Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Terpesona


Di dalam dunia ilusi, para murid bertarung melawan pasukan iblis yang sangat kuat hingga mereka hanya dalam beberapa gerakan menjadi tidak berdaya.


"Sebaiknya kalian menyerah, dan menjadi bagian dari kami sehingga kalian bisa hidup kekal dan bebas berbuat apa saja.


Jika tidak aku akan membunuh dan memotong tubuh kalian menjadi berpotong-potong" Ucap pasukan iblis kepada 9 murid yang tak berdaya sama sekali.


Mereka tampak sangat putus asa, baru kali ini mereka mengalami situasi hidup dan mati seperti ini.


"Lebih baik kau bunuh kami daripada kami harus mengikuti kalian" Ucap Mei Shin dengan suara yang lemah.


"Sreekk.."


Tiba-tiba kepala Mei Shin dipenggal oleh salah seorang dari pasukan iblis yang secara tidak langsung menyadarkan Mei Shin dari dunia ilusi.


Melihat pembantaian di depan matanya membuat para murid yang tersisa menjadi semakin benci dengan pasukan iblis. Mereka juga memilih pilihan yang sama dengan Mei Shin.


Long Guan menyaksikan ekspresi wajah para muridnya dengan cukup serius, namun ia bangga dengan keteguhan tekad murid-muridnya.


"Selamat, kalian lulus"


Ucap Long Guan sambil tersenyum. "Yang kalian rasakan tadi hanyalah teknik ilusi tingkat rendah yang rencananya akan digunakan untuk seleksi siswa baru sekte" Ucap Long Guan dengan tenang.


Wajah para ke Sembilan murid inti masih bingung, mereka baru saja terbangun dari ilusi yang nampak begitu nyata. "Ilusi ini sungguh menakutkan" Batin Mei Shin dalam hatinya.


"Kekuatan kultivasi kalian telah meningkat dan berada di Pondasi Qi akhir, julukan kalian sebagai jenius sekte bukanlah isapan jempol. Kalian di sini sudah tiga minggu, masih banyak waktu bagi kalian untuk serius berlatih" Ucap Long Guan.


Lalu ia menatap Mei Shin "Kemampuan mu dalam alkemis cukup berbakat, kamu juga mampu mengidentifikasi tumbuhan herbal sebagai bahan Pil Tingkat Satu dan Tingkat Dua.


Namun kamu jangan berpuas diri karena itu hanya pemurnian dasar yang kelak akan dikembangkan di seluruh Kota Awan.


"Terus pelajari catatan yang aku berikan, kelak kehadiranmu di Paviliun Obat akan membawa keuntungan besar bagi Sekte" Ucap Long Guan.


"Terimakasih atas bimbingan dari Ketua Sekte"


Ucap para murid dengan serempak. "Kini kalian berlatih lah kembali, dalam tujuh hari aku akan ke sini lagi.


"Saat ini Sekte kita sedang mengadakan seleksi masuk murid baru, kelak kalian juga yang akan membimbing mereka" Ungkap Long Guan dengan sungguh-sungguh.


"Baik Ketua"


Ucap para murid dengan penuh semangat.


Kemudian Long Guan berbincang-bincang dengan mereka serta ia menceritakan tentang pengalamannya yang baru saja terjadi yaitu bertarung melawan pecahan jiwa Kaisar Iblis Azazil.


Para murid mendengarkan dengan serius, mengetahui kekuatan Kaisar Iblis sangat luar biasa membuat mereka semakin bertekad untuk berlatih lebih keras.


Long Guan melalukan beberapa persiapan dan pengaturan sebelum dirinya meninggalkan Hutan Kabut Abadi, ia ingin memastikan bahwa murid-muridnya dalam keadaan aman.


Hari sudah sore, waktunya Long Guan beranjak pergi. Setelah pamit, ia melompat dan terbang dengan kecepatan yang tinggi.


Kini Long Guan semakin stabil kemampuan mengolah Qi dalam tubuhnya. Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, ia sudah berada di wilayah Sekte Pedang Angin.


Suasana sekitar sekte masih cukup ramai karena banyaknya para calon murid masih beristirahat di sekitar Sekte.


"Tinggal selangkah lagi, aku harus mempersiapkan segala sesuatunya menjadi lebih baik". Ucapnya pelan kemudian ia turun tanpa ada yang menyadarinya.


Long Guan tiba di Sekte Pedang Angin menjelang malam, ia langsung bergegas ke Paviliun Kedisiplinan untuk bertemu dengan tetua Huang Xun.


Para murid jaga yang sedang bertugas melihat kedatangan Ketua Sekte langsung memberi hormat. Long Guan membalasnya dengan senyuman ringan.


Setelah mendengar laporan dari Tetua Huang Xun terkait laporan kegiatan hari ini Long Guan sangat puas. Namun Tetua Huang Xun melanjutkan,


"Ketua, dua hari yang lalu keponakan Tetua Xie Rong tiba di sekte, ia seorang gadis yang bernama Xie Annchi dan berasal dari wilayah kerajaan Wei.


Keluarganya tewas karena berusaha mengungkap keterlibatan Raja Wei Cuan dengan kekacauan yang terjadi saat ini. Telah terjadi serangkaian pembunuhan dan penculikan terhadap para pemuda.


"Ada indikasi para pemuda yang diculik ini akan dijadikan pengorbanan untuk Kaisar Iblis Azazil" Ungkap Tetua Huang Xun dengan serius.


Ini bukan hal yang biasa, perlu kita tingkatkan kewaspadaan dan kekuatan kita. "Ternyata Kaisar Iblis sudah menyiapkan untuk membangkitkan kekuatannya" Ucap Long Guan dengan serius.


"Besok setelah selesai perekrutan murid baru aku mengundang para tetua untuk bertemu di kediamanku" Ujar Long Guan.


"Baik Ketua, pesan ini segera aku teruskan kepada Tetua yang lain". Lalu Long Guan pamit hendak kembali menuju kediamannya untuk bertemu dengan istrinya.


Dengan menggunakan langkah seribu bayangan, Long Guan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di kediamannya.


Nampak Jian Ling sedang duduk resah, melihat kehadiran suaminya wajah Jian Ling tersenyum merekah, ada kebahagiaan yang sangat besar serta kesan kerinduan yang mendalam.


"Gege, aku merindukan mu!" Teriak Jian Ling yang langsung berlari memeluk Long Guan. Mereka berpelukan cukup lama melepas rindu.


"Ling'er tolong siapkan makanan, sudah lama aku tak merasakan masakanmu" Ucap Long Guan dengan penuh cinta, meskipun ia seorang kultivator yang kuat, ia menghormati istrinya dan ingin menciptakan saat-saat yang berkesan saat bersama.


"Baik gege" Jawab Jian Ling sambil mencubit perut Long Guan dengan lembut. Kemudian Long Guan berlalu untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah makanannya siap, mereka berdua duduk manis di meja makan.


Jian Ling bercerita tentang kemajuannya dalam memurnikan Pil tingkat tiga dalam jumlah yang besar, sementara Pil tingkat satu dan dua dikelola langsung oleh Tetua Yang Guifei bersama para murid.


Setelah selesai makan dan berbincang-bincang Long Guan dan Jian Ling segera ke kamar tidur untuk menuntaskan hasrat terpendam.


Long Guan melakukan hubungan badan dengan Jian Ling dengan sangat lama. Bertambah kekuatan tubuhnya bertambah pula daya tempurnya di ranjang.


Malam ini, Jian Ling kewalahan meladeni serangan suaminya yang sulit dijinakkan hingga pagi menjelang.


Setelah melakukan hubungan suami istri, Long Guan memeluk istrinya dengan mesra di dalam selimut sambil memejamkan mata, sementara Jian Ling sudah istirahat duluan karena kelelahan.


Pagi harinya, Jian Ling dan Long Guan berencana menghadiri acara perekrutan murid baru.


Mereka berjalan sangat serasi, sepanjang jalan menuju lapangan beladiri para murid memberikan salam hormat sekaligus kekaguman yang sangat tinggi kepada Ketua Sekte dan istrinya.


Semua orang yang hadir di lapangan beladiri menjadi terkesima melihat penampilan dua sosok yang seperti Dewa dan Dewi, mereka duduk berada di podium petinggi Sekte Pedang Angin yang tampak gagah.


Seorang pria muda yang rupawan didampingi oleh seorang gadis muda yang sangat cantik sekali, "Sungguh pasangan surga." Begitu batin banyak orang.


Para penonton masih banyak yang belum mengetahui dua sosok tersebut sebagai Ketua Sekte Pedang Angin dan istrinya.


Sampai saat tetua Huang Xun maju dan memberikan pidato di depan para calon murid yang lolos kualifikasi tahap pertama sambil memperkenalkan Ketua Sekte Pedang Angin dan istrinya.