
Mendengar perkataan Patriark Tie Hong, Qiu Long hanya tersenyum getir. Ia melihat kelima orang kepala keluarga besar, Qiu Long mengernyitkan matanya. Mereka memiliki kekuatan yang cukup kuat, wajar saja jika mereka bersikap angkuh. Aura mereka begitu berbahaya dan mengunci ke arah Qiu Long dengan penuh intimidasi.
Qiu Long menghela napasnya lalu ia berkata. "Kamu bermimpi terlalu jauh, hari ini aku takkan tinggal diam membiarkan kalian menindas ku. Kita lihat saja, aku atau kalian yang akan mati di sini" ucap Qiu Long dengan seringai dingin.
"Hahaha.. Aku tidak menyangka jika Dewa Perang Kota Shandian terlihat begitu sombong. Setelah kau membunuh orang-orang kami, sekarang kau ingin mengancam kami.. Dasar bodoh!!" ucap Tie Hong dengan nada merendahkan.
Qiu Long menatap pria paruh baya tersebut dari atas ke bawah, fluktuasi energinya cukup mengejutkan Qiu Long.
Qiu Long duduk dengan tenang, namun tekanan energinya telah mengembun di seisi ruangan. Meja tempat dimana mereka berdiskusi mulai bergetar terus menerus.
"Braaakk"
Tekanan yang mengerikan telah menghancur meja besar tersebut, orang-orang dari keluarga besar tidak menduga kekuatan tenaga dalam Qiu Long mampu mengimbangi kekuatan lima orang sekaligus.
"Kalian terlalu memandang tinggi diri kalian sendiri. Kuharap kalian bisa berpikir ulang, jika kalian ingin berselisih denganku maka aku berani menjamin keluarga lima besar akan menjadi sejarah di Kota Shandian" ujar Qiu Long dengan ratapan dingin ke arah mereka.
"Aku tidak keberatan untuk membunuh kalian berdua terlebih dahulu, setelah itu satu persatu lainnya akan menyusul" lanjut Qiu Long saat tatapan matanya jatuh kepada dua orang Patriark.
Tie Hong dan Lu Bing saling memandang, upaya mereka untuk menghabisi Qiu Long sepertinya tidak berjalan dengan mudah. Jika mereka tidak bisa mengendalikan Qiu Long hari ini, maka ketika Qiu Long bertumbuh dengan kuat ia akan membuat panggung untuk menarik tokoh-tokoh besar Alam Surgawi.
Kepala Tie Hong seperti mau meledak, ekspresinya sulit terlukiskan. Qiu Long adalah Qiu Long, ia bukan orang yang bisa diancam atau diintimidasi dengan mudah. Ia berbeda dengan pimpinan Gerbang Naga saat ini yang bisa diajak bicara dan bernegosiasi.
"Aku pikir kita masih bisa berpikir dengan baik sebelum masalah berkembang menjadi semakin besar" tiba-tiba suara Patriark Gang terdengar.
Tetapi pada saat ini, energi Qi di dalam tubuh Qiu Long sudah melonjak dengan cepat. Pedang di punggungnya sudah berpindah ke tangan kanannya tanpa disadari banyak orang.
Entah bagaimana caranya Qiu Long melakukan hal itu, yang jelas kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Energi besar menyembur keluar dari tubuh Qiu Long, hawa panas dalam sekejap menyelimuti ruangan tersebut.
Orang-orang yang berada di bawah kekuatan tingkat Dewa segera mundur, mereka berlarian dengan diiringi bergetarnya seluruh bangunan utama Keluarga Tie.
"Booomm"
Sebuah ledakan besar terjadi, dalam seketika aula utama di mana mereka sedang berkumpul hancur berkeping-keping. Di sekitarnya mengepul asap dari kobaran api yang sangat besar. Orang-orang yang tidak sempat menyelamatkan diri berubah menjadi tulang belulang.
Pada saat ini tubuh Qiu Long melayang di udara dengan aura yang sangat menakutkan.
Api Abadi!
Api Abadi!
Teriakkan beberapa orang Patriark keluarga besar yang menyadari efek kekuatan dahsyat yang baru saja terjadi.
Ekspresi Tie Hong dan Lu Bing terlihat sangat buruk. Meskipun ledakan barusan tidak membuatnya terluka, namun konsumsi Qi yang ia keluarkan lumayan besar untuk membuat lapisan perlindungan.
"Kurang ajar" raung Tie Hong dengan keras.
Patriark keluarga Gang, Xin dan Patriark Keluarga Tong mulai gemetar. Mereka bertiga adalah yang terlemah dibandingkan dua Patriark lainnya. Mereka bertiga belum memasuki ranah Pendekar Dewa sepenuhnya, bisa dikatakan mereka baru berada di ranah setengah dewa.
Alih-alih lima tahun menghilang dengan beritanya sudah tewas, kini Qiu Long kembali dengan kekuatan yang berbeda. Meskipun mereka sama-sama berada di ranah Pendekar Dewa, namun aura Qiu Long sudah melampaui mereka semua. Apalagi dengan adanya api abadi di dalam diri Qiu Long membuat hal ini semakin sulit untuk mengalahkannya.
Pada saat ini mereka baru merasakan ketidakberdayaan, ada keringat bercucuran membasahi punggung mereka. Mereka berlima tidak menduga jika kekuatan Qiu Long berada di luar imajinasi mereka.
Orang-orang mulai merasakan tekanan yang sangat besar menyelimuti mereka. Ada kengerian yang tidak tergambar di hati lima orang Patriark keluarga besar. Sementara anggota keluarga biasa tidak dapat menyembunyikan ketakutan. Setelah mendengar kehancuran Paviliun pendosa, sebenarnya mereka ketakutan, kini di depan mata mereka sendiri kekuatan Qiu Long telah menghancurkan aula utama keluarga Tie.
Gelombang energi yang sangat mengerikan terus menyembur keluar, dengan pedang di tangan kanannya tubuh Qiu Long bergerak dengan cepat lalu muncul di hadapan Patriark Tie Hong dan Patriark Liu Bing.
"Apa kalian pikir bisa dengan mudah mengancam ku?" ucap Qiu Long sambil mengayunkan pedangnya.
"Tebasan batu" ucap Qiu Long pelan.
Dalam sekali tebasan tubuh Patriark Liu Bing terbelah menjadi dua. Seorang Pendekar Tingkat Dewa Bumi mati dalam sekejap di tangan Qiu Long tanpa bisa melawan.
Patriark Tie Hong segera menghindar dan mencabut pedangnya, ia memanfaatkan jeda waktu yang sangat singkat tersebut untuk menstabilkan diri.
"Apakah kamu mengira dengan mudah bisa mengalahkan ku? ujar Patriark Tie Hong dengan was-was.
Kematian Liu Bing yang baru saja terjadi membuatnya semakin berhati-hati dengan kemampuan Qiu Long.
Aura pendekar tingkat Dewa juga menyembur dari dalam tubuh Patriark Tie Hong, dengan cepat Qi tubuhnya melonjak dengan ekstrim.
Di udara, tabrakan Qi berlangsung dengan cukup intens.
"Boom"
"Boom"
"Boom"
Bangunan di sekitarnya menjadi hancur berantakan, pertarungan dua kekuatan Pendekar Dewa membuat orang-orang ketakutan. Walau bagaimanapun keberadaan Tingkat Dewa saat ini masih bisa dihitung dengan jari.
Detik berikutnya Qiu Long membuka mulutnya sambil berkata.
"Jurus Pedang Meteor"
Dalam sekejap Qiu Long bergerak menebaskan pedangnya.
"Trank"
"Trank"
"Trank"
Pedang Qiu Long dan pedang Patriark Tie Hong saling beradu, gelombang udara saling bertabrakan dan semakin menghancurkan apa saja yang berada di sekitar mereka.
"Kamu.. Kamu sudah menembus tingkat Dewa Langit" ucap Patriark Tie Hong dengan ekspresi buruk.
Ia yang sudah berusia seratus tahun masih belum bisa mendobrak tingkat tersebut, tetapi Qiu Long usianya belum tiga puluh tahun namun sudah berhasil mencapai tingkatan tersebut.
"Tebasan ketujuh.. Tebasan kedelapan.." suara Qiu Long pelan saat menggunakan teknik tebasan meteor.