Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Sebaiknya Kamu Tidak Bertanya dan Memikirkannya


Sementara di sisi lain, Lin Jiuquan dan Lin Mei baru saja tiba di Sekte Pedang Bintang. Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya, mereka dipersilahkan masuk ke dalam Sekte untuk bertemu dengan Nona Yu Nuan di Bukit Keenam.


Di Bukit Keenam mereka diterima oleh Yu Nuan.


Lin Mei mengeluarkan token berwarna perak untuk membuktikan kebenaran ucapannya.


"Nona Yu Nuan, perkenalkan namaku adalah Lin Mei dan ini Kakekku. Kami berasal dari Kota Dengfeng" ucap Lin Mei.


"Secara kebetulan kami bertemu dengan seorang murid yang bernama Long Guan, ia mengarahkan kami untuk menemui Nona" lanjut Lin Mei dengan hati-hati.


Setelah Lin Mei memperkenalkan diri, selanjutnya Kakeknya mulai berbicara. Ia dengan semangat menceritakan tentang kekagumannya kepada Long Guan.


Ia juga menceritakan dimana Lin Mei menyiapkan makan untuk Long Guan. Hal ini tentu saja membuat Yu Nuan sedikit cemburu.


"Baiklah, kalian tunggu dulu. Aku akan melaporkan hal ini kepada Ketua Sekte."


Ucap Yu Nuan.


"Baik Nona Yu Nuan" ucap Lin Mei.


Setelah berkoordinasi dengan Diaken yang berada di Bukit Keenam, Yu Nuan pergi menemui Ketua Sekte ditemani oleh adiknya.


"Kak, sepertinya kamu harus bergerak cepat. Baru sehari di luar saja, Long Guan sudah didekati wanita" Yu Nuwa memandang kakaknya sambil menggoda.


Yu Nuan yang mendengarnya hanya mengernyitkan alis.


"Sepertinya Nona Lin Mei tampak akrab dengan Long Guan, ditambah Kakeknya juga begitu memuji Long Guan" Yu Nuwa kembali menggoda kakaknya sambil melangkah cepat.


"Kemari kau, dasar adik kurang ajar!


Ucap Yu Nuan sambil mengejar adiknya


****


Di Kota Dengfeng


Meskipun disindir, Long Guan tidak marah. Hal seperti ini wajar terjadi dalam keseharian kehidupan kultivator. Ia melanjutkan makannya dengan tenang. Ia menuangkan secangkir arak dari kendi yang tersedia.


"Gluk! Gluk!


Suara tegukannya terdengar hingga ke tempat di meja murid Sekte Pedang Bintang.


"Benar-benar norak! apakah orang itu baru pertama kali minum arak?" ucap Ming Hai sambil menggerutu.


Sekitar satu jam berlalu, Long Guan masih menikmati makanannya setelah beberapa saat sebelumnya ia memesan kembali. Nafsu makannya bertambah, sebelumnya ia tidak seperti ini.


Tenaga dalamnya sangat besar, ditambah asupan dari Pil tingkat atas ia tidak khawatir kekurangan energi. Apalagi ia memiliki dua inti energi, ia hanya cukup berkultivasi dan menyerap energi alam yang terdapat di alam bebas maupun melalui perantara tertentu.


“Braak”


Tiba-tiba terdengar suara meja hancur. Ada enam atau tujuh orang lelaki berperawakan sedang menggunakan jubah bertuliskan Asosiasi Giok Hijau.


Dengan wajah garang mereka memasuki kedai makan, salah satunya memukul sebuah meja yang tak bersalah. Peristiwa ini mengagetkan para pengunjung yang sedang menikmati makanan.


Orang-orang dari Asosiasi Giok Hijau berdiri dengan tatapan serius, tatapan mereka menyapu para pengunjung kedai seperti mencari jarum jatuh. Tatapan mereka tertuju pada meja makan baris kelima, dimana terdapat empat orang murid Sekte Pedang Bintang.


Adapun pengelola Kedai makan merasa sangat takut, tubuhnya gemetar tidak karuan menyaksikan kedatangan pendekar ahli dari Asosiasi Giok Hijau. Sementara pelayan wanita yang tadi terlibat insiden dengan salah satu dari mereka, wajahnya berubah jadi pucat pasi. Bahkan rasa takutnya melebihi dari yang tadi ia rasakan.


Di sisi lain Long Guan masih tetap cuek dengan kondisi ini, melalui udara ia dapat merasakan napas beberapa orang kultivator yang berada di Semesta Kelima.


Hal sebaliknya, keberadaan Long Guan tidak dihiraukan sama sekali oleh para pendekar dari Asosiasi Giok Hijau. Sekilas Long Guan mengenali satu diantaranya, dia adalah lelaki sebelumnya yang telah membuat onar di Kedai makan ini.


Ketujuh orang ini berjalan dengan angkuh melewati Long Guan, lalu berhenti di depan meja makan murid Sekte Pedang Bintang.


Seorang pria yang mengenal salah satu murid Sekte Pedang Bintang lalu menunjuk ke arah Ming Hao,


“Kamu adalah murid Sekte Pedang Bintang, nasibmu akan berakhir hari ini!” ucap lelaki tersebut dengan nada yang tinggi. Ia menahan kekesalan untuk membalas dendam, setelah menghubungi Asosiasi Giok Hijau ia kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Ming Hao yang semula banyak bicara seketika menjadi pucat. Ia bisa merasakan kekuatan pendekar ahli yang berada di atasnya, bahkan seluruh kawan-kawannya tidak cukup kuat untuk melawan mereka. Ia sedikit frustasi, tetapi ia masih bisa sesumbar.


“Sebaiknya kalian jangan mengganggu kami, guruku adalah Penatua Agung Ang Bei” ucapnya dengan percaya diri. Ming Hao menekan rasa takutnya dengan mengandalkan nama legenda pendekar pedang Ang Bei.


“Haha.. Jika Ang Bei yang ada di sini tentu kami tidak akan berani menyentuh kalian” ucap salah seorang pendekar ahli tersebut.


Seketika Ming Hao kehabisan kata-kata, ia ingin melawan meski taruhannya adalah nyawa. Ia dan ketiga sahabatnya sebenarnya sedang menjalani misi tingkat ketiga, yakni menghabisi kelompok bandit Kecoa hitam yang kerap mengganggu masyarakat di kaki Gunung Song.


Tiba-tiba seorang murid wanita bernama Fang Yin berdiri dan berkata,


“Tolong jangan ganggu kami tuan-tuan, kami sedang ada tugas dari Sekte untuk hal lain”


Dua orang lainnya mengangguk pelan, mereka sangat takut takut jika menyinggung para pendekar seperti ini.


“Apa?”


“Ka.. Kami hanyalah murid yang sedang menjalankan misi sederhana ke Gunung Song dan kebetulan mampir di sini untuk beristirahat” ucap Ming Hao yang kini sudah tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.


“Dasar bajingan!"


Setelah kalian membunuh Tuan Wang Yushan lalu kalian berkilah?” ucap pendekar ahli tersebut.


“Ka.. Kami tidak mengerti dengan apa yang tuan pendekar maksud” Fang Yin kembali berkata dengan gugup.


“Sudahlah! Bunuh saja mereka dan sisakan dua wanita ini untuk menemani kita” ucap pendekar ahli lainnya sambil menatap cabul ke arah Fang Yin dan teman wanitanya.


Dua orang pendekar ahli sudah mencabut pedangnya, menebas ke arah Ming Hao dan temannya. Ming Hao tidak diam saja ia mundur selangkah dan menangkis tebasan pedang tersebut dengan pedangnya.


“Trang! Trang! Trang!” suara tangkisan pedang beradu.


Long Guan dapat melihat teknik Ledakan Bintang yang baru saja dikeluarkan oleh Ming Hao dan temannya.


“Prak”


Pedang Ming Hao patah menjadi dua bagian, tangannya menjadi kebas dan tulangnya berasa mau patah. Lawannya yang berada di Semesta Kelima jelas bukan tandingannya.


Keempat murid Sekte Pedang Bintang menjadi putus asa, ketakutan mulai menyelimuti tubuh mereka.


“Jurus kalian masih kasar, Teknik Ledakan Bintang mengandalkan kecepatan, bukan kekuatan semata!” terdengar suara dari belakang pendekar ahli Asosiasi Giok Hijau.


Mereka semua menoleh ke arah sumber suara tersebut, tampak seorang pemuda berdiri dengan pedang di tangan. Ming Hao dan ketiga rekannya tanpa sadar mengangga mulutnya, apa yang baru saja mereka dengar adalah jurus Sekte Pedang Bintang. Hanya murid Sekte saja yang mengetahui perihal jurus ini.


“Kamu siapa?” tanya seorang pendekar yang semula bertarung dengan Ming Hao.


“Kamu bisa memanggilku Long Guan” kata Long Guan sambil tersenyum.


“Aku juga yang tadi siang berkunjung ke kediaman Wang Yushan” lanjut Long Guan dengan santai.


Setelah mereka mengetahui identitas Long Guan yang sebenarnya, ketujuh orang tesebut langsung waspada. Tanpa basa basi Long Guan langsung menyerang mereka dengan teknik pedang yang sangat cepat dan kuat.


“Srek!”


“Srek!”


Dua orang pendekar ahli Semesta Kelima terkapar bersimbah darah. Tanpa bisa melihat gerakan Long Guan keduanya tewas dengan mengerikan.


“Bagaimana? Apakah kalian bisa melihat perbedaannya?” kata Long Guan menatap Ming Hao dan teman-temannya.


Keempat murid Sekte Pedang Bintang tersebut masih diam terpana, teknik Ledakan Bintang yang ditunjukkan oleh Long Guan terlalu mengerikan!


Bahkan saat itu Tetua Chan Fan melakukannya tidak seluar biasa ini.


“Apakah betul dia Long Guan??” batin Ming Hao


Lima orang pendekar ahli dari Asosiasi Giok Hijau diam mematung. Mereka tidak menduga jika Long Guan adalah momok yang menakutkan.


Saat ini Long Guan tersenyum dingin, ia melepaskan kekuatan aslinya Semesta Kelima. Auranya lebih menakutkan dari para pendekar dengan ranah yang sama, bahkan keempat murid Sekte benar-benar tak berdaya dalam diam.


“Kalian telah banyak membuat masalah, membereskan kalian tentu akan mengurangi sampah masyarakat” ucap Long Guan.


Long Guan kembali menggunakan tenaga dalamnya, ia mengalirkan Qi dalam jumlah besar yang berpusat di telapak tangannya.


lalu ia menembakkan seberkas cahaya ungu ke dada masing-masing pendekar.


Lima orang tersebut langsung jatuh melorot ke tanah, dalam sepersekian detik mereka meronta menahan kesakitan berguling-guling sebelum meledak berubah menjadi debu. Efek Api Abadi di tubuh Long Guan semakin meningkat.


Di sisi lainnya, wajah-wajah pucat menghiasi keempat orang murid Sekte Pedang Bintang. Pemandangan barusan adalah teknik tingkat tinggi Sekte Pedang Bintang, Jari Api!


Bahkan mereka baru lihat teknik tersebut bisa mengubah pendekar ahli menjadi debu dalam sekejap.


“Sangat mengerikan!”


ucap Ming Hao tanpa sadar


Ketiga temannya yang mendengar spontan mengangguk.


Lalu mereka semua tersadar, jika sebelumnya mereka telah berkali-kali mengucapkan kata-kata sindiran.


Keempatnya saling tukar pandang, lalu menoleh ke arah Long Guan secara bersamaan. “Maafkan kami yang telah berkata kurang ajar sebelumnya” ucap mereka bersamaan.


Long Guan hanya tersenyum tanpa berniat membahasnya serius. Ia lalu melangkah pergi menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran.


Fang Yin masih belum beranjak dari tempatnya berdiri dan terus menatap punggung Long Guan. Lalu ia berkata,


“Tunggu sebentar! Apakah kamu benar-benar Long Guan dari Bukit Keenam?”


Long Guan menoleh sambil tersenyum, “Tentang siapa aku, sebaiknya kamu tidak bertanya dan memikirkannya”