
Para tetua tanpa ragu segera meminum pil tersebut lalu hening dalam posisi meditasi. Dalam Tiga Puluh Menit terjadi perubahan dalam tubuh mereka, para tetua dapat dengan jelas merasakan adanya dua energi yang saling melengkapi.
Dari luar terdapat energi Qi yang terus mereka serap mengalir deras melalui titik-titik meridian dalam tubuh, sementara dari dalam tubuh terdapat dorongan yang begitu kuat efek dari pil semesta yang mereka minum, efek katalis pil mendobrak gumpalan kekuatan dalam tubuh mereka dan berpendar menjadi energi murni di setiap sel tubuh membangun gerakan besar yang begitu kuat.
"Boom"
"Boom"
Dalam selang waktu tiga jam telah terjadi dua kali ledakan teredam dalam tubuh mereka.
"Sungguh efek domino yang luar biasa" gumam Tetua Jian sambil menstabilkan energinya yang masih menggila di dalam tubuhnya.
Sementara itu, Long Guan kini tengah bersama Jian Ling sedang melepas kerinduan dalam suasana keakraban di ruang keluarga. Mereka saling bercerita hal-hal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Long Guan merasakan ada perbedaan dalam diri Jian Ling, selain kekuatannya yang bertambah pesat yang kini sudah berada di ranah Inti Qi tahap menengah, ada semacam pesona yang berbeda terpancar dari tubuh istrinya tersebut. Namun Long Guan bingung karena baru pertama kali merasakannya.
"Gege, ada apa? apakah ada yang aneh pada diriku? " pertanyaan Jian Ling membuyarkan kebingungan Long Guan.
"Aku merasakan kamu tampak berbeda, sebagai seorang wanita ada gambaran yang tidak bisa aku mengerti" ucap Long Guan dengan bingung.
"Oh, gege sudah bisa merasakannya? " ucap Jian Ling sambil tersenyum terkekeh lalu menutup mulutnya dengan manja. "Gege akan menjadi ayah" ucap Jian Ling dengan senyuman gembira.
“A..apa?” Long Guan tampak sangat terkejut mendengar ucapan dari istrinya, ekspresi bahagia pun tidak bisa ia tutupi.
“Ini adalah kabar yang sangat baik, aku sangat bahagia” ucap Long Guan sambil memeluk istrinya.
Jian Ling merasakan pelukan lembut dari suaminya, sebagai wanita ia tentu ikut merasa bahagia.
“Ling’er, kelak kamu tidak akan merasakan kesepian lagi saat aku sedang tidak bersamamu” ucap Long Guan sambil mengusap lembut punggung Jian Ling.
“Iya gege, aku akan menjaga anak kita dengan sebaik-baiknya. Aku ingin ia tumbuh seperti ayahnya yang menjadi pahlawan bagi banyak orang” ucap Jian Ling dengan bangga.
Hampir tengah malam mereka mengobrol santai melepas rindu, Long Guan dan Jian lIng tampak begitu bahagia menjalani waktu bersama.
”Besok kita akan ke rumah kakek, menghadiri pernikahan para paman” ujar Long Guan.
“Aku juga ingin menghadiahi kakek Long dan Kakek Zhu beberapa pil semesta yang baru saja aku selesaikan. Long Guan mengeluarkan botol pil dan menunjukkannya kepada Jian Ling.
“Pil ini sungguh luar biasa, dari aromanya sangat kuat” ucap Jian Ling sambil memperhatikan bentuk dan aroma pil tersebut.
“Selain pil semesta aku juga ingin membawakan mereka pil tingkat tiga untuk membangun kekuatan kultivasi mereka”
Ada banyak hal yang dikhawatirkan Long Guan dalam melindungi keluarganya, namun ia juga berharap kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang di sekitarnya mampu melindungi masyarakat dari ancaman serangan pasukan iblis yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Mendengar Xie Annchi membuat Jian Ling merasakan hal aneh, ia selalu merasa wanita tersebut berbeda. Entah karena cemburu atau perasaan lainnya, yang jelas Jian Ling merasa bahwa Xie Annchi tampak berbeda.
“Gege, apakah gege menyukai Xie Annchi” tanya Jian Ling polos.
“Mengapa kamu bertanya demikian?” tiba-tiba Long Guan tertegun kaget.
“Xie Annchi adalah wanita yang cantik dan cerdas, aku juga tidak keberatan jika gege merasa ia layak untuk bersama kita. Aku tahu, gege pria yang sangat sempurna, aku tidak boleh egois dalam memilikimu” ungkap Jian Ling.
“Aku tak pernah terpikirkan untuk berbagi hati, denganmu aku sudah merasa bahagia. Saat ini aku hanya fokus membangun kekuatan dari setiap sisi" pungkas Long Guan.
"Aku sangat bahagia memiliki suami seperti gege, apapun yang gege lakukan, aku akan mendukungmu tanpa syarat" ucap Jian Ling dengan sungguh-sungguh.
Long Guan sebenarnya sudah ingin sekali berpetualang mencari beberapa petunjuk tentang kekuatan alam semesta, namun ia memiliki tanggungjawab di sekitarnya yang harus ia jaga sebelum ia pergi.
Dalam kehidupan ini ia ingin menciptakan tatanan yang lebih baik, ia tidak mau tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan akan musnah di tangan iblis yang penuh kebencian.
Ia ingat ketika pertama kali jatuh cinta pada Shu Mingyu, tekad ia untuk berubah menjadi kuat telah terpatri dalam jiwanya. Meskipun pada akhirnya ia dikhianati, ia masih dapat berpikir ada banyak hal yang lebih baik dan lebih pantas untuk diperjuangkan.
Saat Jian Ling sudah tertidur pulas, Long Guan bangun dan menuju halaman depan. Ia berpikir untuk memasuki area terlarang sekte dalam beberapa hari ke depan.
"Entahlah, aku seperti memiliki rasa daya tarik dalam tubuhku. Ada semacam kekuatan yang ingin aku datangi" gumam Long Guan yang tampak gelisah. Ia duduk kemudian mengatur nafasnya mencoba berpikir tenang.
Malam berlalu dengan cepat, di sisi lain para tetua masih fokus menstabilkan kekuatannya, mereka masih berkultivasi dengan sangat serius.
Mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi kuat. Jika dipikirkan lebih lanjut, belum tiga bulan ini mereka sudah beberapa kali mengalami peningkatan.
Hingga dalam beberapa tarikan nafas, empat orang tetua sudah membuka kedua matanya. Mereka saling berpandangan dan tersenyum senang, kekuatan mereka kini sudah berada di Ranah Kelahiran Kembali tahap akhir.
Hanya Tetua Jian yang belum membuka matanya, masih tampak serius berkultivasi. Khawatir mengganggu, mereka berempat keluar dari ruang rahasia tersebut untuk menuju halaman depan kediaman rumah Ketua Sekte.
Long Guan sudah menyadari kehadiran ke empat tetua yang kini sedang mengarah kepadanya.
"Selamat para Tetua yang sudah naik peringkat" ucap Long Guan menghampiri mereka.
"Terimakasih Ketua, semua berkat petunjuk dari Ketua" jawab mereka dengan nada yang penuh pemujaan.
Mereka lalu duduk di sebuah gazebo yang terletak di depan kediaman sambil menunggu tetua Jian selesai berkultivasi. Long Guan dapat merasakan kekuatan para tetua yang sudah berada di tahap akhir Kelahiran Kembali. Long Guan sangat puas, sementara ini dalam perhitungannya sudah ada empat orang yang berada dalam tahap ini.
Jika Tetua Jian berhasil maka akan bertambah menjadi lima orang. Sejenak ia memikirkan ke empat pamannya untuk menjaga keluarga Long, ada banyak pil tingkat tiga yang sudah ia siapkan untuk para pamannya. Adapun sisa pil semesta yang ada padanya akan segera ia berikan kepada Kakeknya.