Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Rencana Jian Ling


Sementara saat ini Long Guan tengah berada di Akademi Huangshan untuk mempelajari gulungan kitab hukum ruang dan waktu, ia tidak mau membuang waktu dengan percuma.


Selain dirinya, tampak Xie Annchi juga ikut bersamanya ke Akademi Huangshan, awalnya Long Guan menolak Xie Annchi yang hendak ikut dengan dirinya, namun atas desakan tuan Xie Bao yang ingin putrinya bertambah pengalaman membuat Long Guan tidak bisa menolak permintaan tersebut.


Jika itu bukan Xie Annchi tentu Long Guan tidak akan menerima alasan lain, walau bagaimanapun istrinya sudah memintanya untuk menjaga Xie Annchi.


Selama Long Guan berlatih di kediaman pemimpin, dirinya selalu menyiapkan hal-hal kebutuhan Long Guan dengan baik, ia juga menyiapkan masakan yang biasa ia makan.


Xie Annchi banyak mengetahui hal tersebut dari Jian Ling yang seringkali berbagi cerita selama Long Guan berada di tanah terlarang.


“Nona Xie, terimakasih atas kebaikanmu dalam mengurus beberapa keperluanku selama beberapa hari ini” Ucap Long Guan sambil menatap kea rah Xie Annchi.


“Ketua tidak usah berkata seperti itu, ini sudah kewajibanku mengurus keperluan Ketua” Jawab Xie Annchi dengan senang.


Selama beberapa hari ini ia sangat merasa senang bisa melakukan pekerjaan tersebut, meski hubungan keduanya hanya sebatas murid dan Ketua namun ini adalah kesempatan yang langka bagi Xie Annchi.


Long Guan sendiri merasa rumit, ia melihat Xie Annchi dengan tulus memperlakukannya dengan baik, namun ia masih bersikap seolah tidak menghiraukannya.


Dalam hatinya, ia masih memikirkan istrinya Jian Ling yang terlampau baik dan sulit baginya untuk mengkhianatinya.


“Jika ada kesempatan, tolong kamu periksa apakah tempat ini memiliki sumberdaya yang cocok untuk membuat Pil Tingkat Satu dan Dua, karena kedepannya aku ingin menyempurnakan Akademi Huanshang dengan ketersediaan miniatur paviliun obat.


Dimana murid-murid senior Paviliun Obat di Sekte Pedang Angin akan magang sebagai pengajar di sini, sehingga penyebaran murid akan semakin terkorelasi dengan baik” ungkap Long Guan mengalihkan pembicaraan.


Ia tak sanggup berlama-lama dengan Xie Annchi, ia takut hatinya goyah melihat pesona Xie Annchi yang menyerupai istrinya tersebut.


“Baik Ketua, aku akan memeriksa segalanya dengan baik” Ucap Xie Annchi menjawab permintaan Long Guan.


“Huh!"


Aku lebih suka menghadapi musuh yang kuat daripada mesti menghadapi pesona wanita” Gumam Long Guan dalam hati.


****


Di Kota Awan


Setelah selesai melakukan aktivitas pemurnian Pil, Jian Ling kembali menuju kediamannya bersama dengan Tetua Yang Guifei.


Hari ini Jian Ling bersama Mei Shin berhasil menyempurnakan lima puluh butir Pil Inti Emas, dalam seminggu ini ia sudah total membuat tiga ratus lima puluh butir, tentu pencapaian yang sangat besar.


Pil-pil kelas tiga buatan tiga serangkai sangat dibutuhkan sekte untuk meningkatkan kemampuan para murid senior, sisanya akan dilelang melalui rumah lelang Pedang Emas di Kota Awan serta di Kota Kaisar Qin.


Bahkan dalam waktu tertentu dapur Sekte memasak binatang beast tingkat satu dan dua yang didapatkan dari aula misi.


Ada juga pembelian langsung di rumah lelang Pedang Emas yang siap menampung hasil buruan dari para pemburu liar yang kini bertambah subur menjadi beberapa kelompok.


Hubungan mutualisme ini menyebabkan rantai ekonomi berkembang cukup pesat di Kota Awan, sehingga kehadiran rumah lelang Pedang Emas memiliki kesan tersendiri di hati masyarakat.


Malam ini seperti malam sebelumnya Jian Ling akan ditemani oleh tetua Yang Guifei, hubungan keduanya sangat baik seperti ibu dan anak membuat keduanya terlihat akrab dan tidak canggung.


Mereka berdua menceritakan Long Guan yang kini tengah menjalankan misi di Kota Pelangi, meskipun laporan dari divisi informasi sekte mereka telah berhasil merebut Kota Pelangi serta menghancurkan Sekte Kristal Es namun Long Guan dan yang lainnya belum kembali dari misi.


Di Benua Timur ini aku belum pernah menemukan orang yang sangat berbakat seperti Long Guan, tidak hanya ilmu bela dirinya yang menakutkan tetapi kemampuan lainnya yang komprehensif entah itu formasi maupun alkimia tidak ada yang menyainginya.


"Dengan usia Long Guan yang relatif masih sangat muda, masa depannya di dunia ini tidak terbatas. Bahkan boleh dikatakan dunia ini takkan sanggup menampungnya" Ucap Tetua Yang Guifei serius.


Mendengarkan apa yang dikatakan oleh tetua Yang Guifei membuat Jian Ling mengangguk secara tidak sadar. Ada senyum cerah di wajahnya ia merasa sangat bahagia sambil mengingat pertama kali dirinya bertemu dengan sosok suaminya tersebut.


"Gege kamu memang terlalu istimewa, aku ingin seribu tahun lagi bersamamu" Gumam Jian Ling sambil mengusap perutnya yang kini tengah mengandung buah cinta mereka.


"Kelak Kamu harus lebih bisa mengerti akan dirinya” lanjut tetua Yang Guifei menatap serius ke arah Jian Ling.


“Tentu saja aku akan mengerti dirinya. Bahkan jika ia ingin menjadikan Xie Annchi sebagai wanita keduanya aku pun tidak keberatan untuk membagi cinta” Ucap Jian Ling dengan sungguh-sungguh.


“Kenapa kamu bisa berpikiran sampai sejauh itu? Apakah Ketua Sekte pernah mengungkapkan keinginannya untuk memiliki Nona Xie?” Tanya tetua Yang Guifei cukup kaget mendengar pernyataan Jian Ling.


“Tidak, ia bukanlah lelaki seperti itu apalagi usia pernikahan kami juga yang masih baru beberapa bulan. Namun aku menawarkan hal demikian setelah melihat Xie Annchi yang cantik dan berbakat ditambah sikapnya yang tulus membuatku menilai bahwa ia layak mendapatkan lelaki yang baik.


"Aku juga seperti memiliki saudara jika bersama Xie annchi, bibi Yang pasti memahami sifatku yang memang dari masih kecil tidak memiliki teman wanita.” Ungkap Jian Ling.


“Sebenarnya aku membiarkan Xie Annchi untuk pergi menemani suamiku karena salah satunya ingin mendekatkan mereka, aku tidak mau suamiku terkena bujuk rayu wanita lain di luar sana, makanya aku meminta Xie Annchi untuk menemaninya.” Sambung Jian ling sambil tersenyum.


“Apakah kamu tidak takut suamimu akan tergoda?” Tanya tetua Yang Guifei sambil mengerutkan kening. Ia merasa aneh dengan pemikiran jian Ling.


"Aku sangat mempercayai suamiku dan Xie Annchi, mereka adalah dua orang terbaik yang pernah aku kenal” Jawab Jian Ling dengan yakin.


“Hmm.. Baiklah aku sangat bangga dengan pemikiranmu yang terbuka, memang benar suamimu adalah orang yang luar biasa tentu tidak masalah baginya jika ingin memiliki lebih dari satu pendamping.


Namun jika salah memilih pendamping lainnya tentu akan merugikan kamu juga, dengan kamu yang memilihkan untuknya tentu itu adalah ide yang sangat baik.” Ucap tetua Yang sambil mengangguk puas.


Walau bagaimanapun ia mengenal sosok Xie Annchi sebagai wanita yang berbakat dan sopan sehingga tidak masalah jika ia dan Jian Ling bergandengan tangan bersama berbagi kebahagiaan.