kedua.


Dirinya merasa ada suatu pemahaman luar biasa yang terdapat di alam semesta, ada kekuatan yang menciptakan segala sesuatunya, manusia atau Dewa sekalipun pada dasarnya hanya bisa mempelajari dan memahami segala proses penciptaan tersebut.


Long Guan menyadari kemampuannya sudah melebihi manusia lain di alam dunia ini, namun setelah mendapat pencerahan dari Hung Fei ia merasa semakin penasaran tentang kehidupan alam spiritual.


"Apakah di sana hidup ras Dewa atau memang makhluk lain yang sebelumnya berasal dari makhluk fana yang berhasil menembus batas seperti dirinya?"


Long Guan mencoba memahami perbedaan konsep waktu antara kedua alam yang memiliki perbedaan waktu seratus tahun tersebut,


“Hmm"


Usia manusia biasa di dunia ini kurang dari seratus tahun, jika dikonversi ke Alam Spiritual maka usia manusia fana kurang dari dua puluh empat jam di alam spiritual?” Tanya Long Guan dalam hati. Ia terus mencoba untuk memahami konsep ruang dan waktu hingga menjelang subuh.


“Huh”


Long Guan menarik napas Panjang, ia masih belum menemukan pencerahan untuk maju ke tahap selanjutnya.


Pagi ini surat dari Istana Qin telah tiba, Long Guan membaca dengan cukup serius isi surat tersebut yang menyatakan bahwa Kaisar Qin Huang merestui pembentukan Akademi Huangshan sebagai bagian dari Sekte Pedang Angin.


Bahkan secara khusus Kaisar Qin mempercayakan pegunungan Huangshan sebagai bagian dari Akademi Huangshan dengan memberikan peta wilayah yang sudah dibubuhi stempel Kaisar.


Dalam surat tersebut juga Kaisar Qin menginformasikan tentang penunjukan Xie Bai sebagai Penguasa Kota Pelangi yang kini diperluas dengan dua kota di sekitarnya menjadi bagian Kota Pelangi.


Dengan susunan wilayah yang baru, Kota Pelangi kini menjadi Kota terbesar di bekas wilayah kerajaan Wei.


Sementara kerajaan Wei akan berubah menjadi Kerajaan Qin kecil, di mana adik Kaisar Qin Huang yang bernama Qin Cau menjadi Raja.


“Hmm, bagus”


Ucap Long Guan dalam hati menyikapi isi surat yang ia baca.


Setelah selesai membaca ia memberitahukannya kepada tiga orang Tetua yang hadir di Aula Utama Sekte.


Para Tetua ikut senang dengan apa yang mereka dengar, pengembangan Akademi Huangshan berjalan sesuai dengan rencana mereka.


“Lusa tolong kumpulkan para Diaken dan sepuluh orang murid jenius ada beberapa hal yang akan aku sampaikan pada mereka” Ucap Long Guan melanjutkan pembicaraan.


Dirinya memikirkan perkembangan para murid inti yang akan menjadi pilar Sekte Pedang Angin di masa depan.


“Baik Ketua” Jawab tetua Guo Yang yang segera memerintahkan kepada seorang murid senior di divisinya untuk melakukan tugas tersebut.


Dua hari berlalu, kini semua Diaken dan murid jenius angkatan baru sudah berkumpul di Aula Utama Sekte.


Ucap mereka secara serempak menyambut kedatangan Long Guan beserta beberapa orang Tetua.


“Pagi juga, terimakasih atas penyambutan kalian. Kali ini kalian sengaja aku kumpulkan karena ada beberapa yang perlu aku sampaikan secara langsung.


Pertama, untuk sepuluh orang murid jenius akan mengikuti pelatihan tertutup selama beberapa bulan ke depan sampai dengan penerimaan murid baru, tolong persiapkan kebutuhan diri kalian dengan baik.


Yang kedua, para Diaken mulai hari ini kalian akan memasuki ruang kultivasi khusus selama tiga hari” Ucap Long Guan yang secara langsung pada intinya.


“Baik Ketua” Jawab para murid dan Diaken dengan wajah yang ceria.


Terutama para Diaken mereka tidak menduga akan mendapatkan kesempatan untuk berkultivasi di ruang khusus ketua.


Kuharap kalian tidak mengecewakanku, terutama para Diaken yang bertugas membantu para tetua dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Sekte.


"Kekuatan kalian harus sesuai dengan kriteria yang di tetapkan, mengingat tugas kalian yang tidak sederhana” Kemudian Long Guan membubarkan pertemuan tersebut, para murid kembali ke divisi masing-masing untuk mempersiapkan kebutuhan yang akan dibawa untuk pelatihan.


Sementara para Diaken mengikuti Long Guan menuju ruang kultivasi khusus yang berada dekat kediamannya, setelah membuka formasi pelindung berupa pintu batu dengan Token Giok Ungu sebagai pemantiknya, para Diaken mulai berbaris rapi memasuki ruang kultivasi.


“Kalian silahkan berkultivasi dengan tenang selama tiga hari, kalian telanlah Pil ini untuk mendorong kemampuan kalian, tingkatkan potensi diri kalian dan jangan ragu sedikitpun”


Ucap Long Guan sambil membagikan Pil Semesta yang baru ia murnikan, bahan-bahan dari pegunungan Huangshan banyak terdapat herbal untuk bahan baku pil tersebut, jadi Long Guan memurnikannya dan berpikir tentang apa yang akan ia lakukan di hari ini.


“Terimakasih Ketua” Jawab ke Sembilan orang Diaken dengan penuh semangat, mereka sudah tidak sabar menerobos ke ranah Kelahiran Kembali.


Setelah memberikan beberapa nasihat Long Guan meninggalkan mereka dengan perasaan penuh harap, dalam dirinya ia memiliki harapan besar kepada para Diaken yang seusia dengan dirinya.


Sementara untuk para Tetua, Long Guan masih memiliki kendala waktu dalam mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat Pil Kelas Lima.


Di dalam ruang kultivasi, para Diaken mulai mengambil posisi duduk lotus, matanya mulai terpejam secara perlahan dan merasakan Qi yang sangat pekat.


Setiap tarikan napasnya mengandung unsur Qi yang memasuki tubuh mereka secara ganas, rasa hangat dan nyaman dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh mereka.


Perlu beberapa saat untuk mengendalikan Qi dalam tubuh mereka agar benar-benar stabil, sebagai murid inti yang berpengalaman mereka tidak akan ceroboh melakukan hal-hal yang tidak perlu yang pada ujungnya akan membahayakan keselamatan mereka sendiri.


Hampir seharian mereka fokus menstabilkan energi Qi yang masuk ke dalam tubuh mereka secara teratur, setelah semuanya siap mereka mulai menelan Pil Semesta yang diberikan oleh Ketua Sekte.


Setelah Pil melewati tenggorokan mereka dan lumer menjadi butiran halus, terciptalah dorongan energi yang sangat besar masuk ke dalam tubuh mereka, mengalir ke titik-titik meridian dan terus dialirkan hingga ke dalam dantian tubuh mereka.


Energi yang terkumpul semakin menggumpal dalam dantian, berubah menjadi kekuatan besar yang memberontak dalam tubuh.


Dorongan energi tersebut terus memaksa mendobrak pertahanan dinding inti Qi dalam diri mereka, pergerakan yang terus berlanjut mulai melahirkan inti jiwa dalam diri mereka.


Perlahan tapi pasti, inti jiwa yang terbentuk mulai membesar, ibarat segumpal daging terus membentuk tulang dan membungkusnya dengan kuat.


“Boom!"


Terdengar suara teredam dalam tubuh masing-masing Diaken menandakan mereka mulai menerobos ke ranah Kelahiran Kembali pada hari kedua.